Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 37


__ADS_3

Inggrid turun dari mobil,tiba tiba seseorang menarik tangannya dari belakang dan memeluknya.Orang itu ternyata Theo,mantan kekasihnya.Pria menyebalkan yang paling tidak ingin dia temui didunia saat ini.


Inggrid berontak,tapi Theo malah memeluk semakin erat.Dia sangat rindu pada hangat kulit Inggrid,dia rindu pada bau parfum lokal yang biasa Inggrid pakai.Theo enggan melepaskan pelukan itu sampai akhirnya Inggrid mengamuk dan menginjak jempol kakinya.


"Awh..."Theo melompat kesakitan.


"Apa yang kamu lakukan!"Keluh Theo.


"Jangan sembarangan memelukku,"Inggrid marah marah sambil mengacungkan jari telunjuknya ke wajah pria itu.


"Memangnya kenapa?Aku pacarmu?"Theo memasang wajah tak bersalah.


"Pacar?Kita sudah putus,jangan berharap aku masih mau menjadi pacarmu!"Ucap Inggrid kasar.


"Tapi aku tidak mau putus sayang,"Theo memohon dengan penuh putus asa.


"Sayang?Jangan panggil aku dengan sebutan menjijikan itu.Terlebih,setelah kamu menghabiskan malam dengan wanita lain,"ceplos Inggrid.


"Apa maksudmu?Aku tidak tau!"Theo berpura pura bingung.


"Jangan berpura pura bodoh,malam itu aku ada disana dan melihat semuanya.Pria menjijikan!"Maki Inggrid.


Inggrid masuk kedalam rumah,Theo mengejarnya dan Rini muncul untuk menahannya.


"Apa yang aku dengar itu benar Theo?"Rini berpura pura tidak tau.


"Ah,tidak Tante.Dia hanya sedang salah paham saja,"Kilah Theo.


"Salah paham?"Rini menatap penuh selidik.


"Iya,salah paham.Mana mungkin aku tidur dengan wanita lain apa lagi sembarang wanita,"Theo meringis.


Ada rasa benci membuncah dihati Rini.Bagaimana bisa pria itu tertawa sambil menyembunyikan kebusukkanya.Apa dia itu manusia normal?Atau jangan jangan dia menderita gangguan jiwa?Rini benar benar menyesal karena telah memintanya untuk menjadi menantunya.


"Tante,tolong sampaikan pada Inggrid.Apa yang dia lihat kemarin malam itu hanya salah paham semata,aku bisa menjelaskan semuanya,"


"Anaku terlalu pintar untuk dibodohi Theo.Jadi,berpikirlah matang matang sebelum membodohi dirinya,"ucap Rini dengan nada setengah meledek.

__ADS_1


"Tante juga tidak percaya padaku?"Theo kesal.


"Bagaimana ya,Tante sendiri juga bingung,"ucap Rini.


Theo bisa merasakan sikap Rini yang berubah kepadanya,tak lagi hangat dan mendukungnya seperti dulu.Pasti ada hal yang membuat Rini berubah dan Theo merasa perlu untuk mencari tahu.


"Nak,sebaiknya kamu pulang dulu ya.Nanti gampang kalau Inggrid sudah tenang,kamu datang ke sini lagi,"usir Rini secara halus.Senyum manis di bibirnya menutupi rasa benci dan kesal dihati Rini kepada Theo.


"Baiklah,aku pulang dulu.Besok aku kesini lagi,"Theo menuruti permintaan dari Rini.


Percuma juga mengejar ngejar inggrid saat dia sedang marah,wanita itu tidak akan mau menemuinya apa lagi diajak berbicara.Untuk saat ini,mengalah adalah jalan yang terbaik.


Theo masuk kedalam mobilnya,dia pergi meninggalkan rumah Inggrid dengan kecepatan sedang.Sementara itu Rini terus berdiri didepan pintu rumahnya,sampai mobil uang ditumpangi oleh The hilang ditelan pertigaan jalan.


Didalam kamarnya,Inggrid terus menggerutu.Dia kesal karena mantan pacarnya belum juga lelah mengejar ngejar dirinya.Inggrid merasa frustasi,dia bingung harus bagaimana agar pria itu berhenti mengganggu hidupnya.


Ditengah kekesalannya,Inggrid teringat pada Alex dan Anin.Hidup mereka yang terlihat bahagia dan damai membuat Inggrid iri.Kalau saja Ibunya dan Theo tidak bekerja sama untuk menghancurkan rumah tangganya dengan Alex,mungkin dia yang sedang berbahagia dengan Alex saat ini bukan Anin.


Nasi sudah menjadi bubur,tidak akan mungkin waktu bisa diulang kembali.Kini tinggallah Inggrid meratapi kebodohan dan perbuatan buruknya sendiri.


Rini membuka pintu dan nyelonong masuk kedalam kamar Inggrid tanpa permisi.


"Sudah,baru saja,"sahut Rini.


"Apa Ibu yang sudah mengundangnya datang kerumah ini?"Indri menuduh sang Ibu.


"Ibu tidak mengundangnya,malah Ibu baru tau dia ada dihalaman rumah saat kamu datang tadi,"kilah Rini.


"Pria itu,makin hari makin meresahkan saja!"Umpat Inggrid kesal.


Melihat putrinya kesusahan karena Theo,Rini jadi merasa bersalah.Bagaimanapun,Rini yang telah mengenalkan Theo kepada putrinya.Rini juga yang sudah mengompori Inggrid untuk menjalin hubungan dengan Theo.


"Maafkan Ibu,semua karena kecerobohan dan kebodohan Ibu,"Rini menundukkan wajahnya.


"Sudahlah Bu,jangan bahas soal masa lalu lagi,"Inggrid melarang Rini untuk mengorek luka lama.


Inggrid mengalihkan pandangan matanya keluar jendela,memperhatikan daun daun kering yang gugur dan jatuh dari atas pohon.Hidupnya saat ini sama dengan daun kering itu,tidak ada makna dan artinya lagi.

__ADS_1


Tinggal menunggu angin datang menyapu dan menghempaskan dia pergi.Benar benar menyedihkan.


"Kenapa wajahmu sedih seperti itu?Apa karena Theo?"Tanya Rini penasaran.


"Tidak,bukan karena dia,"sahut Inggrid.


"Lalu,karena siapa?"Rini meminta kejelasan dari putri semata wayangnya itu.


"Aku sedih karena Alex dan istrinya sudah memiliki anak,"tutur Inggrid.


"Kamu cemburu?Apa kamu masih menyukai pria itu?"Tanya Rini terus terang.


"Aku tidak cemburu,hanya sedikit kesal saja.Mereka sudah berbahagia,tapi hidupku masih seperti ini saja.Tidak ada perubahan,"gerutu Inggrid lirih.


Rini menghampiri Inggrid,dia memeluk dan membelai rambut Inggrid pelan.


"Sabar ya,suatu saat nanti kamu juga pasti bisa bahagia sama seperti mereka,"ucap Rini.


Jujur saja,Rini merasa kesal saat mendengar hidup Alex dan istrinya bahagia.Rini sangat membenci Alex,dia berharap hidup pria itu jatuh dan terpuruk.Tapi yang terjadi malah sebaliknya.


Sepertinya alam tidak merestui niat buruk Rini kepada Alex.Kini imbasnya dia dan putrinya yang sedang merasakannya sendiri.Rini tau hukum karma itu ada,tapi dia tidak menyangka kalau karma akan datang secepat itu.


"Nak,kamu mau tidak Ibu kenalkan dengan putra dari teman lama Ibu?"Tanya Rini.


"Tidak mau,"tolak Inggrid mentah mentah.


"Loh,kenapa memangnya?Bertemu saja belum sudah menolak,"gerutu Rini.


"Aku trauma menjalin cinta dengan pria pilihan Ibu,aku takut Ibu salah pilih pria lagi,"celoteh Inggrid.


Rini menarik nafas berat.Dia memang pernah melakukan kesalahan,tapi dia tidak mungkin mau melakukan kesalahan yang sama.Kali ini Rini akan sangat berhati hati memilih pasangan untuk Inggrid.Selain babat,bibit,bebet dan bobot yang jelas,kepribadian pria itu juga harus jelas.


"Ibu tidak mungkin menjerumuskan kamu ke lobang gelap yang sama untuk kedua kalinya.Jadi,bertemu saja dulu,jangan langsung menolak seperti itu ya,"pinta Rini.


"Tidak mau Bu,biar aku mencari calon suamiku sendiri,"ucap Inggrid.


"Ya sudah,terserah kamu saja,"Rini pasrah dengan keputusan putri semata wayangnya itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2