Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 21


__ADS_3

Berita kehamilan istri kedua Alex akhirnya sampai ke telinga Inggrid.Wanita itu merasa kaget sekaligus terheran heran.Bagaimana bisa pria mandul menghamili istrinya?Atau jangan jangan,Alex memang tidak mandul?


Inggrid langsung mencari keberadaan Ibunya,dia ingin menyampaikan berita menggemparkan itu kepada sang Ibu.


Inggrid menahan langkah kakinya saat mendengar Ibunya tengah berbincang via telephon dengan seseorang.


"Jangan sampai Inggrid tau tentang berita ini.Kalau tidak,rencana kita bisa gagal,"celoteh Rini.


"Iya,Ibu benar.Dia bisa curiga,kalau selama ini Ibu yang sudah mencampur obat kontrasepsi kedalam jus yang diminumnya agar Inggrid tak kunjung hamil,"ucap pria dari balik telfon itu.


"Obat kontrasepsi?Jadi,Alex tidak mandul?"Inggrid terduduk dilantai.Tubuhnya lemas,seolah setengah nyawanya pergi.


Selama ini inggrid sudah salah menilai orang,Alex tidak mandul.Ibunya lah yang sudah merencanakan hal jahat untuk merusak hubungan mereka berdua.Inggrid menangis,dia benar benar menyesal karena sudah menyianyiakan pria baik seperti Alex.


Rini menoleh kebelakang,dia langsung membeku saat melihat Inggrid sedang menangis sambil menatapnya tajam.Dia mendengar obrolan Rini dengan Theo,entah apa yang akan wanita itu lakukan sekarang.


"Sayang,"Rini bergegas menutup telfon dan menghampiri Inggrid.


"Jangan dekati aku.Dasar wanita ular!"Maki Inggrid.


"Nak,kamu tega memaki Ibumu sendiri?"Rini syok berat.


"Ibu mana yang tega menyakiti hati anaknya dan menghancurkan rumah tangganya?"Inggrid meninggikan suara.


"Ibu melakukan ini semua untuk kebaikanmu!"Rini membela diri.


"Bukan kebaikanku,tapi kebaikan Ibu!"ucap Inggrid kasar.


Inggrid melarikan diri dari rumah,dia merasa stres dan tertekan.Tanpa sadar,dia membawa kedua kakinya melangkah menuju kediaman Alexander.


Tok...Tok...Tok...


Inggrid mengetuk pintu,Alex berjalan menuju ruang depan dan membuka pintu lebar lebar.Saat pintu terbuka,Inggrid langsung menjatuhkan dirinya kedalam pelukan mantan suaminya itu.


"Inggrid,kamu kenapa?"Tanya Alex khawatir.


"Maafkan aku,selama ini aku tidak mempercayai kata katamu,"Inggrid menangis sejadi jadi.


Alex membawa Inggrid masuk,dia mengambil segelas air putih dan meminta mantan istrinya untuk minum.Setelah dirasa cukup tenang,Alex mulai mewawancarai Inggrid.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?"Tanya Alex penasaran.


"Selama ini,Ibu sudah memasukan obat kontrasepsi kedalam minumanku.Karena itu aku tidak hamil hamil,dan aku malah menuduh kamu mandul,"cerita Inggrid panjang lebar.


"Ibumu memang jahat,bersyukurlah karena kamu bisa mengetahui kebusukannya,"ucap Alex kesal.


"Alex,maafkan aku.Aku sudah salah terhasut oleh omongan Ibuku dan memilih meninggalkanmu,"Inggrid memasang wajah menyesal.


"Aku sudah memaafkan mu,meskipun luka dihatiku belum sembuh betul,"ucap Alex.


"Alex,maukah kamu kembali padaku?Aku tau kamu masih mencintaiku,"Inggrid menatap mata Alex lekat lekat.


Anin yang sedang menyapu ruang tengah tidak sengaja mendengar percakapan Alex dan Inggrid.Dia menghentikan aktifitasnya dan memberanikan diri untuk menguping lebih jauh.


"Aku memang masih mencintaimu,tapi aku tidak bisa kembali lagi padamu,"sahut Alex.


"Kenapa tidak bisa?"Tanya Inggrid.


"Aku sudah memiliki istri,aku mencintainya dan dia sedang hamil anakku,"ucap Alex lantang.


Inggrid berjongkok di bawah kaki Alex,dia memegangi kedua kaki itu sambil terus menangis.


"Alex,tolong terima aku lagi.Sungguh aku sangat menyesal karena telah meninggalkan kamu.Aku rela jika harus dijadikan istri nomor dua,asalkan aku bisa hidup bersamamu lagi,"ucap Inggrid.


Sementara itu disisi lain,Anin berdiri kaku seperti patung.Matanya tak berkedip,dia hidup tapi seperti orang mati.Hati istri mana yang tidak hancur melihat suaminya masih mencintai wanita lain,sementara suaminya itu sudah bersumpah untuk selalu setia.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?Bolehkah aku bersikap egois,meminta Alex untuk meninggalkan wanita itu?Tapi,apa Alex bisa hidup bahagia jika bersamaku?"Berjuta tanda tanya hadir menusuk jantung dan pikiran Anin.


"Nona,sedang apa Anda disini?"Tanya Bu Sarah.Suara wanita paruh baya itu telah berhasil menarik perhatian Alex dan Inggrid untuk menoleh kearahnya.


***


Sarah membaringkan tubuh lemah Nona mudanya diatas ranjang,dia merasa kasihan dengan keadaan Anin saat ini.Sudah hampir satu minggu dia tidak berbicara,makan dan minum saja harus dipaksa.Sarah sangat menghawatirkan keadaan janin yang ada didalam kandungan Anin.


Sarah menyeka air mata yang keluar dari pelupuk matanya.Usai menyelimuti tubuh Anin,Sarah bergegas keluar dari dalam kamar itu agar Anin bisa beristirahat.


"Bagaimana keadaanya?"Tanya Alex.


"Dia masih sangat terpukul,sampai saat ini jangankan mengeluarkan suara,mengedipkan mata saja tidak,"jelas Bu Sarah.

__ADS_1


"Aku sangat ingin menemuinya,"Alex menangis.


"Sebaiknya jangan dulu,ingat kata Dokter.Nona harus menjauhi sumber masalah yang membuatnya stres,"Bu Sarah mencoba menasihati.


Alex memukul tembok,hatinya terasa hancur melihat istrinya seperti mayat hidup.Kalau sampai terjadi sesuatu pada anak yang sedang dikandung oleh Anin,Alex adalah satu satunya orang yang harus dipersalahkan.


Malam hari,Cika menyelinap masuk kedalam kamar Anin.Dia memiliki sebuah rencana untuk membebaskan Kakaknya dari derita hidup yang sedang dia rasakan saat ini.


"Kakak,ini aku Cika,"ucap Cika.Anin memberikan respon dengan mengedipkan matanya beberapa kali.


"Kita pergi saja dari sini,untuk apa Kakak hidup satu rumah dengan pria yang masih mencintai mantan istrinya?Sampai matipun Kakak tidak akan pernah bisa hidup bahagia,"celoteh Cika panjang lebar.


"Kita harus pergi dari rumah ini,kita cari tempat terpencil yang jauh dari keramaian.Kita akan hidup sederhana dan tenang disana.Kakak mau kan ikut denganku?"Cika menatap wajah kaku Kakaknya.


"Bodohnya aku,untuk apa aku bertanya kepadanya?Dia tidak akan menjawabnya,lebih baik aku langsung membawa pergi saja,"celoteh Cika lirih.


Cika memapah Anin,mereka berdua pergi diam diam lewat pintu belakang.Cika tidak takut meskipun saat itu sudah lewat tengah malam,yang ada didalam pikirannya saat ini adalah membawa kakaknya pergi ketempat yang jauh dan tenang.


Cika sangat yakin Kakaknya masih bisa disembuhkan,dia akan berjuang dengan keras untuk menjaga dan menyembuhkan Kakaknya.Anin sudah pernah berkorban untuknya satu kali,sekarang giliran Cika yang akan mengorbankan jiwa dan raganya untuk Kakak tercintanya.


Pagi hari.


Bu Sarah terkejut saat melihat Nona mudanya tidak ada didalam kamar.Dia berlari mencari kesana kemari,tapi sosok Anin tidak ditemukan dimana mana.Termasuk juga Cika.


Didalam kamarnya,Cika meninggalkan sepucuk surat untuk sang Kakak Ipar.Bu Sarah mengambil surat itu dan membawanya kepada Tuan Alex.


"Ada apa Bu?Kenapa panik seperti itu?"Alex sedikit merasa takut.


"Tuan,Nona Anin hilang.Seprtinya Nona Cika yang membawanya pergi dari kediaman ini,"ucap Bu Sarah sambil menyeka air matanya.


Bu Sarah menyodorkan selembar surat,Alex menerima dan langsung membukanya.


Dear,pria br*ngsek.


Kamu sudah membuat Kakakku seperti orang gila,sekarang saatnya kamu yang akan aku buat gila.


By Cika Imut.


"Bocah tengik,berani beraninya kamu membawa lari istri dan anakku?"Alex mengepalkan kedua tanganya.Wajahnya memerah menahan amarah yang terasa menikam ubun ubun.

__ADS_1


Segera,Alex memerintahkan orang orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Anin dan Cika.


Bersambung...


__ADS_2