
Satu Minggu kemudian, restaurant milik Ravin viral karena postingan yang di unggah oleh Valen. Dalam postingan tersebut, Valen menjelek-jelekkan restaurant Ravin sehingga banyak netizen yang tak menyangka dengan postingan yang di buat oleh Valen.
Restaurant Ravin kini menjadi sepi pengunjung, yang biasanya tutup sampai larut malam kini hanya buka sampai jam 6 sore.
Tasya menghampiri Rivan yang sedang duduk di meja pelanggan, yang biasanya sangat jarang ada meja kosong di restaurannya.
"Kak Ravin yang sabar ya, mungkin ini cobaan untuk Kak Ravin!" ucap Tasya kepada Ravin yang masih sibuk memainkan handphonenya.
'Kak Ravin pasti sedang sibuk sekarang mengurus masalah ini. Ini sudah terjadi 2 hari , entah bagaimana caranya mengembalikan pelanggan-pelanggan itu,' batin Tasya merasa iba ketika melihat Ravin yang tengah sibuk memainkan handphonenya.
Ravin masih belum menjawab perkataan Tasya, dia belum selesai dengan urusannya. Namun Tasya juga tidak menyalahkannya, Tasya mengerti dengan keadaan Ravin yang masih kacau.
"Beres!" ucap Ravin bersemangat.
"Apanya yang beres Kak?" tanya Tasya yang bingung.
"Ya beres, masalahnya sudah kelar. Kita tunggu satu sampai dua hari lagi, pasti ada banyak pelanggan yang datang lagi!" kata Ravin menjelaskan.
Tasya semakin bingung, kemudian diapun bertanya ,"Apa yang Kak Ravin lakukan?"
Ravin hanya tersenyum dan menyuruh Tasya untuk mengecek postingan Ravin di instagramnya.
Karena penasaran, akhirnya Tasya pun segera mengecek. Tasya sangat terkejut karena Ravin mampu membalikkan keadaan hanya dalam beberapa menit.
"Hebat sekali Kak Ravin, baru saja memposting klarifikasi sudah banyak netizen yang memberikan komentar mereka," kata Tasya kagum dengan bakat terpendam Ravin.
"Tentu saja, jadi pengusaha harus berfikir dan bertindak cepat. Kalau tidak, akan ada banyak orang yang memanfaatkan situasi genting kita," ucap Ravin.
Tasya membaca beberapa komentar dari video yang di posting oleh Ravin. Video yang di posting itu adalah rekaman CCTV pada saat kejadian Vania dan Valen menindas Tasya. Dan di sana juga di perlihatkan jika Vania dan Valen bersikap angkuh.
Selain bentuk Video, Ravin juga menuliskan caption yang mampu menarik perhatian orang.
"Restaurant kami hanya menerima pelanggan yang mengerti sopan santun. Dan juga menghargai karyawan saya, jika terjadi seperti di video ini apa kalian akan diam saja? Silahkan di tonton, restaurant kami tidak pernah menindas pelanggan tanpa alasan. Untuk kedua wanita ini, saya sudah memasukkan nama mereka ke dalam daftar hitam!"
Setelah membaca caption beserta beberapa pujian komentar dari Netizen, Tasya mengacungkan kedua jempolnya kepada Ravin.
"Pak Bos memang yang terbaik!" ucap Tasya.
"Sudahlah, sambil menunggu pelanggan lebih baik kita adakan makan bersama dengan karyawan-karyawan lainnya ya. Kamu bertugas kumpulkan teman-teman kamu, dan saya yang akan memasak untuk kalian!" perintah Ravin.
Tasya segera menjalankan perintah yang di berikan oleh Ravin. Mulai dari menelepon teman-temannya yang sudah pulang hingga yang masih di restaurant.
Sedangkan Ravin menyiapkan beberapa bahan dan perlengkapan di bantu oleh karyawan yang berada di bidang koki.
Sambil menunggu karyawan lainnya datang, Tasya datang ke dapur hendak membantu Ravin. Dia bertemu dengan teman kokinya yang baru saja selesai membantu Ravin.
"Kita di suruh duduk, katanya Kak Ravin tidak perlu bantu!" ucap teman pria Tasya.
Namun Tasya menolak, dia tetap masuk ke dapur menghampiri Ravin.
__ADS_1
"Kak Ravin, aku bantuin ya?" ucap Tasya menawarkan dirinya.
"Tidak usah, kamu duduk saja. Hari ini, biar saya yang melayani kalian setelah kalian bersusah payah melayani para pelanggan!" ucap Ravin mendorong Tasya keluar dari dapur.
"Tapi saya tidak enak Kak, saya karyawan baru belum melakukan banyak hal seperti karyawan-karyawan lainnya," ucap Tasya.
"Karyawan di sini di perlakukan sama rata, sudah kamu duduk di sana dan ngobrol sama teman-teman kamu ya!" ucap Ravin lagi.
Tasya akhirnya menyerah untuk membantu Ravin dan memilih kembali ke tempat duduknya. Satu persatu teman Tasya datang, dan langsung memilih meja yang masih kosong.
"Ini pertama kalinya loh, Kak Ravin mau masak untuk kita!" ucap salah satu teman Tasya yang duduk di meja samping.
"Benar banget! kalau kita di perlakukan seperti ini, kita harus lebih rajin bekerja untuk restaurant ini!" kata teman lainnya.
Selanjutnya, mereka membahas tentang postingan yang di unggah oleh Ravin dan Valen. Mereka juga sama takjubnya dengan bos mereka.
Sedangkan Tasya hanya diam saja, dia masih tidak enak hati untuk duduk bersantai dan ingin membantu Ravin.
"Tasya, kamu kenapa sih? dari tadi aku perhatiin diam terus," tanya teman Tasya yang paling perhatian, bernama Puspa.
"Gak apa-apa kok Pus," ucap Tasya.
Puspa pun mengajak Tasya mengobrol agar suasana tidak membosankan.
"Tasya, kamu beruntung banget sih di lindungi sama Bos!" ucap salah satu teman Tasya.
"Iya ih, aku juga mau deh!" imbuh yang lainnya.
"Kalian semua akan di perlakukan seperti itu kok kalau kalian memiliki masalah dengan pelanggan. Jadi bukan hanya aku saja," sahut Tasya.
"Tapi kamu yang pertama Tasya," sahut yang lainnya.
"Yang pertama atau bukan itu tidak penting. Kita di perlakukan sama oleh bos kita, jadi kita harus berterimakasih dengannya," kata Tasya menatap sekeliling teman-temannya yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut.
"Lagipula, tidak enak tahu menjadi biang onar yang pertama. Apalagi waktu itu aku baru pertama kali bekerja, aku merasa tidak enak hati dengan Kak Ravin!" keluh Tasya.
"Tidak boleh begitu Tasya, lagipula kamu gak salah kok!"
"Benar tuh, lagipula kamu terlalu baik. Kalau aku ada di posisi itu pasti udah babak belur tuh orang!" ucap Rangga, salah satu Koki di restaurant milik Ravin.
"Dasar Rangga, sukanya main tangan aja!" ucap Puspa.
"Habisnya greget banget pas lihat rekaman cctv itu, Tasya hanya diam dan main terima saja!" sahut Rangga.
"Ya, aku kan gak mau nama restaurant jadi jelek karena aku melawan pelanggan. Katanya pelanggan adalah raja, yaudah aku diam aja di perlakukan seperti itu!" ucap Tasya merasa malu karena dia bersikap b0doh di depan teman-temannya.
Sedang asik mengobrol, tiba-tiba Ravin memanggil Tasya untuk menghidangkan makanan yang sudah selesai di masak. Dengan cepat Tasya langsung menuju ke arah dapur untuk membantu Ravin.
Tasya sangat bersyukur karena Ravin memilihnya untuk membantu di dapur. Karena Tasya sangat tidak nyaman jika di layani seperti itu oleh bosnya, terlebih lagi dia karyawan baru di sana.
__ADS_1
Setelah Tasya pergi, beberapa temannya menggosipkan dia dengan Ravin. Mereka mengira kalau Ravin suka dengan Tasya. Namun beberapa orang menyanggahnya.
"Tidak mungkin, itu pasti karena Tasya karyawan baru. Makanya Kak Ravin menyuruhnya untuk membantu," kata Puspa.
"Benar tuh! mungkin juga karena Kak Ravin tidak enak soalnya tadi aku ketemu Tasya di dapur dan ingin mebantu Kak Ravin," sahut Rangga.
Beberapa menit berikutnya, makanan datang satu persatu. Ravin memasak banyak makanan hari ini untuk karyawannya.
"Hari ini silahkan kalian puas-puaskan makannya ya, harus habis pokoknya!" ucap Ravin setelah selesai menghidangkan semua makanannya.
Ravin menghidangkannya di atas meja yang kosong tanpa ada orang yang duduk. Tujuannya agar karyawan-karyawannya mau mengantri untuk mengambil makanan. Terdapat tiga meja yang berisi makanan yang sama, hal ini di tujukan agar mempersingkat waktu.
"Terimakasih Kak Ravin!" ucap seluruh karyawannya dengan serempak.
Saat karyawan-karyawannya mengantri mengambil makanan, Ravin pergi ke depan pintu untuk mengganti tulisan 'Open' menjadi 'Close', agar tidak ada pelanggan yang masuk ke dalam restaurant.
Hari ini Ravin sengaja membiarkan karyawannya berlibur tanpa potong cuti dan bersenang-senang dengan teman-teman lainnya. Ravin tahu jika mereka jarang mengobrol karena sibuk bekerja. Hari ini juga Ravin ingin mereka seperti keluarga, yang biasanya tidak pernah saling tegur sapa esoknya dan seterusnya bisa saling bertegur sapa.
"Kak Ravin, sini makan sama-sama!" ajak Tasya yang memperhatikan Kelvin berdiri memandang ke arah teman-temannya.
Kelvin menghampiri Tasya dan berbisik di telinganya ,"sepiring berdua boleh?" tanyanya.
Tasya menjadi sangat malu karena di goda oleh Ravin.
"Itu masih ada sisa piring, Kak Ravin pakai itu saja. Atau saya ambilkan sekalian?" tanya Tasya dengan sikap yang grogi.
Ravin hanya tersenyum kemudian berkata ,"tidak usah, nanti saya ambil sendiri!".
Setelah Ravin berkata seperti itu, Tasya pun ijin untuk mencari tempat duduknya.
...****************...
Di sisi lain, Valen sangat kesal karena akunnya banyak yang unfollow setelah Ravin memposting berita tersebut dan menandainya dalam postingannya. Beberapa orang juga menyerang akunnya dengan banyak hujatan. Bahkan beberapa pemilik restaurant yang cukup terkenal juga mengatakan kalau dirinya akan memasukkan nama mereka dalam daftar hitam di restaurant mereka.
Valen sangat pusing, karena ini bisa menghancurkan perusahaannya yang menjadi supplier di beberapa restaurant terkenal.
Hari ini sudah ada 2 pelanggan yang mengatakan bahwa dirinya tidak mengorder bahan apapun dari Valen.
Menit berikutnya, sebuah telepon masuk dari ayahnya Valen. Valen sudah tahu ayahnya pasti akan marah karena kejadian tersebut.
"Ha-halo Ayah!" ucap Valen di telepon.
"Valen, apa yang kamu lakukan? perusahaan rugi besar karena perilaku kamu di luaran sana! pokoknya kamu harus menyelesaikan masalah ini secepatnya," ucap Ayahnya Valen dengan nada marah.
"I-iya Ayah, aku akan mencari cara!" ucap Valen.
Setelah berkata itu, Ayahnya menutup telepon dan Valen bisa bernafas lega. Meskipun Valen sudah mengambil alih perusahaan Ayahnya, akan tetapi Ayahnya terus memantau keadaan di perusahaan. Sehingga jika pemasukan sedikit merosot Ayahnya tak segan-segan untuk memarahi Valen.
"Ini semua gara-gara Vania. Ya, dia yang memberika solusi seperti ini dan mengajakku untuk menyerang dia!" ucap Valen yang beralih menyalahkan Vania.
__ADS_1
Namun Valen juga tidak bisa berbuat apa-apa kepada Vania, karena dia merasa itu percuma saja. Valen akhirnya memilih untuk memikirkan caranya sendiri untuk menyelesaikan masalah yang dia buat.