
Ting...Tong...
Bel rumah berdering,Cika membuka pintu rumah.Dia sedikit terkejut saat mendapati Inggrid sedang berdiri didepan pintu sambil membawa sebuah kotak besar berbungkus kertas kado.Bisa ditebak,dia ingin memberikan kado itu untuk Laura.
Inggrid tersenyum,Cika tidak langsung membalas senyum yang terlihat ramah itu.Senyum seorang mantan istri bisa memiliki banyak arti,Cika harus menyelidiki terlebih dahulu arti dari senyuman itu sebelum membalasnya.
"Hallo,apa kabar?"Sapa Inggrid ramah.
"Baik.Mau apa kamu datang kemari?"Tanya Cika ketus.
"Aku ingin menemui Anin sekaligus menjenguk anaknya,"sahut Inggrid santai.
"Aku akan mengizinkanmu masuk,tapi berjanjilah satu hal padaku,"pinta Cika.
"Janji apa?"Inggrid memasang wajah serius.
"Kamu tidak akan membuat masalah dengan bersikap manja,merengek dan merayu suami Kakakku,"sahut Cika lantang.
"Aku berjanji."Ucap Inggrid.
Cika mengizinkan Inggrid masuk kedalam rumah.Usai mempersilahkan wanita itu duduk,Cika masuk kedalam untuk memanggil Anin dan Alex.
Tak lama,pasangan suami istri itu keluar dari dalam rumah sambil menggendong seorang anak.Ada rasa iri yang begitu besar menyeruak dihati Inggrid,mereka terlihat sangat bahagia tidak seperti dirinya kini.Sepi,sendiri,tidak ada seorang pria pun yang menemani.
Inggrid menjabat tangan Anin dan Alex.Sementara Cika terus berdiri dipojokan sambil memantau situasi bak seorang penjaga keamanan.
"Bagaimana kabarmu?"Sapa Inggrid.
"Baik.Kamu sendiri bagaimana?"Tanya Anin balik.
"Baik juga,"sahut Inggrid.
Wanita cantik itu menaruh kado yang dia bawa dibahas meja,Anin dan Alex saling melirik satu sama lain.
"Aku kesini hanya mampir sebentar,mengantar kado untuk putri kalian,"ucap Inggrid sedikit grogi.
Inggrid takut Anin akan menolak hadiah pemberiannya itu.Bagaimanapun,Inggrid pernah berusaha untuk merayu Alex agar kembali padanya.Anin pasti masih sangat marah dan benci padanya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak.Kalau mau menengok Aurel datang saja kerumah,tidak perlu membawa hadiah merepotkan seperti itu,"seloroh Alex.
"Ah,ini sama sekali tidak merepotkan.Hanya hadiah kecil,tidak mahal juga,"Inggrid menyunggingkan senyum kecil.
"Apa kamu mau mencoba untuk menggendongnya?"Alex menawari Inggrid untuk menggendong Laura.
Anin merenggut kesal,dia paling tidak suka putrinya digendong oleh orang asing.Apalagi oleh mangan istri suaminya yang genit itu.Bagaimana bisa Alex menawarinya menggendong Laura tanpa izin terlebih dahulu pada sang Ibu?Apa pria itu sudah bosan hidup damai?
"Tidak,dia masih sangat kecil.Aku takut dia akan terkilir.Apa lagi aku belum punya pengalaman menggendong bayi,"tolak Inggrid.
Sebenarnya,Inggrid sangat ingin menggendong bayi itu.Tapi Tatapan Anin yang begitu dingin membuatnya takut.Inggrid yakin betul kalau Anin pasti tidak berkenan putrinya digendong oleh dirinya.
"Mau minum apa?Nanti biar Bu Sarah yang buatkan,"Tanya Alex.
"Tidak perlu,aku mau pulang.Aku masih punya urusan dirumah,"tolak Inggrid lagi.
Buru buru pergi dari rumah itu adalah tindakan yang bagus.Anin terlihat tidak menginginkan kehadirannya,dan disudut sana Cika terus menatapnya seperti seorang penjahat.
Inggrid pernah melakukan kesalahan,wajar saja kalau dua wanita itu bersikap sedikit ramah padanya.Inggrid sama sekali tidak merasa tersinggung dengan sikap dingin Anin dan Cika,mungkin dia juga akan melakukan hal yang sama jika posisi mereka terbalik.
***
Rasa cemburu itu masih ada,meskipun Alex telah berjanji tidak akan menduakan dirinya atau kembali ke pelukan wanita itu lagi.
"Anda terlihat senang Nona itu datang kemari,"sindir Anin.
"Tidak usah bicara macam macam,dia kesini hanya ingin melihat anak kita,"Alex membela Inggrid secara tidak langsung.
"Aku rasa tidak.Dari sorot matanya saja saya bisa tau kalau dia rindu pada Anda,"celoteh Anin tanpa dosa.
"Mau mengajak aku bertengkar lagi?"Alex menatap tajam.
"Tidak,saya bosan bertengkar terus dengan Anda!"Anin memalingkan wajahnya kearah lain.
Tina muncul,Anin memberikan anaknya kepada Tina.lalu dia pergi ke dapur untuk memasak sesuatu.Alex merasa akhir akhir ini Anin menyebalkan,dia sulit sekali diajak berkomunikasi dengan baik.Sikapnya sangat berbeda,tidak seperti saat dia belum melahirkan seorang anak.
"Lihat Nona mu itu,bukankah dia sangat menyebalkan?"Tanya Alex pada Tina.
__ADS_1
"Tuan,begitulah wanita kalau sudah terlalu lelah dengan urusan rumah,anak dan aktifitas yang sama sehari hari.Saya rasa Nona hanya butuh waktu untuk berlibur atau bersenang senang,"sahut Tina sekenanya.
Tina melenggang pergi dengan Laura ditangannya.Sementara Alex duduk termangu di sofa sambil merenung.
"Mungkinkah yang dimaksud Tina itu Anin sedang jenuh?Dia sedang butuh berlibur atau liburan begitu?"Gerutu Alex lirih.
Sepertinya yang dikatakan Tina ada benarnya juga.Alex sudah lama tidak mengajak Anin keluar rumah,dia pasti stres dengan rutinitas yang sama setiap harinya.Jadi lagi lagi Alex yang salah,Alex kurang peka dan kurang bisa memahami kondisi istri kesayangannya itu.
Kenapa wanita begitu rumit?Jika memang menginginkan dan membutuhkan sesuatu kenapa tidak langsung mengatakannya saja?Kenapa harus membuat prianya menebak nebak dan pusing kepala?
Di dapur,Anin melihat Cika sedang memasak bakso aci.Aromanya yang wangi dan menggoda membuat Anin ingin memakannya juga.
"Tolong buatkan satu untukku,"ucap Anin.
"Ini pedas loh,memangnya tidak apa apa Kakak makan pedas?Kakak kan sedang menyusui,"Cika merasa sedikit khawatir.
"Tidak apa apa,aku kan makan sedikit.Lagi pula tidak setiap hari ini,"ucap Anin.
"Ya sudah,tunggu sebentar."Cika membuka satu bungkus bakso Aci lagi.
Setelah menunggu sekitar lima belas menit,bakso aci pesanan Anin akhirnya selesai dimasak.Cika segera menyuguhkannya kepada sang Kakak.
"Panas panas seperti ini,enaknya memang makan yang pedas pedas,"celoteh Anin sambil mencium aroma semangkuk bakso aci.
"Panas?Diluar sedang gerimis Kak.Hati Kakak ya yang sedang panas gara gara Inggrid datang kerumah ini?"Goda Cika.
"Kenapa aku harus panas padanya?Dia datang hanya mengantar kado untuk Laura saja,"Anin mengelak tuduhan adiknya.
"Tidak,dia datang kesini tidak hanya untuk menjenguk Laura dan mengantar kado.Tapi dia punya tujuan lain,"seloroh Cika.
"Tujuan lain?Apa maksudmu?"Anin kebingungan.
"Dia ingin tau keadaan rumah tangga Kakak dan Tuan Alex setelah berpisah sekian lama.Apakah baik baik saja atau malah sebaliknya,"jelas Cika.
"Kamu itu memang pandai mengompori,"Anin tersenyum sinis.
"Kakak harus percaya pada tebakanku ini,Kakak harus hati hati padanya,"ucap Cika.
__ADS_1
"Iya,aku akan hati hati padanya.Terimakasih sudah memperingatkan aku,"Anin menepuk pundak adiknya pelan.