Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 9


__ADS_3

Setelah melakukan pertemuan rahasia dengan Sari,Anin pergi jalan jalan kesebuah pusat perbelanjaan.Dia membeli hair care,body care,skin care dan make up yang selama ini sangat dia idam idamkan.Dia juga membeli pakaian,tas dan sepatu baru.


Anin tidak hanya membeli keperluannya sendiri,dia juga membeli beberapa barang keperluan adik perempuannya.Uang pemberian Tuan Alex masih tersisa banyak,tidak ada salahnya jika Anin memakainya untuk menghibur dan menyenangkan diri sendiri.Ayolah,kesukaan wanita dalam hidup itu hanya tiga.Ngemol,ngemil dan ngomel🤪✌️


Puas berbelanja,Anin bergegas pulang ke kediaman Alex.Seperti tebakannya Tuan Alex sudah pulang terlebih dahulu,dia menyesal karena sudah gila belanja sampai lupa waktu.


Alex berdiri didepan pintu sambil bertolak pinggang,dia bersiap untuk memarahi Anin karena pulang terlambat dan pergi dari rumah tanpa pamit padanya.Jika masih ingin hidup Anin harus mencari sebuah alasan yang bisa diterima oleh akal dan pikiran Alex yang sedikit eror itu.


"Darimana saja kamu?"Tanya Alex.


"Apa mata Anda memiliki gangguan mata Tuan?Anda tidak melihat barang bawaan yang sedang saya tenteng ini?"Anin mengangkat barang bawaannya tinggi tinggi.


"Kamu habis belanja?Kenapa tidak ijin keluar padaku?"Tanya Alex lagi.


"Tadinya saya mau izin,tapi saya tidak punya nomor ponsel Tuan,"Ucap Anin.


"Benar juga,"Alex menaikan alisnya sebelah.


"Berhentilah marah marah Tuan,nanti Anda cepat Tua!"Ceplos Anin asal.


"Jaga bicaramu!"Alex emosi.


"Saya sedang tidak ingin bertengkar dengan Anda Tuan,saya lelah,saya mau istirahat."Anin naik tangga menuju ke kamarnya.


Alex menggerutu lirih,tapi panjang seperti kereta api.Cika yang baru saja pulang dari tempat les menatap Alex dengan tatapan aneh.


"Kenapa dia?Kesurupan hantu mana?"Batin Cika.


"Sore sekali pulangnya,"ucap Alex.


"Iya Kak,ada les tambahan di sekolah.Kakak kenapa?Kok ngomel ngomel sendiri seperti itu?"Tanya Cika penasaran.

__ADS_1


"Itu tuh,Kakak kamu.Dinasehati malah menasehati balik,"Alex memonyongkan bibirnya beberapa senti kedepan.


"Dia memang begitu Kak,yang sabar ya!"Cika melempar senyum kecil.Setelah itu dia bergegas masuk kedalam kamarnya.


Malam hari,Anin pergi kedapur untuk memasak.Jika biasanya makanan yang tersaji adalah hasil karya dari Sarah,malam ini Anin yang membuatnya sendiri.Masakan Sarah terlalu hambar di mulut Anin,kurang asin,kurang gurih dan kurang pedas.Memang paling benar jika memasak makanan sendiri,kita bisa puas dengan rasa masakan yang sesuai dengan lidah dan selera kita sendiri.


Setelah berkutat selama satu jam lebih di dapur,akhirnya Anin selesai dengan pekerjaan memasaknya.Malam ini dia menyajikan cah kangkung,ikan bawal goreng,sambal terasi,tahu dan tempe goreng.Tidak lupa juga Anin menyiapkan aneka buah potong dingin sebagai pencuci mulut.


Cika pergi keruang makan,dia membantu Anin menata piring,garpu dan sendok.


"Asyik,kakak yang masak,"Cika melompat kegirangan.


"Kenapa memangnya kalau Kakak yang masak?"Tanya Anin.


"Rasanya pasti jauh lebih enak dari makanan yang biasa kita makan disini,"ucap Cika.


"Jangan keras keras,tidak enak kalau ada yang dengar!"Anin menaruh satu jarinya di bibir Cika.Gadis itu mengangguk dan menutup mulutnya rapat rapat.


Alex tersenyum,dia merasa senang dilayani seperti itu.Waktu menjadi suami dari Inggrid jangankan dilayani,yang ada Alex yang selalu diperintah dan dimintai tolong ini dan itu.


Alex memasukan satu sendok makanan kedalam mulutnya,dia merasakan ada sensasi yang berbeda dari makanan yang sedang dia santap.


"Ini enak,siapa yang memasak?"Tanya Alex sambil terus mengunyah makanannya.


"Tentu saja saya,siapa lagi memangnya?Hari ini Bu Sarah kan sedang cuti,"ucap Anin bangga.


"Kalau begitu mulai besok dan seterusnya kamu saja yang masak ya.Satu lagi,siapkan bekal makan siang untukku,aku sangat suka dengan masakan buatan mu ini,"pinta Alex.


"Oke,tapi tolong kabulkan satu permintaan saya,"Anin mengajukan sebuah syarat.


"Karena kamu sudah membuatku senang,aku akan mengabulkan apapun permintaanmu,"ucap Alex.

__ADS_1


"Bagus,saya mau tidur sendiri malam ini.Jadi Tuan tidur dikamar tamu ya!"Ucap Anin enteng.


Alex melotot,dia tersedak makanan dan batuk batuk.Segera Anin menyodorkan segelas air kepada Alex dan Alex langsung menenggaknya sampai habis.


"Anin,apa kamu tidak memiliki permintaan lain selain itu?Misalnya berlian,pesawat atau kapal pesiar?"Alex memasang wajah kesal.


Mendengar ucapan Kakak Iparnya,Cika melongo.Alex memang pria tua yang kaya,tapi Cika tidak tau kalau ternyata Alex sekaya itu.


"Saya tidak perlu semua itu Tuan,saya hanya ingin bisa tidur nyenyak satu malam saja tanpa diganggu oleh siapapun.Ingat,Tuan sudah berjanji jadi jangan coba coba untuk ingkar!"Anin sedikit mengancam.


Dengan amat sangat terpaksa Alex akhirnya meng iyakan permintaan Anin.Malam ini dia akan tidur dikamar tamu seorang diri tanpa ada yang menemani.


"Kalian berdua,bisa tidak jangan bertengkar di ruang makan,"protes Cika.


"Kakakmu yang memulai duluan,"Alex melimpahkan kesalahan pada Anin.


"Saya tidak mengajak Anda bertengkar,Anda saja yang terlalu berlebihan menyikapi permintaan sederhana saya,"Anin membela diri.


"Oh,astaga.Menikah ternyata merepotkan sekali,kalau sudah besar aku tidak mau menikah!"Celetuk Cika asal.


"Cika,jaga ucapan mu!"Ucap Anin dan Alex bersamaan.


Acara makan malam selesai,Anin melenggang senang menuju kamarnya sementara Alex masuk kedalam kamar tamu dengan wajah bersungut sungut.


Didalam kamar tamu.


Alex mondar mandir seperti setrikaan,dia tidak bisa tidur meskipun malam sudah larut.Padahal dulu dia sering tidur sendirian,tapi setelah merasakan indahnya tidur berdua dengan Anin Alex kesulitan untuk tidur sendirian.


"Wanita itu,berani beraninya membuat aku gelisah seperti ini.Awas saja besok,aku akan memberinya pelajaran!"Gerutu Alex kesal.


Sementara itu dikamar sebelah,Anin sangat menikmati waktunya sendirian didalam kamar.Tidak ada yang mengganggu,memarahi dan minta dilayani.Anin sangat merindukan kebebasannya seperti sebelum dia menikah dengan Tuan Alex.Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Cika,menikah itu merepotkan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2