
ketika kecil ning chen merupakan putri dari prajurit kerajaan yang telah tiada dimedan perang, sebelum perang ayahnya menitipkanya pada raja kerajaan Song Quai agar jika ia kalah dari perang dia tidak perlu khawatir pada putrinya ning chen.
" salam yang mulia raja, hamba datang ke sini untuk meminta pertolongan kesini" ucap ayah ning chen yang merupakan perajurit kerajaan Song Quai " apa yang bisa saya bantu " ucap baginda raja " saya mohon agar anda menerima putri saya jikalah saya kalah di medan perang " ucap ayah ning chen " kau telah banyak berjasa kepada kerajaan ini, sebagai balasan saya, saya menerima permintaan anda" ucap baginda raja " terima kasih yang mulia raja, jika begitu saya ijin pamit undur diri" ucap ayah ning chen sembari merasa senang.
__ADS_1
ketika ayah ning chen berada dirumah dia memberitahu kepada ning chen bahwa " nak, besok ayah akan pergi jauh, besok ayah akan mengantarkanmu ke kerajaan " ucap ayah ning chen dengan lembut " tidak, aku ingin pergi dengan ayah besok aku tidak ingin ke kerajaan " ucap ning chen kecil sembari teriak " tidak na, kau tidak boleh ikut dengan ayah karena ayah akan pergi jauh" ucap ayah ning chen " berapa lama ayah akan pergi, ayah tidak sayang chen lagi, ayah jahat, ayah jahat" ucap ning chen sambil menangis " tidak chen, ayah sayang chen, ayah hanya ingin chen baik baik saja " ucap ayah chen dengan penuh prihatin " ayah jahat, ayah jahat huhuhu..." ucap chen sambil menangis dan berlari ke kamarnya.
keesokan harinya ayah chen membawa ning chen menuju ke istana, namun chen terus menolak, jadi dia membujuk chen " chen, ayah janji jika ayah pulang ayah akan membawa hadiah yang banyak " " janji ya ayah " ucap ning chen " ayah janji, baiklah ayo kita pergi"
__ADS_1
di istana dia memperkenalkan putrinya ning chen kepada raja kerajaan Song Quai, " yang mulia raja, ini adalah putriku ning chen " ucap ayah ning chen " halo paman raja " ucao chen. " halo nak , pelayan bawa ning chen keliling istana " ucap baginda raja. " baik yang mulia, mari nona" ucap pelayan itu.
ketika che melihat jendela chen melihat ada anak laki laki yang sedang berlatih di taman belakang istana " siapa kakak laki laki itu, aku lihat kesana " ucap ning chen sambil menuju ke taman belakang. " siapa di sana " ucap anak laki-laki itu. " a..aku, halo kakak aku ning chen, aku ingin berteman dengan kakak" ucap ning chen. " pergi dari sini " ucap anak laki-laki itu dengan tatapan dingin. " aku, aku ingin berteman dengan kakak. aku, aku tidak punya teman" ucap ning chen. " pergi sekarang " ucap anak laki laki itu sambil marah. " baiklah " ucap chen sambi bersedih, ia lalu pergi ke kamarnya.
__ADS_1
hari kehari berlalu ning chen terus menerus menunggu ayahnya " ayah kapan kau pulang, aku rindu ayah, disini aku tidak memiliki teman, aku rindu ayah huhuhu..." ucap ning chen sambil menangis, tiba tiba seorang pelayan datang mengajak chen bermain, "permisi nona" ucap pelayan itu. " ada apa kakak ?" tanya chen. " yang mulia meminta saya untuk menemani nona " jawab pelayan itu. " tidak, aku tidak ingin pergi bermain dengan kakak, aku hanya ingin bermain dengan temanku " ucap chen. " siapa teman nona, biar kakak ajak teman nona untuk bermain dengan nona?" tanya pelayan itu.
" tidak, aku tidak punya teman, lebih baik aku disini, kakak boleh pergi " ucap chen. "baik nona" ucap pelayan itu sambil berjalan pergi
__ADS_1