
Dirumahnya...
Inggrid sering memantau keseharian Theo lewat akun media sosialnya.Dia terkesima,pria berkelakuan buruk itu akhirnya bisa berubah.
Rini keluar dari kamarnya,dia mendapati putrinya sedang senyum senyum sendiri.Merasa penasaran,akhirnya dia mencoba untuk bertanya pada Inggrid.
"Inggrid,sedang apa kamu?"Rini duduk menjajari Inggrid.
"Melihat akun sosmed Theo,"sahut Inggrid.
"Untuk apa kamu melihat akun sosmed nya?Apa kamu mulai menyukainya lagi?"Tebak Rini.
"Ibu benar,untuk apa aku terus memantaunya?Apa aku menyukainya?"Batin Inggrid.
Inggrid terdiam seribu bahasa.Akhir akhir ini dia memang merasa aneh.Dia selalu tau tentang Theo dan penasaran padanya.Mungkinkah dia tertarik pada kebaikan Theo?Atau malah tertarik pada pria itu?
Inggrid sangat membenci Theo,bagaimana bisa dia tertarik padanya.Kalaupun tertarik,tidak ada salahnya bukan?Toh dia sudah berubah.
"Ibu,jangan asal bicara!"Protes inggrid.
"Ibu tidak suka kalau kamu balikan dengan Theo!"Rini marah.
"Dia sudah berubah Bu,sekarang dia sudah jadi orang baik,"Inggrid membela mantan kekasihnya itu.
"Paling dia hanya pura pura untuk memikat hatimu,"Rini berburuk sangka pada Theo.
"Jangan berprasangka buruk padanya.Ibu saja boleh berubah,kenapa Theo tidak?"
Rini tersentak,putrinya kini telah berani membela laki laki itu dan membantahnya.Theo benar benar membawa pengaruh buruk pada Inggrid,bahkan tanpa bertemu sekalipun.
Rini pergi menjauh dari Inggrid.Dia mengirim Chat pada orang yang pernah dia sewa untuk memata matai Theo.Rini meminta mereka untuk membuntuti Theo sekali lagi.Rini penasaran,apa laki laki itu sudah benar benar berubah.
Beberapa hari kemudian...
Orang suruhan Rini memberikan laporan.Hasil membuntuti Theo seharian adalah benar kalau Theo sudah berubah.
Theo tidak pernah berkumpul di club' dengan teman temannya lagi.Dia tidak pernah terlihat menggandeng perempuan dan lebih sering menghabiskan waktunya didalam rumah.Kalaupun pergi,dia pergi untuk membagikan makanan kepada orang yang membutuhkan.
"Bagaimana bisa dia berubah secepat itu?"Batin Rini.
Rini melamun,dia memikirkan bagaimana jika pada akhirnya Inggrid balikan dengan Theo?Ah,tidak.Dia harus menjodohkan anak semata wayangnya itu dengan laki laki baru.Meskipun Theo sudah berubah,dia tetap tidak akan menyetujui Inggrid kembali padanya.
"Bu,aku ke butik dulu,"pamit Inggrid.
"Iya,hati hati dijalan."
Inggrid meluncur dengan mobil kesayangannya.Dia sengaja melewati jalanan yang biasa dipakai oleh Theo untuk melakukan kegiatan sosial.
__ADS_1
Inggrid menemukan Theo,dia menepikan mobilnya dan turun menghampiri laki laki itu.
"Inggrid,"Theo sedikit terkejut.
"Aku kebetulan lewat,apa aku boleh membantumu?"
"Tentu saja boleh,aku akan mentraktir mu makan diluar setelah ini,"
"Oke."
Inggrid membagikan makanan ke tukang becak,tukang ojeg online dan tukang sapu jalanan.Sangat membahagiakan bisa melihat wajah wajah senang mereka,ada kepuasan yang belum pernah Inggrid rasakan selama ini.
Inggrid tersadar,dia terlalu pelit sebagai manusia yang mampu.Dia bahkan tidak pernah berbagi pada sesama,padahal dia merasa kalau dirinya adalah orang yang baik.Inggrid benar benar merasa malu.
"Kenapa melamun?Apa yang sedang kamu pikirkan?"
"Ah,aku..."
"Sudah selesai,ayo kita pergi cari kedai makanan.Perutku sudah lapar,"
"Ayo."
Inggrid masuk kedalam mobilnya,begitu juga dengan Theo.Inggrid membuntuti mobil laki laki itu dari belakang,hingga akhirnya mobil Theo berhenti didepan sebuah kedai makanan sederhana.
Meski tempatnya terlihat sederhana,tempat itu sangat ramai pengunjung.Inggid menebak kalau makanan dan minuman yang dijual ditempat itu rasanya enak dan berharga ekonomis.
Inggrid turun dari mobil,dia menghampiri Theo yang sedang menunggunya didepan pintu masuk.Tanpa sadar,inggrid menggandeng tangan Theo dan membuat hati laki laki itu berbunga.
"Apa saja,yang penting enak,"sahut Inggrid.
"Tunggu disini,aku akan memesan makanan dan minuman,"
"Oke."
Tak lama,Theo kembali.Dia bersama dengan seorang pegawai yang membopong nampan berisi makanan dan minuman.
Ada sebakul nasi,semangkuk sayur asam,dua buah ikan goreng dan sambal terasi.Ada juga tahu tempe goreng disana,dan beberapa potong buah untuk mencuci mulut.
"Kamu suka makanan lokal kan?"Tanya Theo.
"Suka,memangnya aku orang mana sampai tidak suka dengan makanan lokal?"Seloroh Inggrid.Dia memutar bola matanya dengan lincah seperti kelereng.
"Aku hanya sedang bercanda saja,"Theo tertawa.
Theo dan Inggrid makan bersama,mereka fokus menghabiskan makanan masing masing.Tidak ada kata kata yang keluar dari mulut mereka sampai kegiatan makan siang mereka selesai.
"Theo,boleh aku bertanya sesuatu?"Inggrid membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Boleh,"sahut Theo pelit.
"Apa yang membuatmu berubah menjadi seperti sekarang ini?"Inggrid penasaran.
"Kamu,"sahut Theo singkat.
"Kenapa jadi aku?"Inggrid kebingungan.
"Aku merindukanmu,aku menyesal karena telah bersikap tidak baik padamu.Dulu kamu pernah berkata padaku,kalau kamu menyukai pria baik.Jadi aku berusaha untuk menjadi laki laki baik,"ucap Theo panjang lebar.
Inggrid terharu,matanya berkaca kaca.Dia tersentuh dengan penuturan Theo yang ingin berubah jadi baik untuknya.Pria itu terlihat tulus,mana mungkin Inggrid tega mengabaikannya.
"Ayo kita kembali menjalin kasih,"seru Inggrid.
"Kamu tidak sedang bercanda bukan?"Theo ragu.
"Tidak,aku serius,"ucap Inggrid mantap.
Senyum senang mengembang di wajah Theo,akhirnya Tuhan mengabulkan permohonannya agar bisa kembali dengan inggrid lagi.
"Aku tidak hanya ingin kembali padamu,tapi aku juga ingin menikahi kamu,"
"Kalau begitu,ayo kita menikah,"ajak Inggrid.
"Ibumu bagaimana?Apa dia akan menyetujuinya?"
"Itu biar jadi urusanku nanti."
Sepanjang jalan menuju rumah,Inggrid terus memikirkan kegilaanya.Dia berani mengajak Theo balikan dan menikah duluan.Bagaimana bisa dia punya mental seberani itu?Inggrid merasa heran pada dirinya sendiri.
Kring...Kring...Kring...
Ponsel inggrid berdering,itu adalah telfon dari Rini Ibunya.Malam ini Inggrid pulang telat,dia pasti khawatir.Apa lagi Inggrid tidak memberi kabar sebelumnya.
"Hallo,Bu,"
"Kamu dimana?"
"Di jalan,sebentar lagi juga sampai,"
"Lain kali kalau mau pulang telat telfon ke rumah dulu,jadi aku tidak khawatir.Mengerti?"
"Iya,aku mengerti,"
Inggrid menutup telfonya,bahkan sebelum Rini memintanya.Dia melakukan hal itu karena merasa malas mendengar ocehan wanita cerewet itu.
Semenjak Rini tau inggrid dekat lagi dengan Theo,dia selalu mengawasi gerak gerik Inggrid.Menceramahi Inggrid dan memarahi Inggrid.
__ADS_1
Dia berkata kalau Theo bukan pria baik,Inggrid akan menyesal jika memaksakan diri untuk kembali pada Theo lagi.Belum apa apa saja sudah mendapat Doa buruk,apa lagi jika Inggrid mengatakan pada Ibunya kalau dia ingin menikah dengan Theo?
Bersambung...