Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 6


__ADS_3

Kamar Hotel XXX


Nuansa kamar pengantin baru begitu terasa saat Anin menginjakan kakinya di dalam kamar.Sekujur tubuhnya tiba tiba merinding membayangkan apa yang akan Tuan Alex lakukan dikamar ini malam ini.


Kata beberapa teman Anin yang sudah menikah,malam pertama adalah malam yang menyeramkan dan menyakitkan.Ada juga salah satu teman Anin yang harus dilarikan kerumah sakit karena mengalami pendarahan pasca melakukan malam pertama dengan suaminya.


"Aku merasa belum siap untuk melakukan itu,apa yang harus aku lakukan sekarang?"Batin Anin.


"Kenapa berdiri mematung disitu?Pergi mandi!"Perintah Alex.Anin mengangguk,dia langsung berlari menuju kamar mandi.


Sepuluh menit,duapuluh menit,setengah jam sampai satu jam berlalu Anin belum juga keluar dari dalam kamar mandi.Alex menunggu dengan hati resah dan gelisah.Dia sudah ingin melakukan unboxing pada wanita yang telah disewanya dengan harga mahal itu,melepaskan hasrat yang sejak tadi sudah meninggi.


"Anin,apa kamu tidur dikamar mandi?"Alex berdiri didepan pintu kamar mandi sambil bertolak pinggang.


Ceklek,,,,


Pintu kamar mandi terbuka,Anin keluar dari dalamnya.Alex memandangi tubuh Anin yang terbalut oleh selembar handuk,matanya melotot seperti mau keluar dari tempatnya.Alex tidak menyangka wanita sederhana itu bisa terlihat begitu menggoda saat kulit tubuh dan rambut panjangnya basah.


"Tuan,tolong beri saya sedikit waktu.Saya belum siap untuk melakukan malam pertama,"Anin merengek.Sekilas wajahnya terlihat sedikit pucat dan takut.


"Tidak mau,aku bukan tipe pria yang mau menunggu apa lagi menunda Nunda sesuatu yang sudah sangat aku inginkan!"


"Tapi Tuan,"


Alex menarik lengan Anin kasar,dia menyeret paksa wanita muda itu dan mendorongnya hingga terjatuh diatas ranjang.Anin menutup kedua matanya saat melihat Alex mulai melucuti pakaian yang dikenakannya saru persatu.


Bukan karena Anin tidak tertarik pada body seksi dan kekar seorang Alex,melainkan dia merasa malu.Anin bahkan belum pernah melihat lawan jenis bertelanjang dada,tapi saat ini Alex malah tampil polos tanpa sehelai benangpun.


Dag...Dig....Dug...


Jantung Anin berdegup kencang.Dia sangat menghawatirkan nasibnya setelah acara malam pertama berlangsung.Akankah Anin bernasib sama dengan sahabatnya yang mengalami pendarahan hebat dan dilarikan kerumah sakit?


Perlahan tapi pasti,Alex mulai melakukan pemanasan.Sensasi geli sekaligus aneh menjalar ditubuh Anin.Anin diam seperti manekin,dia tidak membalas sentuhan dan ciuman yang dilakukan Alex pada tubuhnya.


Tiba dimana Alex mempermainkan pusat buminya dengan tanganya,Anin menjerit.Rasa sakit,geli dan aneh bercampur menjadi satu.

__ADS_1


"Kamu masih gadis?Tidak sia sia aku mengeluarkan uang banyak,"Alex menyeringai seperti seekor harimau lapar yang bertemu dengan mangsanya.


Satu...Dua...Tiga...


Benda kebanggaan milik Alex memaksa masuk kedalam inti bumi milik Anin yang masih rapat.Anin menggigit bibir bawahnya untuk menahan jeritan rasa sakit lolos dari mulutnya.


Anin mencengkram sprei dengan kuat,dia menangis.Dia merasa jijik pada dirinya sendiri yang rela menjual tubuhnya hanya untuk segepok uang.Tapi mau bagaimana lagi?Ini semua sudah menjadi bagian dari garis takdir yang harus dia jalani.


Sementara itu diatas sana Alex asyik bermain,dia nampak sangat menikmati istri yang masih suci itu.Bermain dengan wanita yang masih tersegel memang sensasinya berbeda.Sepertinya Alex tidak akan mudah melupakan malam pertamanya dengan Anin.


Beberapa saat kemudian,aktifitas menyenangkan itu selesai.Alex dan Anin sama sama tertidur karena kelelahan.


***


Pagi hari,Anin membuka mata.Dia merasa sekujur tubuhnya remuk dan pegal.Belum lagi bagian inti buminya,terasa perih juga sakit.


Semalam Alex benar benar seperti orang kesurupan,bermain dengan durasi lama dan melakukanya secara berulang ulang.Anin rasa semalam dia pingsan karena kelelahan bukannya tertidur.


Anin pergi ke kamar mandi,dia membersihkan keringat dan bau badan Alex yang menempel ditubuhnya.Anin syok berat,saat mendapati banyak tanda merah dan memar di sekujur tubuhnya.


"Dasar pria tua menyebalkan!"Maki Anin lirih.


Ditempat kerja,Anin selalu terbayang bayang perlakuan Alex padanya semalam.Hal itu membuatnya melamun dan tidak fokus dalam bekerja.


Merasa ada yang berbeda dengan sikap sahabatnya hari ini,Sari mendekati Anin dan mengajaknya berbicara.


"Kamu kenapa?"Tanya Sari.


"Ah,aku tidak apa apa.Hanya sedang tidak enak badan saja,"Anin berbohong.


"Kenapa di paksakan kerja?Ijin libur saja,"ucap Sari.


"Kamu tau kan aku sedang butuh uang?"


"Iya,aku tau.Tapi kesehatanmu juga jauh lebih penting daripada uang."

__ADS_1


Sari memeluk Anin,dia mencoba untuk memberikan semangat pada sahabat dekatnya itu.Anin merasa sangat beruntung karena bisa memiliki teman yang baik dan perhatian seperti Sari.


Tiba tiba keributan terjadi di toko pakaian itu,para pegawai dan pengunjung wanita berteriak histeris sambil melompat lompat kecil.Anin dan Sari yang penasaran langsung mencari tau penyebab keriuhan kaum hawa itu.


Seorang pria matang berwajah tampan dengan setelan jas serba hitam datang menghampiri Anin.Anin melotot,dia tidak mengira kalau suaminya akan menyusul ketempat kerja.Apa yang harus dia lakukan sekarang?Bersembunyi?Tidak mungkin.Alex sudah terlanjur melihat keberadaanya.


"Sayang,bisa bisanya kamu pergi meninggalkan aku begitu saja setelah puas dengan pelayanan ku semalam,"ceplos Alex.Dia melepas kaca mata yang dikenakannya lalu menatap Anin dengan tatapan genit.


"Pria gila,aku membencimu!"Umpat Anin dalam hati.


"Pelayanan?Anin,bisa kamu jelaskan siapa paman tampan itu?"Tanya Sari.Dia merasa sedikit bingung karena selama ini Anin tidak pernah menjalin hubungan dengan pria manapun,jangankan menjalin hubungan,berteman saja tidak.


"Di...Dia suamiku,"sahut Anin terbata bata.Dia menyunggingkan senyum kecil yang dia keluarkan secara terpaksa untuk menutupi rasa grogi karena tatapan aneh teman teman kerjanya.


"Suami?Kapan kamu menikah?Kenapa aku tidak diundang?"Sari menghujani Anin dengan berbagai pertanyaan dan berharap Anin bisa langsung menjawab semua pertanyaan pertanyaannya itu.


"Ceritanya panjang sekali,lain kali aku akan menceritakan segalanya padamu,"


"Janji?"


"Iya,aku janji."


Anin menyeret Alex keluar toko.Diluar toko wanita itu memarahi Alex habis habisan.Karena kekonyolan Alex,teman teman kerja Anin mengetahui jika Anin sudah menikah secara diam diam dengan seorang paman tampan yang kaya.


Beberapa diantara mereka mungkin berpikir kalau Anin adalah istri kedua atau istri simpanan Alex.Mungkin ada juga yang berpikir kalau Anin mau menikah dengan paman tampan karena uang dan fasilitas mewah yang diberikan oleh suaminya itu.


"Tuan,kenapa Anda datang kemari?"Tanya Anin.


"Aku mau memberimu pelajaran.Salah sendiri keluar Hotel tanpa pamit padaku,"Alex memasang wajah kesal.


"Anda kekanak-kanakan sekali Tuan,tidak sesuai dengan umur Anda yang sudah tua!"Celoteh Anin asal.


"Beraninya kamu mengatai suami sendiri tua!"Alex melebarkan kedua matanya.


"Anda memang sudah tua Tuan,umur Anda bahkan sudah empat puluh tahun."Anin menegaskan sesuatu yang menurut pandanganya benar.

__ADS_1


Kesal dihina oleh istrinya sendiri ditempat umum,Alex membalas perbuatan menyebalkan Anin dengan cara mencium paksa bibir Anin.Kini tak hanya Alex saja yang merasa malu,Anin juga ikut merasakan malu.


Bersambung...


__ADS_2