Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 44


__ADS_3

"Sayang, kenapa wajah kamu semakin lama semakin cantik saja sih? sangat berbeda dengan istriku di rumah. Sudahlah wajahnya buruk rupa, garang kali sama Mas!" kata Jean memuji kecantikan Tasya sambil membelai pili Tasya.


"Kamu bisa saja Mas," sahut Tasya.


Sebenarnya Tasya sendiri merasa jijik dengan pria tua yang ada di sampingnya. Namun dia tak mampu lepas darinya.


"Mas, kapan kamu lepasin aku? Kamu gak takut sama istri kamu?" tanya Tasya dengan gelisah.


Jean mendorong bahu Tasya yang tadinya di peluknya. Dia tidak suka Tasya menanyakan hal itu kepadanya.


"Kamu jangan bertanya itu lagi, aku gak akan lepasin kamu sampai aku puas. Lagipula uang 3M sudah kamu terima, jadi kamu tidak boleh kemana-mana," ujar Jean dengan nada tinggi.


'Sial, dikiranya gue barang bekas apa sama ni aki-aki,' batin Tasya kesal.


"Kalau aku kembalikan uang 3M nya gimana Mas? Mas cari saja wanita cantik lainnya?"


Tasya mencoba untuk melakukan negosiasi dengan Jean. Dia berharap Jean akan menerima negosiasinya.


"Tidak perlu! saat ini aku tidak memerlukan uang!" sahut Jean dengan tegas.


"Ya sudah kalau begitu aku akan mengadu kepada istri kamu Mas. Kamu pikir aku takut buat ngadu? kalau kita ketahuan kebayang gak hidup kamu akan semiskin apa?" ujar Tasya meluapkan emosinya yang menggebu-gebu.


Tasya mendorong tubuh Jean dan berhasil terlepas dari pelukannya. Dia kemudian mencoba untuk melarikan diri meskipun dia tahu keberhasilan dia kabur dari jean hanya 1% saja .


"Kamu jangan macam-macam ya!" kata Jean mencegah Tasya membuka pintu hotel.


Dia berhasil menangkap tangan Tasya yang sudah hampir sampai di pintu hotel. Sungguh miris nasib Tasya, dia mencoba melakukan pelarian diri namun tetap gagal dan gagal lagi.


"Lepasin aku!"


Tasya mencoba terlepas dari seretan Jean yang mengarahkannya ke atas ranjang. Tasya tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, sebuah tindakan yang menjijikkan dari pria tua yang berhasil menindih tubuhnya.


Tasya berusaha mendorong pria tersebut dengan sekuat tenaga, dan akhirnya dia memiliki cara. Dia menendang bagian pria yang seharusnya tidak boleh di tendang. Alhasil Jean meringis kesakitan sambil memegang bagian yang di tendang.


Tasya berhasil kabur, namun tetap di kejar oleh Jean. Jean tidak mampu mencegah Tasya kabur, bagian yang di tendang oleh Tasya masih terasa amat sakit.


Meskipun begitu Jean kembali ke kamarnya dan menelepon Tasya. Namun Tasya tak kunjung mengangkatnya. Jean pun mengirimi sebuah pesan berupa ancaman. Dia yakin setelah Tasya membaca isi pesannya dia akan kembali.


Jean duduk dengan santai di atas ranjangnya dengan selimut yang menutupi kakinya. Masih sangat sakit sehingga dia tidak berani bergerak terlalu bebas.


Beberapa menit setelah mengirim pesan, Tasya datang kembali ke kamar hotelnya. Jean tersenyum saat melihat Tasya datang kembali padanya. Memang ancaman Jean tidak bisa di remehkan.


"Tasya kamu kelihatannya sangat takut. Setelah ini apa kamu masih berani melarikan diri?" tanya Jean dengan sombongnya.


"Tuan, tolong lepaskan saya dan hapus video vulgar yang ada di handphone kamu! saya akan memberikan apapun yang Tuan mau asal Tuan mau melepaskan saya!" pinta Tasya kepada Jean.


"Oke! kalau begitu kembalikan uang saya dua kali lipat. Saya beri waktu 1 minggu untuk kamu mengembalikannya," ujar Jean.


Tasya terkejut mendengar persyaratan dari Jean. Namun keinginannya untuk terlepas dari pria tua ini sangatlah kuat. Akhirnya dia memutuskan untuk menyetujuinya.


"Kalau kamu tidak mengembalikan dalam waktu satu minggu, kamu akan menjadi milikku selamanya!" ujar Jean sambil tertawa horor.


'Dalam waktu satu minggu, dapat darimana gue uang 6M? tapi kalau gue tetap di sini iihhh ogah banget deh!' batin Tasya.


"Dan awas saja kamu berani kabur, aku akan sebar video kamu di internet!" kata Jean memberikan sebuah ancaman untuk Tasya.


"Saya akan lunasi semuanya, tapi selama satu minggu ini kamu tidak boleh menghubungi saya ataupun mengajak saya bertemu!" kata Tasya.

__ADS_1


"Oke deal!" ujar Jean setuju.


Setelah mendapat kesepakatan, Tasya keluar dari kamar tersebut. Dia berharap Jean akan menepati janjinya meskipun dirinya sendiri belum tentu mampu menepati janjinya.


Sepulang dari hotel, Tasya kembali ke rumah dan meminta uang kepada ayah dan Ibunya sebesar 6M. Tentu saja hal itu membuat Tino dan Amanda selaku orang tua Tasya merasa terkejut dengan permintaan anaknya.


Mereka sendiri tidak bisa memenuhi permintaan Tasya. Bahkan Tasya tak mengatakan apapun untuk apa uang tersebut.


"Cuma 6M apa susahnya sih Yah? toh juga warisan yang Mama tinggalkan masih ada kan? perhiasan Mama masih ada kan?" ujar Tasya yang kekeh dengan permintaannya.


"Warisan yang mana? Mama kamu gak ninggalin warisan untuk kita!" ujar Tino membentak putrinya.


"Alah bohong! kalau tidak kenapa wanita itu memiliki kalung di lehernya?" tanya Tasya tanpa menghiraukan sopan santun.


"Itu karena Mama Amanda membawanya sendiir dan di berikan oleh orang tuanya saat menikah dengan Ayah!" kata Tino menjelaskan.


Tasya tidak percaya, dia bergegas menuju ke kamar orang tuanya dan membuka semua laci lemarinya. Tasya menemukan sebuah kotak, setelah dia membukanya beberapa tumpukan perhiasan terlihat sangat mahal.


"Kamu jangan sentuh barang Mama Amanda, Tasya!" bentak Tino.


Namun Tasya tak menghiraukannya, dia masih terpesona dengan perhiasan yang ada di dalam kotak tersebut.


"Kenapa? barang dia juga barang ku kan? dia boleh merebut Ayah dari mama dan juga aku. Lalu kenapa aku tidak boleh memiliki apa yang dia miliki?" tungkas Tasya sambil melirik ke arah Amanda.


"Tapi itu peninggalan Nenek kamu Tasya, Ibu saja tidak berani memakainya karena takut hilang!" kata Amanda dengan wajah yang memelas.


Amanda berharap Tasya tidak berniat untuk menjualnya.


"Nenek? aku tidak memiliki seorang nenek dari keluargamu. Lagipula apa kamu peduli dengan perasaanku ketika kamu mengambil Ayahku? tidak kan?. Lalu untuk apa aku peduli dengan perasaanmu?"


Tasya memegang pipi kanan bekas tamparan dari Tino. Dia melempar semua perhiasannya ke lantai beserta dengan kotaknya.


"Ambil semua! Ambil! Tasya tidak butuh itu semua dan Tasya tidak butuh seorang Ayah yang tidak berperasaan!" kata Tasya lalu berjalan pergi keluar rumah.


"Tasya! jangan kurang ajar kamu! kalau kamu berani keluar dari rumah ini, jangan harap kamu kembali lagi!" kata Tino.


Tasya berhenti sejenak kemudian membalikkan badannya dan menghampiri Tino dan Amanda. Tino merasa lega sementara karena Tasya tidak jadi pergi.


"Ayah tahu kamu masih sayang sama Ayah, kamu tidak mungkin pergi meninggalkan Ayah!" kata Tino meraih tangan Tasya.


Namun tidak seperti yang di bayangkan, Tasya justru menampar balik Amanda dengan tamparan yang begitu keras. Bahkan lebih keras dari tamparan Tino untuknya.


"Ini tamparan dari tangisan Ibuku di surga!" kata Tasya setelah menampar Amanda satu kali.


"Ini tamparan untuk kamu yang sudah merebut Ayah dari aku dan Ibu!" tamparan kedua melayang di wajah Amanda.


"Dan ini tamparan untuk "Rumah" yang kamu rampas!" tamparan ketiga melayang di pipi Amanda.


"Tasya cukup!" bentak Tino kepada anaknya.


Dia tidak mampu berkata-kata lagi, dia telah memelihara anak yang durhaka.


"Belum cukup Ayah! aku akan kembali nanti untuk membalaskan dendamku dan dendam Ibu!" kata Tasya lalu pergi dari hadapan Amanda dan Tino.


Tino menghampiri Amanda yang meringis kesakitan karena mendapat tamparan dari Tasya. Tino berkali-kali meminta maaf atas perlakuan Tasya terhadap Amanda. Tino benar-benar tidak enak hati terhadap Amanda.


"Sudah Yah, mungkin Tasya masih belum bisa menerima keberadaan ku!" kata Amanda yang masih bisa mengerti Tasya.

__ADS_1


"Besok kamu tolong bawa perhiasan ini ke toko Mas ya Yah," kata Amanda sambil memegang pipinya.


"Tidak! Tasya sudah memperlakukan kamu seperti itu, kamu tidak perlu bersabar lagi dengannya. Dia sudah keterlaluan!" sahut Tino.


"Tidak Mas, siapa tahu dengan aku membantu keuangannya dia bisa baik sama aku," ucap Amanda dengan penuh harap.


"Tapi kita sendiri tidak tahu uangnya akan di gunakan apa?" kata Tini yang masih terus menolak permintaan Amanda.


"Meskipun kita tidak tahu untuk apa, kita juga tidak tahu Tasya memiliki masalah seperti apa di luaran sana. Semenjak ada aku dia tidak memiliki tempat untuk bercerita. Dia benar aku telah merampas "rumah" yang dia miliki. Aku bahkan tidak mempertimbangkan perasaannya," kata Amanda penuh penyesalan.


"Amanda ini bukan salahmu. Kita menikah karena kita sama-sama suka, dan ini salahku karena tidak mampu mendidik Tasya dengan baik,".


Setelah lama berdiskusi dan berdebat, akhirnya Tino setuju untuk menjual perhiasan yang di miliki Amanda. Walaupun dia tidak tega, namun permintaan istrinya tidak mungkin dia tolak. Tino juga berfikir hal yang sama, kebaikan akan di balas dengan kebaikan juga. Meskipun saat ini Tasya sangat membenci Amanda, dia berharap saat Tasya tahu pengorbanan Amanda, Tasya akan berubah dan menerima keberadaan Amanda di rumah ini.


...****************...


Di sisi lain Tasya masih sangat bingung mencari uang kemana. Dia berjalan dengan banyak pikiran yang ada dalam 0taknya.


Tasya tak sengaja menabrak seorang pria dengan tubuh tinggi dan wajah yang ganteng. Penampilannya juga keren, lelaki dengan tampilan mewah itu seketika membuat Tasya jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Maaf, maaf! aku tidak sengaja!" ucap Tasya pada pria tersebut.


"Bawa dia ke apartemen! aku cukup menyukainya!" ujar pria tersebut kepada bawahannya yang berdiri di belakangnya.


Bawahannya mulai menyeret Tasya bagaikan barang. Tentu saja Tasya tidak menolak, dia sudah terpikat dengan pria tersebut dan pria yang tidak di ketahui namanya sudah terpikat dengannya.


Sesampainya di sebuah apartemen yang sangat besar nan mewah, Tasya di bawa ke kamar pria tersebut. Para bawahannya di usirnya untuk keluar dari kamarnya.


"Aku cukup menyukaimu! bermainlah denganku sampai aku bosan!" ujar pria tersebut.


"Mari kita bikin kesepakatan!" tawar Tasya.


Meskipun dia menyukai pria tersebut, namun Tasya tidak mau di nikmati secara cuma-cuma.


"Oh apa itu?" tanya Pria tersebut penasaran.


"Beri aku 6M! aku akan menemanimu sampai kamu merasa bosan!"


"Kamu melawak ya? walaupun aku tertarik denganmu, tapi untuk uang 6M meskipun aku bisa dengan mudah mengeluarkannya rasanya tidak sepadan dengan kualitasmu," kata pria tersebut memandang remeh Tasya.


"Lagipula wanita model seperti kamu pasti sudah banyak pria di luaran sana yang sudah menikmatinya!" lanjut pria tersebut.


"Tapi aku memerlukan uang itu! kalau kamu tidak memberinya dalam satu minggu, aku tidak bisa kamu nikmati," kata Tasya tanpa tahu malu.


"Arhhh! dasar merepotkan! Lalu kamu mau apa? kamu sudah berada di kamarku, aku bisa melakukan apapun yang aku mau," kata Pria tersebut mendekatkan wajahnya ke arah Tasya.


"Tapi berhubung aku tidak suka barang gratisan, aku akan membayar mu dengan uang seharga 3M!" ujar Pria tersebut.


"Tidak! aku tidak menerima itu! aku mau 6M!" kata Tasya yang kekeh dengan pendiriannya.


"Heh! kamu sadar diri lah! harga mu ini tidak ada sampai 3M. Aku mau memberi mu uang seharga 3M saja sudah cukup bersyukur!" ujar pria tersebut yang semakin bersikap kurang ajar dengan Tasya.


"Aku mohon! Kalau kamu memberikan aku uang 6M aku akan melakukan apapun. Semuanya akan menjadi milikku, asal aku terlepas dari pria tua itu!" kata Tasya memohon kepada pria asing yang baru saja dia temui.


"Oke! berhubung aku baik hati. Tapi kamu harus memberikan pelayanan yang baik," ujar Pria tersebut menyetujui permintaan Tasya.


Tasya pun menyetujuinya, intinya apapun akan dia lakukan selama itu bisa melepaskan dirinya dari masalah.

__ADS_1


__ADS_2