Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 39


__ADS_3

Selesai rapat,Alex kembali kedalam ruangannya.Tak lama,Inggrid datang untuk menemuinya.Dia sedikit terkejut karena Inggrid datang berkunjung tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


Alex langsung meminta Dimas untuk membuat minuman.Pria itu memasang wajah datar meskipun Inggrid telah menyapanya dan menyunggingkan senyuman manis.


"Ada perlu apa kamu datang kemari?"Tanya Alex terus terang.


"Aku hanya rindu pada tempat ini,ingin bernostalgia sebentar.Boleh kan?"Ucap Inggrid.


"Boleh,tapi jangan lama lama ya.Aku mau pulang,aku rindu sama Laura,"seloroh Alex.


Inggrid tersenyum masam,dia merasa diusir oleh mangan suaminya secara halus.Alex pria yang baik,dia pasti tidak enak berlama lama menghabiskan waktu dengan mantan istrinya ditempat itu karena takut Anin salah paham.


Inggrid benar benar menyesal telah termakan omongan Ibunya dan Theo.Dia tidak hanya kehilangan pria baik,tapi juga kehilangan pria paling setia didunia.


Alex sibuk merapihkan berkas berkas yang menumpuk dihadapannya.Inggrid terus menatapnya tanpa berkedip,memperhatikan tiap inchi wajah tampan dan tubuh besar itu.Dia rindu sekali ingin menyentuhnya,tapi dia tidak memiliki banyak keberanian untuk melakukan hal senakal itu.


"Bagaimana kabar Ibumu?"Tanya Alex memecah kesunyian sore itu.


"Dia baik,"


"Lalu,bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan Theo?Kapan kalian akan menikah?"


"Aku sudah putus dengannya.Setelah tau tentang kebenaran tempo hari aku malas menjalin hubungan dengan pembohong itu lagi,"


"Jangan terlalu membencinya,dia seperti itu karena dia sangat mencintai kamu,"


"Cinta?Apa pria yang mencintai pasangannya akan berselingkuh?"


Alex terdiam,dia menatap Inggrid sekilas lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.Dia merasa sedikit kasihan pada Inggrid,tapi inilah hidup.Selalu ada karma atas perbuatan buruk kita terhadap seseorang,dan Inggrid sedang merasakannya.


Dimas kembali kedalam ruangan,dia menyuguhkan secangkir teh dan beberapa potong kue.


"Silahkan Nona,"


"Terimakasih,"


Inggrid menyeruput teh itu,kemudian meletakan gelasnya kembali keatas meja.


"Sudah tidak ada yang mau dibicarakan bukan?"Tanya Alex.

__ADS_1


"Jangan buru buru pergi,aku masih mau mengobrol denganmu,"oceh Inggrid kesal.


"Ikut saja aku pulang kerumah,kita bisa mengobrol bertiga dengan Anin,"ucap Alex.


"Tidak mau,aku hanya ingin mengobrol berdua denganmu,"


"Inggrid,aku pria yang sudah beristri dan memiliki seorang anak.Tidak pantas untukku mengobrol terlalu lama dengan mantan istri,"


"Tapi,aku masih rindu padamu,"


"Rindu?Anda rindu pada pria yang telah anda buang begitu saja seperti seonggok sampah?Menggelikan!"Dimas meledek.


"Jangan ikut campur urusanku!"Inggrid kesal.


"Tentu saja aku harus ikut campur.Alex temanku,aku masih tidak terima dengan perlakuan buruk mu terhadapnya tempo hari,"Dimas mulai ngotot dan meninggikan suaranya.


"Inggrid,aku sudah berbahagia dengan orang lain.Aku harap,kamu juga bisa melupakan aku dan berbahagia dengan orang lain pula,"


"Aku sudah mencoba untuk melupakan perasaanku padamu,tapi hasilnya nihil.Semakin aku mencoba,perasaan itu malah muncul semakin besar dan menyiksa,"Inggrid menangis.


Dimas menilai air mata Inggrid sebagai air mata buaya,air mata palsu yang sering dikeluarkan wanita untuk menarik simpati pria yang diincarnya.Murahan,satu kata yang Dimas ambil dari kelakuan Inggrid kala itu.Dimas sangat jijik dan sangat ingin menendang wanita itu keluar dari dalam kantor.


"Aku mau pulang.Kalau kamu masih mau beristirahat disini ya istirahatlah,kantor ini masih buka sampai jam sembilan malam.Hari ini seluruh pegawai ku lembur,sedang banyak kerjaan,"


Alex meraih tasnya,dia bangkit dan beranjak pergi dari ruangan itu.Sementara Dimas mengikutinya dari belakang.


Inggrid mengepalkan kedua tanganya dan memukulkannya keatas meja dengan keras.


"Apa unggulnya Anin dibanding aku?Hanya menang usia yang lebih muda saja,"gerutu Inggrid kesal.


***


"Kawan,kamu tidak akan tergoda oleh wanita itu bukan?"Tanya Dimas pada Alex.


"Tentu saja tidak,tidak ada yang bisa menggodaku kecuali istriku saat ini,"sahut Alex dengan nada setengah bercanda.


Alex menyalakan mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang menuju kediamannya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah,Alex terus memikirkan Inggrid.Dia merasa sedikit kasihan pada nasib mantan istrinya itu.Sudah ditipu,diselingkuhi,benar benar jatuh tertimpa tangga pula.

__ADS_1


"Semoga saja dia segera berhenti mengejar ngejar aku.Aku tidak mau Anin cemburu lalu kabur dari rumah lagi,"gerutu Alex.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih,Alex tiba dirumahnya.Dia dikagetkan dengan pemandangan yang tak terduga.Heru tengah menyiram tanaman dengan mengenakan pakaian pelayan perempuan.Lengkap dengan kain lap dipundak dan bando kecil di kepalanya.


"Heru,kesurupan setan mana kamu?"Alex tertawa geli.


"Semua ini karena ulah adik ipar mu!"Heru mendengus kesal.


"Jangan suka memfitnah orang lain untuk menutupi kesalahan diri sendiri,"Cika muncul dari dalam rumah.


"Cika,apa yang kamu lakukan pada pria tua nan kekar itu?"Ledek Alex.Heru mendelik mendengar kalimat yang keluar dari mulut Alex dengan begitu lancarnya.


"Dia kalah taruhan,jadi dia harus menerima hukumannya sekarang,"tutur Cika.


"Memangnya kalian berdua taruhan apa?"Alex memasang wajah penasaran.


"Kami menonton balap liar tadi,Heru salah menebak nomor pembalap yang menjadi pemenangnya,"sahut Cika jujur.


"Balapan liar?"Alex terkaget kaget.Cika mengangguk anggukan kepalanya.


"Itu tempat berbahaya,dipenuhi oleh pria pria nakal.Untuk apa kamu datang ketempat itu?Seperti tidak ada tempat lain untuk dikunjungi saja!"Alex mengomel panjang lebar.


"Dengarkan tuh,ngajak main itu ke mall,ke pantai,ini ngajak main ketempat balapan liar,"celoteh Heru pelan.


"Kamu juga Heru,kenapa kamu menuruti kemauannya?"Alex memarahi Heru.


"Bagaimana ya,habisnya seru sih,"Heru tertawa.


"Kalian berdua aku hukum.Bersihkan halaman belakang sampai bersih,lalu beri makan semua hewan peliharaan ku yang ada disana,"perintah Alex lantang.


Cika mendengus kesal,sementara Heru hanya bisa pasrah mendapatkan hukuman dobel hari ini.


Cika berlari masuk kedalam rumah,dia bermaksud untuk mencari pembelaan dari Kakak perempuannya.Tapi sayang,Anin sudah mendengar semuanya.Dia sangat mendukung tindakan yang dilakukan oleh Alex.


"Kakak sudah tidak sayang padaku ya!"Cika cemberut.


"Kakak seperti ini justru karena Kakak sayang sama kamu.Kakak tidak mau kamu datang ketempat macam itu lagi,"ucap Anin.


"Tapi Kak,aku pergi kesana hanya untuk mencari hiburan saja.Lagi pula aku tidak sendiri,ada Heru bersamaku,"Cika sewot.

__ADS_1


"Kakak tidak peduli apapun alasan kamu.Yang jelas,kamu tidak boleh datang ketempat itu lagi walaupun ada Heru yang menjagamu,paham?"Anin menatap wajah adiknya lekat lekat.


__ADS_2