
Anin menjemput putrinya disekolah,Cika menolak saat dimintai tolong oleh Anin untuk menjemput putri kecilnya dengan alasan dia terlalu cerewet.Laura dan Cika memang selalu bertengkar kalau sudah bertemu,semua karena Laura keras kepala sementara Cika tidak pernah mau mengalah pada orang lain termasuk anak kecil.
Tak jauh dari sekolah Laura,ada sebuah butik yang baru dibangun.Anin mengajak putrinya untuk mengunjungi butik itu,siapa tau barang barang yang dijual bagus dan berharga miring,jadi bisa dijadikan langganan oleh Anin.
Tak sengaja,Laura menubruk kaki jenjang seorang wanita.Laura meringis,sementara Anin terus meminta maaf atas kecerobohan anaknya kepada wanita itu.
"Anin,berhentilah bersikap konyol.Aku tidak akan memarahi anak kecil karena kesalahan yang tidak dia sengaja,"ucap wanita itu.
Anin mengangkat wajahnya,betapa terkejutnya dia saat mengetahui wanita yang di tubruk oleh Laura adalah Inggrid,mantan istri Farel.Setelah sekian lama,akhirnya mereka bisa bertemu lagi secara tidak sengaja.
"Inggrid,kamu ada disini,"
"Iya,ini butikku.Ngomong ngomong,apa kabar?Lama kita tidak berjumpa,"
"Kabar saya baik,kabarmu sendiri bagaimana?"
"Kabarku baik juga.Apa gadis kecil itu adalah Laura?"Tanya Inggrid.Dia menatap wajah anak itu sesaat dan menyunggingkan senyum ramah.
"Iya,dia Laura.Anak Tuan Alex,"
"Sudah sekian lama kalian berumah tangga,kamu masih saja kaku padanya.Panggil saja dia dengan sebutan mas,jangan Tuan.Kamu itu istrinya,bukan pembantunya!"Celoteh Inggrid.Anin hanya membalas celotehan itu dengan senyum tipis.
"Ma,Tante itu siapa?"Tanya Laura penasaran.
"Dia teman lama Mama dan Ayah,"sahut Anin.
Inggrid tidak merasa keberatan dengan sebutan teman yang Anin sematkan padanya.Hal itu menjadi pertanda kalau Anin telah memaafkan kesalahan yang pernah dia lakukan dimasa lalu.
"Hallo Laura,kamu cantik sekali,"Inggrid mencubit pipi Laura pelan.
"Terimakasih,Tante juga cantik,"balas Laura.
Tentu saja aku cantik.Kalau tidak,Alex mana mungkin bisa tertarik kepadaku.
Anin membenarkan ucapan Laura.Inggrid memang cantik,meskipun sudah sedikit berumur kulit dan tubuhnya masih terlihat kencang tanpa keriput.Tak hanya itu,bodynya juga bagus seperti gitar spanyol.Tapi semua itu akan beda ceritanya kalau dia sudah menikah dan melahirkan anak.
"Silahkan melihat lihat,"
"Iya,saya mau kedalam lihat lihat dulu,"
Anin menggandeng Laura,dia mengajak putrinya itu untuk berkeliling butik dan melihat lihat pakaian yang dijual disana.Banyak model baru,warnanya juga menarik.Anin khilaf,dia langsung memborong beberapa pakaian yang dijual ditempat itu.
"Saya memborong banyak pakaian disini,kamu akan memberikan potongan harga spesial untuk saya bukan?"Goda Anin.
__ADS_1
"Tentu saja,aku juga akan memberi kamu sebuah kartu member gratis.Agar setiap belanja satu juta rupiah,kamu mendapat potongan harga sepuluh persen,"
"Wah...Terimakasih,kamu baik sekali,"
Selesai berbelanja,Anin segera pergi meninggalkan tempat itu.Dia tidak mau berlama lama berada ditempat itu,terlalu lama mengobrol dengan mantan sang suami membuat Anin sedikit canggung.
Sepanjang perjalanan menuju rumah,Anin terus memikirkan Inggrid.Apakah wanita itu sudah menikah?Kenapa selama ini dia tidak pernah mendengar kabar wanita itu menikah?Apa dia ingin hidup melajang sampai tua?
Laura menarik pakaian Mamanya,Anin menoleh seketika.
"Ada apa sayang?"
"Kenapa Mama melamun?Apa mama sedang memikirkan Tante tadi?"Tebak Laura.
"Tidak,Mama hanya sedang bingung nanti mau masak apa untuk makan malam,"Anin berbohong.
***
Tiba dirumah.
Anin menceritakan pertemuannya kembali dengan Inggrid pada Cika.Anin merasa Inggrid yang sekarang berbeda dengan Inggrid yang dulu.Dia jadi lebih ramah,tutur katanya juga sedikit lebih halus,walaupun kebiasaan suka menyindirnya masih ada.
"Waktu bisa membuat siapa saja berubah Kakak,tidak ada manusia yang mau menjadi orang jahat terus didunia ini,"celoteh Cika.
"Kakak,dari dulu aku sudah bijak kali,"ucap Cika sewot.
Ponsel Cika tiba tiba bergetar,dia melihat ada seseorang mencoba menghubunginya dan orang itu adalah Heru.Cika segera pergi ke teras rumah,dia tidak mau Laura dan Kakaknya menggoda kesenangannya saat sedang berbincang dengan Heru.
Jantung Cika berdegup hebat,ini pertama kalinya mereka berkomunikasi lagi lewat telfon setelah pertemuan tempo hari.
"Hallo,"sapa Cika.
"Hallo,Cika.Kamu sedang apa?"
"Aku sedang bersantai.Ada apa?Tumben sore sore begini telfon?"
"Besok siang ada acara tidak?Aku ingin mengajakmu makan siang diluar,"
"Apa kakimu sudah sembuh?"
"Sudah,"
"Besok aku tidak acara,"
__ADS_1
"Oke,aku akan menjemput kamu jam dua belas siang.Dandan yang cantik ya,"
Cika tersenyum senang,dia menggoyang goyangkan tubuhnya seperti anak yang baru belajar berjalan.
"Tidak perlu dandan juga aku sudah cantik,"celetuk Cika.
Cika tidak mengetahui kalau sejak tadi Alex berdiri dibelakangnya.Mengamati tingkah konyolnya dengan tawa yang tertahan.Cika menoleh kebelakang,dia melompat tinggi karena kaget melihat sosok Alex disana.
"Kakak Ipar,sejak kapan Kakak ada disitu?"Tanya Cika.
"Sejak tadi.Aku mengamati kamu bergoyang goyang seperti anak itik,begitu senangnya dapat telfon dari Heru,"goda Alex.
"Kakak,cepat pergi dari sini.Jangan ganggu aku!"
Dari balik telfon,Heru mendengar omongan Alex.Dia tertawa karena Cika ternyata merasa senang mendapat telfon darinya,bahkan sampai bergoyang seperti anak itik.Sungguh menggemaskan,andai dia bisa melihatnya secara langsung pasti seru.
Cika memeriksa make up dan parfum miliknya,ternyata sudah banyak yang habis.Dia pergi ke kamar Anin untuk meminjam beberapa make up dan parfum untuk dia pakai besok hari.
"Kak,pinjam make up dan parfumnya dong,"Cika merengek seperti anak kecil.
"Memang make up dan parfum kamu kemana?"Tanya Anin.
"Habis,aku lupa belum beli lagi,"Cika meringis.
"Ya sudah,kalau kamu butuh pakai saja,"
Alex keluar dari kamar mandi,Cika langsung melarikan diri dari kamar itu.Dia tidak mau bertemu dengan Kakak Iparnya,bisa bisa dia goda habis habisan lagi seperti tadi.
"Kenapa Cika?Aneh sekali,"gumam Anin lirih.
"Dia malu padaku.Aku mendengar obrolannya dengan Heru lewat telfon tadi sore,"tutur Alex.
"Obrolan apa?"Anin penasaran.
"Mereka akan pergi berkencan besok siang,"
"Pantas saja Cika meminjam make up dan parfum saya,ternyata dia mau pergi kencan toh.Tapi memang Heru sudah sembuh kakinya?"
"Mungkin sudah."
Dikamarnya,Cika sibuk memilih pakaian yang akan dia pakai besok.Dia mencocokan beberapa jenis pakaian dengan aksesoris seperti tas dan sepatu yang dia punya.Jujur,besok adalah kencan pertama yang akan dia lakukan seumur hidupnya.Dia harus tampil sesempurna mungkin dimata Heru.
Bersambung...
__ADS_1