
Keesokan harinya, Angkasa menghubungi Michael untuk membahas kerja sama di sebuah tempat yang sedikit jauh dengan hotelnya. Angkasa tidak ingin Naila ataupun Erni menemukannya.
Saat itu Angkasa mencari alasan bahwa dia akan belajar menjadi pengusaha bersama ayahnya Kelvin. Itu sebabnya dia tidak mengajak Naila ataupun Erni pergi dengannya. Untungnya Naila memiliki sifat yang pengertian sehingga mudah untuk Angkasa mengelabuinya.
Beberapa saat kemudian Angkasa telah sampai di tempat yang di janjikan bersama Kelvin. Dia menemukan Michael yang datang mengajak Safira.
"Halo Tuan Michael!" sapa Angkasa kepada Michael.
"Halo Tuan Yuda, senang bertemu dengan Anda!" ucap Michael mengulurkan tangannya dan di jabat oleh Angkasa.
Angkasa memperhatikan wanita yang ada di samping Michael. Dengan peka Michael memperkenalkan Angkasa dengannya.
"Tuan Yura perkenalkan ini Ruby, istri saya. Ruby kenalin ini Tuan Yuda yang sempat aku ceritakan," kata Michael memperkenalkan mereka berdua.
Angkasa dan Safira berjabat tangan, mereka sama-sama ragu dengan pemikiran mereka sendiri.
'Pria ini mirip seperti Angkasa jika topengnya di buka! tapi Angkasa tidak akan mungkin datang ke negara Y, dengar-dengar meskipun dia tampan namun dia miskin,' kata Ruby dalam hati.
'Wanita ini wajahnya mirip persis dengan Safira. Tapi penampilannya sangat berbeda dan juga cara bicaranya lebih sopan Ruby daripada Safira,' pikir Yuda.
"Tuan Michael sudah menikah berapa lama? tidak terdengar kalau Tuan sudah menikah," ucap Yuda mengalihkan pandangannya ke arah Michael.
Posisi mereka kini sudah duduk, Kelvin duduk di samping Angkasa yang berhadapan dengan Michael dan Ruby.
"Saya membuat acara kecil-kecilan jadi tidak mengundang siapapun. Lagipula acaranya mendadak saya tidak berani merepotkan Tuan Yuda untuk datang kemari," sahut Michael.
Michael sangat tunduk terhadap Angkasa. Meskipun dia memiliki kekuasaan penuh di negara Y, tetapi dia masih harus memerlukan bantuannya saat dia kembali ke negara E.
"Tidak jadi masalah. Setelah sekian lama akhirnya Tuan Michael menemukan pasangan sejatinya itu adalah kabar yang baik bagi saya!" ucap Yuda.
"Tuan Yuda dan Ruby memiliki negara yang sama, harap Tuan Yuda mempermudah kami jika kami kembali ke negara E," kata Michael.
"Oh ya? Nyonya Ruby dari bagian mana-nya?" tanya Yuda berpaling kepada Ruby yang duduk di samping Michael.
"Saya tinggal di bagian Selatan. Saya telah mengenal nama Tuan Yuda yang sangat di agungkan oleh masyarakat dan tidak pernah saya bayangkan akan bertemu di sini. Merupakan sebuah kehormatan dapat bertemu dengan Tuan Yuda di sini," kata Ruby dengan sopan santun.
"Kita tinggal di bagian yang sama, kedepannya harap Nyonya Ruby tidak menyusahkan diri jika ingin kembali ke negara E!" kata Yuda.
Setelah selesai berbincang-bincang, Angkasa membahas kerjasama dengan Michael. Banyak perdebatan yang terjadi karena perbedaan pendapat hingga akhirnya mereka menemukan kesepakatan terakhir.
"Tuan Yuda sama seperti rumor yang beredar di masyarakat. Tegas dan bermartabat, meskipun begitu Tuan selalu bersikap adil dan mendengarkan pendapat orang lain. Tuan Yuda begitu muda sudah menjadi orang sesukses ini. Di bandingkan dengan saya, Tuan Yuda tidak ada apa-apanya," kata Michael memuji Angkasa ketika pembahasan kerjasama telah selesai.
"Tuan Michael terlalu membesar-besarkan!" sahut Angkasa.
"Karena pembahasan kerjasama sudah selesai saya izin undur diri Tuan Michael," kata Angkasa berpamitan kepada Michael.
__ADS_1
"Silahkan Tuan Yuda. Jika perlu bantuan tolong jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi saya," pesan Michael terhadap Angkasa.
Angkasa pergi bersama Kelvin, sedangkan Michael kembali ke rumahnya bersama Ruby.
Michael telah merubah nama Safira menjadi Ruby, kedepannya tidak ada lagi yang bernama Safira melainkan Ruby.
"Tuan, mengapa Tuan Yuda selalu menutup matanya dengan topengnya? apakah dia memiliki bekas luka atau semacamnya di bagian mata?" tanya Ruby saat sedang berada di dalam mobil.
"Tuan Yuda merahasiakan hal itu, mungkin saja untuk membuat ciri khas untuk dirinya sendiri agar terlihat beda dari yang lain," kata Michael.
"Lalu apakah Tuan Yuda menjalankan perusahaannya sambil kuliah?" tanya Ruby kembali.
"Tentu tidak! bagaimana bisa dia mengurus perusahaannya sambil kuliah, itu tidak mungkin terjadi" kata Michael.
"Lalu....,"
"Kamu telah memberiku dua pertanyaan tentang pria lain, apakah itu masih belum cukup? Itu bisa membuatku cemburu dan marah loh," ucap Michael yang merasa cemburu.
"Maaf Tuan, saya tidak bermaksud!" sahut Ruby merasa sedikit takut.
"Saya tidak ingin memaafkan! kita sudah sampai di rumah, sudah saatnya kamu menebusnya dengan tubuhmu," kata Michael.
Michael keluar daru mobilnya dan menggendong Ruby dari dalam mobil ke dalam kamar.
"Tidak bisa, kamu harus meredakan amarah saya!" sahut Michael.
Michael membaringkan tubuh Ruby di atas ranjang lalu dengan cepat dia menangkapnya.
"Tuan setidaknya izinkan saya mandi terlebih dahulu," kata Ruby memohon kepada Michael.
"Tidak perlu, aroma tubuhmu masih wangi. Lagipula nanti kita bisa mandi bareng setelah melakukan aktivitas ini," kata Michael.
Michael mulai menggoda Ruby, dia tidak peduli dengan rontaan yang di buat oleh Ruby.
"Nikmati dan berikan semuanya untukku. Hari ini kamu milikku Ruby," kata Michael.
"Tapi aku cukup lelah Tuan," sahut Ruby.
"Aku tidak percaya kamu lelah, tadi kamu melontarkan banyak pertanyaan tentang pria lain. Dan sekarang aku sangat marah," kata Michael tak peduli dengan perkataan Ruby.
"Tuan saya bertanya seperti itu karena dia sangat mirip dengan teman kuliah saya di kampus yang lama!" tutur Ruby.
"Oh ya? itu artinya kamu menatap pria itu terlalu lama. Dan bahkan sampai mengingat wajah pria itu meskipun kamu telah tinggal bersama saya dua bulan," kata Michael.
Ruby sudah tak tahan lagi dengan rangsangan yang di berikan Michael. Dia mulai menikmati permainan yang di berikan oleh Michael.
__ADS_1
"Apakah yang aku katakan benar sayangku?" tanya Michael.
"Te-tentu saja tidak, uhh!" Ruby berusaha menjawab di saat situasi yang seperti itu.
"Lalu?"
"Bukan seperti itu Tuan!" kata Ruby yang tak sempat memikirkan jawaban.
"Jangan panggil aku Tuan, panggil aku sayang. Aku suamimu, sangat tidak enak di dengar jika kamu memanggilku dengan sebutan Tuan saat kita sedang bermain," kata Michael.
"Iya Sayang," sahut Ruby.
Setelah beberapa menit akhirnya permainan selesai. Ruby terlihat sangat lelah namun Michael berbeda, dia justru menjadi lebih bersemangat daripada tadi. Tenaga yang dia simpan bertahun-tahun belum terlampiaskan semuanya meski dia sudah melakukan itu selama dua bulan bersama Ruby.
"Sekali lagi Ruby! aku tidak tahan denganmu," kata Michael.
"Aku sudah tidak kuat Tuan," kata Ruby menolak.
"Jangan panggil aku Tuan sayang," Michael kembali mengingatkan sambil memainkan permainan.
Kali ini tenaga Michael lebih besar daripada yang sebelumnya. Ruby kewalahan menghadapi hasrat suaminya, namun dia juga bahagia bisa melayaninya. Meskipun suaminya memiliki hasrat yang besar tetapi Ruby mendapat kasih sayang yang sangat besar juga dari suaminya.
"Sayang mari kita mandi!" ajak Michael kepada Ruby yang terlihat sangat kelelahan.
"Aku lelah Sayang, lebih baik kamu mandi terlebih dahulu!" kata Ruby menolak.
"Apa ini sebuah kode untukku melanjutkan permainan sekali lagi?" tanya Michael dengan tatapan yang serius.
"Tidak, tidak! aku berubah pikiran, dan aku masih memiliki tenaga saat ini!" kata Ruby yang langsung bangkit dari ranjang.
"Benarkah? bagaimana jika kita ulangi sekali lagi? aku sudah lupa rasanya yang tadi!" kata Michael kembali menggoda Ruby.
"Tuan jangan menggoda saya terus menerus, saya bisa marah loh!" kini giliran Ruby yang mengancam Michael.
"Baiklah,Baiklah!" kata Michael mengalah.
Saat di kamar mandi, Michael masih saja mengerjai Ruby. Ruby tertawa di buatnya meskipun ada rasa kesalnya juga. Tanpa di sadari, Ruby pertama kalinya bisa tertawa lepas setelah bertahun-tahun.
"Sayang, terimakasih untuk semuanya. Aku mencintaimu!" ucap Ruby sambil mengecup bibir Michael.
Michael tercengang mendengar hal tersebut, dia sungguh tidak percaya dan menyuruh Ruby mengulanginya. Namun Ruby menolaknya, dia sangat malu untuk mengakuinya kepada Michael.
Di sisi lain, Angkasa masih berpikir bahwa Ruby dan Safira adalah orang yang sama. Namun dia teringat jika terakhir kali dia mendapat berita tentang Safira saat dia di tangkap oleh polisi.
'Jika memang itu Safira selama dia tidak mengganggu Naila tidak menjadi masalah!' batin Angkasa.
__ADS_1