
Puas membuat Anin baper,Alex pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Beberapa menit kemudian,dia keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan selembar handuk saja.
Anin melotot melihat pemandangan indah yang ada didepannya.Walau bukan yang pertama kali,wanita itu tetap saja tidak bisa menahan air liurnya agar tidak menetes.
Otot besar,perut kotak kotak,dan dada yang bidang itu seolah meminta disentuh oleh jemari nakal milik Anin.Sudah lama Anin tidak menghirup aroma tubuh suaminya dari dekat,dia merasa sedikit rindu.Gelegar hasrat dalam jiwanya tiba tiba saja bergejolak karena memikirkan hal itu.
"Ehem..."Anin berdehem sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
Seolah sengaja ingin menggoda kekuatan iman sang istri,Alex dengan sembarangan membuang handuk itu kelantai dan tampil polos.Dia berjalan kesana kemari,berpura pura mencari pakaian didalam lemari.
"Bangkok tua gila!"Maki Anin dalam hati.
"Sayang,tolong carikan celana kolor ku yang warna kuning,yang ada gambar pisangnya,"pinta Alex.
"Seingat saya,Anda tidak memiliki kolor macam itu,"sahut Anin sambil terus memalingkan wajahnya.
"Kamu terlalu lama meninggalkan rumah,makanya lupa.Ayo bantu aku carikan,"paksa Alex.
"Cari saja sendiri,aku mau tidur."Anin naik keatas ranjang dan menutupi wajahnya dengan sebuah bantal berukuran besar.
Keesokan harinya,Anin terbangun dengan pinggang terasa pegal.Ternyata,sebuah lengan berukuran besar telah memeluk pinggangnya semalaman.
Dengan amat hati hati,Anin menyingkirkan tangan itu.Dia tidak mau membangunkan Alex,pria mesum yang kini punya hobi tebar pesona itu.Menyebalkan!
Anin pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,kemudian bergegas pergi ke kamar pribadi Laura.Ternyata Tina baru selesai memandikan putri kecilnya dan bersiap memakaikan baju cantik padanya.
"Nona sudah bangun,"Tina tersenyum kecil.
"Sudah,"sahut Anin singkat.
"Sebaiknya Nona pergi sarapan dulu,baru menyusui Laura,"ucap Tina.
"Iya,baiklah.Terimakasih sudah menjaganya dengan baik,"cicit Anin.
"Jangan berterimakasih padaku Nona,saya dibayar untuk melakukan ini semua,"seloroh Tina.
Diruang makan,Anin dikejutkan dengan Cika yang kembali memakai seragam putih abu abunya.Dia memperhatikan Cika dari bawah keatas,lalu menempelkan telapak tanganya untuk mengetes suhu tubuh gadis muda itu.
__ADS_1
"Kakak,apa apaan sih?"Cika menepis tangan Anin.
"Kamu tidak demam.Tapi kok kamu mau pakai seragam itu lagi?Apa kamu sedang kesurupan?"Celoteh Anin asal.
"Sembarangan! Kalau bicara hati hati,ini semua karena ulah bangkok tua itu!"Ujar Cika kesal.
"Dia memaksamu untuk sekolah lagi?"
"Iya.Dia bilang,dia takut nama baiknya akan tercemar jika punya adik ipar putus sekolah.Menyebalkan bukan?"
"Iya,menyebalkan sekali.Tapi aku rasa kamu harus menuruti kemauan pria br*ngsek itu kalau tidak mau terkurung di gudang selama dua bulan,"Anin menakut nakuti Cika.
"Oh..Ya...Tuhan.Hanya wanita gila saja yang sanggup sehidup semati denganya,"keluh Cika sekenanya.
"Kamu mengatai aku gila?"Anin melotot.
"Ah,tidak.Aku hanya bercanda,"Cika menyunggingkan senyum.
Anin dan Cika menunaikan sarapan pagi bersama.Hari itu Bu Sarah sedang cuti sakit,jadi Cika yang memesan makanan dari aplikasi online.
Selesai sarapan,Cika mencium tangan Kakaknya.Lalu melangkah pergi keluar rumah.Tak disangka,pengawal pribadinya alias Heru sudah ada disana untuk menjemputnya.
"Dia pengawalku.Mulai sekarang Tuan Alex memperlakukan aku seperti tahanan.Mungkin dia takut aku membawa pergi Kakak dan anaknya lagi,"Cika tersenyum masam.
Anin terpaku,ternyata Alex bisa melakukan hal konyol seperti itu hanya karena takut kehilangan dia dan putrinya lagi.Haruskah Anin merasa senang atas perlakuan Alex yang super sweet itu?
***
Pukul 09.00 pagi.Alex terbangun dari tidurnya.Dia mencari keberadaan istrinya yang saat itu tidak terlihat oleh matanya.Ternyata Anin sedang berada di dapur,dia sedang menyiapkan makanan untuknya.Semua makanan yang tadi dipesan oleh Cika telah habis dimakan saat mereka sarapan tadi.
Alex duduk di kursi meja makan dengan anteng dan manis.Anin menyajikan makanan yang telah dimasaknya keatas meja.Ada satu piring nasi liwet,cumi goreng tepung,ikan goreng,sambal dan lalapan.Alex tersenyum kecil,sudah lama dia tidak dilayani seperti oleh istrinya.
Tiba tiba,Alex menarik lengan Anin dan membuatnya terjatuh di pangkuannya.
"Tuan,apa yang Anda lakukan?Bagaimana kalau Tina melihatnya?"Anin berontak.Tapi Alex malah menguncinya dengan kedua tanganya yang super besar.
"Biarkan saja dia lihat,kita kan suami istri,"Alex tertawa geli.
__ADS_1
"Tapi saya malu,lepaskan saya,"Anin berusaha untuk lepas dari cengkraman lengan Alex tapi hasilnya nihi.Semakin dia berontak,semakin Alex menguatkan cengkeramannya.
"Berjanjilah padaku,baru aku akan melepaskan mu,"pinta Alex.Dia mengedipkan matanya sebelah seperti seorang pria muda yang sedang merayu pacarnya.
"Berjanji apa?"Tanya Anin penasaran.
"Berjanjilah kamu akan selalu ada di sisiku dan tidak kabur lagi,"lanjut Alex.
"Itu tergantung bagaimana Anda Tuan,"sahut Anin santai.
"Aku akan memperlakukan kamu dengan baik dan akan selalu setia kepadamu,"ucap Alex dengan ekspresi wajah serius dan nada lemah lembut.
"Janji?"Anin menatap wajah pria itu tanpa berkedip.
"Iya,aku berjanji,"sahut Alex mantap.
"Baiklah,saya tidak akan melarikan diri dari Anda lagi,"ucap Anin lirih.
Cup,,,
Sebuah kecupan manis mendarat di bibir Anin,Anin mendelik kaget.Melihat reaksi sang istri yang sedikit berlebihan itu,Alex malah menghujani wanita itu dengan ciuman bertubi tubi.
Awalnya Anin hanya terdiam,tapi lama kelamaan dia terhanyut dan mengikuti permainan alex.Keduanya melakukan permainan panas itu dengan ritme yang halus dan teratur.Membuat keduanya merasakan sensasi seperti tersengat aliran listrik dan ketagihan satu sama lain.
Anin tersentak,saat merasa di bagian bawah miliknya terasa ada yang bergerak gerak.Rupanya gairah dalam diri Alex bergejolak karena ciuman hot tadi.
"Aku rindu padamu,"Alex menenggelamkan wajahnya di celah leher sang istri.Pria dewasa itu terlihat tidak berdaya kalau n*fsu lelakinya sedang meningkat.
"Saya masih nifas Tuan,dan akan berlangsung cukup lama,"bisik Anin ditelinga Alex.
"Layani aku dengan yang lain,please!"Alex begitu sangat memohon.Tatapan matanya terlihat sendu dan mendayu dayu,pertahanan Anin pun jebol.
"Baiklah,Ayo kita keatas,"ucap Anin malu malu.
Dengan penuh semangat Alex menggendong Anin ala bridal style menuju kamar mereka.Anin memalingkan wajahnya,dia tak kuasa memandang wajah suaminya yang dipenuhi oleh pancaran sinar Hyper itu.
Alex menutup pintu dengan kakinya,dia berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan tubuh Anin diatasnya.
__ADS_1
Bersambung...