Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 53


__ADS_3

Di sisi lain, Naila juga datang di tempat yang sama dengan Angkasa. Erni baru saja selesai bekerja dan merasakan perutnya yang lapar. Akhirnya Naila mengajaknya ke sebuah restauran yang dimana tempat Angkasa makan bersama Angelina.


Naila duduk yang tidak jauh dari tempat duduk Angkasa, namun dia tidak melihat Angkasa. Naila dan Erni hanya fokus memesan makanan dalam sebuah menu.


Sedangkan Kelvin yang telah sadar keberadaan mereka berdua mengirimkan sebuah pesan kepada Angkasa. Dia mengatakan jika Naila berada di pojok kirinya Angkasa.


Angkasa menjadi panik, dia segera menoleh ke samping kiri dan benar saja Naila ada di sana.


"Ma, kita tukeran tempat duduk gimana?" tanya Angkasa dengan wajah yang ketakutan.


"Kenapa? Mama sudah makan setengah loh. Masa pindah-pindah sih," ucap Almira.


"Plis Ma, aki gak nyaman duduk di sini," kata Angkasa.


Posisi duduk Almira adalah posisi yang bagus bagi Angaksa karena posisinya membelakangi Naila. Jadi meskipun Naila melirik ke arah mejanya, Naila tidak dapat melihat wajahnya.


Sedangkan Almira telah salah sangka, dia mengira Putranya mencari alasan agar bisa duduk di samping Angelina.


Jadi Almira pun bersedia pindah tempat duduk demi menciptakan suasana romantis mereka berdua.


"Sudah, kamu jangan pindah-pindah lagi!" kata Almira kepada Angkasa.


"Iya Ma, makasih!" sahut Angkasa.


Angelina yang kini duduk di antara Kelvin dan Angkasa sesekali melirik ke arah Angkasa. Dia memiliki pikiran yang sama dengan Almira, dalam hatinya sudah sangat senang karena mengira kalau Angkasa masih menyukainya.


"Angkasa kamu ternyata wangi juga ya! pasti ada banyak wanita yang mengejar mu!" kata Angelina mencari perhatian.


"Enggak juga!" sahut Angkasa dingin.


"Kira-kira type wanita yang kamu suka itu seperti apa Angkasa?" tanya Angelina lagi.


"Dia baik, tidak sombong, memiliki senyuman yang manis dan juga imut!" kata Angkasa sambil membayangkan wajah Naila.


Namun dengan rasa percaya diri Angelina yang begitu tinggi, dia merasa type yang di sebutkan oleh Angkasa adalah dirinya. Makin percaya dirilah Angelina bahwa Angkasa mencintainya.


Setelah selesai menikmati makanannya, Angkasa buru-buru mengajak Mamanya pergi dari restauran itu dengan alasan tidak nyaman. Mereka lalu pergi ke sebuah tempat untuk memperkenalkan negara E kepada Angelina.


Sedangkan Naila baru saja menyantap makanannya. Sesekali sambil ngobrol dengan Erni.

__ADS_1


"Nai, aku mau cerita sama kamu," kata Erni tiba-tiba.


"Cerita aja!" sahut Naila yang masih menyantap makanannya.


"Aku sepertinya suka sama Kelvin," ucap Erni.


"Uhuk, uhuk!"


Naila tersedak ketika mendengar bahwa Erni menyukai Kelvin. Dengan cepat dia minum air yang di berikan oleh Erni.


"Sorry, sorry!" kata Naila merasa bersalah kepada Erni.


"Iya gak apa Nai,"


"Bentar, uhuk! maksud kamu, Kelvin temannya Angkasa?" tanya Naila yang masih belum mencerna semua kalimat Erni.


Erni menjawabnya dengan anggukan ragu-ragu.


"Ini pertama kalinya aku suka cowok, dan aku gak tahu harus gimana," ucap Erni yang tampak bingung.


"Terus Kelvin sendiri gimana?" tanya Naila.


"What?? Aku aja yang udah jadian sama Angkasa belum sampai di tahap itu Er," kata Naila yang dikejutkan kembali oleh Erni.


"Tapi itu secara tiba-tiba saja. Bukan atas kemauan kami!" kata Erni dengan cepat menjelaskan, agar Naila tak berfikir aneh-aneh.


"Dan itu ciuman pertama kamu?"


Erni menjawabnya dengan anggukan lagi.


"Kamu harus kejar Erni. Jangan kasih dia enaknya saja, itu first kiss kamu loh!" kata Naila yang memang type orang yang menjaga first kiss-nya.


"Aku juga mikir gitu, tapi gimana nanti kalau Kelvin gak suka aku? atau mungkin dia cuma khilaf saja malam itu?" ucap Erni yang tampak ragu.


"Ya coba saja dulu! kan gak ada salahnya kita suka sama seseorang lalu di tolak," kata Naila meyakinkan Erni.


Namun Erni menolak, dia belum berani mengambil resiko yang menurutnya sangat memalukan dirinya sendiri.


"Emang kamu gak lihat ada tanda-tanda dari Kelvin?" tanya Naila.

__ADS_1


Erni menggelengkan kepalanya, dia hanya bercerita kalau kemarin dia sempat jalan berdua bersama Kelvin. Namun dia masih tidak percaya dia menganggap juka itu semua hanya hubungan pertemanan dan tidak lebih.


"Mau aku bantu gak?"


Naila menawarkan dirinya untuk menjadi mak comblang di antara mereka berdua karena saking gregetan. Bagaimana tidak? dari semua cerita Erni, Naila bisa menebak jika Kelvin memiliki perasaan kepada Erni.


Namun Erni tak dapat melihat itu karena rasa percaya dirinya yang sangat rendah.


"Gak ah, malu aku!" tolak Erni.


"Ya udah! kalau gitu abaikan saja first kiss nya. Lagipula kan menurutmu first kiss itu gak penting," kata Naila yang mulai memanas-manasi Erni.


"Bagaimana mungkin itu tidak penting, aku hanya malu jika terlalu memperlihatkan pengejaran aku kepada Kelvin!" ujar Erni dengan nada yang sedikit tinggi.


Naila tertawa saat melihat raut wajah Erni yang sangat malu.


"Ma-maaf," ucap Erni dengan pelan.


"Aku bantu, di jamin tidak akan kelihatan!" kata Naila.


"Caranya?" tanya Erni yang begitu penasaran.


"Tentu saja harus bekerjasama dengan Angkasa. Selain itu kalau kamu tidak ingin dia tahu kalau kamu menyukainya, kamu harus bersikap biasa saja dan jangan grogi.


Untuk mengetes apakah dia menyukaimu, coba saja kamu jalan atau upload foto selfie dengan pria lain. Kalau dia marah atau mempertanyakan itu artinya dia sedang menyelidiki siapa pria itu," kata Naila memberikan beberapa tips untuk Erni.


Erni hanya mengangguk, dia akan mencoba cara yang di berikan oleh Naila.


"Ya udah kamu bisa tenang sekarang. Serahkan semuanya padaku, kamu tinggal melakukan apa yang aku katakan. Dengan begitu semua pasti akan berjalan dengan lancar," kata Naila dengan penuh yakin.


"Baiklah Bos!" ucap Erni sambil memberikan hormat kepada Naila.


Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk melanjutkan untuk sisa makanan yang ditinggal ngobrol.


Erni yang nafsu makannya sudah menghilang karena rasa yang bercampur aduk memutuskan untuk pergi ke toilet.


Dia ingin menenangkan dirinya karena merasa sangat degdegan. Terlebih lagi saat ini dia mencintai seorang pria, perasaan yang belum pernah dia rasakan selalu muncul.


"Sangat asing, tapi setidaknya aku tahu bagaimana rasanya ketika jatuh cinta. Cinta pertama ku justru untuk pria yang bernama Kelvin, entahlah bagaimana dengan Kelvin. Apakah dia mencintaiku juga? atau justru mencintai wanita lain?" ucap Erni sambil bercermin di toilet.

__ADS_1


Detik berikutnya tampak dia mengusap wajahnya secara kasar karena malu sendiri saat membayangkan dirinya dengan Kelvin. Baginya perasaan yang terus menerus bermunculan ini sangat asing.


__ADS_2