
"Kamu masih ingat Silvi kan?"Tanya Soni.
"Silvi adik kelas kita yang populer karena punya muka baby face itu?"Anin lupa lupa ingat.
"Iya,betul.Sekarang dia kerja disalah satu WO ternama,kemarin dia bilang padaku katanya kamu sudah menikah dengan sugar Dady.Apa betul?"Soni memandang Anin dengan tatapan penuh selidik.Rupanya Silvi ada disana saat pernikahan Anin dan Alex berlangsung,tapi Anin tidak menyadarinya.
Jantung Anin seolah berhenti berdetak,darahnya berhenti mengalir dan tubuhnya menjadi lemas tak bertenaga.Anin berusaha keras menyembunyikan pernikahannya dengan Tuan Alex dari orang lain,tapi ternyata usahanya itu sia sia.
Memang benar istilah sepandai pandainya tupai melompat,pasti akan terjatuh jua.Apa yang harus Anin lakukan sekarang?Haruskan dia berkata jujur?Mau berbohong pun percuma,Soni bukanlah orang yang mudah dibohongi begitu saja.
"Iya,betul.Aku sudah menikah dengan Tuan Alex,"sahut Anin dengan senyum kecil.
"Bagaimana ceritanya kamu bisa kenal dengan pria kaya yang terkenal itu?"Kamu kan hanya seorang pegawai toko biasa,"Soni menyindir pedas.
"Kalau dipikir pakai nalar memang sulit diterima ya,wanita biasa seperti aku kok bisa menikah dengan pria tampan dan mapan seperti Tuan Alex.Tapi siapa yang bisa menolak takdir Tuhan?Semua karena campur tangan-Nya."Anin membungkam mulut lemes pria itu dalam sekali libas.
Soni sedikit terkejut,wanita yang dulu selalu diam jika dibully oleh teman temanya sekarang sudah bisa melawan.Ternyata Anin yang sekarang sudah banyak berubah,tidak lagi polos dan pendiam seperti dulu.
Sebenarnya Soni menyukai Anin sejak lama,tapi dia merasa sulit untuk mendekati wanita itu karena Anin selalu menutup diri dari lingkungan sekitarnya.Soni hanya bisa menarik perhatian Anin dengan cara membuatnya kesal saja,makanya Soni sering mencari gara gara sampai Anin naik darah.
Tapi kini Anin sudah dipersunting oleh orang lain.Jangankan menaruh perasaan padanya,menatap terlalu lama pun Soni tak berani.Dia takut dihajar oleh Tuan Alex,pria itu terlalu berkuasa untuk dijadikan saingan cintanya.
"Sudah ya,aku benar benar sedang sibuk.Lain kali aku akan kesini lagi dengan suamiku,"pamit Anin.
"Oke,aku tunggu kedatangan kalian."Sahut Soni sambil menyunggingkan senyum masam.
Soni terus memperhatikan Anin dari jauh,sampai tubuh wanita cantik itu hilang ditelan tikungan jalan.Andai saja nyali Soni tidak ciut,andai saja waktu itu dia berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan hati Anin.Mungkin saat ini pujaan hatinya itu sudah menjadi miliknya,bukanya menjadi milik pria lain.
Disepanjang jalan menuju rumah,Anin menggerutu.Dia kesal karena rahasianya terbongkar,sebentar lagi pasti Anin akan viral dikalangan mantan teman teman sekolahnya.Apa lagi Silvi dan Soni doyan sekali menyebar gosip dan membumbuinya dengan hal hal baru agar terdengar lebih menarik.
__ADS_1
***
Tiba dirumah,Anin langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa.Dia memijit kepalanya yang sedikit pusing karena memikirkan nama baiknya yang tercoreng.Anindira,gadis polos dan pendiam disekolah telah menjadi istri dari seorang paman tua yang kaya raya.Benar benar tidak lucu!
Baru membayangkannya saja sudah membuat kepala pusing,apa lagi kalau berita itu benar benar menyebar?Mungkin Anin akan terkena step atau struk ringan.
Bu Sarah datang menghampiri Anin,dia menyodorkan sebuah paper bag kepadanya.
"Apa itu Bu?"Tanya Anin penasaran.
"Gaun pesta,Tuan meminta anda untuk memakainya malam ini.Pukul 19.00 Tuan akan menjemput Nona dan mengajak Nona untuk menghadiri suatu acara,"sahut Bu Sarah.
"Tolong katakan pada Tuan Alex saya tidak mau ikut ke pesta,saya sedang tidak mood!"ucap Anin santai.
"Tuan Alex berpesan pada saya untuk mengurung Nona di gudang belakang rumah selama tujuh hari tujuh malam jika Nona menolak perintahnya,"tutur Bu sarah lantang.
"Apa?Dasar pria tua menyebalkan!"Teriak Anin kesal.Anin meraih paper bag itu,dia langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintu.
Siang berganti malam,Anin bergegas mandi dan mengenakan gaun yang telah dipersiapkan oleh suaminya.Gaun itu berwarna pink,dengan bagian dada agak terbuka dan bagian bawahnya lumayan mini.Anin tersentak,pria itu benar benar menginginkannya memakai gaun seksi dihadapan orang lain.
Sebenarnya acara apa yang akan mereka datangi?Apakah acara itu sangat penting baginya?Sampai sampai dia ingin Anin tampil perfek dan mempesona disana.
"Sudah lah,pakai saja.Daripada aku dikurung di gudang tujuh hari tujuh malam,"gerutu Anin lirih.
Selesai memakai gaun yang ternyata sangat pas dengan tubuhnya,Anin merias wajahnya dengan make up sedikit tebal.Make up itu tidak hanya membuat Anin terlihat lebih cantik,tapi juga terlihat lebih menarik dari sebelumnya.
Untung saja Anin biasa melihat tutorial make up di YouTube,jadi dia bisa menggunakan kemampuan meriasnya yang minim itu disaat darurat seperti sekarang ini.
"Rambutku ini bagusnya diapakan ya?"Anin berputar putar didepan cermin.
__ADS_1
"Digerai saja,aku suka rambutmu digerai,"Alex tiba tiba muncul dari balik pintu.
Anin tersipu,baru kali ini dia mendengar pria itu mengatakan suka pada salah satu anggota tubuhnya.
"Sebenarnya Tuan mau mengajak saya pergi kemana?"Tanya Anin.
"Jangan banyak bertanya,tinggal ikuti aku saja!"sahut Alex dingin.
Anin mengepalkan kedua tangannya karena kesal pada sikap Alex,tapi dia tidak berani mengucapkannya secara langsung.Seketika Anin merasa bingung pada dirinya sendiri,kenapa dia begitu lemah dan tak berdaya jika berhadapan dengan Alex.Sementara saat bersama Soni tadi Anin berani melakukan apapun semaunya.
Alex membuka lemari,dia mengganti pakaiannya dengan setelan jas yang warnanya senada dengan gaun Anin.
"Astaga,kami akan memakai pakaian couple?"Batin Anin.
"Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?"Tanya Alex.
"Emh...Saya hanya merasa sedikit aneh saja kalau kita memakai pakaian couple,"ceplos Anin.
"Aneh kenapa?Semua pasangan diluar sana pasti juga pernah memakai pakaian couple agar terlihat lebih romantis,"celetuk Alex.
Anin membulatkan kedua matanya,dia membuka mulutnya sedikit lebar hingga membentuk huruf O dengan sempurna.Seorang pria galak seperti Alex ingin tampil romantis dengan pasangannya didepan publik?Seketika Anin tertawa geli.
Merasa tidak suka ditertawakan oleh Anin,Alex melangkah mendekati wanita itu dan menghimpit tubuh rampingnya ke tembok.
"Kamu berani mentertawakan aku?"Alex meluncurkan tatapan tajam.Anin menggigit bibir bawahnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya pelan.
Cup,,
Sebuah ciuman mendarat di kening Anin,meski sesaat ciuman itu meresap kedalam hati hingga membuat sekujur tubuhnya menghangat.Kelakuan Alex kali ini benar benar membuatnya salah tingkah.Tapi,kenapa tiba tiba Alex bersikap manis padanya?Padahal semalam mereka berdua baru saja bertengkar hebat.Anin tiba tiba dilanda kebingungan yang mendalam.
__ADS_1
Bersambung...