Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 45


__ADS_3

Di kantor,Alex senyum senyum sendiri.Dia terbayang pada momen percintaannya dengan Anin semalam.Dia merasa telah berhasil menghidupkan gairah cinta istrinya lagi.Meskipun dia harus melakukan sebuah trik kecil untuk membuat Anin cemburu.


Alex merasa lelah karena sering diabaikan oleh Anin.Dia selalu sibuk dengan urusan Laura,sedikit sedikit Laura,dia lupa dengan suaminya.Selain jarang diperhatikan,Alex juga jarang ditemani tidur.


Dimas masuk kedalam ruangan Alex dan memergoki pria itu sedang senyum sendiri seperti orang gila.


"Ada yang sedang jatuh cinta kah?"Goda Alex.


"Betul,"sahut Alex sambil tertawa.


"Ingat anak istri dirumah ya,"pesan Dimas.


"Apa maksudmu?"Alex sedikit bingung.


"Bukan apa apa,anggap saja ucapan ku tadi hanya angin lalu."


Alex merasa sedikit curiga pada Dimas,pria itu seperti sedang mencurigainya melakukan sesuatu.Mungkinkah Dimas telah membuntutinya secara diam diam?Jangan jangan,Anin sudah mengajaknya bekerja sama.


Dimas memang tidak mengetahui tentang rencana Alex untuk membuat Anin cemburu agar lebih perhatian dan peduli padanya.Mungkinkah Dimas mengira kalau Alex benar benar telah berselingkuh dibelakang Anin?Alex tersenyum sinis,rupanya pria itu masih belum bisa memahami Alex sepenuhnya.


"Oh ya,ini ada berkas yang perlu kamu periksa.Setelah ini,ayo kita pergi menjenguk Heru,"ucap Dimas.


"Menjenguk Heru?Memangnya dia kenapa?"Alex kebingungan.Dia memang sudah lama los kontak dengan Heru,jadi dia tidak tau kabar terkini tentang Heru.


"Dia baru saja mengalami kecelakaan mobil,"jelas Dimas


"Apa?Kapan?"Alex terkaget kaget.


"Kemarin malam,"


"Aku akan segera menyelesaikan berkas ini,setelah itu kita pergi ke rumah sakit,"


"Oke,"


***


Siang berganti sore.Alex telah selesai dengan pekerjaannya.Dia menghampiri Dimas dan mengajaknya pergi kerumah Heru.Keduanya menaiki mobil Alex,mereka menyusuri jalanan Ibu kota yang selalu padat merayap tiap pulang kerja.


Didepan sebuah toko buah,Alex menghentikan mobilnya.Dia meminta Dimas untuk membeli beberapa jenis buah untuk buah tangan.Selesai membeli buah,Dimas masuk kedalam mobil,mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Heru.


Satu jam kemudian,mereka tiba didepan sebuah rumah sederhana tipe 32.Rumah mungil milik Heru yang dia huni seorang diri.


"Tok...Tok...Tok..."

__ADS_1


Alex mengetuk pintu,tak lama seorang pria muda datang membuka pintu.Dia adalah Alif keponakan dari Heru.


"Eh,ada Om Alex dan Om Dimas.Ayo masuk,"Alif menyambut kedatangan sahabat pamannya itu dengan ramah.


Keduanya duduk di sofa,Dimas menaruh buahnya diatas meja ruang tamu.


"Mana Om kamu?Katanya dia baru mengalami kecelakaan?"Alex menanyakan keadaan Heru.


"Tunggu sebentar,aku bawa Om kesini,"Alif masuk kedalam rumah.


Beberapa menit kemudian,Alif keluar sambil mendorong sebuah kursi roda.Heru sedang duduk manis disana.


"Astaga,Heru.Apa yang terjadi padamu?"Alex bangkit mendekati Heru.


"Biasa,sedang terkena apes,"sahut Heru santai.


"Bagaimana keadaanmu saat ini?Tidak parah kan?"Alex merasa cemas dan khawatir.


"Aku sudah baikan,hanya saja kakiku masih sedikit sakit untuk berjalan,"Heru mencoba bersikap tenang agar kedua temanya tidak terlalu khawatir.


"Memangnya apa yang sedang kamu pikirkan?Biasanya kalau bawa mobil kamu selalu berhati hati."Celoteh Dimas.


Pikiran Heru melayang pada kejadian naas malam itu.Dia sedang galau karena rindu pada Cika,dia membayangkan jika dia dan gadis itu bisa bertemu dan bersama lagi.


"Aku sedang rindu pada seorang wanita,"cicit Heru.


Alex terpaku,dia rasa dia tau siapa wanita yang sedang dirindukan oleh sahabat dekatnya itu.Heru pasti rindu pada Cika,haruskah Alex membantu Heru agar bisa bertemu dengan Cika lagi?


***


Alex kembali dari rumah Heru.Dia menceritakan kejadian yang menimpa sahabatnya itu pada Anin.Anin turut prihatin,dia sedikit syok saat Alex berkata Heru kecelakaan karena terus menerus memikirkan Cika.


"Jadi,dia jatuh hati pada bocah nakal itu?"Anin melotot.


"Dia sudah besar,bukan bocah seperti dulu lagi,"seloroh Alex.


"Di mata saya,Cika akan selalu menjadi bocah.Sebenarnya saya berharap dia mendapatkan jodoh yang seumuran,bukan pria tua macam kalian,"Anin mengucapkan harapan terpendamnya.


Alex merasa tersinggung,memangnya apa salahnya menikahi pria tua?Yang tua malah jauh lebih bijak,lebih dewasa dan lebih berpengalaman dalam hal apapun.


"Hey,apa kamu lupa soal pepatah umur itu hanyalah angka,"celoteh Alex.Dia melipat kedua tangannya diperut.


"Tapi tetap saja,yang muda itu jauh lebih enak dijadikan pasangan hidup,"ucap Anin lagi.

__ADS_1


"Jadi,kamu menyesal sudah menikah denganku?"Tanya Alex kesal.


"Tidak juga,saya mencintai Anda.Bagaimana bisa saya menyesal?"Anin menjawabnya dengan malu malu.


Rasanya seperti baru saja menang undian berhadiah,hati Alex senang mendengar pengakuan Anin yang terlihat jujur.Seperti ada taman bunga dihatinya,banyak kupu kupu langka berterbangan disana.


Sudah enam tahun usia pernikahan Alex dan Anin,tapi perasaan cinta dan sayang Alex pada wanita itu tidak pernah berubah.Segalanya masih sama seperti dulu,membara dan bergelora.


Anin tau,Alex sedang terbang tinggi dan melayang keangkasa.Dia mencoba menggoda Alex dengan menjatuhkan mentalnya ke dasar bumi.


"Saya sudah membuat hati Anda senang bukan?"Tanya Anin.


"Iya,lalu?"


"Aku minta uang sepuluh juta,besok aku ingin pergi berbelanja dengan Laura,"


"Kamu memujiku karena ada maunya?"


"Ehem..."


"Wanita memang sangat menyebalkan!"


Alex pergi meninggalkan Anin.Anin tertawa geli sambil menahan rasa ngilu diperutnya.


Bu Sarah tidak sengaja melihat Anin tertawa,sudah lama dia tidak melihat Nona mudanya itu tertawa lepas.Tepatnya setelah kepergian Cika keluar negri.


"Nona,Anda kenapa?Kelihatanya happy sekali,"


"Aku hanya senang bisa membuat Alex marah,wajahnya lucu sekali kalau sedang marah.Seperti wajah anak sapi,"ucap Anin asal.


"Anak sapi?Dasar Nona ini,masa pria setampan itu disamakan dengan sapi,"Bu sarah menggeleng gelengkan kepalanya pelan.


Laura keluar dari kamarnya,dia memeluk Anin erat dan naik pangkuannya.


"Ma,besok jadi belanja ke Mall kan?"Laura menatap dengan penuh harap.


"Jadi dong,Mama sudah minta uang pada Ayahmu,"


"Asyik...Besok Laura mau beli baju baru,mainan baru dan perlengkapan sekolah baru.Bolehkan Ma?"


"Tentu saja boleh.Asal kamu jadi anak baik dan rajin belajar,apapun yang kamu mau pasti akan Mama turuti,"


Anin dan Laura berpelukan satu sama lain.Pemandangan itu membuat Bu Sarah terharu.Dia berdoa dalam diam untuk kebahagiaan dan keharmonisan keluarga kecil majikanya itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2