
Dengan telaten Alex mengurut pergelangan tangan Anin dengan minyak gosok,baunya memang sedikit menyengat tapi minyak itu memiliki banyak manfaat untuk anggota tubuh yang terkilir.
Wajah Anin terlihat murung,pandanganya matanya kosong.Sebelumnya Alex tidak pernah melihat Anin seperti itu,bahkan sekalipun Alex telah menyiksanya dan memperlakukannya dengan tidak baik.
Anin menangis,dia merasa yang dikatakan Cika benar.Dia baru saja memberi makan adiknya dengan uang haram,apa yang dilakukanya dengan Alex itu sama saja dengan menjual diri.Mana ada pernikahan yang berdiri diatas sebuah perjanjian?Mana ada pernikahan yang menginginkan balasan timbal balik?Tidak ada,mungkin hanya pernikahan Alex dan Anin saja.
"Tuan,tolong lepaskan adik saya.Dia bukan hewan peliharaan yang harus dikurung agar bisa patuh.Kalau Tuan mau,saya bisa menggantikannya,"ucap Anin.Dia menatap pria itu sendu.
"Setulus itu kamu pada adikmu,orang yang tidak pernah menghargai pengorbanan mu walaupun itu hanya sedikit!"Seloroh Alex.
"Semua salah saya Tuan,saya yang selalu menekankan padanya untuk menjadi wanita baik dan memiliki harga diri.Tapi,saya juga yang telah menghancurkan pesan harga diri itu,wajar saja kalau dia kecewa,"Anin membela adiknya dan menyalahkan diri sendiri.
"Apa maksud omongan mu itu?"Alex seolah tidak terima.Wajahnya memerah menahan marah.
"Saya dan wanita yang menjual diri diluar sana tidak ada bedanya,kami sama sama menginginkan uang dan kehidupan yang layak dengan cara..."
"Stop!"Bentak Alex.Dia menghentikan ocehan panjang lebar istrinya.
"Tuan,"Ocehan Anin terhenti lagi saat Alex mengangkat tanganya sebelah.
"Kamu tidak menjual diri,aku menikahi kamu secara sah!"Jelas Alex
"Tapi Anda memberikan saya imbalan lima ratus juta dan Anda akan menceraikan saya setelah saya melahirkan seorang anak untuk Anda,"Tegas Anin.Dia menangis tersedu sedu membuat hati Alex semakin tersayat sayat.
Alex bangkit dari duduknya,dia berjalan menuju lemari mengambil map berisi surat perjanjian kontrak pernikahan lalu merobek surat perjanjian itu hingga menjadi potongan kecil kecil.
"Surat perjanjian itu sudah tidak ada,berhentilah menganggap rendah diri sendiri!"Tegas Alex.
"Kenapa Tuan melakukan hal itu?"Anin menatap dengan tatapan penuh curiga.
"Karena aku,aku...Sudahlah,jangan banyak bertanya!"Alex pergi meninggalkan Anin sendirian didalam kamarnya.
__ADS_1
Alex melarikan diri kedalam ruangan pribadinya,dia berusaha untuk menenangkan diri sendiri.Apa yang baru saja dia lakukan?Kenapa dia bisa melakukan hal itu?Alex diserang oleh beberapa tanda tanya yang dia sendiri tidak bisa menjawabnya.
Bu Sarah mengetuk pintu,lalu masuk kedalam ruangan pribadi Alex.Dia menyunggingkan sebuah senyum kecil pada majikanya yang sedang dilanda gundah dan gulana itu.
Bu Sarah sangat mengerti bagaimana Alex,dia sudah berada disisi Alex sejak Alex masih duduk di bangku TK.Tidak hanya watak dan tabiatnya saja yang dia hafal,kebiasaan baik dan kebiasaan buruknya dia juga sangat hafal.
"Bu,apa sebenarnya sedang terjadi padaku?"Tanya Alex sambil memasang ekspresi lemah.
"Anda sedang jatuh cinta Tuan,"sahut Bu Sarah.
"Jatuh cinta?Pada wanita biasa itu?Tidak mungkin!"Alex mencoba untuk mengabaikan perasaanya.
"Jangan berusaha untuk membohongi diri sendiri Tuan.Semakin Anda mengelak semakin Anda akan terjatuh ke dasar lubang perasaaan dan tidak ada apapun disana kecuali sebuah penyesalan,"ucap Bu Sarah dengan nada penuh dengan keyakinan.
***
Pintu kamar terbuka,Alex dan Anin masuk kedalam kamar Cika.Meskipun gadis itu dikurung,Alex tetap menyediakan makanan dan minuman untuknya.Pria itu tidak tega jika harus memberi hukuman berlebihan kepada gadis yang masih dibawah umur.
"Maafkan Kakak,"ucap Anin.Dia menggenggam telapak tangan Cika erat.
"Berhenti meminta maaf padanya,kamu tidak melakukan kesalahan apapun,"ucap Alex.
Cika menoleh kearah Alex dan menatapnya dengan tatapan sinis.
"Dasar pria tak berperikemanusiaan,bisa bisanya Tuan menikahi seorang wanita hanya untuk dijadikan mesin penghasil anak saja!"Cika memaki Alex habis habisan.
"Apa yang terjadi antara aku dan Kakakmu atas dasar kesepakatan bersama.Jika dia tidak menyetujuinya,aku juga tidak akan memaksanya untuk menikah denganku!"Alex mencoba membela diri.
"Tapi anda sudah memanfaatkan kelemahan orang lain Tuan,seharusnya Anda malu.Anda seorang pria kaya yang berasal dari keluarga terhormat,tapi kelakuan Anda jauh dari kata terhormat!"Cika masih saja berusaha untuk membuat pria kaya itu tersudut.
"Berhenti menyalahkannya Cika,kalau kamu mau menyalahkan seseorang salahkan saja aku!"Anin melindungi suaminya.Pria yang menjadi penyebab kericuhan antara dirinya dan adiknya.
__ADS_1
"Kenapa kakak membela pria brengsek itu?Apa kakak menyukainya?"Tanya Cika asal.
"Iya,aku menyukainya.Kenapa memangnya?Salah?"Tanya Anin balik.Dia melebarkan kedua bola matanya hingga membentuk bulat sempurna.
"Apa Kakak sudah gila?Dia bahkan akan segera menceraikan Kakak setelah Kakak melahirkan,bagaimana bisa Kakak mencintai pria macam itu?"Cika naik darah.
"Aku tidak akan pernah menceraikan Kakakmu,aku sudah merobek surat perjanjiannya kemarin,"sambung Alex.
Cika terdiam,dia memandangi wajah Anin dan Alex secara bergantian.Jadi pada akhirnya dia orang payah itu saling jatuh cinta satu sama lain?Cika melongo,dia benar benar tidak percaya pada apa yang baru saja dia lihat dan dia dengar.
"Kalian tidak sedang menipuku bukan?"Tanya Cika ragu ragu.
"Tidak.Kamu mendengarnya sendiri tadi,Kakakmu mencintaiku dan aku mencintai Kakakmu.Jadi,berhentilah marah marah dan membuat wanitaku tertekan,"Alex merendahkan nada bicaranya.
"Wanita mu?Lebay sekali!"umpat Cika lirih.
Keributan antara Anin,Cika dan Alex berakhir.Tapi masih ada satu keributan yang masih berlangsung didalam batin Anin,keributan yang timbul karena kebodohan dan kecerobohannya sendiri.Bisa bisanya Anin mengakui perasaannya terlebih dahulu pada Alex dan dia melakukanya didepan Cika,benar benar memalukan!
Anin keluar dari kamar Cika,dia melarikan diri dan bersembunyi disebuah ruangan yang dipenuhi oleh alat alat olahraga.
"Aku tidak punya muka lagi untuk menemui bangkok tua itu!"Gerutu Anin sambil mondar mandir seperti setrikaan.Urat malu Anin menegang,jangankan untuk bertemu dengan Alex mendengar derap langkah pria itu saja dia merasa tidak mampu.
"Siapa yang kamu maksud dengan bangkok tua?"Tanya Alex.Pria itu diam diam mengikuti kemana Anin pergi.
"Tentu saja Alex,siapa lagi?"Anin belum sadar kalau yang bertanya kepadanya adalah Alex itu sendiri.
"Beraninya kamu memberiku julukan seburuk itu!"Alex marah.Merasa ada yang aneh Anin menoleh kebelakang,dia mengkerut takut saat mendapati Alex sedang berdiri dibelakangnya sambil melotot.
"Tu...Tuan,sedang apa anda disini?"Tanya Anin terbata bata.Tubuhnya gemetaran seperti sedang tersengat oleh aliran listrik bertegangan tinggi.
Bersambung...
__ADS_1