Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 28


__ADS_3

Dia tidak rujuk dengan mantan istrinya?Anin seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Heru.Jelas jelas Alex masih menyukai Inggrid,kenapa mereka tidak bersatu kembali?Apa mereka tidak enak hati kepadaku?Atau,mereka merasa kasihan kepadaku?Begitulah kira kira isi pikiran Anin saat ini.


Memikirkan banyak hal membuat Anin tak bisa tidur semalaman,hingga pagi harinya mata Anin terlihat seperti mata zombie.Merah,berair dan kelopak mata menghitam.


Anin memutuskan untuk bangun lebih pagi,membersihkan diri dan membuat secangkir teh hangat untuk memanjakan diri.Ternyata Cika sudah bangun terlebih dahulu,mandi,lalu membuka warungnya.


"Hari ini Kakak sedang malas masak,kita beli makanan diluar saja nanti ya?"ucap Anin.


"Iya,"sahut Cika singkat.


Anin membantu adiknya menimbang terigu,gula pasir dan minyak curah.Setelah itu dia membantu menyapu dan mengelap debu yang menempel di etalase barang.


"Kak,jangan terlalu lelah.Kasihan adik bayinya diperut,"Cika menegur Anin yang terlalu banyak melakukan aktifitas akhir akhir ini.


"Banyak gerak akan baik untuknya,agar dia persalinan lancar dan dia cepat keluar,"sahut Anin.


Sebuah mobil mewah berwarna hitam tiba tiba menepi,dia memarkirkan kendaraannya didepan warung Cika.Anin dan Cika saling bertatapan sekilas,lalu kembali memperhatikan mobil itu.


Seorang pria turun dari mobil,dia nampak gagah seperti aktor Bollywood yang memiliki tubuh tinggi dan kekar.Dia adalah Alex,suami dari Anin.


Anin membulatkan kedua matanya,mulutnya menganga lebar.Tanpa sadar,dia menjatuhkan sapu dan kain lap yang sudah dipegang sejak tadi.Tiba tiba Anin merasa perutnya mulas seperti ingin buang air besar,dia merasakan panas di bagian punggung dan perut bagian bawah.


"Awh..."Anin meringis sambil memegangi perutnya.


"Kakak,kakak kenapa?"Cika memasang wajah cemas.


"Perutku sakit sekali,sepertinya anak ini mau lahir,"ucap Anin terbata bata.


Alex masuk kedalam warung,dia menyunggingkan senyum kecil sebelum akhirnya dia menyadari ada yang tidak beres dengan istrinya.


"Kamu kenapa?"Alex berlari menghampiri Anin.Pria itu memegangi pucuk perut Anin dengan kedua telapak tanganya.


"Dia mau melahirkan Kak,kita harus segera membawa dia kerumah sakit,"ucap Cika.


"Ayo kita pergi kerumah sakit."Ajak Alex.

__ADS_1


Alex dan Cika menunduk Anin dengan hati hati,kemudian memasukannya kedalam mobil.Alex mengemudikan mobilnya dengan kecepatan cahaya agar bisa segera sampai kerumah sakit tujuan.


"Anak ini,apa dia ingin segera melihat wajah Ayahnya?"Batin Anin dalam hati.


Tida dirumah sakit,Anin langsung dimasukan kedalam ruang bersalin.Sementara Cika dan Alex menunggu didepan pintu ruangan itu.


Tak lama,terdengar suara Anin menjerit sambil mengeluarkan kata kata yang sedikit menggelitik ditelinga.


"Tuan Alex,Anda menyebalkan.Awh...Sakit sekali Dokter,"ucap Anin dengan nada setengah teriak.


"Apa dia sedang memaki aku?"Gerutu Alex lirih.


"Tentu saja,dia tidak akan hamil dan merasakan sakitnya melahirkan kalau bukan karena perbuatan mu!"Sambung Cika ketus.


"Awas saja nanti Tuan Alex,saya akan mencekik Anda dan menendang b*kong Anda.Sakit sekali..."Teriak Anin lagi.


Wajah Alex berubah pucat,sekujur tubuhnya terasa lemas dan lemah.Bukan karena takut pada ancaman sang istri,melainkan merasa kasihan dan tidak tega mendengar istrinya teriak kesakitan.


"Tuan Alex,persiapkan leher dan b*kong mu itu dengan baik."Seloroh Anin dalam hati.


Lima jam berlalu pasca perjuangan hidup dan mati,Anin belum bangun dari mimpi.Dia terlalu lelah sekedar untuk membuka mata dan melihat keadaan buah hatinya yang baru saja dia lahiran ke dunia.


Alex terus memangku putri cantiknya,dia bernyanyi dan berceloteh tanpa henti.Wajahnya terlihat cerah dan terang seperti lampu Philips limapuluh Watt.


Sementara itu Cika,terus berusaha membuat Kakaknya terbangun dari tidurnya.Dia mencubit lengan,menggigit jempol,sampai menampar pipi Anin pelan.Tapi tetap saja Anin belum mau membuka matanya.


"Kak,cepat bangun.Anakmu akan dibawa pergi oleh Tuan Alex,"ucap Cika berulang ulang ditelinga Anin.Kali ini,usaha Cika untuk membangunkan Anin berhasil.


"Mana anakku?"Anin membuka mata.Dia menoleh ke kanan dan ke kiri.Matanya mendelik saat melihat Alex tengah menggendong dan menimang anaknya.


"Tuan,tolong kembalikan dia kepada saya,"Anin berusaha untuk bangkit dan duduk diatas ranjang.


Alex langsung berjalan menghampiri Anin sambil membopong putri pertamanya itu.Tiba tiba muncul sebuah ide dalam otaknya,ide yang akan menggiring Anin kembali ke kediaman Alexander.


"Aku akan mengembalikan putrimu,tapi dengan satu syarat,"ucap Alex dengan ekspresi wajah serius.

__ADS_1


"Apa Kakak Ipar sedang mengancam Kakakku?"Cika mendengus kesal.


"Diam kamu!"Bentak Alex pada Cika.


Cika mengkerut,dia ketakutan karena saat itu Alex terlihat garang seperti macan yang sedang datang bulan.


"Apa syaratnya Tuan?"Tanya Anin.Dia akan melakukan segala hal yang diinginkan oleh pria itu asal anaknya bisa kembali lagi kedalam pelukannya.


"Kamu harus ikut pulang bersamaku,"Alex tersenyum licik.


Anin terdiam,meski syaratnya terdengar mudah namun kenyataanya dia tetap membutuhkan waktu untuk berpikir.Kembali kerumah neraka itu?Yang benar saja?


Anin memandang Cika,dia mencoba untuk meminta pendapat tanpa mengeluarkan suara.Cika memberi isyarat dengan anggukan kepala,menyuruh kakaknya untuk mengatakan"Iya,".


"Lalu,kamu bagaimana?"Tanya Anin pada Cika.


"Tentu saja dia juga harus ikut bersama kita,aku ingin memberinya pelajaran,"sambung Alex.


"Tuan,jangan macam macam pada adik saya.Kalau Tuan berani macam macam padanya,saya akan melarang anda untuk menyentuh anak kita,"Ancam Anin.


"Dari mana dia belajar jadi galak seperti itu?Pasti Cika yang sudah mengajarinya,"tebak Alex dalam hati.


Anak adalah segalanya baginya,tidak bisa menyentuh anak sendiri akan membuatnya seperti orang hidup yang tapi jiwanya mati.Sementara Alex sibuk berpikir,Cika tersenyum senang dan merasa bangga karena sang Kakak telah melindunginya dengan segenap jiwa dan raganya.


"Baiklah,aku tidak akan menghukumnya.Tapi dia harus tetap ikut dengan kita,"Alex bersikeras.


"Tidak mau,nanti siapa yang akan menjaga warung milikku?"Cika menolak secara halus.Dia tidak mau kembali tinggal satu atap dengan pria galak dan cerewet itu.


"Kamu cari karyawan saja,gadi dia dengan sistem bagi hasil.Aku tidak mungkin membiarkan kamu tinggal sendirian tanpa pengawasan,apa kamu tidak takut digoda oleh pria pria hidung belang lagi?"Ucap Alex panjang lebar.


Cika terdiam,ternyata Alex peduli padanya.Rupanya pria itu tidak seburuk yang Cika pikirkan selama ini.Tapi,darimana dia bisa tau tentang kejadian yang menimpanya kemarin?Cika langsung teringat pada Heru,pria Superman yang menjadi kaki tangan sang Kakak Ipar.


Pada akhirnya,sekeras apapun kepala Anin dan Cika.Mereka berdua tetap tunduk dibawah perintah Tuan Alexander.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2