
Malam itu adalah malam yang membahagiakan bagi Anin.Dia mendapat pesta kejutan dari Alex dan cika sebelum pergi tidur.
Dua orang yang selalu bertengkar itu mendadak akur dan bekerja sama membuat pesta kecil untuk Anin.Diawali dengan Alex yang masuk kedalam kamar sambil membawa sebuah kue ulangtahun,lalu Cika dan Heru menyusul dengan membawa sebuah kado.
Anin terharu,matanya berkaca kaca.Untuk pertama kalinya dalam hidup dia mendapat pesta kejutan dari orang orang disekitarnya.
"Selamat ulangtahun sayang,"ucap Alex.
"Selamat ulangtahun Kakak cantik,"Cika memeluk tubuh Anin dan memberikan sebuah kado untuknya.
"Apa ini?"Tanya Anin.
"Kado untuk Kakak,bukanya besok saja ya.Ini sudah malam,aku tau Kakak sudah mengantuk,"Cika mengedipkan matanya sebelah.
"Oke,"Anin menyunggingkan senyum tipis.
"Kalau yang ini dari Tuan Alex,Saya hanya membawakannya saja,"ucap Heru.
"Terimakasih,"Anin melirik kearah Alex.Pria itu sedang menatapnya sambil tersenyum lebar.Dia senang melihat ekspresi bahagia istrinya.
"Tiup dulu lilinnya,setelah itu baru kamu boleh pergi tidur,"pinta Alex.Dia menyodorkan kue brownies coklat kehadapan Anin.
Alex,Cika dan Heru menyanyikan lagu ulangtahun.Setelah selesai,Anin mengucapkan doa dalam hati dan meniup lilin berbentuk angka 24 tahun tersebut.
Anin memotong kuenya dan membaginya pada Heru,Cika dan Alex.Setelah menghabiskan satu potong kue,Cika dan Heru pamit keluar dari kamar itu.Mereka tidak mau mengganggu momen indah wanita itu,terlebih Alex selalu menatap istrinya dengan tatapan berbinar binar.
"Sepertinya malam ini aku harus mengungsi ke kamar tamu,"celoteh Cika.
"Kenapa memangnya?"Heru memandang Cika dengan tatapan penasaran.
"Kalau sedang asyik,mereka suka lupa daratan.Teriakan dan jeritan mereka bisa terdengar sampai ke kamar tidurku,"tutur Cika dengan wajah polosnya.
"Ha...Ha...Ha...Awas,hati hati.Nanti jadi mupeng loh,"goda Heru.
"Tidak masalah,kalau mupeng tinggal telfon Om Om girang.Aku punya banyak uang jajan dari Kakak Ipar,"seloroh Cika asal.
"Aku mau jadi Om Om sewaan mu,"ucap Heru.
"Aku tidak mau menyewa pria seperti dirimu.Usiamu sudah terlalu tua,aku rasa kamu juga sudah tidak bertenaga,"
"Apa kamu sedang meremehkan aku?"Heru kesal.
"Jangan marah,aku hanya bercanda saja,"Cika terkekeh.
__ADS_1
Heru menarik lengan Cika,mendorongnya ke tembok dan menghimpit gadis muda itu dengan tubuh besarnya.Heru menatap mata Cika intens,gelora asmara tiba tiba muncul diantara keduanya.
Cika berinisiatif meraih tengkuk Heru dan menempelkan bibirnya pada bibir pria itu.Meski awalnya Heru terkejut,pada akhirnya Heru menikmati permainan bibir yang ditawarkan oleh Cika.
Alex keluar kamar,dia hendak menaruh kue ulangtahun kedalam kulkas didapur.Tak disangka,dia melihat pemandangan yang panas.Heru dan Cika sedang asyik bermain perang bibir.
"Ehem...Ehem..."Alex berdehem dengan keras.
Cika reflek mendorong Heru dengan kuat hingga pria itu hendak jatuh tersungkur ke lantai.
"Heru,ini sudah larut.Sebaiknya kamu pulang kerumah,"perintah Alex.
"Iya Bos,"Heru melirik kearah Cika sekilas lalu pergi meninggalkan rumah itu.
"Cika,jaga dirimu baik baik.Ingat,kamu masih duduk di bangku kelas tiga SMA sekarang!"Ucap Alex pada Cika.
Cika tidak merespon ocehan Alex,dia melarikan diri kedalam kamar dan menutup pintu kamarnya rapat rapat.
"Mimpi apa aku semalam,mencium Heru dan dilihat oleh Kakak Ipar.Malunya sampai naik ke ubun ubun,"gerutu Cika lirih.
***
Keesokan harinya,Cika memilih untuk membawa bekal dan menolak ikut sarapan dengan Anin dan Alex.Dia merasa malu untuk berhadapan dengan Kakak Iparnya setelah kejadian semalam.
"Entah lah,sepertinya dia sedang menghindari sesuatu,"sahut Anin.
"Mungkin dia masih malu untuk berhadapan denganku,"sambung Alex.Dia tertawa geli,membuat Bu Sarah dan Anin penasaran.
Sepanjang perjalanan menuju sekolahnya,Cika terdiam.Dia tidak berani melirik kearah Heru meskipun pria itu bersikap biasa saja.
Memalukan sekali baginya mengambil inisiatif untuk mencium seorang pria terlebih dahulu.Apa lagi pria itu adalah seorang duda berumur matang.Mereka juga tidak memiliki hubungan spesial.
Tidak,Heru dulu yang memulainya.Jika saja Heru tidak memandangnya dengan tatapan menggoda seperti itu,Cika mungkin tidak akan mengambil inisiatif untuk menciumnya.
Cika menggigit ujung bibirnya,dia masih bisa merasakan indahnya sentuhan bibir Heru.Manis,seperti permen karet.Pipinya langsung memerah karena mengingat hal itu.
"Ehem,apa semalam Tuan Alex memarahi kamu?"Heru membuka pembicaraan.
"Tidak,dia bahkan tidak berkata apa apa padaku,"sahut Cika berbohong.
"Syukurlah,aku sudah jantungan dibuatnya,"Heru menarik nafas lega.
"Maaf,semalam aku sudah sembarangan mencium kamu,"
__ADS_1
"Tidak perlu meminta maaf,lagi pula aku menyukainya,"
Deg,,,
Jantung Cika berhenti berdetak mendengar ocehan Heru.Dia menyukai ciumanku?Apa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku?Begitu kira kira isi pikiran Cika saat itu.
"Mau mengulangnya lagi?"Heru tertawa kecil.
"Tidak,"
"Loh,kenapa?"Heru penasaran.
"Kamu seperti candu bagiku,sekali mencium aku lupa untuk berhenti.Aku takut kebablasan,bagaimanapun aku masih seorang siswi SMA,"
Heru tercengang mendengar pengakuan Cika yang begitu jujur,dia itu gadis yang polos atau bodoh?Jangan sampai dia bertemu dengan pria hidung belang,kalau tidak tamatlah riwayatnya.
"Apa semalam itu ciuman pertamamu?"Heru bertanya dengan sedikit grogi.
Saat itu Heru bisa merasakan ketegangan dalam diri Cika,dia juga terlihat keteter mengimbangi permainan Heru yang jauh lebih pandai dan berpengalaman.
"Iya,itu ciuman pertamaku,"
"Apa kamu tidak menyesal telah memberikannya padaku?"
"Tentu saja tidak,karena aku menyukaimu,"
Heru melotot,dia merasa sedang ditembak oleh bocah baru kemarin.Bocah manis yang memiliki kelakuan lincah,cerewet dan sedikit galak.Bocah yang belum genap satu bulan dikawal olehnya kesana kemari.
"Jangan menganggap serius perasaanmu itu,karena itu hanyalah cinta monyet.Gadis seusia mu belum pantas untuk menaruh hati pada satu pria,belajarlah dengan rajin dan tekun,"Heru menolak perasaan Cika secara halus.
"Ini bukan cinta monyet.Aku sudah tujuh belas tahun,bukan anak anak lagi.Aku yakin betul kalau ini adalah perasaan cinta yang serius untukmu,"
"Cika..."
"Bilang saja terus terang kalau kamu menolak ku,aku tau aku bukanlah tipe wanita idealmu,"
"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu?Dari mana kamu tau tipe wanita idealku?"
"Dari akun sosmed mu,ada foto mendiang istrimu disana.Juga beberapa wanita yang terlihat dekat denganmu,"
Heru diam,dia kehabisan kata kata.Dia juga bingung mau berkata apa lagi,takut salah bicara dan membuat perasaan Cika semakin memburuk.
Bersambung...
__ADS_1