Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 81


__ADS_3

6 Bulan kemudian, Erni dan Kelvin telah resmi bertunangan. 3 bulan lalu setelah rumahnya selesai di renovasi, Erni memutuskan untuk membawa Kelvin pulang ke rumahnya. Saat itu, Pesta pertunangannya tidak terlalu meriah agar tidak banyak menggunakan biaya. Bagi Erni itu pesta yang meriah bukan hal yang penting. Hal yang paling penting bagi Erni adalah pria yang akan dia ajak bertunangan.


Kelvin adalah pria yang dia incar sejak lama dan kini berdiri di sampingnya untuk menjadi tunangannya.


Naila dan Angkasa turut menghadiri acara pertunangan tersebut, namun tampaknya mereka tak saling akrab seperti dulu kala.


Erni dan Kelvin pun menghampiri Naila dan Angkasa yang berdiri di antara para tamu-tamu.


"Selamat ya Erni, Kelvin. Semoga kalian bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan ya," ucap Naila sambil memeluk Erni yang telah merias dirinya dengan cantik.


"Makasih Naila," ucap Erni.


Angkasa turut memberikan selamat atas pertunangan Erni dan Kelvin. Namun dia terkesan sedikit dingin, dan juga merasa tersaingi oleh Kelvin.


"Kalian kapan nih?" tanya Kelvin tiba-tiba.


Naila dan Angkasa saling memandang satu sama lain, sedangkan Erni hanya senyum-senyum.


"Udahlah Nai, aku tahu kamu sama Angkasa masih saling suka. Apa salahnya sih balikan lagi dan mulai dari awal?" ucap Erni membujuk temannya.


"Benar tuh, padahal kalian pasangan serasi loh. Toh juga Nai, Angkasa sama Angel sudah tidak bertunangan lagi. Angkasa juga sudah mencoba mencari restu kepada Mamanya. Kalau kamu tahu bagaimana usahanya Angkasa mungkin saja kamu merasa kasihan!" ucap Kelvin yang ikut membujuknya.


"Ehem!" Angkasa berdeham di tengah pembicaraan Kelvin dan Erni.


Serentak Erni, Naila dan Kelvin memandang ke arahnya dengan bingung.


"Kalian pikir, apa aku memerlukan bantuan kalian?" tanya Angkasa dengan raut wajahnya.


Erni dan Kelvin menjadi canggung, mereka tak memikirkan perasaan Angkasa. Saat ini mereka menganggap perasaan Angkasa telah berubah dan tak lagi suka dengan Naila.


Naila pun berfikir sama demikian dengan Kelvin dan Erni.


'Gak tahu kenapa, hatiku sakit setelah memikirkan bahwa perasaan Angkasa telah hilang. Mungkinkah dia sudah memiliki wanita lain?' pikir Naila.


Tanpa melanjutkan kata-katanya, Angkasa berjalan ke atas panggung dan mengambil sebuah mikrofon yang menempel di tiangnya. Lalu, Angkasa kembali berjalan ke arah Naila sambil melihat kepada tamu undangan.

__ADS_1


"Mohon perhatiannya sebentar untuk para tamu undangan," ucap Angkasa membuka percakapannya.


Sesuai instruksi, semua tamu undangan mengarah padanya dengan tatapan bingung. Begitupula dengan Naila yang berdiri di samping Erni.


"Bukankah itu Tuan Yuda? asistennya telah bertunangan apa yang akan dia lakukan?" tanya salah satu tamu undangan.


'Apakah Angkasa akan mengumumkan wanitanya? dan secara tiba-tiba wanita itu akan datang setelah di panggil namanya seperti di film-film?' pikir Naila yang mulai tak karuan.


Terlihat Angkasa sudah berada di samping Naila sambil merogoh sakunya.


"Perkenalkan, Saya Angkasa biasa di panggil Tuan Yuda. Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Kelvin asisten sekaligus sahabat saya dari kecil telah resmi bertunangan dengan Erni. Tapi ada yang lebih penting daripada itu, saya ingin kalian semua menjadi saksi!" ucap Angkasa.


Semua tamu undangan kembali rame dengan berbagai perbincangan mereka mengenai topik yang akan di bicarakan oleh Angkasa.


Setelah semua sepi, Angkasa mulai berbicara.


"Saya ingin kalian menjadi saksi acara pertunangan saya kali ini dengan wanita yang saya cintai. Saya yakin, kalian pasti sudah pernah mendengar kalau saya sudah bertunangan dengan kekasih masa kecil saya. Tapi ini sangat berbeda, kali ini saya akan menyatakan perasaan saya kembali kepada wanita yang saya cintai,"


"Dia adalah Naila Pratista yang merupakan satu-satunya putri dari Tuan Peter. Kali ini saya bertaruh rasa malu di hadapan kalian," kata Angkasa.


"Naila, maukah kamu kembali bersamaku dan mengadakan acara pertunangan seperti sahabat-sahabat kita?" tanya Angkasa kepada Naila.


Seketika jantung Naila terasa seperti akan copot, dan juga ada rasa malu karena di pertontonkan banyak orang.


Para tamu undangan juga merasa sangat antusias meneriaki Naila untuk menerima Angkasa. Beberapa dari mereka bahkan merasa sangat iri.


Naila menyodorkan jarinya kepada Angkasa. Namun Angkasa masih tak mengerti, dia takut salah paham dengan arti tersebut.


"Pakaikan? kenapa bengong?" bisik Naila.


Para tamu undangan hanya tertawa kecil melihat perilaku mereka. Sedangkan Angkasa sangat senang sekali, dia memasangkan cincin tersebut dan kemudian berdiri memeluk Naila.


"Terimakasih semuanya, undangannya akan kalian terima dalam waktu dua hari!" ucap Angkasa.


"Hah dua hari? kenapa cepat sekali?" tanya Naila yang terkejut dengan planning Angkasa.

__ADS_1


"Aku tidak mau kamu di ambil oleh Pria lainnya lagi!" ucap Angkasa dengan sikap manjanya.


"Akhirnya kalian dengan cepat menyusul kami," ucap Erni.


"Tentu saja!" ucap Naila.


Waktu sudah sangat larut, pesta sudah sangat sepi. Naila dan Angkasa memutuskan untuk pamit pulang.


Di perjalanan pulang, Angkasa dan Naila kembali merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya.


"Setelah kita lulus kuliah, kita langsung menikah saja agar tidak di dahului lagi dengan Kelvin," ucap Angkasa dengan tiba-tiba.


"Hah? gak ah, aku mau urus perusahaan dulu!. Lagipula menikah itu bukan sebuah perlombaan tahu," ucap Naila.


"Memang, tapi aku ingin cepat-cepat miliki kamu. Lagipula kalau kita sudah menikah, kamu masih bisa urus perusahaan kok," ucap Angkasa.


"Tapi gak gitu juga, yang pasti kalau sudah menikah aku tidak akan sebebas sekarang!"


"Gak mau tahu, pokoknya setelah lulus kita harus menikah titik!" ucap Angkasa bersikeras dengan pendapatnya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


3 hari kemudian, pertunangan Angkasa dan Naila berlangsung. Erni dan Kelvin juga turut hadir.


Para tamu undangan semua dari kalangan atas. Orang-orang bawah yang datang ke sana tentu menjadi sebuah keberuntungan bisa datang di acara tersebut. Selain menikmati pesta yang mewah, mereka juga dapat membangun relasi dengan orang-orang kalangan atas.


Bahkan ada yang membahas kerja sama perusahaan, semua tampak gembira dalam suasana pesta tersebut.


"Aku gak sabar miliki kamu Nai. Dan juga kita belum melakukan apa-apa sebelumnya," ucap Angkasa berbisik.


"Memang apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Naila penasaran.


"Unboxing kamu!" kata Angkasa dengan cekikikan.


... TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2