Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 55


__ADS_3

1 minggu kemudian, tersebar berita bahwa tunangan Angkasa Yuda sudah kembali dari luar negeri. Berita tersebut menjadi berita terpopuler di negara E saat ini. Di beritakan bahwa Angkasa Yuda sudah sah bertunangan dengan wanita yang cinta kecilnya. Mereka tampak sangat romantis memamerkan cincin tunangannya, dan tersenyum manis ke arah kamera.


Seluruh warga negara E terkejut dengan berita yang di sebar di internet tersebut. Mereka mengira itu adalah berita palsu, tetapi setelah di selidiki akun yang di gunakan memposting berita tersebut memang asli akun dari Almira.


Di satu sisi, Naila yang membaca berita tersebut merasa terkejut melihat Angkasa berdiri di samping wanita lain dalam postingan tersebut. Namun, dia tidak pernah berfikir jika Angkasa adalah pria kaya yang pernah menolongnya.


"Naila, kamu yang sabar ya! aku juga tidak menyangka jika Angkasa adalah pria yang seperti itu," kata Erni yang ikut merasa sedih karena sahabatnya telah di selingkuhi.


Setelah berkata seperti itu, Erni menerima telepon dari Kelvin. Erni menerimanya dan sedikit menjauh dari Naila terlebih dahulu.


"Kenapa Kelvin?" tanya Erni dengan nada kesal.


"Kamu sudah baca berita itu ya?" tanya Kelvin kepada Erni.


"Iya, kenapa? kamu mau baik-baik in lagi Angkasa di depan aku dan Naila?" ucap Erni kesal.


"Bukan. Tapi juga bukan seperti yang di beritakan, mari kita bertemu di kafe dekat kampus kamu!"


"Oke! bentar lagi kita kesana!" ucap Erni.


Setelah itu Erni menutup panggilan dan kembali mencari Naila yang sedang memandangi handphonenya.


"Nai, Kelvin mengajak kita ke kafe dekat sekolah! Kamu mau ikut gak?" tanya Erni dengan suara pelan.


"Boleh, siapa tahu aku dapat informasi dari Kelvin tentang Angkasa. Lagipula saat ini Angkasa belum mengatakan apa-apa denganku," kata Naila menyetujui.


Naila dan Erni langsung pergi menuju kafe yang disebutkan. Saat ini jam pelajaran mereka telah selesai dan memutuskan untuk pulang setelah bertemu Kelvin.

__ADS_1


Setelah sampai di kafe, Erni tidak melihat pria yang di carinya. Dia memutuskan untuk mengajak Naila pergi duduk di sebuah kursi yang kosong.


"Kelvin mana ya?" tanya Erni sambil celingak-celinguk mencari keberadaan pria yang di carinya.


"Mungkin masih di jalan, kita tunggu saja!" kata Naila berusaha tenang meski dirinya juga tidak sabar.


Beberapa menit menunggu, Kelvin akhirnya datang menemui Erni dan Naila. Pakaiannya sangat formal, seperti datang ke acara besar.


"Aku hanya punya sedikit waktu saja karena sebelumnya Tuan Angkasa tidak memberikan izin kepadaku datang kemari," kata Kelvin yang langsung duduk dan berbicara.


Kelvin pun menceritakan semua rahasia yang di pendam oleh Angkasa. Dan dia juga menceritakan jika Angkasa terlahir dari keluarga kaya. Sejak kecil Angaksa, Kelvin dan, Angel sudah berteman dekat. Hingga akhirnya saat menginjak di sekolah SMP, Angkasa dan Angel saling suka. Namun saat itu mereka tak berani mengaku satu sama lain, melainkan hanya cerita dengan Kelvin.


Dulu saat bertengkar, hanya Kelvin yang tahu apa permasalahannya. Dan Kelvin juga yang membuat mereka akur kembali. Angkasa dan Angel bergantian mencari Kelvin ketika ada masalah.


Namun saat tamat SMP, Angel tiba-tiba pindah ke luar negeri ikut orang tuanya.


"Tapi, yang paling penting adalah Angkasa saat ini tidak menyukai Angel. Dia melakukan ini semua demi Ibunya karena dia sayang dengan Ibunya," kata Kelvin setelah selesai menjelaskan.


"Lalu, apakah Angkasa akan memilih wanita itu demi ibunya dan menikah dengannya?" tanya Naila membuka suara.


Kelvin merasa kasihan saat melihat raut wajah sedih Naila.


"Itu, mungkin secara perlahan Angkasa akan membujuk Ibunya dan menurut pandanganku Angkasa tidak akan menikah dengan wanita yang tidak dia cintai. Kalau kamu cinta kamu harus sabar menunggu," ucap Kelvin.


"Terus apakah itu bisa menjamin? takutnya hanya Naila yang berjuang sedangkan Angkasa diam di tempat," kata Erni kemnali membantah.


"Itu tidak mungkin! Angaksa pasti akan bekerja keras untuk menolak pernikahannya," kata Kelvin.

__ADS_1


"Walaupun seperti itu juga Angel adalah tunangan yang sah. Jika Naila dan Angkasa masih bersama bukankah itu akan memperburuk nama baik Naila?" kata Erni yang muali kesla.


"Sudahlah Naila, kamu puruskan saja hubunganmu dengan Angaksa sampai dia memutuskan pertunangannya dengan Angel. Aku gak mau kamu menjadi bahan perbincangan orang-orang," kata Erni yang menarik tangan Naila untuk pergi.


Namun Naila menolak, lalu berkata ,"sebentar Erni,".


"Aku ingin titip pesan kepada Angkasa, setelah ini harap jangan menggangguku lagi dan jangan memberikan penjelasan apapun," kata Naila.


Setelah berkata seperti itu, Naila mengajak Erni untuk pergi meninggalkan Kelvin.


Meski hatinya sangat sakit mendengar pacarnya bertunangan dengan wanita lain sebelum putus dengannya tetapi Naila berusaha menerima itu semua.


Naila tidak ingin menunggu hal yang tidak pasti dan juga Naila tidak ingin mendapat nama buruk di depan publik.


"Angkasa benar-benar deh! kenapa tidak bilang dari awal? kenapa harus sembunyi-sembunyi dari kamu. Masalah identitasnya juga tidak pernah cerita kepada kamu Nai, dia pikir dia siapa? sangat sombong dan angkuh!" kata Erni meluapkan kekesalannya terhadap Angkasa.


Sepanjang perjalanan. Erni terus mengoceh dan menjelek-jelekkan Angkasa untuk meluapkan kekesalannya mewakili Naila. Naila membenarkan semua perkataannya namun juga sangat lucu melihat tingkah Erni yang seperti anak kecil.


"Udah-udah, jangan marah lagi. Lebih baik kita cari makan yuk!" ajak Naila untuk meredakan emosi mereka masing-masing.


"Dari tadi aku caci maki Angkasa, kamu tidak merespon ku sama sekali. Kamu tidak marah dengan Angkasa?" tanya Erni penasaran.


"Ya marah, cuma mau gimana lagi? semuanya sudah terjadi. Dan jika yang di katakan Kelvin benar, hanya paksaan maka dia menanggung konsekuensinya yaitu dia tidak memiliki kesempatan untuk memiliki ku lagi!" sahut Naila.


"Benar juga sih, cara balas dendam kamu ternyata lebih elegan ya Nai. Kapan-kapan ajari aku ya!" ucap Erni.


Naila hanya tersenyum, entah itu sebuah pujian atau ejekan. Tapi yang pasti, dia berusaha untuk mengalihkan pikirannya dari. Angkasa agar tidak sakit hati.

__ADS_1


'Angkasa aku kira kamu tidak sama seperti mantan kekasihku, tapi ternyata itu sama saja. Aku tidak bisa hadir di acara pertunanganmu, tapi aku berharap kamu bisa bahagia dengan pilihan Mama mu,' batin Naila.


Setelah sampai di tempat makan, seperti biasa Naila memesan banyak makanan. Bahkan sekarang lebih banyak dari sebelumnya. Erni yang melihat ada banyak makanan di merasa merasa terkejut. Namun dia paham sahabatnya, porsi makannya menentukan seberapa stresnya Naila. Dan dia tahu saat ini Naila hanya menyembunyikan kesedihan darinya.


__ADS_2