
Alex membuka mata,dia tidak melihat keberadaan istrinya di sisinya.Samar samar telinganya mendengar suara Isak tangis seseorang,Alex bangkit dan mencari sumber suara itu.
Alex berjalan menuju kamar mandi,dia melihat Anin tengah terduduk lemas dipojokan sambil memegangi perutnya.Alex panik,dia mendekat pada Anin dan mendekap tubuhnya.
"Kamu kenapa?"Tanya Alex.
"Saya tidak tau,perut saya sakit sekali.Saya tidak bisa berdiri,"sahut Anin sambil menangis.
Alex kembali keranjangnya,dia mengambil sprei untuk membungkus tubuh polos istrinya,setalah dibungkus seperti permen gulali Anin diangkat seperti karung beras.
"Saya mau dibawa pergi kemana?"Tanya Anin.
"Kerumah sakit,"Alex melangkah dengan terburu buru.
Bu Sarah dan Cika yang saat itu melihat mereka langsung berlari menghampiri.
"Kakak kenapa?"Cika khawatir.
"Dia sakit perut,aku akan membawanya kerumah sakit,"sahut Alex.
"Dengan hanya memakai kolor saja?"Cika melihat Alex dari ujung kaki sampai ujung rambut.Sementara Bu Sarah terdiam sambil menahan tawa.
"Aku masih ada baju ganti didalam mobil,"Alex melempar Anin ke kursi belakang mobilnya.
"Ya sudah,hati hati dijalan,"Cika melepas kepergian Alex dan Kakaknya dengan sedikit geli.
Pasangan itu absurd sekali,pergi kerumah sakit yang satu hanya memakai celana kolor dan yang satunya lagi hanya dibalut oleh selembar selimut saja.Mereka tidak hanya akan menjadi bahan tertawaan perawat dan Dokter disana,tapi juga oleh pasien pasien lainya.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Anin terus merengek seperti anak kecil,dia tidak tahan dengan rasa sakit yang menjalar di perut bagian bawahnya.Apa dia mau menstruasi?Tapi biasanya dia tidak merasakan sakit separah ini.
Setelah menempuh perjalan selama tiga puluh menit,Alex dan Anin tiba dirumah sakit.Alex membopong Anin dan membawanya masuk ke IGD,perawat dan Dokter jaga dengan sigap langsung memeriksa kondisi kesehatan Anin.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?"Tanya Alex sambil memakai kaos pendek.
"Dia baik baik saja,hanya sedang hamil muda,"ucap Dokter berkacama itu.
"Apa?Dia hamil?"Alex terkaget kaget.Dia tidak menyangka kalau wanita yang baru beberapa bulan dinikahinya akan hamil secepat itu.
__ADS_1
"Iya,dia sedang hamil.Lain kali kalau berhubungan pelan sedikit,jangan kasar.Karena itu sangat berbahaya bagi janin yang sedang berkembang didalam perutnya,"Dokter memberi nasihat positif untuk Alex.
Dokter yang memeriksa pergi,Alex masih saja berdiri ditempatnya sambil menangis.Sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah,anak yang sangat di idam idamkan olehnya akan segera lahir kemuka bumi ini.Mantan istri dan mantan mertuanya akan tau kalau Alex pria sehat,dia tidak mandul seperti yang pernah mereka tuduhkan.
Sementara itu,diatas ranjang.Anin mematung,dia tidak bisa mengeluarkan kata kata dari mulutnya.Dia hamil?Dia harus senang atau sedih?Harusnya dia merasa senang karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ibu.Tapi dia juga merasa sedih karena itu artinya kebebasannya sebagai seorang wanita muda akan berakhir.
Alex berjalan menghampiri Anin,dia menghujani wanita itu dengan ciuman.Dikening,pipi kanan kiri dan juga pucuk kepala.Alex terlihat sangat bahagia,sampai sampai dia tidak bisa menahan air matanya.
"Kamu dengar kata Dokter tadi kan?Kamu sedang hamil,"ucap Alex dengan tatapan berbinar binar.
"Ya,saya mendengarnya.Selamat ya,sebentar lagi Anda akan menjadi seorang Ayah,"Anin membelai mesra pipi suaminya.
"Untukmu juga sayang,sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ibu.Aku berjanji akan setia kepadamu,akan menjaga dan menyayangi kalian dengan baik."Alex mendekap tubuh istrinya erat erat.Melihat kebahagiaan Alex,kesedihan Anin sirna.Dia merasa beruntung bisa mendapatkan pria baik seperti Alex.
***
Setelah baikan,Alex membawa Anin pulang kerumah.Bu Sarah membantu Anin turun dari mobil dan membantunya berjalan menuju kamarnya.
"Nona sakit apa?"Tanya Bu Sarah.
"Benarkah?"Mata Bu Sarah membulat sempurna.Dia terkejut sekaligus senang mendengar berita itu.
"Benar,"sahut Anin singkat.
"Kalau begitu mulai hari ini saya tidak akan pulang kerumah,saya akan tinggal disini setiap hari untuk menjaga dan merawat Nona,"ucap Bu Sarah.
"Terimakasih atas perhatiannya,Ibu baik sekali,"Anin menggenggam telapak tangan Bu Sarah erat.
Alex memesan banyak makanan via aplikasi pasar online,seperti buah buahan,sayur sayuran,ikan,daging,dan lauk pauk lainya.Tak hanya itu,dia juga membeli banyak susu,roti berbagai jenis,makanan ringan dan jus.
Tak lama,barang belanjaan Alex datang.Bu Sarah terkejut,karena barang belanjaannya sangat banyak seperti mau ada acara hajatan.Untung saja kediaman itu memiliki dua biji kulkas dua pintu,kalau tidak Bu Sarah akan bingung dibuatnya.
"Sebenarnya Tuan tidak perlu belanja makanan sebanyak ini,"Bu Sarah menata beberapa makanan kedalam kulkas.
"Kenapa memangnya?Ibu hamil biasanya akan makan lebih banyak dari sebelumnya,"Alex menatap heran.
"Usia satu sampai empat bulan kehamilan biasanya wanita akan mengalami penurunan nafsu makan karena mual,malah kadang tidak bisa makan sama sekali,"tutur Bu Sarah.
__ADS_1
"Mual tidak mual dia harus tetap makan,kalau tidak aku sendiri yang akan menyuapinya secara paksa,"seloroh Alex asal.
Siang hari,Cika pulang dari sekolah.Dia langsung mencari Kakaknya didalam kamar.Dia khawatir telah terjadi sesuatu pada Anin,karena wanita itu jarang sekali sakit sebelumnya.
"Kakak,"Cika membuka pintu.
"Kamu sudah pulang?Tidak ada les tambahan kah?"Tanya Anin.
"Tidak ada.Bagaimana keadaan Kakak?"Tanya Cika.
"Aku sudah baikan,"Anin menyunggingkan senyum kecil.
"Sebenarnya Kakak sakit apa?"Cika penasaran.
"Aku sedang hamil,"jawab Anin.
"Benarkah?Aaaaaa..."Cika berteriak sambil melompat lompat seperti anak katak.Dia merasa senang karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang Tante dan memiliki keponakan yang lucu.
"Selamat ya,aku ikut senang untukmu.Mulai saat ini Kakak harus menjaga kesehatan dengan baik,"Cika memberi sebuah nasihat untuk Kakak perempuannya.
"Sekarang kamu jadi pandai berbicara,sudah seperti orangtua saja.Belajar dari mana?"Goda Anin.
"Tentu saja belajar dari Kakak."Cika tertawa terbahak bahak.
Alex keluar dari kamar mandi,ternyata pria itu tidak pergi ke kantor seperti dugaan Cika.Langsung saja Cika pamit undur diri pada Kakaknya dan melangkah menuju kamarnya sendiri.
"Senang ya,sekarang jadi banyak yang perhatian padamu,"ucap Alex.Anin hanya menjawab dengan senyuman.
"Ada apa?Apa ada yang sedang kamu pikirkan?"Alex berjalan menghampiri Anin.
"Aku masih penasaran soal kemarin,untuk apa Nona Inggrid mengajak Anda untuk bertemu?"Anin memberanikan diri untuk mengungkapkan pertanyaan yang terus bergelayut di otaknya hampir setiap menit.
"Dia mengajak bertemu untuk memberiku undangan pernikahan,minggu depan dia dan pacarnya akan menikah,"Sahut Alex singkat tapi padat dan jelas.
"Menikah?Dia nekat menikahi pria kasar yang hobi KDRT itu?Apa dia sudah gila?"Batin Anin.
Bersambung...
__ADS_1