Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 54


__ADS_3

Cika dan Heru menikah,mereka telah sah menjadi pasangan suami istri dan tercatat secara resmi di negara ini.Melakukan ciuman singkat dihadapan para tamu undangan,membuat siapa saja yang melihatnya menjerit histeris.


Perbedaan umur Cika dan Heru sangatlah jauh,duapuluh tahun lebih.Tapi pria tua itu entah dengan cara apa bisa memikat hati anak gadis yang masih begitu muda.


Keluarga mantan istri Heru datang,mereka mengucapkan selamat dan memeluk pria itu sambil menangis.Mungkin mereka teringat pada mendiang istri Heru yang sudah meninggal,dan Cika tidak merasa keberatan dengan hal itu.


Masa lalu hanyalah masa lalu.Tidak akan pernah bisa kembali dan hanya bisa dikenang.Yang penting adalah masa depan,masa dimana dia akan menjalani hari harinya sebagai istri seorang Heru.


"Dia cantik,"celetuk Bu Nah.Mantan Ibu mertua Heru.


"Terimakasih,"ucap Cika.


"Semoga kalian berdua bahagia selalu,"


Keluarga mantan suami pergi,Cika menarik nafas lega karena sejak tadi dia menahan sesak dihati.Bohong kalau dia tidak cemburu dengan kedekatan Heru dan mantan Ibu mertuanya.Mereka terlihat akrab,seperti ada rasa sesal karena harus terpisah.


"Dia pasti sangat menyayangimu,"celetuk Cika.


"Dia Ibu mertua terbaik didunia,"ucap Heru.


"Orangtuaku juga baik,hanya saja mereka sudah meninggal dunia,"


"Kalau orangtuamu adalah mertua terbaik yang ada di surga,"


Heru mengelus kepala Cika,Cika tersenyum sambil memandang wajah tampan suaminya.


Tiba tiba Anin muncul,dia menyindir Cika yang menatap Heru dengan tatapan penuh n@fsu.


"Jangan membuat Kakak malu,acara masih berlangsung,"omel Anin.


"Apa maksud Kakak Ipar?"Heru bingung.


"Cika terlihat sudah tidak sabar untuk menghabiskan malam denganmu,lihat wajah penuh n@fsunya itu,"celetuk Anin tanpa filter.


Cika kesal,dia mencubit pinggang Anin sampai meringis kesakitan.


"Awh,sakit!"Keluh Anin.


"Cika,jaga sikapmu! Dia hanya menggoda kamu saja!"Omel Heru.


Cika merengut,kini bertambah lah orang yang akan mengomeli dan mengatur hidupnya.Memiliki Kakak dan Kakak Ipar yang suka mengomel saja sudah pusing,ditambah dia memiliki suami yang suka mengomel juga.


Pesta pernikahan selesai,Heru dan Cika pergi ke Hotel tempat mereka berdua akan menghabiskan waktu bersama selama beberapa hari kedepan.Alex sengaja menyewa kamar itu sebagai hadiah pernikahan untuk Heru juga Cika.


"Kenapa kita harus menginap di Hotel?Kenapa tidak dirumah kamu saja?"Gerutu Cika.

__ADS_1


"Kamu tau bagaimana Alex kan?Dia akan marah dan mengamuk,"


"Aku lupa,kita punya Kakak Ipar yang pemarah,"


Heru dan Cika tertawa bersama.Hari itu,bukanya membahas tentang malam pertama.Pasangan pengantin baru itu malah menggibah,mereka asik membicarakan Alex dibelakang.


***


Tiba di kamar Hotel.Cika langsung pergi melarikan diri ke kamar mandi,sementara Heru membereskan barang barang mereka berdua kedalam lemari.


Sudah hampir satu jam Cika mengurung diri didalam ruangan 3x3 meter itu.Heru cemas,takut terjadi sesuatu pada wanita yang baru dia nikahi.


"Cika,sedang apa kamu didalam?Kenapa lama sekali?"Teriak Heru.Cika deg degan,akhirnya pria itu tidak sabar untuk melakukan sesuatu dengannya.


Cika membuka pintu,dia memakai baju mandi ekstra longgar dan membuatnya nampak semakin imut.


"Sedang apa kamu didalam?Bertapa?"Tanya Heru.Cika hanya menjawab dengan gelengan kepala.


Cika berlari kearah kasur,dia menutup tubuhnya dengan selimut tebal hingga tak terlihat.Tak hanya itu,dia juga menutup wajahnya dengan bantal.


"Dia itu kenapa?Aneh sekali,"gerutu Heru lirih.


Heru masuk kedalam kamar mandi,dia bergegas membersihkan diri.Disalah satu sudut kamar mandi,Heru melihat bekas ramuan herbal berceceran dilantai.Dia juga melihat bungkus dari ramuan herbal itu ditempat sampah.


"Ratus-V?"Heru menaikan alisnya sebelah.


Keluar dari kamar mandi,Heru menghampiri Cika.Dia menarik bantal diatas wajah wanita itu dan ternyata Cika sudah tertidur dengan lelap.


"Malam pertama ditinggal tidur?Menyebalkan sekali!"Gerutu Heru kesal.


***


Pagi hari.Cika terbangun dari tidur nyenyaknya.Dia mendapati Heru tidak ada disisinya.


"Gawat,apa dia marah karena aku ketiduran?"Batin Cika.


Cika harus bisa merayu Heru,bisa berabe kalau dia marah terlalu lama.Cika bergegas mandi,dia memakai pakaian mini pres body dan memakai riasan sedikit tebal.


"Selesai.Pria mana yang tidak akan luluh melihat tubuh menggodaku dan kecantikan wajahku ini?"Cika tertawa sendiri melihat bayangan dirinya didepan cermin.


Heru kembali kedalam kamar,dia menenteng sebungkus makanan untuk istrinya.


"Dari mana kamu?"Tanya Cika penasaran.


"Cari makanan,"sahut Heru.

__ADS_1


"Loh,Hotel ini kan menyediakan sarapan gratis,"Cika mengerutkan dahi.


"Aku tidak cocok dengan masakan Hotel,"


"Lalu,makanan apa yang kamu beli?"


"Nasi Padang,aku bungkus satu untukmu,"


"Terimakasih,"


Cika sedikit kecewa,tebakannya salah.Dia mengira Heru marah padanya karena dia tertidur saat malam pertama,ternyata pria itu hanya pergi mencari sarapan saja.


Cika menyantap makanan itu dengan lahap,dia tidak menyangka kalau nasi yang dibawakan oleh suaminya ternyata rasanya sangat enak.Mungkin karena dia membelinya dengan cinta,atau koki yang memasaknya yang sangat handal dan profesional.


"Aku pikir,kamu tidak akan suka makanan itu,"celetuk Heru.


"Kenapa memangnya?"


"Kamu sudah lama tinggal diluar negri,hampir tiap hari makananya roti,"


"Aku pemakan segala,selama rasanya enak aku akan memakannya,"


"Astaga,aku salah memilih istri.Stok beras di rumahku akan gampang habis kalau begitu ceritanya,"goda Heru.


"Apa kamu sedang menyindirku?"Cika sewot.


"Tidak,itu hanya perasaan kamu saja.Habiskan makanya,setelah itu kita lakukan sesuatu yang sempat tertunda."


Cika terbatuk batuk mendengar celotehan suaminya.Dia tau arti dari kalimat itu.Kini jantungnya kembali terpacu untuk berdetak lebih kencang,keringat dingin tiba tiba keluar dari pori pori tubuhnya.


Selesai makan,Cika mencuci tangannya dengan sabun hingga bersih.Kali ini,dia tidak berlama lama didalam kamar mandi,takut Heru marah.


"Jadi,apa yang harus kita lakukan?"Cika berpura pura bodoh.Heru tidak menyahut,tapi dia langsung membuka kaos yang dia pakai dan membuangnya ke lantai.


"Ambil koin dan minyak angin di laci itu,kerokin aku sepertinya aku masuk angin,"Heru berbaring diatas kasur dengan posisi tengkurap.


"Astaga,apa yang sedang aku pikirkan?Untung saja aku tidak membuka pakaianku,benar benar menyebalkan!"


Heru tersenyum,dia tau Cika sedang marah padanya.Dia sengaja melakukan hal itu untuk mengerjai Cika,salah sendiri semalam dia meninggalkan suaminya tidur begitu saja.


Cika cemberut,dia menekuk wajahnya sampai pekerjaannya mengerok tubuh suaminya selesai.


"Jangan pergi,tolong pijat punggung,baju dan kakiku,"perintah Heru.


"Sial,dia memperlakukan aku seolah olah aku ini tukang urut,"gerutu Cika lirih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2