
Anin diam diam menjenguk Soni dirumah sakit,dia kabur dari rumah dengan menaiki Taxi.Anin merasa tidak enak hati atas kelakuan buruk yang telah dilakukan Alex pada pria itu.Dia datang untuk meminta maaf mewakili Alex Suaminya.
Anin tidak tau,apakah yang dia lakukan itu salah.Kabur dari rumah untuk menjenguk pria lain.Tapi dia merasa harus melakukan hal itu untuk membersihkan nama jelek suaminya walaupun hanya sedikit.
Selain menjenguk,kedatangan Anin ke RS juga untuk memberi Soni penjelasan untuk menyerah dan menjauhi dirinya.Karena mimpinya untuk memiliki Anin tidak akan pernah bisa menjadi kenyataan.
Raung rawat inap kelas satu.
Anin melangkah masuk sambil membawa sekeranjang buah buahan.
"Anin,"Soni tersenyum.Dia senang wanita itu mau menjenguknya.
"Bagaimana keadaanmu?"Tanya Anin.
"Aku sudah baikan,"sahut Soni.
"Syukurlah kalau begitu,"Kania menarik nafas lega.
"Soni,aku tau yang dilakukan suamiku itu salah.Tapi hanya pria bodoh yang tidak marah saat istrinya didekati pria lain.Dan hanya pria bodoh juga yang mengejar-ngejar istri orang lain!"Ucap Anin ketus.
"Tapi Kania,perasaanku padamu tulus,"Soni merengek.
"Dengar ini Soni,kalau kamu terus menerus merecoki hubungan rumah tanggaku maka aku tidak segan segan melaporkan kamu ke polisi.Kamu tau kan,aku punya Bu Sarah,dia pasti akan berpihak padaku,"ancam Anin.
"Anin,apa yang kamu lihat dari pria kasar dan kejam itu?Sampai sampai kamu menolak cintaku padamu.Apa karena hartanya?"Soni sedikit memandang remeh pada Anin.
"Aku mencintainya karena pribadinya,baik buruknya dia aku akan tetap menerimanya karena aku mencintainya.Semua bukan karena harta yang dia miliki,sekalipun dia miskin,aku akan tetap mencintainya,"jelas Anin.
"Aku minta maaf atas perlakuan buruk suamiku padamu,aku permisi."Anin pamit pergi.
Dia tidak memperdulikan Soni yang masih saja memanggil manggil namanya dan mengajaknya berbicara.Baginya,obrolan kali ini sudah cukup sampai disini.Pria itu tidak terlalu bodoh,harusnya dia bisa mencerna kata kata yang Anin lontarkan kepadanya dengan baik dan benar.
Disalah satu sudut rumah sakit,terdapat beberapa suster sedang merumpi.Rupanya mereka mengenali Anin sebagai istri Tuan Alexander.Pria tampan,kaya tapi arogan.
"Sedang apa dia disini?"bisik salah satu suster pada temanya.
"Mungkin sedang menjenguk pria yang dihajar suaminya kemarin,"sahut suster lain.
__ADS_1
"Ternyata dia wanita baik juga,"sambung seorang suster yang lain.
"Jangan bicara seperti itu dulu,siapa tau dia memang ada rasa pada pria itu,"Celoteh seorang suster tanpa filter.
"Sttt...Tidak boleh berprasangka buruk pada orang lain,"Suster yang lain memberikan nasihat.
"Iya,maaf."Suster itu menundukkan wajahnya.
Anin tetap melenggang dengan santai seolah olah tidak mendengar gunjingan para wanita itu.Menjadi istri dari Tuan Alexander memang harus kuat mental,dia pasti bisa menjalaninya dengan baik karena dia sudah pernah mengalami hal yang jauh lebih buruk dari hal ini.
Tiba dirumah,Cika sudah menunggunya didepan pintu.Wanita itu mengomel karena Kakaknya pergi terlalu lama.Saat Anin pergi,Anin menitipkan Laura pada Cika dan Tina.Anak itu pasti rewel,terlihat dari wajah Cika yang kesal dan badmood.
"Kakak dari mana saja sih?"Tanya Cika.
"Dari salon,"Anin berbohong.
"Salon?Sejak kapan Kakak jadi rajin perawatan ke salon?"Cika memasang wajah bingung.
"Sejak punya anak.Aku kurang tidur,sering telat makan,kurang istirahat.Aku harus sering sering pergi ke salon untuk membuang stres dan memanjakan diri.Tidak salah bukan?"Ucap Anin panjang lebar.Cika hanya bisa diam sambil mengangkat kedua alisnya keatas.
***
Tak disangka,di toko itu dia bertemu dengan Inggrid.Dia juga sedang membeli bunga untuk dibawa ke makam mendiang Ayahnya.
"Alex,bagaimana kabarmu?"
"Baik,kamu sendiri bagaimana?"
"Baik juga,"
Inggrid melirik kearah bunga dan coklat yang sedang Alex tenteng.Meskipun galak,Alex adalah pria yang perhatian.Dia sungguh menyesal telah menyianyiakan pria baik seperti Alex.
"Apa istrimu sudah pulang kerumah?"Tanya inggrid.
"Sudah,dia juga sudah melahirkan anak kami.Kapan kapan datanglah untuk berkunjung,"Alex menyunggingkan senyum sumringah.
"Pasti,kapan kapan aku akan main kesana,"Inggrid ikut berbahagia untuk mantan suaminya itu.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu,aku pulang dulu,"pamit Alex.
"Oke,hati hati dijalan,"ucap Inggrid.
Alex menaiki mobilnya,dan melaju dengan kecepatan sedang menuju kediamannya.Sementara itu Inggrid masih berdiri mematung ditempatnya,merenungi nasib percintaannya yang kurang beruntung.
Andai saja Ibu dan pria sial itu tidak berkerja sama untuk merusak rumah tangganya dengan Alex.Mungkin kini dia yang tengah hidup berbahagia dengan Alex,bukannya wanita lain.
Bukan Inggrid namanya jika dia tidak iri dengan kehidupan orang lain,tapi Inggrid tau betul kalau Anin adalah wanita yang baik dan pas untuk Alex.Inggrid berharap suatu saat nanti dia akan dipertemukan dengan pria yang cocok dan pas untuknya juga.
Kediaman Alexander.
Anin tengah menyusui Laura diruang Tv,tiba tiba Alex datang menghampirinya sambil menyodorkan seikat bunga dan sekotak coklat.Bukanya senang diberi kejutan,Anin malah memasang wajah datar dan membuat Alex sedikit kecewa.
"Apa kamu tidak suka dengan hadiah pemberianku ini?"Tanya Alex.
"Tentu saja aku suka,terimakasih,"ucap Anin.
"Tapi wajahmu kenapa seperti itu?"Alex cemberut.
"Ada apa dengan wajahku?Apa ada yang salah?"Anin meraba setiap inchi wajahnya dengan telapak tanganya.
Cika yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka langsung keluar dari tempat pertapaan dan menghampiri sepasang suami istri itu.
"Wow,dapat hadiah bunga dan coklat,"goda Cika sambil menyenggol bahu Kakaknya dengan bahunya.
"Lihatlah,adikmu saja terkesan melihat hadiah kejutan ku ini.Masa kamu bersikap biasa biasa saja?"Protes Alex.
"Tuan,seorang suami memberi hadiah kejutan untuk sang istri itu adalah hal yang wajar.Anda mau saya bersikap bagaimana?Berteriak histeris seperti anak kecil?"Celoteh Anin.
"Bukan begitu maksudku,"Alex putus asa.
"Sudah lah,jangan dibuat panjang.Yang penting Saya sudah mengucapkan terimakasih.Taruh saja hadiahnya dikamar,aku sedang tidak mood bicara!"Ucap Anin.
Alex melongo,dia merasa seperti seorang raja yang sedang di campakkan oleh ratunya.Sungguh bukan ini yang Alex harapkan dari seorang Anin.Hanya mengucapkan terimakasih,tanpa memeluk atau menciumnya.
"Yang sabar ya Kakak ipar,wanita kalau belum lama melahirkan memang seperti itu.Moodnya suka naik turun,"Cika menepuk pundak Alex pelan sambil menyunggingkan senyum meledek.
__ADS_1
Alex pergi ke kamarnya sambil membawa hadiah untuk istrinya itu.Wanita memang sulit dimengerti,tapi sepertinya Anin adalah tipe wanita yang jauh lebih sulit untuk dimengerti lagi.Benarkah itu karena pengaruh hormon setelah melahirkan?Atau karena dia masih marah Alex menghajar Soni hingga babak belur dan masuk rumah sakit?
Bersambung...