Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 31


__ADS_3

Satu persatu pakaian yang dikenakan Alex terhempas ke sudut ruangan,kini dia tampil begitu polos seperti bayi baru lahir.


"Apa yang harus saya lakukan sekarang?"Anin menatap bingung.Alex meraih tangan Anin dan meletakkannya diatas busur panah yang sudah meninggi sejak tadi.


"Jika kamu lelah memanjakannya dengan tanganmu,kamu bisa melakukanya dengan yang lain,"ucap Alex lirih.


"Yang lain?Apa maksudnya adalah itu?Ah...Bagaimana ini?Aku belum pernah melakukanya,menggelikan!"gerutu Anin panjang lebar dalam hati.


"Jangan diam saja,cepat gerakan tanganmu,"pinta Alex.Anin segera mengikuti permintaan pria itu karena merasa lelah mendengarkannya terus merengek.


Beberapa waktu kemudian...


Anin berhasil melakukan misinya dengan sukses,Alex terkulai lemah seperti seekor nyamuk yang telah menghirup aroma obat nyamuk bakar.Tak hanya Alex saja yang merasa puas dengan servis seorang Anin,Anin juga telah diservis dengan baik oleh Alex hingga berhasil mencapai puncak gunung Bromo.


Anin mengancingkan beberapa kancing dress nya yang terlepas.Lalu buru buru merapihkan rambut dan mengikatnya ulang.


"Mau kemana?"Tanya Alex.


"Saya mau melihat Laura,sejak tadi dia belum minta menyusu,"sahut Anin.


"Dia sedang tidur,kalau dia lapar pasti akan menangis.Nanti Tina juga akan memanggil kamu.Tetaplah disini,temani aku sebentar lagi,"pinta Alex.Anin hanya diam membisu.


Reaksi yang datar itu memancing Alex untuk kembali menarik lengan Anin dan menjatuhkannya kedalam dekapannya.Kalau sudah begitu,Anin tidak bisa melakukan apapun selain diam.


Ditempat lain...


Cika sedang menyantap semangkuk bakso bersama salah seorang teman baiknya.Matanya terus melirik ke sebrang jalan,dimana mobil Heru terparkir dan mengawasinya dari jauh.


Cika tidak bisa leluasa lagi dalam bergerak,jangan bergerak,bernafas pun harus teratur.Heru pasti akan langsung mengadukannya ke Alex jika melihat dirinya melakukan kesalahan walaupun itu hanya secuil.


"Ngomong ngomong,siapa pria dewasa yang mengantarmu tadi?"Tanya Indri sambil mengunyah sebuah bakso didalam mulutnya.

__ADS_1


"Dia, bodyguard ku,"sahut Cika.


"Keren,bagus juga ternyata punya Ipar kaya.Kalau dapat Bodyguard seperti orang tadi mah aku rela dikawal duapuluh empat jam non stop!"seloroh Indri asal.


"Idih,aku mah tidak genit seperti kamu,"sindir Cika halus.


"Bukan tidak genit,tapi belum genit.Hanya gadis bodoh saja yang tidak tertarik pada pria matang berbodi sebagus itu,"goda Indri.


Cika memalingkan padangan matanya dari mobil Heru ke Indri,lalu ke mobil Heru lagi.


"Yang dikatakan Indri tidak salah,pria itu memang menarik.Jangan sampai aku jatuh hati padanya,aku tidak mau terjebak cinta pria tua seperti Kakakku,"ucap Anin dalam hati.


Bel tanda masuk kelas berdering,Cika dan Indri menyudahi makan mereka dan kembali masuk kedalam kelas.Bagi dua gadis itu,sekolah adalah tempat terbaik nomor dua untuk membuang waktu luang selain nonton drama Korea.Mereka tidak pernah serius dalam belajar,tapi anehnya nilai mereka selalu bagus.


Sepanjang jam pelajaran,Cika diserang rasa ngantuk.Hampir tiap menit dia menguap hingga menitihkan sedikit air mata ditepian matanya.


"Cika,jaga sikapmu.Kalau guru killer itu sampai tau,wajahmu akan dilempar pakai penghapus,"bisik Indri lirih.


***


Bel kembali berdering,waktu belajar mengajar telah usai.Selesai mengucapkan salam,siswa dan siswi berbondong bondong keluar dari kelas mereka.


Tuk..Tuk..Tuk..


Cika mengetuk kaca mobil Heru.Tak lama,pintu bagian belakang mobil otomatis terbuka.Siswa siswi yang melihat pemandangan itu merasa kagum sekaligus iri pada nasib baik yang dimiliki oleh salah seorang temannya itu.


"Mau kemana kita?"Tanya Heru.


"Pulang lah,masa ke diskotik,"sahut Cika sekenanya.


"Tidak ada les atau kursus tambahan?"Tanya Heru lagi.

__ADS_1


"Tidak ada,"sahut Cika pelit.


Didalam mobil,Cika terus memperhatikan Heru diam diam.Dia merasa penasaran,kenapa pria itu masih betah melajang setelah ditinggal wafat oleh istrinya.Apa dia belum bisa move on?Atau karena dia merasa tidak ada wanita lain yang cocok dengan kriterianya?


Sadar sejak tadi selalu diratapi oleh gadis bau kencur itu,Heru memberanikan diri untuk membuka suara dan memecah kesunyian diantara mereka berdua.


"Apa ada yang salah dengan penampilan saya Nona?"Tanya Heru.


"Ah,tidak.Tidak ada yang salah dengan penampilanmu,kamu terlihat tampan..."Cika membekap mulutnya dengan kedua telapak tanganya.Tapi tetap saja,Heru bisa mendengar kalimat yang keluar dari bibir tipis itu.


Heru tersenyum kecil,dia bisa merasakan sikap Cika yang salah tingkah padanya.Perempuan seusia itu memang sedang lucu lucunya,bukan hanya lucu tapi juga menggemaskan.


Sekujur tubuh Cika dilanda panas dingin,dia menggigil seperti sedang sakit tipes.


"Sial! Kenapa aku bisa payah begini di depannya!"batin Cika.


"Terimakasih pujiannya Nona,pujian Anda terlihat tulus ditelinga saya,"goda Heru.


"Jangan pede dulu,aku tidak sedang memuji kamu.Aku hanya sedang berbicara tentang kenyataan saja.."Cika kembali kelepasan berbicara.Dia menampar bibirnya pelan sambil menghentak hentakan kakinya.


"Kenapa mulutku jadi lemes seperti ini!"Batin Cika lagi.


Cika melirik kearah Heru,dia sedang tertawa cekikikan didepan sana.Sementara Cika hanya bisa menundukkan wajahnya karena rasa malu yang menghujam dari segala penjuru.


Tiba dikediaman Alexander.


Cika turun dari mobil,dia langsung berlari kecil menuju kamarnya tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri.Anin yang kebetulan menyaksikan hal itu bertanya tanya dalam hati,apa yang sedang terjadi dengan adik perempuannya itu.Kenapa dia terlihat seperti banteng yang sedang terkena demam cinta?Aneh sekali.


"Bos,saya mau langsung pulang,"pamit Heru pada Alex.


"Oke.Hati hati dijalan,"sahut Alex sambil menimang laura di pangkuannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2