Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 52


__ADS_3

Hari yang ditunggu tiba,hari dimana Heru dan Cika pergi makan siang bersama.Hari itu,Cika tampil sangat cantik.Dia terlihat seperti wanita dewasa diluar sana.


Heru tak henti henti memandangi kecantikan wanita itu,sampai membuat Cika salah tingkah.Cika memperhatikan orang orang yang sedang berada disekitar mereka,hampir semuanya tersenyum melihat ulah konyol Heru.Jelas sekali dia sedang dimabuk asmara,dan dia tidak bisa menyembunyikannya dari orang lain.


"Kamu sedang apa?Jangan membuatku malu!"Cika menundukkan wajahnya.


"Jangan menunduk,aku hanya sedang menikmati kecantikan wajahmu,"


"Jangan membuatku GR,kita kan bukan siapa siapa,"


"Apanya yang bukan siapa siapa?Kamu mencintaiku,dan aku mencintai kamu.Kita adalah sepasang kekasih,"


"Sepasang kekasih?Kapan kita jadiannya?"


"Kemarin,saat kita bertemu untuk pertama kalinya setelah kita berpisah sekian lama."


Cika berbunga bunga,rasanya seperti baru saja mendapatkan pembagian warisan dalam jumlah besar.Senang,haru,bercampur menjadi satu.Akhirnya kejombloan yang selalu dia jaga Berakhir juga.


"Kamu sudah berumur,aku juga sudah cukup umur.Bagaimana kalau kita langsung melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi?"


"Maksud kamu,menikah?"


"Iya,"


"Mari kita menikah.Minggu depan aku akan melamar mu,lalu kita akan menikah seminggu kemudian,"


"Setuju,aku tunggu janjimu itu!"


Cika dan Heru mengakhiri obrolan serius mereka saat makanan dan minuman yang mereka pesan telah datang.Keduanya makan dengan lahap karena kebetulan perut mereka sudah sangat lapar dan dahaga.


Tak jauh dari tempat itu,Dimas sedang melaporkan segala yang dia dengar kepada Alex.Dimas disewa satu hari ini untuk memata matai Cika dan Heru.Alex terlalu kepo dengan kehidupan percintaan mereka berdua.


Mendengar laporan dari Denis,Alex manggut manggut di tempat duduknya.Akhirnya niatnya untuk menjodohkan Cika dan Heru berhasil.Sekarang hubungan Heru dan Alex bukan hanya sekedar teman biasa,tapi juga telah menjadi keluarga.


Alex mengirim pesan singkat pada Anin,dia meminta Anin untuk mempersiapkan segalanya dirumah.Satu minggu lagi Heru akan datang membawa keluarganya untuk melamar Cika.


Mereka perlu mempersiapkan tempat yang bagus,catering makanan,cemilan dan minuman yang enak enak.Semuanya harus berjalan dengan rapih agar acara lamaran itu berkesan dalam hidup mereka.


Anin membuka pesan singkat dari suaminya.Dia terkejut dengan pernyataan Alex kalau Heru akan melamar Cika satu Minggu lagi.Anin sedih,adik semata wayangnya itu sebentar lagi akan diambil oleh orang lain.


Rasanya baru kemarin Cika lulus SMA,tapi saat ini dia sudah mau menjadi istri seseorang.Air mata haru menetes membasahi pipi Anin,dia menyeka dengan buru buru agar Laura yang sedang duduk disisinya tidak melihatnya dan banyak bertanya.


"Mama,kenapa Mama menangis?"


"Mama tidak menangis kok,Mama hanya kelilipan saja,"


"Mama bercanda?Dirumah ini tidak ada debu,apa lagi butiran pasir.Mana mungkin Mama bisa kelilipan?"


Anin mengacak acak rambut Laura,dia merasa gemas pada anak super cerewet itu.


*

__ADS_1


*


*


Selesai makan siang,Cika diantar pulang oleh Heru.Heru tidak bisa mampir lama lama karena masih memiliki urusan penting diluar.Anin memanfaatkan hal tersebut untuk mewawancarai Cika adiknya.


Cika masuk kedalam kamar,Anin membuntutinya dari belakang.


"Jadi dia akan melamar kamu Minggu depan?"


"Bagaimana bisa Kakak tau hal itu?"


"Alex mengirim pesan singkat padaku tadi,katanya Heru mau melamar kamu,"


"Kenapa bisa Kak Alex tau tentang rencana itu?Apa dia sedang ada ditempat yang sama denganku tadi?"


"Entahlah,Kakak sendiri tidak tau,"


"Jangan jangan,dia memata matai aku?"


"Jangan mengada ngada,dia terlalu sibuk untuk melakukan hal itu,"Bela


Laura membuka pintu,dia ikut nimbrung dengan Ibu dan Bibinya.


"Jadi,Bibi mah dilamar oleh Om Heru?"Tanya Laura


"Iya,"


"Seminggu setelah lamaran,"sahut Cika.


"Apa?Buru buru sekali.Kamu tidak sedang hamidun kan?"Anin merasa khawatir.


"Tidak,kami baru bertemu beberapa hari.Mana mungkin aku bisa hamil?Melakukan itu saja tidak!"Bantah Cika.


"Oh...Syukurlah kalau begitu."Anin menarik nafas lega.


Alex pulang kerumah.Dia melihat Cika sedang cengengesan sendiri didapur.Alex tidak tahan untuk menggoda wanita muda itu dan membuatnya marah marah.


"Duh,senangnya yang mau dilamar,"celetuk Alex.


"Kakak,apa kakak memata matai kami tadi?"


"Tidak,"


"Lalu kenapa Kakak bisa tau kalau Heru akan melamar ku?"


"Apa kamu lupa,aku dan Heru teman baik.Jadi apa yang tidak dia ceritakan padaku?"


Cika terdiam,apa yang dikatakan Alex benar juga.Pasti sebelum mengatakan hal itu pada Cika,Heru sudah mengatakannya pada Alex duluan.Duh,malunya.Berarti sejak kemarin Alex sudah tau kalau Cika mau dilamar oleh Heru.


Alex pergi ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian,dia sedang mengacak acak lemari seperti sedang mencari sesuatu.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu cari Anin?"


"Gaun pengantinku,aku menyimpannya dimana ya?Aku lupa,"


"Mau kamu apakan gaun itu?"


"Aku ingin Cika memakainya besok saat dia menikah dengan Heru.Gaun itu bagus,dan banyak kenangannya,"


"Nanti aku bantu cari,sekarang kamu siapkan air panas dulu.Aku mau mandi,"


Alex merebahkan tubuh lelahnya diatas kasur,dia menunggu Anin selesai menyiapkan air panas untuknya mandi.Beberapa menit kemudian,Anin kembali.Dia menarik lengan Alex dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.


"Agresif sekali,apa kamu sedang ingin melakukan Itu?"Alex terkekeh.


"Tidak,aku hanya sedang ingin memandikan mu saja.Apa kamu menolak tawaran menarik dariku ini?"


"Tentu saja aku tidak akan menolaknya,aku akan menerimanya dengan senang hati,"


Baru saja Anin membantu Alex melepas pakaiannya,Laura tiba tiba masuk kedalam kamar mencarinya.


"Mama,Mama,"Teriak Laura berulang ulang.


"Iya,ada apa?"


"Bantu aku mengerjakan PR,"


"Nanti saja,Mama sedang sibuk,"


"Tidak mau,pokoknya harus sekarang!"Laura menangis.Dia menjerit dengan nada tinggi sambil menendang pintu.


"Lihat kelakuan anakmu itu jika sedang ngambek.Masih saja tantrum,padahal dia sudah besar,"


"Urusi saja dulu anakmu itu,aku bisa mengurus diriku sendiri,"


"Dia anakmu lah,"


"Anakku ya anakmu juga,kita kan membuatnya bersama sama,"


Anin mengurungkan niatnya untuk membantu Alex mandi,Alex merasa kecewa,tapi mengurus anak adalah hal yang paling utama bukan?Untuk kesekian kalinya,keromantisan Anin dan Alex diganggu oleh Laura.Anak anak memang selalu datang diwaktu yang tidak tepat,mengganggu kesenangan orang tua saja!


Anin menggendong Laura,dia mengajaknya kembali kedalam kamarnya dan mendudukkan dia diatas ranjang.


"Nak,jaga sikapmu.Kamu sudah besar,bukan anak anak lagi.Belajarlah untuk menjadi Kakak yang baik,sebentar lagi Mama akan memberi kamu adik!"


"Apa Mama sedang hamil?"


"Sekarang si belum,baru mau proses."


"Dan kamu mengganggu Ibu untuk merayu dan menggoda Ayahmu tadi."Lanjut Anin dalam hati.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2