Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 32


__ADS_3

Bu Sarah kembali,dia diantar oleh seorang pengendara motor laki laki.Laki laki itu menenteng dua buah keranjang berisi sayuran,buah buahan dan lauk pauk.sebelum kembali ke kediaman Alexander,Bu Sarah menyempatkan diri untuk pergi berbelanja di pasar.


Ting...Tong...


Bel berbunyi,Anin keluar dari kamar untuk membuka pintu.Sarah terkejut saat pintu itu terbuka,sang Nona muda sudah kembali ke rumah itu dengan keadaan sehat walafiat.Sarah memeluk Anin erat,dia menangis tersedu sedu.


"Non,akhirnya Anda kembali,"ucap Sarah.Anin hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman.


"Anin,kamu tinggal disini?"Tanya pria yang datang bersama Sarah.Anin mengalihkan pandangannya pada pria itu,ternyata dia adalah Soni.


"Soni?Sedang apa kamu disini?"Tanya Anin.


"Aku mengantar Bibiku kesini,hari ini orang suruhan Bosnya tidak bisa datang menjemput,"jelas Soni.


"Oh,begitu,"Anin mengangguk anggukan kepalanya.


"Jadi,Bibi bekerja pada tuan menyebalkan itu?"Celoteh Soni tanpa filter.


"Soni,jaga bicaramu!"Bentak Bu Sarah kasar.


Tina keluar rumah,dia menggendong Laura yang sedang merengek.Sepertinya bayi itu haus dan ingin minum asi.Bu Sarah tertegun,mungkinkah itu adalah bayi yang dikandung oleh Nona Anin dulu?


"Non,Laura sepertinya haus,"ucap Tina.


Soni menarik lengan Anin dan mencengkeramnya dengan kencang.Dia terlihat kecewa melihat wanita yang dicintainya sudah hamil dan melahirkan anak suaminya.


"Kamu sudah punya anak?"Soni menatap wajah Anin serius.


"Iya,dia anakku dan Tuan Alexander,"sahut Anin lantang.


"Anin,tinggalkan pria itu! Aku tau kamu tidak mencintainya,"seloroh Soni asal.Hal itu membuat Anin sedikit kesal.


"Jangan asal menebak Soni,bagaimana bisa dua orang yang tidak saling mencintai menghasilkan seorang anak?"Anin mencoba menepis tuduhan Soni yang tidak benar itu.

__ADS_1


Soni memeluk Anin erat,dia terus menangis tanpa henti.Anin hanya terdiam,dia tidak bisa berkata kata apa lagi memeluk balik teman lamanya itu.


"Aku menyukaimu,sejak dulu,"bisik Soni lirih.Anin terkaget kaget,begitu juga dengan Bu Sarah yang sedang berdiri disebelahnya.


Bu Sarah menarik Soni menjauh dari Anin,kemudian menjewer telinga kirinya sampai memerah.Dia merasa malu dengan kelakuan keponakanya yang sembrono itu.Jika Tuan Alex melihat,bukan hanya Soni saja yang akan dipukuli sampai mati,tapi dia juga akan dipecat.


"Berani beraninya kamu menaruh perasaan pada istri Tuan Alexander,buang jauh jauh perasaan itu!"Omel Bu Sarah.


"Aku sudah mencobanya berulang kali Bi,tapi aku tidak bisa.Rasa sukaku untuk Anin selalu saja kembali,"sahut Soni.Dia terlihat begitu putus asa dan bingung harus bagaimana.


"Pria bodoh,diluar sana masih ada banyak wanita singgel yang bisa kamu nikahi!"Omel Bu Sarah lagi.


"Tapi hanya Anin yang aku mau Bi,hanya Anin!"Soni menunjukan pemikiran kerasnya yang seperti batu.


"Pergi dari sini,sebelum tuan Alex keluar dari kamar dan mendengar ocehan gila mu itu.Aku tidak mau melihat kamu dihajar olehnya,"Bu Sarah mengusir Soni.


Pria itu menuruti kemauan Bibinya,dia menyerah karena tidak mau melihat wanita tua itu terkena masalah akibat perbuatanya.Soni menghidupkan motornya,lalu melaju dengan kecepatan rendah meninggalkan halaman rumah Tuan Alexander.


"Nona,maafkan keponakan saya yang tidak sopan itu,"Bu Sarah menundukkan kepalanya.


Mereka tidak tau kalau sejak tadi,Alex memperhatikan dari jauh.Dia merasa marah saat istrinya dipeluk oleh pria lain bahkan sampai mengutarakan cinta.Dia tak hanya ingin meninju tembok,tapi juga ingin meninju wajah pria itu sampai babak belur.


***


Selesai mengerjakan pekerjaan rumah,Bu Sarah menggendong Aurel dan menimangnya.Tiba tiba dia teringat pada kenangan masalalu.Dulu,dia yang membantu Ibu Alexander melahirkan.Dia juga yang telah merawat dan mengasuhnya hingga tumbuh dewasa.Dia tidak menyangka kalau Tuhan memberinya umur panjang hingga dia bisa melihat keturunan dari Alexander.


"Kamu sangat mirip dengannya,menggemaskan,"Bu Sarah menciumi pipi bayi itu secara bergantian.


"Saya juga heran Bu,kenapa dia bisa mirip dengan pria menyebalkan itu.Padahal,saya yang sudah mengandungnya dan melahirkannya dengan susah payah,"Anin memonyongkan bibirnya beberapa senti kedepan.


"Mungkin karena Anda terlalu cinta pada Tuan,"goda Bu Sarah.Dia mengigit bibir bawahnya agar bisa menahan tawa.


"Tidak juga,"Anin memalingkan wajahnya ke samping.Jelas sekali kalau dia sedang merasa malu.

__ADS_1


Tiba tiba Alex muncul,dia memberi kode kepada Anin agar keluar dari kamar Aurel dan mengikutinya.Alex masuk kedalam ruang kerjanya,Anin mengekor dibelakang.


Sudah lama Anin tidak masuk kedalam ruangan itu.Dia sedikit terkejut karena foto pernikahan Alex dan Inggrid yang dulu dipasang ditempat itu sudah tidak ada lagi.Foto itu telah diganti dengan foto pernikahan Alex dengan dirinya.


"Ada apa Tuan memanggil saya?"Tanya Anin.


"Siapa pria yang memeluk mu tadi?"Alex memasang wajah kesal.


"Dia teman sekolah saya saat SMA dulu,"sahut Anin.


Jantung Anin berdebar,dia takut dimarahi oleh pria itu.Bagaimanapun,Anin tidak memberi perlawanan saat Soni memeluk tubuhnya tadi.


"Aku mendengar dia mengungkapkan cinta kepadamu,apa kamu juga mencintainya?"Alex memandang penuh selidik.


"Tentu saja tidak,dari dulu hingga sekarang saya hanya menganggapnya teman saja,"Anin berusaha untuk bersikap senang dan santai.


"Bagus kalau begitu.Ngomong ngomong dimana dia bekerja?"Tanya Alex lagi.


"Dia memiliki Cafe didekat taman kota.Kenapa tiba tiba Tuan bertanya seperti itu?Tuan tidak sedang merancang rencana buruk untuknya bukan?"Tebak Anin Asal.


"Aku hanya ingin memberinya sedikit teguran saja,agar dia tidak berani mengganggu kamu lagi!"Sentak Alex.


"Jangan berbuat macam macam padanya,tidak enak pada Bu Sarah.Dia masih saudara dekat wanita tua itu,"ucap Anin.


"Adikmu saja aku beri hukuman jika berbuat salah,apa lagi orang lain?Kesalahan yang pria itu lakukan begitu fatal,dia berani memelukmu di rumahku!"Alex tetap bersikeras akan memberi pelajaran kepada Soni.


"Terserah Tuan saja lah,yang penting pria itu jangan sampai mati.Saya tidak mau anak saya punya Ayah mantan napi,"seloroh Anin asal.


"Aku bukan seorang penjahat,aku tidak mungkin melakukan hal sekotor itu,"Alex menjamin bahwa dirinya tidak akan melakukan hal diluar batas norma.


Usai mengobrol dan berseteru dengan Alex,Anin kembali masuk ke kamar Aurel.Dia terduduk lemas diatas sofa sambil memijit pusat kepalanya yang terasa pusing.Ternyata Alex bukan hanya seorang pria yang galak dan keras kepala,tapi juga hobi menghukum orang lain.


Sepertinya,Anin harus menjaga jarak dengan lawan jenis walaupun itu dengan sahabat atau saudara sendiri.Dia tidak mau Alex salah paham dan melakukan tindakan yang bisa membahayakan orang lain.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2