
Seseorang mengirim buket bunga untuk Anin,lengkap dengan kartu ucapan selamat ulang tahun.Rupanya bunga itu adalah kiriman dari Soni,Anin langsung membuangnya ketempat sampah dengan segera.
Alex menghampiri Anin yang tengah berdiri di teras rumah,dia memungut buket bunga dan kartu nama yang sudah Anin buang.
To : Anindira.
From : Soni.
Note : Selamat ulang tahun,semoga panjang umur dan sehat selalu.Amin.
Alex meremas kertas dan buket bunga itu,lalu menaruhnya ditempat sampah lagi.Sebegitu cinta kah pria itu pada Anin?Bahkan ulang tahun Anin saja dia tau.
"Pria itu,masih saja berani menggoda kamu,"gerutu Alex kesal.
"Sudahlah,biarkan saja.Nanti juga dia lelah sendiri,"ucap Anin santai.
"Tidak bisa,aku harus memberinya peringatan lagi,"Alex menunjukan sikap keras kepalanya.
Alex merasa rumah tangganya sedang diuji satu kali lagi.Inggrid kembali datang untuk menggodanya,lalu Soni muncul menggoda istrinya.Dia merasa heran kepada dua manusia itu,seperti tidak ada orang lain uang masih lajang saja sampai mengejar ngejar suami dan istri orang bak orang gila.
Anin pergi ke kamar putrinya,tiba tiba dia merasa kepalanya berat dan sakit.Anin hendak jatuh,tapi dia berhasil berpegangan dengan kuat pada pintu.
"Nona,Anda kenapa?"Tina datang menghampiri.
"Tidak tau,tiba tiba saja kepalaku pusing dan sakit,"ucap Anin tertatih tatih.
Tina memapah istri majikanya itu dan memintanya untuk duduk disisi ranjang.Tanpa diminta,Tina langsung menghubungi dokter pribadi keluarga Alex agar segera datang kerumah.
Seluruh penghuni rumah dibuat pening kepala oleh Anin,terutama Alex.Hasil pemeriksaan dokter menyatakan kalau Anin terkena anemia,hal yang mungkin terjadi karena kurang tidur dan kurang makan makanan bergizi.
Alex melimpahkan kesalahan pada Tina dan Bu Sarah,karena dua orang itu yang bertugas membantu Anin merawat bayi dan memasak makanan sehari hari untuk dikonsumsi.Alex mengomel panjang lebar,dua wanita berbeda usia itu hanya bisa diam dan pasrah.
"Tuan,berhentilah menyalahkan siapapun.Semua Ibu muda yang menyusui pasti pernah terkena anemia,itu hal yang biasa terjadi,"ucap Anin enteng.
"Biasa terjadi?Penyakit itu bisa saja memancing penyakit lain untuk datang,jadi kita harus berhati hati,"Alex memasang wajah cemas dan khawatir.
__ADS_1
Pria itu sangat takut sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.Segala cara akan dia lakukan untuk mengobati Anin dan mencegahnya terkena anemia lagi.
***
Didalam kamarnya,Cika mencoba menelfon Heru berkali kali.Tapi pria itu tidak juga mengangkat telfonnya.Cika memonyongkan bibirnya kedepan,dia kesal karena merasa telfonya tidak dihiraukan.
Cika melempar ponselnya keatas ranjang,tiba tiba ponsel itu berdering.Rupanya Heru menelfon Cika balik,Cika segera mengambil ponselnya dan menjawab telfon itu.
"Darimana saja?Kenapa sejak tadi tidak mengangkat telfon ku?"Cika sewot.
"Aku sedang mandi.Ada perlu apa sore sore seperti ini menelfon ku?"Tanya Heru.
"Temani aku ke mall,aku ingin mencari sesuatu untuk Kakakku.Hari ini dia sedang berulang tahun,"pinta Cika dengan nada sedikit memaksa.
"Aku tidak mau,badanku lelah sekali,"sahut Heru malas.
"Baiklah kalau kamu tidak mau mengantarku,aku akan kabur lewat jendela dan pergi sendirian.Tuan Alex pasti akan memarahi kamu dan memintamu untuk bertanggung jawab,"Ancam Cika.
Heru memijit pelipisnya.Baru kali ini dia diancam oleh seorang gadis kecil dan dia tidak memiliki kuasa untuk melawannya.Percuma memiliki tubuh kekar kalau dia masih saja harus tunduk dan patuh pada perintah seorang wanita.Semua gara gara Alex,entah kapan penderitaan itu akan segera berakhir.
Cika tersenyum senang,akhirnya Heru mau menuruti perintahnya tanpa memiliki kesempatan untuk menolaknya.
Cika berganti pakaian,dia memakai make up dan aksesoris terbaik untuk menunjang penampilannya.Saat ini,dia bahkan lebih heboh dari gadis yang akan melakukan kencan pertama.Dia ingin tampil sempurna dan sedikit lebih dewasa untuk mengimbangi usia Heru yang jauh lebih tua darinya.
Selesai berdandan,dia pergi menemui Alex dan Anin dikamarnya untuk meminta izin pergi.Alex memperhatikan penampilan Cika dari ujung kaki sampai ujung rambut,begitu juga dengan Anin.
"Mau kemana kamu?"Tanya Alex.
"Aku ke mall sebentar dengan Heru,ada yang mau aku beli disana,"Cika menyunggingkan senyum kecil.
"Ganti pakaianmu,dres itu terlalu mini dan seksi untuk gadis seusia mu,"perintah Anin.
"Kakakmu benar,ganti pakaianmu itu.Kalau kamu tidak mau ganti,aku tidak akan mengizinkan kamu keluar rumah,"sambung Alex.
"Kalian berdua,kenapa jadi hobi sekali mengancam seseorang?"Cika menekuk wajahnya.
__ADS_1
"Karena kami lebih tua darimu,dan kamu selalu memancing kami untuk memarahi kamu,"Alex sedikit menahan tawa.
"Kalian berdua menyebalkan!"Umpat Cika kesal.
Cika kembali ke kamarnya,dia mengganti pakaiannya dengan setelan kemeja dan celana jeans panjang.Dia sudah tidak sabar ingin segera lulus sekolah,agar dua Kakaknya itu tidak bisa mengatur dan mengomentari gaya berpakaiannya lagi.
Tapi waktu seolah lambat berlalu,Cika harus sering mengalah dan menahan rasa kesal karena hal itu.
Usai berganti pakaian,Cika berjalan menuju teras rumah.Dia terus menerus menengok kearah jalan,berharap Heru segera datang.Hingga satu jam berlalu,Heru baru saja sampai ditempat itu.Artinya pria itu telat tiga puluh menit dari waktu awal janjian.
Heru turun dari mobil,dia sudah tau kalau Cika pasti akan mengomel kepadanya.
"Kenapa bisa telat?"Cika sedikit melotot.
"Kota ini punya banyak lampu merah,aku juga terjebak macet tadi,"sahut Heru.
"Ya sudah,ayo kita berangkat,"
Heru mengerutkan kening.Tumben sekali wanita itu tidak nyerocos seperti Mak lampir?Apa dia baru saja mendapat pencerahan hari ini?
Cika masuk kedalam mobil,Heru mengikutinya dari belakang.Didalam mobil Cika terlihat lebih kalem,harusnya Heru merasa senang karena telinganya bisa beristirahat dari kebisingan.Tapi yang terjadi malah sebaliknya,Heru merasa sepi dan hampa.
"Kamu kenapa?Apa kamu habis dimarahi oleh Kakak dan Tuan Alex?"Tanya Heru.
"Iya,apapun yang aku lakukan mereka pasti memarahiku.Semua salah dimata mereka,menyebalkan!"Cika cemberut.
"Mereka seperti itu karena menyayangimu.Kamu harus bersyukur karena masih memiliki keluarga yang peduli padamu,sedangkan aku?Aku punya keluarga tapi tidak ada yang peduli padaku,"Heru mencoba menasehati Cika sekaligus membandingkan hidupnya dengan hidup Cika.
"Aku peduli padamu,jadi jangan pernah merasa sendiri.Aku akan selalu ada untukmu,"seloroh Cika mantap.
"Uhuk...Uhuk..."Heru tersedak meski tidak sedang memakan atau meminum sesuatu.Omongan yang keluar dari mulut Cika benar benar membuatnya syok dan terkejut.Omongan itu juga bisa membuat dirinya salah paham.
"Apa gadis itu menyukaiku?"Batin Heru.
Bersambung...
__ADS_1