Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 35


__ADS_3

Rini mengawasi gerak gerik Theo hampir 24 jam dalam sehari.Dia bahkan menyewa dua orang mata mata bertarif mahal untuk mengikuti kemanapun Theo pergi.Semua agar Rini bisa mengetahui kegiatan dan tempat tempat yang biasa calon menantunya itu kunjungi.


Hasil laporan dari orang suruhan Rini benar benar membuatnya tercengang.Bagaimana tidak?Setiap hari yang dikerjakan oleh Theo hanyalah keluar masuk diskotik,keluar masuk tempat judi dan keluar masuk Hotel dengan bergonta ganti wanita.Rini sungguh salah menilai seorang Theo.


Rini menyerah,sebanyak apapun harta yang dimiliki oleh keluarga itu ujung ujungnya akan habis tanpa sisa.Theo bukan hanya tidak bisa mengelola pengeluarannya,tapi juga terkesan menghamburkan uang dengan percuma.


"Benar kata Inggrid,pria itu memang tidak cocok untuknya.Pria itu hanya cocok untuk wanita dari planet lain,"gerutu Rini kesal.


Dia menutup telfon dan menaruh kembali ponsel kesayangannya diatas meja.


"Ibu kenapa?"Inggrid tiba tiba muncul.


Wanita itu merasa sedikit bingung dengan tingkah dan kelakuan ibunya yang sedikit aneh.Mungkinkah sesuatu telah terjadi padanya?Inggrid mulai bertanya tanya didalam hati.


"Ah,Ibu tidak kenapa napa.Kamu sudah pulang?"Tanya Rini.


"Sudah,"sahut Inggrid.


"Tumben pulang cepat?Butik sedang sepi?"Tanya Rini lagi.


"Tidak juga,aku hanya ingin beristirahat lebih awal saja,"Inggrid memasang wajah lelah.


"Ya sudah,mandi dulu sana.Habis itu kamu makan,terus pergi tidur,"ucap Rini.


"Iya Bu,"sahut Inggrid malas.


Meski hubungan Inggrid dan Ibunya sempat menegang,hubungan keduanya kini sudah sedikit membaik.Inggrid melunak,karena Rini sudah tidak memaksanya untuk menikah dengan Theo lagi.Dia juga sudah jarang menyebut nama pria itu dirumah ini.Lagi pula,terus menerus menaruh rasa dendam dan benci pada orang tua sendiri bukanlah hal yang baik.


Inggrid masuk kedalam kamarnya,sementara Rini kembali berseteru dengan isi hati dan pikirannya.


"Aku harus mencari pria lain yang lebih kaya dan lebih tampan dari Theo untuk Inggrid.Dengan cara itu aku bisa memberi pelajaran pada Theo.Berani beraninya dia memperlakukan putriku seperti sampah!"Rini mendengus kesal.


Sore berganti malam,Inggrid telah berbaring diatas ranjang dan bersiap untuk pergi tidur.Tiba tiba,telinganya mendengar suara mobil datang.Suara mobil itu seperti mobil milik Theo.Inggrid beranjak dari ranjang dan mengintip dari balik tirai jendela.


"Astaga,pria itu.Mau apa dia kemari?"Oceh Inggrid lirih.


"Semoga Ibu tidak memaksaku untuk keluar dari kamar dan menemuinya,"keluh Inggrid.


Ting...Tong...

__ADS_1


Bel rumah berdering,Rini bergegas membuka pintu untuk melihat siapa tamu yang datang.Rupanya tamu itu adalah Theo,tamu yang tidak pernah diharapkan kedatanganya oleh Rini.


"Hallo,Tante,"sapa Theo.


"Hallo,"sapa Rini balik.


Sebisa mungkin,Rini harus bersikap ramah dan baik pada Theo meskipun dia tidak menyukainya lagi seperti dulu.


"Inggrid ada Tante?"Tanya Theo.


"Tidak ada,dia sedang menginap dirumah temanya malam ini,"Rini berbohong.


"Teman yang mana Tante?"Theo sedikit menaruh curiga.


"Tante tidak tau,dia hanya bilang mau nginap dirumah teman saja,"sahut Rini setengah gugup.


"Oh,begitu ya.Kalau begitu aku pamit pulang saja Tante,"Theo undur diri.


"Kok pulang?Tidak mampir dulu?"Rini berbasa-basi.


"Tidak Tante,lagi pula Inggrid tidak ada,"Theo memasang wajah setengah sedih.


Theo berlalu pergi,Rini menarik nafas lega.Untung saja pria tengil itu percaya begitu saja padanya.Kalau tidak,habislah dia diwawancarai seperti seorang penjahat.


Saat ini,Rini sangat malas bertemu dengan pria itu.Dia juga tidak sudi jika pria gatal dan playboy itu mencoba mendekati putrinya lagi.Melihat Theo dari jauh saja sudah jijik,apa lagi jika harus melihat dari jarak dekat.


Inggrid keluar dari dalam kamarnya,dia menghampiri Rini yang masih terpaku didepan pintu.


"Bu,itu Theo kan?"Tanya Inggrid.


"Iya,"sahut Rini sekenanya.


"Mau apa dia kesini?"Tanya Rini penasaran.


"Dia kesini nyariin kamu.Ibu pikir kamu sudah tidur,jadi Theo Ibu suruh pulang,"Rini berbohong.


"Baguslah,aku juga tidak mau bertemu dengan musang berekor sembilan itu lagi,"seloroh Inggrid asal.


Inggrid kembali kedalam kamarnya,sementara Rini melanjutkan nonton TV.

__ADS_1


***


Disebuah Cafe pusat kota,tempat biasa Theo dan teman teman dekatnya nongkrong.


"Tante Rini Aneh sekali,sepertinya dia sedang mencari cara untuk menjauhi aku,"gerutu Theo kesal.


"Tante yang mana lagi?Banyak sekali wanita simpanan kamu,"ucap Aril sahabat dekat Theo.


"Sembarangan.Tante Rini itu Ibunya Inggrid,pacarku.Sepertinya dia sedang mengikuti jejak putrinya,ingin menjauhi aku.Kalau begini rencana ku bisa gagal!"Theo mendengus kesal.


"Wanita didunia ini banyak,kenapa juga kamu masih bersikeras mengejar ngejar inggrid?"Ledek Aril.


"Ah,kamu tau apa soal wanita?Kamu kan tidak doyan wanita,"seloroh Theo asal.


"Jangan sembarangan bicara dong.Biarpun aku sedikit gemulai,aku tetap doyan pada wanita!"Aril marah.


"Sendirinya kalau meledek orang iya,kalau diledek balik ngambek,"sindir Theo halus.Aril hanya meringis,menunjukan deretan gigi giginya yang sedikit maju kedepan.


Yang dibilang Aril memang benar,wanita didunia ini banyak.Tapi yang seperti Inggrid itu hanya ada satu diantara seribu wanita.Theo benar benar tidak rela jika harus kehilangan Inggrid,apa lagi setelah dia bersusah payah memisahkannya dengan Alex.


Theo harus mencari seseorang yang bisa dimintai saran,saran untuk mendapatkan perhatian dari Inggrid dan Rini lagi.Tapi siapa orang itu?Masa Ayahnya?Dia tidak mau dibilang anak Ayah karena setiap ada masalah sedikit pasti lari ke Ayahnya terus.


Seorang wanita muda berjalan mendekati Theo yang sedang gusar.Dia mengalungkan kedua tanganya di leher Theo sambil menyunggingkan senyum yang menggoda.Wanita itu terlihat cantik dan seksi,bukan Theo namanya jika tidak segera tergoda.


"Anda butuh hiburan Tuan?"Bisik gadis itu manja ditelinga Theo.


Bulu kuduk Theo berdiri,suhu tubuhnya naik dan hasrat dalam dirinya mulai bergelora.Theo meraba setiap inci tubuh gadis itu,meski didepan publik,Theo tak segan untuk melakukan aksi nakalnya itu.


"Masih mulus dan kencang.Berapa tarif mu per malam?"Tanya Theo terus terang.


"Tidak mahal,hanya lima ratus ribu saja,"sahut wanita cantik itu.


"Bukan pemain amatiran bukan?"Tanya Theo lagi.


"Tentu saja bukan,saya akan melayani Anda dengan baik.Ada jaminan uang kembali jika Anda merasa tidak puas,"ucap wanita muda itu.


Aril hanya bisa tertawa melihat kelakuan Theo.Pria yang baru beberapa menit tadi curhat tentang kegundahan hati dan terlihat sedikit putus asa tiba tiba jadi bersemangat kembali didepan seorang wanita penghibur.Pria seperti Theo tau apa soal cinta?Yang dia tau hanya bersenang senang dan menghabiskan uang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2