
Di sisi lain, Jeni di larikan ke rumah sakit oleh Mahendra. Mahendra sangat terkejut ketika melihat istri mudanya tergeletak di lantai saat dia baru saja sampai rumah.
Beberapa kali Mahendra memanggil istri pertamanya saat itu, namun tak kunjung datang. Dengan rasa khawatir bercampur emosi, Mahendra membawa Jeni ke rumah sakit kemarin malam.
Hingga saat ini, Jeni masih di rawat di rumah sakit karena banyak memar di punggungnya.
"Mas, kamu harus cari wanita tua itu dengan anaknya. Mereka yang memukulku Mas, kamu harus balaskan dendamku kepada mereka!" ucap Jeni dengan marah.
"Iya sayang, kamu jangan khawatir. Mas akan cari wanita sialan itu dan memukulnya lebih kejam dari yang kemarin-kemarin!" ucap Mahendra dengan amarah yang menggebu-gebu.
Mahendra merawat Jeni dengan baik, karena selain wajah Jeni yang cantik dan masih muda juga Jeni memiliki banyak harta kekayaan. Tempat Mahendra bekerja saat ini adalah perusahaan kecil milik ayahnya Jeni. Mahendra masih menantikan Ayahnya Jeni pensiun dari pekerjaannya dan berharap dialah yang di pilih untuk menggantikan kedudukannya.
...***...
Pencarian di lakukan oleh Michael setelah anak buahnya sampai di negara E pada siang hari. Mereka mencoba bertanya pada beberapa warga dengan menggunakan foto Hendra. Beberapa petunjuk tentang Hendra di dapatkan. Mereka sempat melihat Hendra hanya sekali saja, setelahnya tak lagi melihatnya.
Dengan petunjuk yang sangat minim, tentu saja bawahan Michael tak bisa menemukannya. Mereka menyarankan untuk mengupload foto tersebut di internet guna lebih cepat menemukan keberadaan Hendra. Awalnya Ruby tak setuju karena takut Hendra akan marah terhadapnya dan merasa terganggu tetapi, Michael berkata bahwa itu cara satu-satunya agar Hendra cepat di temukan.
Akhirnya Ruby setuju dengan berbagai pertimbangan, Ruby mulai mengupload di sosial medianya foto Hendra bersamanya. Begitupun dengan Michael, dia membantu Ruby untuk menguploadnya juga.
"Semoga saja dengan begini Kak Hendra bisa ketemu!" ucap Ruby saat sampai di apartemen.
Hatinya tak bisa tenang karena memikirkan kakaknya yang belum di ketahui tempat tinggalnya.
"Mas, kenapa kita tidak menghubungi lewat handphone Mas saja? aku baru kepikiran!" ucap Ruby menemukan ide yang bagus.
"Tapi kalau kita meneleponnya, dia pasti akan memblokir nomor Mas juga. Kita harus cari cara agar kita bisa bertemu dengan Hendra!" ucap Michael.
Mereka pun berfikir, begitupula dengan Jayanti yang ikut berfikir.
"Bagaimana kalau kita pakai cara pengiriman paket saja? nanti kita suruh dia ambil di suatu tempat karena paket COD?" tanya Ruby memberikan saran.
__ADS_1
"Tidak! dia tidak akan percaya karena sekarang lagi banyak penipuan. Atau enggak, kita pakai alasan bahwa ada orang yang mengiriminya paket dan bertemu di sebuah tempat yang cukup ramai. Dengan begitu, dia tidak akan curiga dengan kita," ucap Michael meluruskan rencana Ruby.
"Setuju!" sahut Ruby bersemangat.
Namun ini bukan hanya rencana semata, Ruby justru akan mengirimnya paket asli berupa sebuah jam tangan. Dia tahu betul jika Hendra sangat menyukai jam tangan.
'Jika Kak Hendra lupa ingatan, mungkin dia bisa ingat dengan aku memberikan dia sebuah jam tangan. Karena tak banyak orang yang tahu kalau Kak Hendra menyukai beberapa barang!' batin Ruby senang.
Ruby mengajak suaminya untuk pergi ke toko jam, sambil menghubungi Hendra dengan handphone milik Michael. Setelah sampai di toko jam, Ruby sibuk memilih jam sedangkan Michael sibuk menghubungi Hendra.
Sedangkan Jayanti, mereka tak mengajaknya karena takut Jayanti kelelahan. Mereka akan menjemput Jayanti setelah akan berangkat menemui Hendra.
Sekitar satu jam Ruby memilih jam yang cocok untuk pergelangan tangan kakaknya, dia akhirnya selesai dan melakukan transaksi dengan kasir yang menjaga.
"Sudah selesai Sayang?" tanya Michael kepada istrinya yang baru saja menghampirinya keluar.
"Sudah Mas. Gimana Mas? Kak Hendra percaya gak?" tanya Ruby.
"Ya udah, ayo Mas!" sahut Ruby yang tidak sabaran.
Ruby dan Michael segera membeli beberapa perlengkapan lainnya seperti bubble wrap dan plastik untuk membungkus jam tangan itu. Agar mirip seperti paket dari seller.
Mereka berdua sangat sibuk untuk mengurus hal itu saja demi bisa bertemu dengan Hendra. Sedangkan Hendra di rumah orang tua angkat yang dianggapnya orang tua kandung masih bersantai-santai.
"Hendra, kamu lagi apa?" tanya Ibu angkatnya.
"Gak lagi apa-apa Bu, ada apa?" tanya Hendra.
"Tidak, Ibu hanya khawatir sama kamu!" ucap Ibu angkatnya Hendra yang bernama Alice.
Alice cukup khawatir karena dia tahu beberapa kali Hendra bilang di telepon oleh orang yang tidak dia kenal. Bahkan mengaku-ngaku sebagai keluarganya. Tentu saja itu membuat Alice semakin waspada, karena yang terjadi sebenarnya adalah Alice tak sengaja menabrak Hendra saat dia akan pulang dari tempay kerjanya.
__ADS_1
Hendra saat itu tak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah di kepalanya. Kepalanya juga sempat terbentur, ketika di bawa ke rumah sakit Dokter berkata bahwa Hendra kemungkinan tidak akan mengingat apa yang terjadi.
Alice sudah 7 tahun menikah dengan suaminya yang bernama Darrel. Namun, sampai saat ini mereka belum di karuniai seorang anak. Jadi pada saat itu, muncullah niat jahat Alice untuk mengadopsi Hendra secara diam-diam.
Hendra yang saat ini hanya menganggap Alice sebagai Ibunya karena pengaruh Alice sendiri. Hendra juga tak di izinkan bekerja atau keluar rumah sembarangan karena takut di ketahui oleh banyak orang.
Akan tetapi Alice tak menggunakan alasan tersebut kepada Hendra, dia membohongi Hendra dengan berkata kalau dirinya memiliki banyak musuh dalam dunia pekerjaannya.
Hendra hanya bisa memeprcayai alice karena dia tak mampu mengingat apa-apa. Lagipula baginya cukup wajar itu terjadi karena Alice memiliki pabrik roti yang cukup terkenal.
Beberapa menit kemudian, setelah Alice pergi dari kamar Hendra, Hendra kembali menerima telepon dari orang yang tak di kenal.
"Halo, dengan siapa?" tanya Hendra dengan sopan.
"Mas, saya dari kurir. Saya mohon untuk mengambil paketnya, karena jika tidak saya akan di berikan penilaian buruk oleh pengirimnya!" ucap seorang lelaki yang adalah Michael sendiri.
"Kalau Mas tidak percaya, saya sudah kirim kotak paketnya ke Whatsapp Mas!" ucap Michael lagi.
Hendra mengecek chat whatsapp dari Michael dan benar saja, dia telah mengirim foto paket atas nama dirinya dan juga alamat rumahnya.
Michael tadi sempat bilang jika di alamat yang tertera di paket tidak ada yang bernama Hendra. Kurir tak bisa memberikan kepada orang rumah karena pengirim meminta agar paket di terima dengan yang bersangkutan.
Jadi, setelah di pikir-pikir akhirnya Hendra menyetujui untuk bertemu dengan kurir yang barusan meneleponnya.
"Baik, Mas! tolong berikan alamat Mas ya!" ucap Hendra.
Hendra pun meminta izin kepada Alice untuk keluar sebentar, dengan alasan bertemu dengan pacar onlinenya. Tentu saja Alice mengizinkannya karena dia tidak ingin mengekang anaknya terlalu lewat batas. Apalagi Hendra sudah dewasa dan sudah waktunya menikah, cukup baik untuknya jika Hendra memberinya cucu.
"Hati-hati ya Nak!" ucap Alice kepada anaknya yang telah mengendarai sepeda motornya.
Hendra pun segera meluncur ke lokasi yang telah di kirim oleh kurir tersebut. Dalam hati dia meminta maaf kepada ibunya karena telah berbohong.
__ADS_1