Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 26


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian...


Dokter menyatakan Anin telah sembuh 100%,cika tersenyum senang dan menarik nafas lega.Usahanya untuk merawat dan menjaga Kakak perempuannya dengan baik akhirnya bisa membuahkan hasil.


Tak hanya Cika,Anin juga merasa senang karena akhirnya dia bisa lepas dari berbagai jenis obat obatan yang selama ini dia konsumsi.Dia juga merasa lelah jika harus mondar mandir kerumah sakit dengan ukuran perut yang sudah cukup besar.Apa lagi bayi yang sedang dikandungnya sangat tidak mau diam,alias hiper aktif.


Anin dan Cika keluar dari rumah sakit,mereka saling bergandengan tangan seolah tidak mau lepas satu sama lain.Tiba tiba rasa lapar mendera Anin,dia mengajaknya untuk mampir kesebuah warung makan yang letaknya tak jauh dari rumah sakit.


Anin memesan ikan bakar,cah kangkung,sambal terasi dan aneka lalapan lainya.Sementara Cika lebih suka memakan oseng cumi mercon dengan pendamping tahu dan tempe.Mereka makan sangat lahap,sampai sampai mereka tidak tau ada seorang pria yang sedang memperhatikan mereka berdua sejak tadi.


Disudut sana,pria itu mengambil ponsel disakunya.Dia menghubungi sebuah nomor untuk menyampaikan sebuah berita besar.


Tut...Tut...Tut...


Suara telfon tersambung.Tak lama,seorang pria mengangkat telfon dan menyapanya.


"Hallo,Heru,"suara Alex terdengar lantang dan menggema dari balik telfon.


"Bos,aku sudah menemukan Nona Anin dan Cika,"bisik Heru lirih.


"Benarkah?Kamu tidak salah lihat kan?"Alex merasa sangat terkejut sekaligus senang.


"Tentu saja tidak,"Heru mencoba menghilangkan keraguan sang Bos padanya.


"Mereka ada dimana?"Tanya Alex.Dia mengambil sebuah pulpen dan selembar kertas untuk mencatat alamat tempat Anin dan Cika ditemukan.


"Mereka ada di Desa Cisumur,kecamatan Gandrung Mangu,Jawa Tengah,"sahut Heru.


"Bagus.Awasi terus mereka,jangan sampai lepas!"Perintah Alex.

__ADS_1


"Oke.Tapi,Bos tidak akan lupa dengan janji Bos padaku bukan?"Heru menagih janji sang Bos padanya.


"Tentu saja tidak,aku akan segera mentransfer uang seratus juta kerekeningmu.Aku juga akan menghadiahi kamu sebuah ruko yang bisa kamu gunakan untuk membuka usaha,"ucap Alex.


"Terimakasih Bos,senang bekerja pada Anda."Heru mematikan telfon.Dia memotret dua wanita itu diam diam lalu mengirimkannya ke nomor Alex.


Didalam kantornya.


Alex terus memandangi foto Anin.Dia terlihat lebih gemuk dan lebih segar dari sebelumnya.Tak hanya itu,perutnya juga sudah sangat besar.Kalau dia tidak salah perhitungan,bulan ini usia kehamilan Anin sudah menginjak sembilan bulan.


Ternyata Cika benar,membawa Anin menjauh darinya bisa membuatnya cepat sembuh.Bahkan dia terlihat lebih bahagia dan ceria dibanding saat masih hidup bersamanya.Ada rasa sesak dihati Alex,dia merasa gagal menjadi seorang suami dan Ayah yang baik untuk calon anaknya.


Alex tak sabar ingin segera bertemu dengan Anin,dia ingin mengatakan kalau dia telah 100% move on dari mantan istrinya terdahulu.Kini dihati Alex hanya ada dirinya,tidak ada orang lain.


Alex ingin menjemput sang istri dan membawanya kembali kerumah,bagaimanapun mereka berdua belum bercerai.Mereka hanya terpisah karena kelakuan konyol Cika yang membawanya lari dari rumah.Kelakuan yang membuat Alex sadar kalau Anin adalah segalanya baginya.


"Cika,awas saja kalau kita bertemu besok.Aku akan memberimu sebuah hukuman yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu,"gerutu Alex kesal.Dia mengepalkan kedua telapak tanganya dan meninju meja berulang ulang.


Heru membuntuti aktifitas Cika,kemanapun gadis itu pergi dia selalu mengikutinya secara diam diam.Mulai dari pergi ke pasar,belanja untuk keperluan warung,sampai pergi ke salon kecantikan untuk merawat diri.


Sosok Cika yang tangguh dan selalu ceria telah menyita perhatian Heru.Pria yang baru menyandang status duda beberapa bulan lalu karena sang Istri meninggal dunia.Bocah ingusan itu berbeda dengan gadis seusianya,dia terlihat mandiri dan pekerja keras.Terlepas dari bakatnya membuat kesal sang Kakak Ipar karena membawa pergi istri tercintanya.


Di suatu gang sempit,tiba tiba Cika dipepet dua orang preman.Mereka meminta sejumlah uang kepada Cika,gadis itu menolak kemauan sang preman hingga membuat mereka kesal.


Salah satu dari preman tersebut hendak menampar wajah Cika,tapi ditahan oleh Heru yang tiba tiba datang dari arah belakang.


"Siapa kamu?"Tanya salah satu preman itu kasar.


"Kamu nanya siapa aku?Kamu nanya?Ya sudah,aku kasih tau ya.Aku adalah Ultraman kesiangan.Beraninya malak perempuan,cemen!"Maki Heru dengan nada setengah bercanda.

__ADS_1


Cika menepi,dia tau kalau sebentar lagi akan terjadi sebuah perkelahian sengit diantara mereka bertiga.Dua preman mengeroyok satu Ultraman kesiangan,apa pria kocak itu bisa mengalahkan mereka tanpa terluka sedikitpun?Cika jadi sedikit khawatir.


Salah satu preman hendak menendang Heru,yang satu lagi hendak meninju.Tapi Heru dengan cepat menangkis serangan preman preman itu,bahkan menghajar mereka hingga babak belur.


Merasa kalah kuat,dua pria sangar itu melarikan diri.Cika merasa lega karena pria asing yang menolongnya tidak terluka.


"Om baik baik saja kan?"Tanya Cika.


"Aku baik baik saja,"sahut Heru sambil mengatur nafasnya yang tersengal.


Saat masih SMA,Heru suka sekali ikut tawuran dan berkelahi.Dia tidak pernah merasa lelah,sakit dan lain sebagainya.Tapi kini?Baru berkelahi sebentar saja dia sudah kehabisan nafas seperti orang yang mau sekarat.Umur memang tidak bisa dibohongi.Semakin tua seseorang akan semakin berkurang juga tenaga dan staminanya.


Cika memperhatikan Heru dari atas sampai bawah,tampan,seksi tapi sudah berumur.Sepertinya dia pernah melihat pria itu,tapi dimana ya?Cika mencoba mengingat ingat.


"Gawat,jangan jangan dia sedang mencoba mengingat ingat aku?Aku harus segera kabur dari sini,"batin Heru.


"Maaf,aku pergi dulu.Hati hati dijalan ya,"ucap Heru.Setelah itu dia melangkah dengan cepat menjauhi Cika,menembus kerumunan orang diujung gang dan menghilang.


"Pria yang aneh!"Gumam Cika.Dia melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah kontrakannya.


Tiba dirumah kontrakan,Cika dimarahi oleh Anin.Dia pulang terlambat dan membuat wanita berperut besar itu merasa khawatir.


"Cika,lain kali kalau pergi jangan lupa waktu!"Oceh Anin kesal.


"Maaf Kak,Cika nyalon dulu tadi.Biar makin cantik dan glowing,"Cika meringis.Dia menunjukan gigi giginya yang berjajar rapih dan berwarna putih bersih.


"Tapi tetap saja,kamu harus mengabari Kakak kalau pulang terlambat.Jadi,Kakak tidak khawatir padamu,"Anin kembali memarahi Cika.


"Iya,maaf.Lain kali,aku tidak akan pulang terlambat lagi."Cika mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya secara bersamaan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2