
Disebuah apartemen berukuran mini,Cika tengah sibuk mengoleskan masker diwajahnya.Alunan musik pop mengalun merdu,memancing siapa saja yang mendengarnya untuk ikut berdendang ria.
Drrrt...Drrrrrt...
Ponsel Cika bergetar,tanda ada chat masuk dari seseorang.Cika meraih ponselnya dan membaca pesan yang masuk disana.
Kakak Ipar
Heru mengalami kecelakaan mobil dan sekarat.
Plak.....
Ponsel Cika terlepas dari tangan dan jatuh ke lantai.Butiran air mata menetes membasahi pipinya.Hati Cika terasa sakit menerima kabar kalau pria yang dicintainya terkena musibah dan sekarat.
Apa yang harus dia lakukan sekarang?Pulang ke Indonesia dan pindah kuliah disana,agar bisa bertemu dengan pria itu lagi.Pria yang membuatnya patah hati,satu satunya pria yang membuatnya gagal move on dan menderita sepanjang tahun.
Terdengar konyol memang jika pulang dan pindah kuliah ke Indonesia hanya demi seorang pria.Pria yang telah menolak cintanya bahkan setelah mereka berciuman dengan mesra dan bergairah.Tapi inilah cinta,tidak ada kata bodoh dan konyol bagi para penderita sindrom cinta akut.
Dua puluh menit berlalu,Cika mencuci wajahnya dan membersihkan masker yang menempel disana.Setelah itu dia mengemasi semua barang yang ada didalam lemarinya lalu mengumpulkan berkas berkas untuk pindah kuliah disana.
Cika tidak peduli jika Heru menolak kehadirannya lagi,yang penting dia bisa bertemu dengan pria itu dan menghabiskan waktu yang tersisa bersamanya.Bisa saja waktu yang dimiliki Heru sudah tidak lama lagi,kata sekarat benar benar menggambarkan kalau Heru tidak memiliki kesempatan untuk sembuh.
Sementara itu di ruangan pribadinya.
Alex sedang memijit kepalanya yang sakit.Bisa bisanya dia nekat membohongi bocah galak itu agar dia mau pulang ke Negaranya dan menemui Heru.Bisa dibayangkan jika Cika tau tentang kebohongannya,sudah pasti Alex tidak akan selamat dari omelan mulut pedasnya.
Tidak masalah jika dia harus ribut dan bertengkar dengan adik iparnya itu,yang penting Heru bisa segera sembuh dan menjalani hari harinya dengan normal.Sebenarnya Alex tau kalau Heru juga menyukai Cika,hanya saja pria itu terlalu gengsi untuk mengakui dia telah jatuh hati pada bocah bau kencur.
"Heru,aku hanya bisa membantu sampai disini.Sisanya tergantung bagaimana usahamu,"gerutu Alex lirih.
Ceklek,
__ADS_1
Lamunan Alex buyar saat mendengar suara pintu terbuka.Laura berlari kearahnya dan naik ke pangkuannya.
"Ayah,temani aku tidur,"rengek Laura.
"Minta ditemani?Tumben sekali.Apa kamu takut karena habis mimpi buruk?
"Tidak juga.Aku hanya tidak bisa tidur karena memikirkan acara belanja bersama mama besok.Aku memikirkan barang apa saja yang ingin aku beli,makanan apa yang ingin aku coba dan aku harus memakai style apa agar bisa terlihat cantik didepan umum,"
"Astaga,ternyata hanya wajahnya saja yang mirip dengan Anin.Kelakuanya sangat mirip denganku,padahal dia masih kecil,"batin Alex.
Alex menggandeng Laura,dia membawanya masuk kedalam kamar.Sudah malam begini Anin juga pasti sudah tidur,daripada berusaha tidur sambil memeluk guling sambil berguling guling,lebih baik malam ini dia tidur dikamar Laura saja.
Alex membaringkan Laura diatas kasur,dia mengambil sebuah buku dongeng yang berjajar rapih diatas meja belajar anaknya kemudian bersiap untuk membacanya.
"Ayah,aku tidak mau mendengar dongeng malam ini,"celetuk Laura.
"Lalu,kamu mau Ayah bagaimana?"Alex bingung.
"Ha..Ha..Ha..Tidak ada yang menarik dengan cerita pertemuan awal kami.Pasti kamu akan bosan,karena kami tidak pernah akur dan selalu bertengkar,"tutur Alex.
"Masa?Berarti dari dulu sampai sekarang kalian berdua sama saja,tiap hari bertengkar,"sindir Laura halus.
Alex tersenyum,dia mencubit kedua pipi Lauda karena gemas.Bocah berumur empat tahunan itu bertingkah seperti orang dewasa,padahal rasanya baru kemarin dia lolos dari toilet training.Alex jadi tidak mau tidur terlalu lama,dia takut saat bangun tau tau Laura sudah dewasa dan merengek minta dinikahkan.
***
Keesokan harinya.
Laura dan Anin pergi berbelanja kesebuah Mall.Alex tidak ikut bersama mereka karena dia sedang banyak pekerjaan di kantor.Wajah Laura terlihat bahagia,karena sudah lama mereka tidak keluar bersama.
Laura masuk kesebuah toko yang menjual Fashion anak anak dan pernak perniknya.Dia membeli beberapa setel pakaian,sepatu,dan aksesoris seperti bando dan jepitan rambut.
__ADS_1
Dimana mana wanita memang selalu sama,tua atau muda pasti suka berbelanja.Sepertinya wanita memang terlahir untuk menghabiskan uang,sementara pria terlahir untuk menjadi pencari uang.😂✌️
Puas berbelanja,Laura mengajak Aurel ke stand ice cream.Mereka memesan banana ice krim dengan banyak toping diatasnya.Ada meses,permen warna warni,dan lelehan coklat diatasnya.
"Ayah pasti menyesal karena tidak ikut,dia jadi tidak bisa menikmati ice krim seenak ini,"celetuk Laura.
Itulah Laura,dia selalu ingat pada Ayahnya jika menyantap makanan enak.Jika tidak mudah meleleh,Laura akan pesan satu dan membungkusnya untuk sang Ayah tercinta.
Terkadang Anin merasa iri,meski dia yang telah mengandung dan merawatnya dengan baik.Laura jauh lebih dekat dan lebih sayang pada Alex.Mungkin karena Anin terlalu cerewet dan sering memarahinya,sementara Alex selalu memanjakannya.
"Mama sudah menuruti semua mau kamu,jadi kamu harus nurut sama Mama.Kamu harus rajin belajar,jadi anak baik dan tidak boleh nakal pada teman temanmu.Oke?"Ucap Anin.
"Oke."Laura mengedipkan matanya sebelah.
Masa anak anak berjalan sangat singkat,Anin ingin selalu berada disisi Laura dan menghabiskan waktunya untuk bermain bersamanya.Jika sudah besar nanti,Laura akan lebih sering berada diluar rumah,bermain dan belajar bersama teman temanya.
Anin akan kesepian,begitu juga dengan Alex.Kecuali jika mereka berdua memiliki anak lagi.
Tiba tiba terbesit keinginan untuk memiliki anak lagi dibenak Anin.Laura sudah besar,sudah waktunya dia memiliki adik bayi.
"Laura,kalau Mama hamil dan punya adik bayi boleh tidak?"
"Boleh dong,temen teman Laura disekolah juga ada yang punya adik.Malah ada yang punya dua,"
"Kamu maunya adik perempuan atau adik laki laki?"Tanya Anin.
"Kalau bisa adik laki laki saja Ma,Laura tidak mau ada yang mengalahkan pesona dan kecantikan Laura dirumah,sahut Laura dengan ekspresi wajah polosnya.
Mendengar hal itu,Anin tertawa terbahak bahak sampai perutnya terasa kram.Bagaimana bisa anak seusia Laura bisa punya pikiran seperti itu?Dia benar benar persis seperti Ayahnya,selalu ingin terlihat unggul dan menang sendiri.
Bersambung....
__ADS_1