
Tiba dikediaman Alexander.
Anin berhasil dibuat terkejut,pria itu telah menyiapkan segala hal untuk putrinya.Mulai dari kamar bayi,pakaian bayi,serta perlengkapan bayi lainya.
Tak hanya itu,Alex juga sudah menyiapkan Baby sitter berpengalaman untuk membantu Anin mengurus buah hati tercinta mereka.
"Namanya Tina,dia yang akan membantumu merawat Laura,"ucap Alex.
"Laura?"Anin kebingungan.
"Laura Alexander,itu nama bayi kita,"Alex menyunggingkan senyum kecil.
"Anda sama sekali tidak memberi saya celah untuk memberi nama putri saya?"Protes Anin.Dari nada bicaranya jelas sekali kalau wanita itu sedang merasa kesal pada sang suami.
"Khusus untuk memberi nama,itu adalah hak istimewaku.Aku Ayahnya,tanpa bantuan ku dia tidak akan ada,"Alex mengingatkan tentang jasa terbesarnya pada Anin.Hal itu membuat perut datar Anin terasa sedikit enek dan mual.
"Terserah kamu saja!"Anin membawa putrinya masuk kedalam kamar barunya dengan langkah terburu buru.
Saat Anin dan Alex sibuk bertengkar,Cika asyik bersantai diatas kasur lamanya.Jujur,dia sangat rindu pada kamar itu.Kamar terbaik,terlengkap dan terbagus yang pernah dia miliki.Juga kamar menyebalkan yang biasa Alex gunakan untuk menghukumnya.
Salah sedikit dimarahi,salah sedikit dihukum.Dasar,pria menyebalkan!
Cika bersiap untuk tidur,dia ingin segera beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh untuk sampai kerumah itu.Tiba tiba,seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Tok...Tok...Tok...
Anin bergegas bangkit untuk membuka pintu.
"Kakak Ipar?Apa dia akan menghabisi aku?"Gerutu Cika dalam hati.
"Mulai besok,kamu harus masuk sekolah lagi,"perintah Alex.
"Tidak mau,nanti aku harus mengulang dikelas dua lagi,"Cika menolak keinginan Kaka iparnya mentah mentah.
"Memangnya kenapa kalau mengulang?Itu semua kan kesalahan kamu,"Alex menyudutkan Cika.
"Aku tidak mau sekolah lagi,malu!"Cika bersikeras menolak.
"Yang malu itu aku,bukan kamu.Punya uang banyak tapi tidak bisa menyekolahkan adiknya hingga ke perguruan tinggi.Apa kata dunia?"Seloroh Alex asal.
"Baiklah,besok aku akan masuk sekolah lagi.Jadi,berhentilah menyombongkan diri!"Ucap Cika.
"Bagus.Mulai besok dan seterusnya kamu akan dikawal oleh Heru,"tutur Alex.
"Dikawal?"Cika syok berat.
__ADS_1
"Ya,dikawal.Aku tidak mau kamu berbuat ulah lagi dan membuat kepalaku pusing tujuh keliling,"sindir pria tampan itu pedas.
"Percuma juga aku melawan,ujung ujungnya kalah.Jadi,terserah Kakak Ipar saja!"Cika menyerah.Gadis itu paham betul kalau Alex tidak disuka ditolak,apa lagi dibantah.
Alex keluar dari kamar Cika,dia menghubungi Heru dan memintanya untuk segera datang kerumahnya.Heru langsung bergegas pergi menuju kediaman Alex dengan mengendarai mobil sport yang diberikan Alex untuk fasilitas.
Satu jam kemudian,Heru tiba dikediaman Alex.Tanpa basa basi Heru langsung mencari bos dan kawan baiknya itu di ruangan pribadinya.
"Bos,ada apa memanggilku malam malam begini?"Tanya Heru penasaran.
"Ada hal yang ingin aku sampaikan padamu.Mulai besok,kamu tidak perlu bekerja di kantorku lagi,"ucap Alex.
"Maksudnya,aku dipecat Bos?"Heru mendelik kaget.
"Aku tidak memecat kamu,hanya memindah tugaskan saja.Mulai besok dan seterusnya,kamu akan menjadi pengawal Cika,"jelas Alex.
"Pengawal?"Heru terkejut.
"Iya,pengawal.Kamu antar dia sekolah,tunggu sampai pulang.Antar dia les,belajar kelompok,dan kemanapun dia pergi,"jelas Alex lagi.
"Memangnya kenapa dia perlu dikawal Bos?"Heru penasaran.Cika bukan seorang bayi yang masih perlu ditemani kemanapun dia pergi.
"Aku tidak mau dia salah bergaul,melakukan hal hal negatif atau membuat onar.Kamu tau sendiri kan,dia perempuan yang hiperaktif beda dengan Kakaknya,"ucap Alex.
"Oke,kalau begitu.Tapi soal gaji bagaimana?"Heru khawatir gajinya akan dipangkas karena pekerjaannya jadi lebih santai dari biasanya.
"Apa itu Bos?"Heru memasang wajah serius.
"Jangan coba coba mengencani dia,kecuali dia sudah lulus SMA,"cicit Alex.
"Aku bukan tipe pria yang suka pada daun muda seperti Bos!"sindir Heru pedas.
"Benar kah?Kita lihat saja nanti.Kalau sampai kamu jatuh hati padanya,kamu harus membayar denda kepadaku sebesar lima puluh juta,"Ancam Alex.
"Denda?Bos sedang mengajak aku taruhan?"Heru terheran heran.
"Iya,"sahut Alex pelit.
"Oke.Tapi kalau aku menang,Bos harus memberi aku uang sebesar seratus juta.Deal?"Heru mengajukan sebuah permohonan.
"Oke,deal!"Sahut Alex.Dua pria itu kemudian saling menjabat tangan satu sama lain.
Tanpa sepengetahuan orang lain,Alex berencana menjodohkan Heru dengan adik iparnya itu.Baginya,Heru adalah pria yang tepat untuk menjadi teman sehidup semati Cika.
Alex adalah pria yang setia,penyabar dan pekerja keras.Dia juga pria yang dewasa,smart dan bijak.Pria dengan paket komplit seperti itu sudah sangat langka didunia.Bahkan,sudah hampir punah.
__ADS_1
Setelah Heru pergi,Alex masuk kedalam kamar pribadinya.Dia mendapati Anin tengah tertidur lelap diatas kasur,sementara Laura terus bergerak gerak disisinya.
Alex menggendong gadis kecilnya,mencium dan mengayun lembut sambil menyanyikan sebuah lagu Nina Bobo.Nampak jelas dari raut wajahnya jika Alex sangat menyayangi dan mencintai buah hatinya itu.
Anin membuka mata,dia memperhatikan sekilas keromantisan Alex dengan anak perempuannya.Anin menangis haru,bagaimana bisa dia membenci Alex sementara Laura begitu nyaman berasa didekat pria itu.Sepertinya,Anin harus mengalah demi kebahagiaan buah hatinya.
"Kamu sudah bangun?"Alex menatap wajah lelah Anin.
"Sudah,"sahut Anin malas.
"Mau aku buatkan sesuatu?"Alex menawarkan sebuah jasa.
"Tidak perlu!"Anin menolak begitu saja.
"Jangan begitu,kamu sedang menyusui.Kalau kamu terbangun tengah malam,pasti kamu sedang merasa lapar.Benar bukan?"Tanya Alex.
"Iya,benar."Sahut Anin.
Alex menidurkan putrinya keatas kasur,kemudian berjalan menuju dapur membuat sesuatu untuk istrinya.
"Dia berubah,jadi sedikit lembut dan perhatian,"batin Anin.
Tak lama,Alex kembali.Dia membawa satu gelas susu dan dua potong roti isi.
"Habiskan ini,setelah itu pergi tidur lagi.Biar aku yang menjaga Laura malam ini,"perintah Alex
"Jangan begadang,besok kamu harus pergi ke kantor,"ucap Anin.
"Aku ambil cuti satu minggu,aku ingin membantumu merawat anak kita sampai kamu benar benar pulih kembali,"ucap Alex.
Blus...
Pipi Anin memerah,dia merasa sedang diperlakukan secara istimewa oleh suaminya.Meski dia masih kesal pada Alex,dia tidak menampik kalau hatinya merasa senang mendapat perlakuan manis dari pria itu.
"Apa saya boleh bertanya sesuatu padamu?"Tanya Anin.Dia menatap wajah suaminya lekat lekat.
"Tentu saja boleh,"sahut Alex.
"Kenapa Anda tidak rujuk dengan Inggrid?Bukankah Anda masih mencintainya?"Anin memasang ekspresi wajah serius.
"Aku bukan pria murahan yang bisa dipungut dengan mudah setelah dicampakkan oleh seseorang,"sahut Alex lantang.Seolah,dia sedang menunjukan eksistensinya sebagai pria beharga diri tinggi.
Anin menundukkan wajahnya,dia merasa sedih karena bukan itu jawaban yang ingin dia dengar dari mulut Alex.
"Masih ada satu alasan lagi,"ucap Alex.Anin kembali mengalihkan pandangannya kepada sang suami.
__ADS_1
"Tidak ada wanita yang bisa menggantikan posisimu didalam hatiku,kamu begitu sangat berharga bagiku,"Alex membelai rambut panjang Anin mesra.Kemudian dia mengecup kening perempuan berparas cantik itu.
Bersambung...