
Dini hari,Inggrid pulang kerumah dalam keadaan sedikit mabuk.Dia baru saja menghabiskan malam yang panjang bersama teman teman dekatnya dengan berdansa dan menari disebuah diskotik.Kegemaran baru bagi inggrid,cara tercepat menghilangkan pusing dan frustasi karena segudang permasalahan yang sedang dia hadapi.
Inggrid berjalan merayap sembari memegangi dinding,persis seperti cicak.Pandangan matanya yang sedikit kabur membuatnya jalan begitu pelan dan hati hati.
Ceklek,,,,
Lampu ruang tengah menyala,Rini berdiri sambil melipat kedua tangannya diperut.
"Dari mana saja kamu?"Rini mencoba mengintrogasi putri semata wayangnya.
"Bukan urusan Anda,"sahut Inggrid ketus.
"Berani sekali kamu berbicara seperti itu pada Ibu?Ibu adalah ini wanita yang sudah mengandung dan melahirkan kamu,tidak sopan!"Bentak Rini.
"Ibu mau aku hormat sama Ibu?Patuh sama Ibu?Jangan mimpi.Kelakuan Ibu saja bahkan jauh lebih buruk dari seorang Ibu tiri,"sindir Inggrid pedas.Dia memandang wanita berambut pendek itu dengan tatapan remeh.
Inggrid masih sangat kesal akan kelakuan Ibunya yang diluar nalar manusia normal.Sengaja merusak rumah tangga anaknya sendiri dengan cara yang licik adalah sebuah kesalahan yang sulit sekali untuk dimaafkan.
Inggrid sudah sangat berusaha untuk memaafkan perbuatan buruk Ibunya.Tapi hasilnya nihil,rasa benci dan kecewa itu seolah sudah mendarah daging ditubuhnya.
"Inggrid!"Rini kembali membentak putrinya.
"Stop! Jangan bersuara,aku mau pergi tidur.Kalau masih ada yang ingin Ibu bicarakan,besok pagi saja."ucap Inggrid.Inggrid masuk kedalam kamar,dia menutup pintu dan langsung menguncinya dari dalam.
Inggrid menangis,dalam hati dia bersumpah tidak akan mau menikah dengan Theo.Apapun yang terjadi,sekalipun Ibunya mengancam akan gantung diri.Tidak ada yang bisa menggantikan posisi Alex dihatinya,kalaupun nantinya ada,pria itu pastilah bukan Theo.
Inggrid masuk kedalam kamar mandi,dia menyalakan shower dan berdiri tepat dibawahnya.Pancuran air dingin itu sedikit bisa membuatnya tenang meskipun membuat tubuhnya menggigil.
"Alex,maafkan aku.Andai aku lebih tau diri mungkin dia tidak akan meninggalkanmu,"batin Inggrid.
Keesokan harinya.
Theo berkunjung kerumah Inggrid,dia bersikap seolah olah tidak terlibat dengan kejahatan yang telah dilakukan oleh Rini.Theo sedang mencoba untuk mengejar Inggrid kembali.Meskipun dia adalah pria Cassanova uang sering berganti ganti pasangan,Inggris tetap menjadi wanita favoritnya.
Tak lain,alasannya adalah karena Inggrid cantik,smart dan juga patuh.Theo tidak tau kalau rasa cinta dihatinya telah berubah menjadi dendam dan benci.Jangankan mencintainya,melihat wajahnya saja dia tidak sudi.
__ADS_1
"Pagi sayang,"sapa Theo tiba tiba nongol diruang makan sambil membawa seikat bunga Lily.
"Mau apa kamu kesini?Belum puas kamu membuat hubunganku dan Alex hancur?"Inggrid menatap sinis.
"Inggrid,jangan bahas soal pria menyebalkan itu lagi.Lagi pula,hubungan kalian berdua sudah berakhir sejak lama,"sela Rini.
"Kalau kalian tidak melakukan tindakan jahat pada kami,pasti hubungan kami akan baik baik saja!"Bentak Inggrid kasar.
Rini dan Theo terdiam,suasana berubah sepi dan hening seperti kuburan.Inggrid menyudahi sarapannya,dia membanting sendok dan garpu diatas meja makan.Perutnya yang lapar menjadi kenyang karena melihat wajah Theo sekaligus Rini Ibunya.Mereka berdua adalah manusia berhati Iblis yang paling menyebalkan dimuka bumi ini.
"Inggrid!"Theo mengejar kekasihnya dengan langkah cepat.
"Berhenti mengikuti aku!"Hardik Inggrid.
"Sayang,dengarkan penjelasan ku dulu,"mencengkram lengan Theo kuat.
"Lepaskan aku,"menepis tangan Theo.
"Aku melakukan semua ini karena kamu,karena aku mencintaimu,"Theo mencoba memberikan sebuah alasan yang berarti.Tapi bagi inggrid,alasan itu sungguh tidak masuk akal baginya.
"Cinta katamu?Menjijikan!"Celoteh Inggrid kasar.
"Inggrid!"Bentak Theo tak terima.
"Jangan temui aku lagi,aku benar benar muak dengan wajahmu itu!"Inggrid pergi meninggalkan Theo begitu saja.
***
Dengan mobil Honda Civic kesayangannya Inggrid melaju,membelah jalanan Ibu Kota yang sedang sepi kendaraan.Tak disangka,Theo terus membuntutinya dari belakang.Terjadilah acara balapan liar yang tidak pernah direncanakan sebelumnya.
"Ingin bermain denganku?Baiklah,aku akan melayaninya,"Inggrid tersenyum sinis.
Wanita itu menambah laju kecepatan mobilnya,Theo berhasil dibuat pusing olehnya.Meskipun seorang wanita,ketrampilan Inggrid dalam menyetir mobil sejajar dengan para pembalap dunia kelas atas.
"Sial!"Gerutu Theo kesal sambil memukul stir mobil saat dia ketinggalan jauh oleh wanita yang sedang dia kejar mati matian.
__ADS_1
Theo tidak mau kalah,dia terus memacu kecepatan mobilnya hingga akhirnya mobil itu kehilangan kendali.
Braaaakkkk.....
Kecelakaan terjadi,mobil Theo menabrak sebuah pohon besar yang berdiri dipinggir jalan.
Inggrid segera menggantikan laju mobilnya,dia mengamati keadaan mobil Theo dari jauh.Mobil mewah itu rusak di bagian depan,tapi sepertinya Theo tidak mengalami cidera yang cukup serius.Dia melihat Theo keluar dari mobil sambil berjalan pincang.
Meskipun Inggrid tidak memutar balik mobilnya dan menghampiri Theo,Inggrid tetap mempertanggung jawabkan perbuatanya dengan menelfon ambulance.Bagaimanapun,Inggrid yang sudah mengajak Theo balapan secara tidak langsung.
Beberapa saat kemudian,sebuah mobil ambulance datang.Inggrid langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian.
"Itulah akibatnya jika berani mencari gara gara denganku!"celoteh Inggrid lirih.
Sementara itu,Theo dibawa kerumah sakit terdekat untuk melakukan sebuah pemeriksaan singkat.Dia terluka di bagian kaki,tapi tidak terlalu parah.Saat Theo sedang diperiksa oleh Dokter,ponsel Teo terus berdering.
Theo segera mengangkat telfon masuk dari Rini,Ibunda dari Inggrid.
"Theo,kamu dimana?"Tanya Rini.
"Dirumah sakit,"sahut Theo singkat.
"Astaga,apa yang sudah terjadi padamu?"Suara Rini terlihat panik dan terkejut.
"Inggrid mengajakku balapan mobil,mobilku kehilangan kendali dan aku mengalami sebuah kecelakaan,"kisah Theo sambil meringis menahan sakit di kaki kananya.
"Anak itu,benar benar merepotkan sekali!"Celoteh Rini kesal.
"Iya,dia sama seperti dirimu.Kalian berdua sama sama merepotkan!"Theo mematikan telfonya.Dia kesal pada sepasang anak dan Ibu yang menyebalkan dan merepotkan itu.
Bukan Theo namanya jika dia harus mengalah begitu saja,Theo akan berusaha lebih keras lagi untuk mengejar Inggrid.Tapi kali ini tujuannya berbeda,dia mengejar Inggrid untuk membalas dendam atas penolakan dan penghinaan yang sudah wanita itu lakukan padanya.
Didalam mobilnya,Inggrid terus berceloteh pada dirinya sendiri.
"Dia tidak akan mati hanya karena terluka di bagian kaki,aku tidak boleh terlalu menyesal dan menghawatirkan pria sial*an itu,"Inggrid menekuk wajah cantiknya.Rasa benci dan kesal berbaur menjadi satu disana.
__ADS_1
Bersambung...