Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 33


__ADS_3

Dimas mengantar Alex ke Cafe milik Soni.Alex bisa dengan mudah menemukan keberadaan pria itu karena Cafenya sempat viral disosmed.Alex tersenyum sinis,pria yang baru belajar merangkak didunia bisnis saja sudah berani menggoda wanitanya.


Sungguh,Soni bukanlah tandingan seorang Alex.Dilihat dari manapun,Alex jauh lebih unggul daripada Soni kecuali umur.Kalau.sudah menyangkut soal umur,Alex kalah telak.


Saat Cafe terlihat sepi pengunjung,Alex masuk kedalam Cafe untuk menemui Soni dan membuat perhitungan denganya.


"Soni,"Panggil Alex.


Soni menoleh,dia terkejut saat mendapati Alex berkunjung ke Cafe kecilnya itu.


"Ada hal penting apa yang membuat Tuan Alex berkenan mampir ke Cafe kecil ini?"Tanya Soni tanpa basa basi.


"Berani beraninya kamu memeluk istriku dan mengutarakan cinta kepadanya!"Alex melotot.


"Memangnya wanita yang sudah bersuami tidak boleh dipeluk dan dicintai?"Seloroh Soni asal.


"Kamu benar benar harus diberi pelajaran!"


Bugh...Bugh...Bugh...


Alex menghajar Soni di bagian perut,kepala dan dada.Pria muda itu sama sekali tidak diberi kesempatan untuk melawan.Jangankan melawan,mengambil nafas saja tidak boleh.


Alex memang kejam pada siapa saja yang berani mengusik kehidupannya,apa lagi mencolek wanita yang sangat dia cintai.


"Sekali lagi kamu berani menggoda istriku,aku akan mengikatmu dan melempar mu ke kandang macan!"Ancam Alex.


Soni tersungkur lemas dilantai,tidak ada yang berani menolong atau melerai perkelahian dia pria itu.Mereka takut terkena bogem mentah dan tertarik kedalam masalah serius yang tidak mereka ketahui apa penyebabnya.


"Pria kasar dan s*alan sepertimu tidak pantas untuk Anin!"gerutu Soni lirih.Dia mengepalkan kedua tanganya sambil meringis menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Puas memberi Soni pelajaran,Alex kembali kedalam mobil.Dia mengatur nafasnya yang memburu agar menjadi lebih teratur.


"Bagaimana Bos?Anda sudah memberi pria itu pelajaran?"Tanya Dimas.

__ADS_1


"Sudah,harusnya dia akan kapok setelah ini,"sahut Alex.Dia melepas jas yang dipakainya dan melemparnya ke kursi sebelah.


"Bagaimana kalau dia mengadu pada Nona Anin?"Dimas merasa sedikit khawatir.


"Biarkan saja dia mengadu.Memangnya apa yang bisa wanita itu lakukan?Dia itu milikku!"Ucap Alex dengan nada penuh percaya diri.


Alex pulang kerumah,Anin yang kebetulan sedang menonton televisi langsung mewawancarainya.


"Anda dari mana?Tumben pulangnya sore sekali,"Tanya Anin penasaran.


"Bukan urusanmu!"Sahut Alex sambil berlalu menuju kamarnya.


Anin tidak sengaja melihat noda merah disaku kemeja Alex.Noda itu terlihat seperti noda darah.Anin yang khawatir telah terjadi sesuatu dengan suaminya,langsung menyusul Alex kedalam kamar.


Anin menghampiri Alex,dia meraba saku depan kemeja pria itu.Benar tebakannya,noda itu adalah noda darah.Darah baru yang masih segar.


"Apa Anda terluka Tuan?Di bagian mana?"Tanya Anin sambil meraba raba tubuh bagian depan pria kekar itu


"Apa kamu sedang khawatir padaku?"Alex menatap wajah Anin lekat lekat.Anin langsung membuang muka kearah lain karena salah tingkah.


"Iya,saya khawatir pada Anda.Ada noda darah di baju yang sedang anda kenakan,"ucap Anin.


"Ini pasti darah Soni,"Alex berucap dalam hati.


"Aku tidak apa apa.Daripada menganggur dan tidak melakukan apapun,lebih baik kamu siapkan air hangat.Aku mau mandi."Perintah Alex.


Anin cemberut,dia kesal karena suaminya hobi sekali memerintah seolah olah dia adalah seorang ART dirumah itu.Dia masih bisa mengerjakan hal itu sendiri,kenapa harus mengganggu waktu bersantai istri kecilnya?


***


Selesai melayani sang suami,Anin kembali menonton televisi.Tak disangka,dia akan menonton pertunjukan yang mengejutkan disana.


Seseorang merekam Aksi brutal Alex dan mengunggahnya ke media sosial.Berita itu langsung viral dan masuk ke acara berita bahkan kurang dari dua jam saja.Inikah yang dinamakan The Power Of Netizen?

__ADS_1


Anin dan Bu Sarah yang sedang duduk disisinya saling bertukar pandang.Keduanya terdiam untuk sesaat,membuat ruangan besar itu terasa sepi seperti kuburan baru.


"Jadi,darah tadi itu adalah milik Soni?"Ucap Anin dalam hati.


Bu Sarah menangis,dia sedih melihat keponakan kesayangannya babak belur dihajar oleh Alex.Pria itu benar benar keterlaluan.Meskipun Soni melakukan kesalahan padanya,dia tidak boleh melakukan kekerasan seperti itu.


Tapi,bukan Alex namanya jika tidak berkelakuan sembrono dan grasa-grusu.Dia tidak peduli jika tindakannya merugikan orang lain,yang penting tujuannya telah tercapai.


Anin menemui Alex dikamarnya.Dia terlihat sedang duduk santai sambil membopong putri cantiknya dipangkuannya.Anin merebut Laura dari tangan Alex,dia takut Alex khilaf dan melukai bayi kecil itu.


"Apa apaan kamu Kania!"Bentak Alex.Dia merasa kesal karena me time nya bersama sang anak diganggu.


"Tuan yang apa apaan?Menghajar orang sampai babak belur bahkan sampai videonya viral di media sosial!"Anin mendengus kesal.


Aku hanya memberinya pelajaran sedikit,agar dia berhenti mengganggu kamu,"jelas Alex.


"Pelajaran sedikit?Dia sampai berdarah darah seperti itu,Anda bilang hanya sedikit?"Anin merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.Tiba tiba saja dia menangis sesenggukan.


"Apa kamu peduli padanya?"Wajah Alex memerah menahan marah melihat Anin bersedih.Dia mulai terbakar oleh api cemburu hingga melakukan dugaan dugaan konyol yang tidak mungkin istrinya lakukan.


"Tidak,saya tidak peduli padanya.Saya hanya peduli pada Anda.Bagaimana kalau Anda sampai ditangkap oleh polisi dan dipenjara?"Ucap Anin terbata bata.


Alex tertegun,dia tidak menyangka kalau wanita yang selama ini selalu bersikap cuek dan angkuh padanya ternyata sangat peduli padanya.Perempuan itu memang pandai menyembunyikan fakta,benar benar lain di mulut lain dihati.


Senyum manis mengembang di wajah Alex,senyum yang hanya tercipta untuk pujaan hatinya seorang.Alex memeluk tubuh Anin,mengecup pucuk kepalanya dan menyeka air mata yang membasahi pipinya.


"Maaf,aku sudah berprasangka buruk padamu.Maaf juga karena aku sudah membuat kamu khawatir,"ucap Alex lembut.


"Makanya,kain kali kalau bertindak di pikir pikir dulu.Anda punya istri dan anak,sekecil apapun masalah yang Anda timbulkan dimuka publik akan berdampak pada kami juga,"Anin mencoba untuk menasehati suaminya.Meskipun dia tau,Alex adalah tipe manusia yang sulit menerima nasihat dari orang lain,apa lagi dari seorang wanita seperti dirinya.


"Mau bagaimana lagi?Hatiku keburu terbakar oleh rasa cemburu,"Alex bersikap santai seolah olah tidak pernah melakukan sebuah kesalahan.


Kalau sudah begitu,Anin hanya bisa menarik nafas berat sambil menekuk wajahnya.Sudah takdirnya menjadi istri Tuan pemarah,dia harus bisa menanggung segala resikonya termasuk resiko malu dibully oleh para tetangga dan teman temanya kelak.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2