
Malam ini Alex memperlakukan Anin dengan baik dan lembut.Anin sampai terbuai olehnya.Anin berbaring diatas ranjang,sementara Alex duduk diatas kursi dan memijit kedua kaki Anin secara bergantian.
Nampak jelas raut khawatir di wajah Alex meski dia tidak mengatakannya secara gamblang.Suami mana yang tidak khawatir saat istrinya tiba tiba jatuh pingsan didepan umum?
"Tuan,lain kali jangan asal memukul orang!"ucap Anin.
"Aku tidak asal memukul orang,dia sudah membawa lari istriku!"Alex marah.
"Apa Tuan sedang cemburu?"Tanya Anin terus terang.
"Aku tidak cemburu,aku hanya tidak suka ada orang lain yang menginginkan milikku!"Alex menyanggah tudingan Anin.
"Memangnya saya milik Anda?"Anin menatap Alex penuh selidik.
"Kamu milikku,aku sudah menikahi kamu secara sah.Jadi,jangan coba coba untuk kabur dan melarikan diri dengan pria lain.Mengerti?"Alex memberi peringatan sekaligus ancaman keras untuk Anin.
"Kalau saya tetap nekat kabur dan melarikan diri dengan pria lain bagaimana?"Anin mencoba mempermainkan perasaan Alex.
"Aku akan mengejar kamu sampai dapat dan membawamu kembali ke pelukanku,"sahut Alex dengan nada berapi api.
"Kalau saya menolak,bagaimana?"Kali ini Anin memasang telinganya agar bisa merekam omongan Alex dengan baik dan jelas.
"Aku akan memaksa kamu sampai mau,"celetuk Alex.Anin sedikit menahan tawa,kalimat itu sungguh terdengar menggelikan bagi Kania.
"Itu namanya pemaksaan Tuan!"Anin berpura pura protes.
"Itu bukan pemaksaan,tapi cinta,"Alex keceplosan bicara.Untuk sesaat suasana sekitar terasa hening dan dingin seperti TPU jeruk purut.
Anin spot jantung,pria yang dia pikir sangat membencinya dan hanya mencari keuntungan darinya ternyata memiliki perasaan padanya.Rasanya seperti baru saja menang undian lotre,Anin dihujani perasaan senang dan bahagia.
"Coba ulangi lagi,saya kurang jelas mendengarnya,"pinta Anin sambil memasang tatapan berbinar binar.
"Tidak ada siaran ulang!"Alex melarikan diri.Dia pergi meninggalkan wanita itu sendirian didalam kamar.
"Apa dia sedang malu padaku?"Anin bertanya tanya dalam hati.
Jangan ditanya bagaimana reaksi Anin saat tau cintanya tak bertepuk sebelah tangan,tentu saja Anin langsung berguling guling diatas kasur.Dia juga melompat lompat dan menari tidak jelas seperti orang gila.
__ADS_1
"Jika Alex mencintaiku,lalu apa tujuan Alex mengundang banyak wanita untuk mencumbunya di acara ulangtahunnya tadi?Apa dia sengaja ingin membuatku cemburu?"Anin berceloteh dalam hati.
Didalam ruangan pribadinya Alex sibuk menyalahkan diri sendiri.Bisa bisanya mulutnya bisa keceplosan bicara seperti itu,sekarang dia tidak memiliki nyali untuk bertemu dengan wanita keras kepala itu.
Sia sia pendirian yang selama ini telah dia pegang teguh,dia tidak ingin Anin tau kalau dirinya memiliki perasaan pada Anin.Tapi ternyata mulutnya sendiri sangat sulit untuk diajak kompromi.Apa yang harus Alex lakukan sekarang?Alex benar benar bingung dan bimbang.
***
Pagi hari,Alex masuk kedalam kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.Semalam dia tidak berani tidur satu ranjang dengan Anin,pria itu masih merasa sedikit malu kepada istrinya.Padahal bukan pertama kalinya Alex mengatakan cita pada seorang perempuan,tapi sensasi kali ini memang cukup berbeda.
Anin keluar dari dalam kamar mandi,tubuh langsingnya hanya dibalut oleh selembar handuk berukuran kecil dan tipis.Rambut panjangnya basah terurai,tatapan matanya sendu seolah minta dirayu.
Dag..Dig..Dug..
Jantung Alex berdebar kencang seperti mau lompat dari tempatnya.Melihat pemandangan indah seperti itu membuat hasratnya naik dan menggelora.Terlebih,sudah beberapa hari Alex tak dilayani oleh Anin.Gejolak asmara yang menumpuk tiba tiba mendongkrak ingin segera dikeluarkan.
Anin menutupi area sensitifnya dengan telapak tangan,dia masih merasa malu walaupun pria yang sedang berdiri dihadapannya sudah pernah melihat segalanya.
"Tu...Tuan..."Panggil Anin terbata bata.
"Emh..."Lenguhan kecil lolos dari kerongkongan Anin saat Alex memberi tanda kepemilikan di bagian depan miliknya.
Seolah tak sabar ingin segera bertempur,Alex membopong Anin dan membawanya menuju tempat tidur.
"Apa aku boleh meminta jatah darimu?"Tanya Alex ragu.Anin menjawab dengan anggukan kepala.Alex merasa senang,dia mencium kening Anin dan langsung melancarkan aksi nakalnya.
Dua jam berlalu,aktifitas menyenangkan itu baru selesai.Keduanya terkulai lemah setelah berhasil mendapatkan kepuasan secara bersama sama.
"Tuan,apa saya boleh bertanya sesuatu?"Tanya Anin.Dia memberanikan diri untuk membelai rambut pria berumur yang menjadi suaminya itu.
"Boleh,tanya saja,"sahut Alex santai.
"Soal rasa cinta Anda kepada saya,apa itu benar benar nyata?Anda tidak sedang mempermainkan perasaan saya bukan?"Anin menatap ragu.Dia sangat takut segala hal yang Alex katakan semalam hanya sebuah kebohongan belaka,karena dia akan merasa sangat sedih dan kecewa.
"Tentu saja nyata,"Alex mengatakan dengan tegas.Mendengar hal itu sebuah senyuman indah mengembang di wajah Anin.
"Lalu,bagaimana dengan kontrak pernikahan kita?"Lanjut Anin.
__ADS_1
"Aku sudah merobek surat kontrak itu bukan?Itu artinya sudah tidak ada lagi kontrak diantara kita,aku sangat berharap bisa terus bersamamu sampai menua,"Alex menarik hidung mancung istrinya pelan.
"Anda memang sudah tua Tuan,"goda Anin.
"Apa kamu sedang menghinaku?"Alex mengerutkan kening.
"Tidak Tuan,saya hanya bercanda.Mana mungkin saya..."
Cup,,,,
Alex kembali mencium bibir Anin dan berhasil membuatnya kehilangan kata kata.Merasa malu,Anin segera menarik selimut dan menyembunyikan wajah merahnya disana.
"Manis sekali."Alex tertawa geli.
Selesai membersihkan diri,Alex dan Anin pergi keruang makan untuk sarapan.Disana sudah ada Cika sedang melahap satu porsi nasi goreng dengan dua telur mata sapi.Kepalanya bergoyang goyang ke kanan dan ke kiri mengikuti irama lagu yang terdengar merdu lewat ujung headset yang menempel dikedua telinganya.
"Pagi Cika,"sapa Anin ramah.Dia menarik kursi dan duduk disisi gadis muda itu.Sayang,Cika tidak mendengar sapaan Anin,semua karena Cika menyetel lagu dengan volume tinggi.
Anin merasa kesal,dia menarik headset yang Cika kenakan hingga terlepas dari telinga.
"Kakak,apa apaan sih!"Sentak Cika kesal.
"Jangan memutar MP3 dengan volume full,kamu jadi tidak mendengar orang lain menegur mu,"oceh Anin panjang lebar.
"Ini semua karena kalian berdua,tau tidak?"Cika menatap Anin dan Alex secara bergantian.
"Memangnya kami berdua salah apa?"Tanya Anin penasaran.Sementara Alex hanya terdiam sambil mengamati.
"Apa aku harus menjabarkannya secara detail?Kalian bermain di pagi hari dengan begitu hebohnya,mengeluarkan suara keramat yang terdengar hingga radius puluhan kilo meter.Telinga suci ku ini jadi tercemar,"ucap Cika tanpa filter.
Anin melotot,Alex yang tidak sedang makan atau minum apapun langsung tersedak dan batuk-batuk.
"Aaaaaa....Malu sekali!"Batin Anin.
"Sial! Aku lupa kamar pribadiku tidak kedap suara."Gerutu Alex dalam diam.
Bersambung...
__ADS_1