
Rini terpaksa meng iyakan persyaratan dari anaknya,untuk saat ini yang penting Inggrid tidak keluar dari rumah.Tinggal sebatang kara diusia yang sudah senja sangatlah menyedihkan,dan Rini tidak mau mengalaminya.
Usai bertengkar hebat dengan Inggrid semalam,Rini terlihat sedikit lebih pendiam
Dia berusaha untuk menjaga kelakuan dan kata katanya agar Inggrid percaya kalau dia sudah benar benar berubah.
Jauh di lubuk hati Rini yang paling dalam masih tersimpan sedikit asa untuk kembali mendekatkan Inggrid dengan Theo.Sekali Theo,tetap Theo.Tidak ada pria lain yang dinilai layak oleh Rini untuk menjadi pendamping hidup Inggrid.
Pria bernama lengkap Theodore Latief itu adalah seorang pengusaha kaya,harta kekayaanya tidak bisa dihitung.Dia pemilik Alexandria Hotel yang keberadaanya tersebar hampir di seluruh Negara yang ada didunia ini.
Jika Inggrid menikah dengan Theo,tidak hanya Inggrid saja yang akan merasakan hidup bahagia,serba terjamin dan berlebih.Tapi juga anak dan cucu cucunya kelak.
Selesai makan siang,Inggrid pamit kepada Ibunya untuk pergi ke butik miliknya.Rini merasa senang Inggrid sibuk hari ini,jadi dia bisa mencuri waktu untuk berkunjung kekediaman Theo.Rini belum menjenguk calon menantu kebanggaannya itu setelah dia keluar dari rumah sakit.
Rini pergi dengan menaiki Taxi online,dia datang kerumah Theo tanpa menelfon terlebih dahulu.Rini ingin memberi Theo kejutan dengan membawakan makanan kesukaannya.Semoga dengan cara itu Theo bisa memaafkan kesalahan Inggrid,Rini memang tidak pernah kehabisan cara untuk merayu serta meraih hati seseorang.
Tiba dikediaman Theo,Rini langsung nyelonong masuk tanpa permisi.Langkah kakinya terhenti saat mendengar percakapan rahasia Theo dengan Ayahnya yang bernama Marcel.
"Wanita itu sudah menolak mu,untuk apa kamu masih mati matian mengejarnya bahkan sampai cedera seperti ini?Seperti tidak ada wanita lain saja,"gumam Marcel lirih.
"Wanita lain diluar sana banyak,tapi yang memiliki ketrampilan bagus diatas ranjang hanya dia saja.Dia satu satunya wanita yang bisa membuatku puas,wanita langka seperti itu sayang kalau dilewatkan begitu saja,"ucap Theo tanpa ekspresi wajah berdosa.
"Jadi,kamu mengejar ngejar dia bukan karena cinta melainkan karena ketrampilannya dalam memuaskan hasrat mu?"Marcel memasang wajah terkejut.Dia tak menyangka kalau kelakuan putranya akan separah itu.
"Betul sekali.Lagi pula aku tidak pernah peduli soal cinta,yang aku pedulikan hanyalah bagaimana cara menyenangkan dan menghibur diri sendiri.Termasuk dengan cara itu,"Theo mengedipkan matanya sebelah.Bahkan dalam keadaan cidera saja Theo masih bisa berpikiran kotor.
"Dasar muka mesum!"Maki Marcel sambil menyunggingkan senyum.
"Jangan menghujat ku,Ayah sendiri juga sama kan?"Celetuk Theo.Pasangan anak dan Ayah itu saling mencubit satu sama lain,lalu tertawa lepas bersama.
Marcel menatap Theo dengan seksama,anaknya yang dulu kecil kini telah tumbuh dewasa.Dia memiliki hobi yang sama dengannya,yaitu hobi meniduri perempuan untuk mencari kepuasan semata.Buah memang selalu jatuh tak jauh dari pohonnya.
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui,Rini telah mendengar obrolan bejad mereka.Dalam diam,Rini mengutuk perbuatan dua pria sial*n itu dan berencana untuk membalas dendam.
Berani beraninya dia memandang rendah putri semata wayang Rini,bahkan memperlakukan dia seperti budak ranjangnya.Inggrid begitu sangat berharga baginya,dia berbakat dan smart,dia tidak layak dipandang rendah seperti itu.
"Lihat saja nanti.Setelah kamu menikah dengan Inggrid,aku akan mengambil alih hartamu dengan berbagai cara.Setelah kamu jatuh miskin,kami akan menendang kamu dan Ayahmu yang sembrono itu planet mars,"celoteh Rini dalam hati.
Rini berdehem beberapa kali,Theo dan Marcel menoleh kearahnya.Keduanya langsung menutup mulut rapat rapat,sementara Rini bersikap seolah dia tidak pernah mendengar obrolan menjijikan tadi.
"Tante,"ucap Theo.Dia merasa sangat kaget karena tiba tiba wanita itu sudah ada disana.
"Bagaimana keadaanmu sayang?"Tanya Rini.
"Baik Tante.Kok Tante datang kesini tidak bilang bilang dulu?"Theo memasang wajah penasaran.
"Sengaja,Tante ingin membuat kejutan untukmu,"sahut Rini.
"Hallo Rini,apa kabar?"Sapa Marcel.
"Baik juga.Kok datang sendiri?Inggrid mana?"Marcel menanyakan keberadaan wanita cantik itu.
"Dia tidak bisa ikut,sedang banyak pekerjaan di butik,"ucap Marcel.
"Oh...Begitu."Marcel mengangguk anggukan kepalanya.
Dalam hati,Theo berdoa.Semoga wanita yang ada didepannya tidak mendengar obrolan dirinya dan sang Ayah tadi.Kalau tidak,urusannya akan semakin runyam dan ruwet.Dia tidak hanya akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hati Inggrid,tapi juga kehilangan simpati dari calon mertuanya.
Rini meletakan satu box martabak telur bebek kesukaan Theo diatas meja,pria tampan berparas baby face itu tersenyum lebar.Dia merasa senang atas perhatian yang Rini tujukan padanya.
"Ini untukku?"Tanya Theo.
"Iya.Untuk siapa lagi memangnya?"Rini menyunggingkan senyum lebar.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Nyonya,anda sudah sangat perhatian pada putraku,"celoteh Marcel.
"Tentu saja aku harus perhatian,dia kan calon menantu kesayanganku,"Rini mengatakan pernyataan manis itu tanpa rasa tulus.
Ketulusan dihati Rini untuk seorang Theo sudah hilang setelah mendengar obrolannya dengan sang Ayah tadi.Senyum dan kalimat ramah yang terlontar pun adalah sebuah kepalsuan belaka.
"Bagaimana keadaan kakimu nak?"Rini duduk disisi Theo.Dia memasang wajah khawatir.
"Sudah baikan Bu,tidak seperti kemarin,"sahut Theo.
"Kenapa kamu menuruti kemauan wanita itu untuk balapan?"Rini menceramahi Theo.
"Aku terpancing emosi Bu,aku lupa kalau kemampuan Inggrid dalam berkendara diatas rata rata,"Theo meringis.
"Ya sudah,lain kali jangan diulangi lagi ya?Ibu tidak mau kamu terluka"Rini menepuk pundak kanan Theo pelan.
"Iya Bu,"Theo mengangguk patuh.
"Aku datang kesini untuk mewakili Inggrid minta maaf kepadamu,dia sudah mencelakai kamu secara tidak sengaja,"Rini memasang wajah penuh penyesalan.
"Tidak apa apa Bu,itu semua bukan seratus persen kesalahan Inggrid.Tapin juga kesalahan saya,"ucap Theo.Kalimat itu telah berhasil membuat perut Rini mual,dia tidak menyangka kalau Theo sangat pandai berakting.
"Inggrid bukan wanita jahat,dia begitu karena kecewa pada kita,"
"Aku tau Bu,dia hanya perlu waktu untuk menerima aku kembali.Aku yakin,jauh di lubuk hatinya masih tersimpan cinta untukku."
Tak mau mengganggu kenyamanan Rini dan Theo mengobrol.Marcel memilih pamit pergi meninggalkan mereka berdua.Dia masuk kedalam ruang pribadinya dan mondar mandir seperti setrikaan.
"Apa benar,wanita itu tidak mendengar percakapan kami tadi?"Terlihat jelas ada ragu dan bimbang di wajah Marcel.
"Aku yakin dia mendengarnya.Tapi kenapa dia masih bersikap baik pada kami seolah tidak terjadi apa apa?Apa dia memiliki niat dan tujuan tertentu?"Beberapa pertanyaan muncul dibenak pria tua berjenggot putih itu.Sebuah pertanyaan yang akan bisa dijawab seiring berjalanya waktu.
__ADS_1