Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 30


__ADS_3

Dua bulan berikutnya, Angkasa dan Naila semakin dekat. Angkasa telah berhasil membuat Naila mempercayainya sepenuhnya. Namun Angkasa belum mengungkapkan identitas aslinya kepada Naila.


Saat ini Naila dan Erni sedang pergi berlibur ke negara Y. Mereka berangkat pagi-pagi sekali dan memesan sebuah hotel di sana.


"Aku akan tidur dengan Erni, kamu tidak apa-apa bukan sendiri di sini?" tanya Naila.


"Gak masalah! sebentar lagi temanku datang kok!" kata Angkasa.


Naila bahkan belum tahu kalau Angkasa memiliki seorang teman ke negara Y.


'Apakah itu seorang wanita?' batin Naila.


Tak lama setelah di bicarakan, teman yang di maksud oleh Angkasa datang.


"Kenalin ini Kelvin, sahabat aku!" ucap Angkasa memperkenalkan Kelvin yang sebenarnya itu adalah asistennya di kantor.


Perjalanannya ke negara Y juga bukan sekedar berlibur namun ada hal yang ingin di urus masalah bisnisnya.


"Kenapa dia tidak berangkat bareng kita saja tadi?" tanya Naila.


"Dia ada urusan jadi tidak bisa berangkat bareng. Kalau tidak ada hal lain aku sama dia masuk dulu ya!" kata Angkasa buru-buru membawa Kelvin masuk ke dalam kamar.


"Bos kenapa saya harus menyamar menjadi teman Bos? padahal saya asisten Bos di sini!" tanya Kelvin penasaran.


"Kamu lakukan saja tugasmu, jangan terlalu penasaran dengan hal yang bukan tugasmu!" kata Angkasa dingin.


"Baik Bos!" sahut Kelvin.


"Libur kampus aku sengaja mengajak Naila liburan ke sini sekaligus agar aku bisa menjalankan bisnis kembali!. Apa menurutmu Naila tidak akan memiliki rasa curiga?" tanya Angkasa kepada Kelvin.


"Kemungkinan tidak! saya akan berusaha menyembunyikan identitas Tuan Angkasa jika seperti itu!" kata Kelvin.


Tok!Tok!Tok!


Seseorang mengetuk pintu kamar Angkasa, dia segera membukanya. Terlihat Naila dan Erni berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Ada apa Erni?" tanya Angkasa.


"Aku sama Erni sudah selesai membereskan kamar kami, dan sekarang kami akan pergi ke tempat makan. Apa kamu mau ikut?" tanya Angkasa.


"Tentu saja!" sahut Angkasa.


Mereka berempat pergi ke sebuah restaurant yang ada di kota Y. Angkasa sangat mengenal kota Y membuat Naila penasaran dengan kehidupannya. Karena tidak mungkin Angkasa ke sini sekali ini saja.


"Kamu banyak tahu ya tentang negara ini," ucap Naila berbasa-basi.


"Tentu saja Angkasa tahu! dia beberapa kali pernah berlibur ke sini," sahut Kelvin.


Angkasa menyogok siku Kelvin, namun Kelvin memberitahunya tetap tenang karena dia tahu pertanyaaan yang akan di lempar oleh Naila.


"Beberapa rumor tersebar di kampus kalau kamu anak orang miskin. Tapi setelah tahu itu sepertinya rumor yang beredar itu palsu!" ucap Naila.


"Rumor itu benar. Angkasa sering ke sini bersama dengan Ayahku, jadi dia tahu banyak hal. Ayahku dulu sering mengajaknya dalam perjalanan bisnis bersama denganku," ucap Kelvin.


"Benar yang di katakan Kelvin, bahkan liburan kali ini semua di biayai oleh orang tuanya Kelvin," imbuh Angkasa.


"Oh ya? baik sekali ayahmu Kelvin," puji Naila.


Beberapa menit kemudian di saat Naila sedang asik mengobrol dengan sahabat-sahabatnya, dia tak sengaja melihat Safira yang datang. Di sampingnya berjalan seorang pria, Safira tampak mesra dengan pria yang umurnya jauh lebih tua darinya.


Namun Naila ragu dengan penglihatannya, dia ingat terakhir kali bertemu Safira saat dia di seret ke penjara.


"Tuan Michael, apa aku boleh mengubah namaku? aku sudah berada di sini dan tidak mungkin kembali ke keluargaku. Jadi aku ingin mengubah namaku untuk menjalani hidupku yang baru," ucap Safira pada suaminya yang duduk di sampingnya.


"Tentu saja boleh! Jika itu membuatmu nyaman aku akan membantunya," ucap Safira.


Beberapa detiknya setelah mengatakan hal tersebut, seorang pengawal datang kepada Michael.


'Tuan Yuda sudah berada di Negara Y. Haruskah kita menyambutnya?' bisik pengawal tersebut kepada Michael.


'Tidak usah! Dia bilang Dia akan berlibur sebentar saat berada di sini,' sahut Michael.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, pengawal tersebut undur diri.


'Kami memiliki kerjasama yang besar dengan Tuan Yuda, aku tidak boleh menggagalkan rencana ini,' batin Michael.


"Eee... Safira kira-kira nama apa yang kamu siapkan untuk nama baru mu?" tanya Michael.


Dia berusaha mengesampingkan pekerjaannya saat berkencan dengan istri yang sangat dia sayangi.


"Saya belum menyiapkan nama apapun, menurut tuan nama apa yang cocok untuk saya?" tanya Safira kembali.


"Ruby! Nama Ruby sangat cocok untukmu selain enak di dengar nama Ruby sangat indah di sebut," kata Michael memberikan rekomendasi nama untuk istrinya.


"Baiklah! saya menggunakan nama itu saja," ucap Safira.


"Kamu begitu penurut sayang, tidakkah kamu memiliki hal yang tidak kamu senangi?" tanya Michael yang merasa khawatir.


Michael merasa Safira sangat tidak menyayanginya. Michael bahkan tidak merasakan cinta dari Safira, tidak seperti pasangan lainnya. Michael lebih merasa kalau hubungannya dengan Safira seperti atasan dengan bawahan.


"Tuan begitu baik terhadap saya, sangat mencintai saya. Saya tidak ingin mengecewakan Tuan, semua yang Tuan lakukan adalah yang terbaik bagi saya," sahut Safira tetap tenang.


'Benar, Tuan Michael sangat baik kepadaku seperti Fernando yang sangat mencintaiku. Tapi aku tidak mau Tuan Michael seperti Fernando yang terjebak dalam cinta. Meskipun aku tidak memiliki cinta dengannya setidaknya aku tidak bisa membuat dia membenciku,' batin Safira.


Kali ini dia benar-benar sudah tobat. Safira tidak ingin mencelakai banyak orang terlebih lagi atas keegoisannya sendiri.


"Jadi bukan karena cinta? tapi karena saya baik terhadap kamu. Bagaimana jika suatu saat nanti saya memperlakukan kamu tidak baik dengan tidak sengaja, apa kamu akan langsung pergi?" tanya Michael yang tampak sangat mengkhawatirkan hubungannya.


"Itu tidak akan mungkin terjadi. Tuan selalu bersikap baik terhadap saya, tidak mungkin Tuan akan memperlakukan saya tidak baik," sahut Safira dengan lembut.


"Apa yang membuatmu begitu percaya diri? bisa saja kan saya bosan atau apa gitu," kata Michael berusaha menggali lebih dalam tentang tanggapan Safira terhadapnya.


"Selama dua bulan ini saya tinggal bersama Tuan, Tuan belum pernah memperlakukan saya tidak baik. Tuan Michael selalu memberikan saya kasih sayang yang belum pernah saya terima dari siapapun. Tapi jika suatu saat nanti Tuan bosan dengan saya, Saya harap Tuan mengembalikan saya ke negara saya sendiri dan membebaskan saya," sahut Safira dengan elegan.


"Safira, apa kamu tidak menyesal menikah dengan saya?" tanya Michael kembali.


"Tidak Tuan! saya melakukan ini atas pilihan saya sendiri. Saya justru berterimakasih karena Tuan tiba-tiba hadir hanya karena paras saya yang sesuai dengan hati Tuan. Saya bukan orang yang baik sebelumnya tetapi saya menjadi orang baik sekarang. Dan itu semua berkat Tuan,"

__ADS_1


Michael memeluk istrinya dengan erat, dia tidak percaya kalau dirinya mampu membuat istrinya begitu nyaman dan pertemuan yang berkesan untuk istrinya. Michael tidak menemukan cinta di dalam diri Safira tetapi dia tahu kalau Safira suatu saat akan mencintainya. Dia percaya cinta tidak memandang umur dan dia yakin Safira dan dirinya akan berakhir hidup bahagia.


__ADS_2