
Pernikahan Inggrid dan Theo akhirnya diselenggarakan.Dua orang itu terlihat bahagia,sementara Rini harus berpura pura ikut bahagia demi anak perempuannya.
Anin dan Alex datang ke acara pernikahan Itu,begitu juga dengan Cika dan Heru.Tak lupa Laura kecil menyalip ditengah tengah mereka berempat.
Inggrid merasa senang saat melihat keluarga besar itu datang memenuhi undangannya,begitu juga dengan Theo.Sementara Rini masih bersikap kaku karena dia merasa malu pada Alex.
Bagaimana tidak?Rencana jahat Rini lah yang membuat rumah tangga inggrid dan Alex berantakan.Tapi sekarang,rumah tangga Alex terlihat bahagia dan adem ayem dari sebelumnya.Semua karena dia tepat memilih pasangan hidup,pasangan yang memiliki kelakuan baik dan berasal dari keluarga baik baik.
"Selamat menempuh hidup baru,"ucap Alex.
"Terimakasih,"Theo menyunggingkan senyum.
"Semoga bahagia selalu dan segera diberi momongan,"sambung Anin.
"Amin,"ucap Inggrid.
Tiba saatnya Alex mengalami Rini,tapi wanita tua bersanggul itu menolaknya.
"Sombong sekali dia,sudah kalah sombong pula,"batin Alex.
Tidak hanya pada Alex,Rini juga menolak bersalaman dengan keluarga Alex yang lain.Untung saja mereka tidak mengambil pusing sikap nenek tua itu,jadi pertengkaran tidak terjadi.
Selesai mengucapkan selamat dan berfoto bersama,keluarga besar itu langsung pergi ke stand makanan untuk mencicipi aneka makanan,minuman dan jajanan yang ada disana.
__ADS_1
Laura terlihat sangat antusias melihat banyaknya kue enak yang ingin dia coba,Anin berkali kali menasehatinya agar tidak terlalu banyak makan manis manis.Dia tidak mau gigi anaknya itu berlubang dan berkarang.
"Biarkan saja sayang,hanya sekali kali juga kan,"ucap Alex.
"Kamu ini terlalu memanjakannya,"celetuk Anin.
"Kamu terlalu galak padanya,"balas Alex.
"Sudahlah,jangan bertengkar didepan umum.Malu tau dilihatin banyak orang,"lerai Cika.
Inggrid dan Theo mendekati keluarga itu,wajah mereka terlihat begitu serius dari pada tadi.Alex tau,pasti ada yang ingin mereka berdua bicarakan.Tapi dia tetap bersikap santai dan rileks.
"Alex,aku ingin minta maaf padamu,"ucap Theo.Dia terlihat sangat menyesal.
"Aku sudah memaafkan kamu,"
"Terimakasih,"
"Oke."
Anin penasaran dengan obrolan dua orang itu,tapi dia tidak enak kalau mau bertanya dan ikut campur dengan urusan laki laki.Lebih baik dia diam,sambil mengawasi Laura yang berlarian dari meja satu ke satunya lagi.
"Dia menggemaskan ya?"cicit Inggrid.
__ADS_1
"Benar,dia sama seperti Ayahnya,"ucap Anin.
"Tidak benar,dia lebih mirip dengan kamu dari pada Alex,"
"Benarkah?"Anin merasa senang di puji.
"Benar,lihat mata dan bibir itu.Indah seperti milikmu,"lanjut Inggrid.
"Terimakasih,"
Cika mengamati dari jauh kebahagiaan keluarga itu.Tidak ada rasa dendam dan benci,yang ada hanyalah ketulusan.Semoga mereka bisa hidup bahagia,tanpa bayang bayang masa lalu.
...***The End****...
Hallo...
Terimakasih sudah berkenan membaca sampai akhir.Author masih tahap belajar dan mengamati tentang cara membuat novel yang baik juga benar.
Harap maklum jika masih banyak kesalahan tanda baca,typo,alur berantakan dan lain sebagainya.Namanya juga masih tahap belajar.
Semoga kedepannya Author bisa membuat karya yang jauh lebih bagus dan enak dibaca ya.Semoga kalian semua sehat selalu,jangan lupa makan ya!
Peluk hangat,Author😘
__ADS_1
Kunjungi juga karya terbaru dari Author,beri dukungan agar Author semakin bersemangat dalam berkarya.