
Jum'at siang,Cika pulang dari sekolah lebih awal.Anin sengaja menjemput gadis itu untuk mengajaknya jalan jalan.Sudah lama Anin dan Cika tidak pergi keluar bersama,tepatnya sejak Anin menjadi istri Alexander.
Anin dan Cika pergi kesebuah Mall,mereka nonton film bioskop bersama,setelah itu mereka kulineran di Food Court.Mata puas,perut kenyang dan hati pun senang.Tinggal satu hal lagi yang belum mereka berdua lakukan yaitu berbelanja.
Cika membeli parfum,make up dan beberapa setel pakaian.Sementara Anin hanya membeli sebuah jam tangan untuk Alex,jam berharga mahal yang diproduksi secara terbatas di negara ini.
"Kakak,Apa pria itu tidak marah kita menghabiskan uangnya sebanyak ini?"Tanya Cika.
"Dia tidak akan marah,bahkan sekalipun seluruh harta yang dia miliki habis dibelanjakan olehku,"sahut Anin asal.
"Gila,bucin angkut dia.Jika aku lulus sekolah nanti,aku juga mau menikah dengan Sugar Dady,"celoteh Cika sambil nyengir nyengir kuda.
"Jangan pikirkan soal menikah dulu,aku mau kamu sekolah tinggi dan menggapai cita citamu,"ucap Anin.
"Buat apa sekolah tinggi tinggi?Toh ujung ujungnya jadi Ibu rumah tangga juga,"ceplos Cika tanpa ekspresi rasa bersalah.
Kesal dengan pandangan adiknya yang sempit soal masa depan,Anin memukul kepala gadis muda itu kuat kuat.
"Awh,sakit!"Rengek Cika.
"Itu hukuman untuk gadis pintar yang tidak mau mempergunakan otaknya dengan baik!"Bentak Anin kasar.Cika cemberut,dia menekuk wajah sambil memajukan bibirnya kedepan.
Anin memang galak pada adik semata wayangnya,terbiasa diperlakukan galak Cika tidak merasa sakit hati atas perlakuan Kakak perempuannya itu.
Saat sedang sibuk bertengkar,secara tak sengaja mata Cika menangkap sosok Alexander tengah makan bersama dengan seorang perempuan.Cika langsung meminta kakaknya untuk menoleh kearah Alex dan perempuan asing itu.
"Bukanya itu Kakak Ipar?"Tanya Cika.
Deg,,,
Jantung Anin terasa sakit saat melihat Alex tengah makan bersama dengan mantan istrinya.Wajah Alex terlihat sumringah,jelas sekali kalau pria itu senang bisa makan dan mengobrol bersama wanita itu.
"Siapa wanita itu Kak?"Cika mulai kepo.
"Mungkin partner bisnisnya,"sahut Anin berbohong.
"Kita dekati saja yuk,"ajak Cika.Dia menarik tangan kakaknya tapi Anin menahannya.
__ADS_1
"Jangan,nanti kita mengganggu obrolan mereka,"Anin menolak ajakan sang adik.
"Bagaimana kalau wanita itu bukan partner kerjanya,tapi kekasih gelapnya?"Ceplos Cika curiga.
"Jangan berburuk sangka begitu.Tuan Alex mungkin pria yang kasar dan galak,tapi dia tipe pria yang setia,"Anin mencoba menghilangkan kecurigaan Cika kepada Alex.
"Sebegitu percayanya Kakak padanya?Kakak tidak takut menyesal kah?"Tanya Cika dengan mimik wajah sedikit kesal.
"Tentu saja tidak."Anin tersenyum masam.
Meskipun Anin mencoba untuk tegar,tetap saja jiwanya hancur lebur seperti abu.Dia seorang wanita biasa yang memiliki rasa cemburu saat pria yang dicintainya berdekatan dengan wanita lain.Tapi Anin bisa apa?Dia hanya istri kedua,jika Alex ingin kembali pada mantan istrinya Anin tidak bisa melakukan apapun.
Pria selalu punya kuasa atas segalanya,berbeda dengan perempuan yang terbatas atas daya upaya dan aturan agama.Hati Anin terasa perih,tapi dia tetap berusaha untuk menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipi.
"Jika aku harus bersedih,biarlah aku bersedih sendiri.Jangan sampai Cika tau dan melihatnya."Batin Anin.
Anin mengajak Cika kembali kekediaman alexander.Tiba dirumah,Anin langsung mengunci diri didalam kamar dan menangis tersedu sedu.
***
Malam harinya,Alex pulang kerumah sambil membawa seikat bunga dan satu box coklat kesukaan istrinya.Bukannya menyambut dengan senang hati,Anin malah memasang wajah datar dan dingin.
"Saya tidak kenapa napa,hanya sedikit tidak enak badan saja,"sahut Anin.
"Ayo pergi ke Dokter,"ajak Alex.
"Tidak perlu,"Anin menolak ajakan suaminya mentah mentah.
Alex yang bingung langsung mencari Cika untuk mengorek informasi,gadis itu pasti tau apa yang sedang terjadi dengan Anin.Adik adalah tempat ternyaman bagi seorang Kakak untuk bercerita,begitu juga sebaliknya.
Cika sedang sibuk memainkan ponselnya dihalaman belakang rumah,sambil mendengarkan lagu pop favoritnya yang diputar di radio.
"Eh,Kakak Ipar sudah pulang,"sapa Cika.
"Sudah.Aku mau bertanya sesuatu padamu,"ucap Alex terus terang.
"Soal apa?"Tanya Cika balik tanpa melepas tatapan matanya dari layar ponsel.
__ADS_1
"Ada apa dengan Kakakmu?Kenapa sikapnya padaku aneh sekali?"Alex memasang wajah bingung.
"Mungkin dia kesal dan cemburu,siang tadi dia melihat Kakak ipar sedang makan bersama seorang wanita cantik berpakaian seksi,"sahut Cika panjang lebar.
Alex menarik nafas berat,dia memijit ujung kepalanya yang tiba tiba diserang oleh rasa sakit.Anin pasti sudah salah paham padanya,dia harus segera meluruskan kesalahpahaman itu.Kalau tidak,masalahnya akan jadi panjang dan berlarut larut.
Selesai mandi,Alex mendekati Anin yang sedang berbaring diatas ranjang.Pria itu hanya memakai celana kolor pendek saja,sungguh pemandangan yang sulit untuk dilewatkan oleh mata Anin meskipun dia sedang marah.
"Apa tadi kamu melihat aku dengan Inggrid?"Tanya Alex.
"Iya,kalian terlihat manis sekali.Seperti ada tanda tanda kalau kalian berdua akan rujuk,"sindir Anin pedas.
"Itu tidak mungkin terjadi,aku tidak akan memungut sesuatu yang telah aku buang.Apa lagi sesuatu itu tidak pernah menghargai apapun yang telah aku lakukan untuknya,"ucap Alex penuh dengan keyakinan.
Ada rasa lega dihati Anin setelah mendengar pernyataan Alex,tapi dia masih was was.Untuk apa mantan mengajak reuni kalau tidak ada niat dan tujuan tertentu?Apa lagi,mereka hanya bertemu empat mata dan tidak mengajaknya ikut serta.Benar benar menyebalkan!
"Pria itu pandai berbohong dan merangkai kata kata,Anda pikir saya akan mempercayai semua itu begitu saja?"Anin menatap suaminya dengan tatapan sinis.Bukanya takut,Alex malah bergelayut manja di lengan Anin seperti seekor anak kucing.
"Bagaimana caranya agar aku bisa membuatmu percaya?"Tanya Alex.Sesekali dia mencium leher dan telinga sang istri hingga membuat mata wanita cantik itu terpejam.
"Tidak ada caranya Tuan,biar waktu saja yang akan mengungkap kebenaran padaku,"ucap Anin.
"Berapa lama aku harus menunggu?"Alex merengek.
"Entahlah,mungkin berminggu minggu,atau bahkan berbulan bulan,"celoteh Anin asal.
"Lama sekali.Lalu bagaimana dengan nasib juniorku ini?"Tangan Alex mulai bergerilya menelusuri lekuk tubuh istri kecilnya.
"Jika Anda menginginkannya,masukan saja kedalam lubang kunci pintu!"sahut Anin.Dia menepis tangan berotot suaminya yang sudah sampai di bagian bawah miliknya.
"Kamu ini ada ada saja,lubang kunci pintu begitu kecil,mana mungkin muat?Lagi pula tidak akan seenak itu,"Alex cemberut.Dia merasa kesal dan frustasi karena hasratnya tidak terpenuhi.
"Apa hanya itu saja yang ada dipikiran pria?"Anin sedikit menahan tawa diujung bibirnya.Jika sedang seperti itu Alex terlihat sangat menggemaskan baginya.
"Apa lagi memangnya?Hanya itu yang bisa membuat hati kami senang dan pikiran kami terang."Ucap Alex sambil memonyongkan bibirnya seperti moncong sapi yang sedang mengunyah setumpuk rumput liar.
Namanya juga suami istri,bertengkar seperti apapun ujung ujungnya akan lari ke urusan ranjang.Merasa risih dengan sikap Alex yang terus merengek seperti balita kelaparan,dengan sangat amat terpaksa akhirnya Anin melayani kemauan suaminya itu.
__ADS_1
Bersambung...