
Kelvin, Erni dan Naila sampai di sebuah restaurant yang sangat mewah. Kelvin bilang restaurant itu memiliki banyak makanan enak.
"Yey! Malam ini kita harus bersenang-senang ya Nai. Lupakan Angkasa, pria seperti itu lain kali jangan di hiraukan lagi," ucap Erni berharap Naila tidak akan terlalu bersedih untuk itu.
"Sepertinya kalian salah paham deh sama Angkasa," kata Kelvin yang tidak tahan ingin mengungkap kebenarannya.
"Salah paham apa? udah deh Vin jangan membela dia di depan kami," kata Erni sangat kesal.
"Baiklah, jika seperti itu kita nikmati makanannya saja!" ucap Kelvin.
Mereka bertiga memesan makanan yang mereka sukai. Naila memesan banyak makanan untuk menghilangkan rasa kecewanya terhadap Angkasa. Sampai-sampai Kelvin terkejut melihat porsi makanan Naila yang banyak.
"Udah jangan kaget gitu, Naila memang gitu kok untuk menghilangkan stresnya," ucap Erni kepada Kelvin.
"Kamu cukup mengenal Naila juga ya," ujar Kelvin.
'Erni sangat cantik ketika di lihat dari dekat dan parfumnya membuatku candu!' batin Kelvin.
Usai makan, Kelvin mengajak Naila dan Erni pergi ke suatu tempat. Ini adalah rencana yang di buat oleh Angkasa.
"Kamu tahu jalan ini juga Vin?" tanya Erni pura-pura tidak tahu apa-apa.
"Iya, kamu juga?" Kelvin kembali bertanya mengikuti akting yang di mainkan oleh Erni.
"Aku cuma lihat di internet saja sih, belum pernah ke sini. Seorang vloger menguploadnya di media sosial," ujar Erni.
"Oh berarti tidak sia-sia aku mengajak kalian ke sini," kata Kelvin.
'Bukankah ini bagian dari rencanaku? apa yang Kelvin lakukan?' batin Erni yang penasaran dengan rencana Kelvin.
"Banyak orang bilang kalau ingin pergi ke taman kunang-kunang perlu mengajak pasangannya. Banyak juga yang mempercayai cahaya kunang-kunang itu adalah cahaya cinta di antara pasangan tersebut. Sehingga pasangan yang datang ke sana memiliki hubungan yang awet bahkan sampai ke jenjang pernikahan," ujar Naila yang sedikit tahu mengenai taman kunang-kunang yang akan di tuju.
"Kamu tahu banyak tentang taman itu Nai? apa kamu pernah pergi ke sana?" tanya Erni.
"Tidak! aku sama seperti mu. Aku tidak sengaja membaca sebuah artikel yang membahas taman kunang-kunang di negara ini," sahut Naila.
"Topik kita berhenti sampai di sini. Mari kita turun," ucap Kelvin.
"Ah aku tidak sabar melihat kunang-kunang yang indah itu. Betapa romantisnya jika aku membawa seorang pacar ke sini!" ucap Erni penuh harap.
"Sama teman juga lebih menyenangkan kok Er," kata Naila yang baru saja turun dari mobil.
Untuk mencari tempat di mana kunang-kunang tersebut berada, mereka perlu berjalan sekitar 100M dari parkiran.
"Naila!" seru Kelvin yang masih berada di belakang mobil.
Kelvin mengambil sesuatu di bagasi sehingga dia tertinggal oleh Naila dan juga Erni.
"Kamu ngapain di situ?" tanya Naila.
"Emmm...,"
'Aduh gimana caranya ya biar Naila tidak curiga terlebih dahulu,' pikir Kelvin.
"Ngapain di situ Vin? sini buru!" ujar Erni yang berdiri di samping Naila.
"Emm maaf Nai, aku boleh tutup mata kamu dengan kain kecil ini gak? soalnya aku ingin kasih kamu kejutan!" kata Kelvin gugup.
Dia takut Naila akan mencurigai rencananya.
"Kejutan apa?" tanya Naila ragu-ragu.
Mendengar hal itu ekspresi Erni berubah menjadi tak senang. Erni mengira Kelvin menyukai Naila, tidak biasanya Erni merasa patah hati karena seorang pria.
"Nanti juga kamu tahu," ucap Kelvin yang mulai menutup mata Naila dengan selembar kain.
"Aku duluan ya!" ujar Erni dengan suara lemas nya.
"Eh Er, tunggu dulu!" teriak Naila.
__ADS_1
Namun karena matanya di ikat, Naila tak dapat mengejarnya. Kelvin memapah Naila sampai di taman kunang-kunang. Betapa indahnya penampakan yang di hasilkan oleh cahaya kunang-kunang tersebut.
Kelvin menoleh kanan dan kiri untuk mencari keberadaan Angkasa. Berjalan dengan hati-hati sambil memapah Naila, dan akhirnya dia menemukan Angkasa yang tengah melambaikan tangannya ke arahnya.
"Nai, aku akan buka penutup matanya! kamu siap-siap ya!" ujar Kelvin.
Kelvin membuka penutup mata tersebut tepat di depan Angkasa. Angkasa yang telah siap dengan rencananya berdiri tegak sambil membawa bunga di tangannya.
Saat penutup mata terbuka, Angkasa menyodorkan bunga tersebut kepada Naila. Naila yang pikirannya masih belum konek menatap mata Angkasa dengan bingung.
"Naila maaf aku mengecewakanmu. Tapi aku ingin memberikan kamu kejutan, aku ingin mengungkapkan semuanya di sini," kata Angkasa dengan hati-hati.
"Bukannya kamu sedang ada urusan?" tanya Naila.
"Ya, aku ada urusan! mempersiapkan ini semua di tempat ini. Aku ingin bilang....," Angkasa sengaja menggantung kalimatnya.
Dia masih ragu untuk mengungkapkannya dan ada perasaan yang grogi saat menghadapi Naila. Namun saat melihat Naila menunggu kalimat selanjutnya, Angkasa pun berkata, "Aku suka kamu! Maukah kamu menjadi pasanganku?".
Jantung Naila berdetak sangat kencang. Dia tidak menyangka Angkasa akan mengakuinya sekarang. Dia bahkan tidak menyangka jika Angkasa juga mencintainya. Betapa bahagianya hati Naila mendengar beberapa kalimat yang menyentuh hati dari Angkasa.
Rasa kecewa yang tadi menghampirinya seketika menjadi hilang. Naila menutup mulutnya, dia tidak ingin Angkasa melihat dirinya ternganga di depannya.
"Aku... Aku mau jadi pasanganmu Angkasa!" kata Naila dengan senyuman malu-malu.
Angkasa membentangkan kedua tangannya di depan Naila, dan Naila langsung jatuh ke pelukan Angkasa. Mereka saling berpelukan di antara chaya kunang-kunang tersebut.
"Aku hampir lupa, Erni tadi pergi duluan! akankah dia kehilangan jejak?" ucap Naila ketika sadar temannya tidak ada di sampingnya.
"Tenang saja! Kelvin sudah mencarinya, Erni pasti akan baik-baik saja!" kata Angkasa menenangkan perasaan Naila.
"Syukurlah!" kata Naila mengelus dadanya.
"Apakah kamu senang dengan kejutan ini?" tanya Angkasa.
"Tentu saja! kamu membuatku kecewa terlebih dahulu lalu tanpa ku duga kamu mengungkapkan perasaan yang romantis dan membuat rasa kecewa itu sirna dalam hatiku!" kata Naila.
Angkasa merasa senang karena rencananya berjalan dengan baik. Dan akhirnya dia memiliki Naila sebagai pasangannya.
"Kamu kenapa? kok tiba-tiba berubah gitu?" tanya Kelvin.
Erni tak menjawab, dia sibuk memandangi cahaya kunang-kunang itu.
"Erni, apa kamu suka melihat kunang-kunang ini?" tanya Kelvin sekali lagi.
"Tentu saja! Perempuan mana yang tidak suka dengan keindahan yang seperti ini!" sahut Erni dengan nada sinis nya.
"Aku sangat ingin memiliki seorang pacar untuk di ajak ke sini. Itu pasti akan sangat menyenangkan,"
"Lalu bagaimana dengan Naila? bukankah kamu baru saja membuatkan sebuah kejutan?" tanya Erni masih menggunakan nada sinis.
"Apa kamu cemburu?" Kelvin mulai menggoda Erni.
Erni wanita yang memiliki gengsi yang tinggi. Meskipun dirinya merasa cemburu dengan Kelvin namun dia tidak akan mengakuinya dengan begitu mudah.
"Tidak! Lagipula kamu bukan pacarku, untuk apa aku cemburu dengan kamu!" sahut Erni.
Kelvin tersenyum, dia sudah bisa menebak hati Erni untuk siapa. Beberapa detik berikutnya Kelvin kembali menggodanya ,"Apa itu kode untuk kita jadian?" tanyanya kemudian.
Erni menolehkan wajahnya ke arah Kelvin dengan terkejut. Erni belum pernah bertemu pria dengan tingkat percaya diri yang begitu tinggi. Namun itu juga tidak membuat Erni membenci Kelvin, justru dia semakin suka dengan ucapan Kelvin.
Namun sekali lagi, Erni adalah tipe wanita yang memiliki gengsi yang tinggi. Dia tidak akan mengakui perasaannya dengan begitu mudah.
"Lebih baik kamu jangan berbicara sembarangan, atau enggak orang lain akan salah paham sama kamu!" ucap Erni lalu pergi meninggalkan Kelvin.
Kelvin mengikuti langkah Erni, dia masih ingin dekat-dekat dengan Erni. Baginya ini kesempatan dia untuk menjadi lebih dekat dengan Erni dan mengenal satu sama lain.
Tiba-tiba Erni menghentikan langkah kakinya di tempat yang tidak ada banyak orang. Dia duduk di atas tanah meskipun kunang-kunang nya sedikit di sana, tetapi Erni jauh merasa lebih tenang dengan suasananya.
"Kamu suka tempat yang tenang seperti ini?" tanya Kelvin yang sudah duduk di samping Erni.
__ADS_1
"Iya! Aku tidak suka keramaian. Dan aku tidak suka berbicara terlalu banyak bicara dengan orang yang baru aku kenal," ujar Erni.
Kelvin merasa kalau Erni semakin menarik, Kelvin belum pernah menemukan wanita yang seperti ini.
"Apakah kamu introvert?" tanya Kelvin.
"Bisa di bilang begitu," sahut Erni singkat.
"Pantas saja orang-orang seperti aku sangat susah buat dekat dengan kamu,"
Erni menoleh sejenak ke arah Kelvin, lalu tersenyum ke arahnya.
"Kenapa senyum? apa aku tampan?" tanya Kelvin kembali memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
"Kamu pria yang paling percaya diri yang pernah aku temui," kata Erni menertawakan Kelvin.
"Itu artinya aku istimewa bukan?" ucap Kelvin yang tak mau kalah.
Erni merasa jengkel dengan perdebatan itu, dia memilih untuk diam.
"Erni, tipe pria apa yang kamu sukai?" tanya Kelvin secara tiba-tiba.
"Emm? kenapa kamu bertanya tentang itu?" Erni balik bertanya.
"Hanya ingin tahu saja!" sahut Kelvin.
Kelvin tidak mungkin mengatakan hal yang sejujurnya. Dia membohongi Erni karena dia tahu Erni belum begitu suka dengannya. Melalui jawaban dari pertanyaan yang baru saja dia lempar, Kelvin akan belajar menjadi pria yang dia sukai.
"Aku menyukai pria yang lembut, tidak perlu romantis yang penting sayang dengan aku . Dan dia tidak pendiam seperti aku," sahut Erni.
"Itu saja?"
Erni menjawabnya dengan anggukan kepala. Kelvin tak percaya kalau tipe pria Erni sangat mudah di lakukan. Sangat sederhana dan Kelvin memiliki rasa percaya diri untuk menjadi pria tersebut.
"Apakah aku termasuk?" tanya Kelvin.
"Hah?" Erni terkejut mendengar pertanyaan tersebut.
"Iya, apa aku termasuk pria idamanmu?" Kelvin mengulangi pertanyaannya.
"Mimpi saja kamu!" ujar Erni memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Kelvin.
Dalam hati dia tersenyum saat Kelvin bertanya sepertu itu. Namun Erni masih belum kenal Kelvin lama, dia tidak mau menjalin hubungan dengan begitu cepat. Setidaknya Erni ingin tahu sedikit sifat yang di miliki oleh Kelvin.
"Sepertinya kamu berbohong," ucap Kelvin.
"Mana ada! kamu memang bukan pria yang aku suka," kata Erni.
"Lalu pria yang kamu suka siapa?" tanya Kelvin dengan rasa penasarannya.
Erni tak bisa menjawab karena pria yang dia sukai sudah ada di depan mata. Erni menatap mata Kelvin yang membuat suasana menjadi sangat canggung.
"Erni, akui saja kalau kamu suka sama aku!" kata Kelvin kembali menggoda Erni.
"Kamu terlalu percaya diri mengatakan itu Kelvin!" ujar Erni yang keras kepala dengan keputusannya.
Tiba-tiba Kelvin mencium Erni, Erni tidak mampu menolak ciuman tersebut. Dia merasa nyaman dengan hal itu, namun beberapa saat dia sadar dan langsung memaksa lepas ciuman yang dia dapatkan.
Suasana kembali menjadi canggung, keduanya berada di situasi yang sama.
"Ma-maaf Erni!" ujar Kelvin dengan gugup.
Kelvin tak mampu menahan dirinya, rasa ingin memiliki Erni begitu kuat sehingga dia melakukan hal itu.
Erni tak menjawabnya, dia bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Kelvin sendirian di sana.
'Ahhh Vin, Vin. Gak sabaran banget sih lo! lihat citra lo sudah rusak di depan Erni. Dan sekarang mungkin Erni sudah ilfil sama sikap lo!' kata Kelvin dalam hati menyalahkan dirinya.
Dia merasa kesempatan yang di dapatkan dia hancurkan begitu saja. Terlebih lagi setelah liburan ini Kelvin tak lagi dapat bertemu dengan Erni. Selama Angkasa belum membuka identitasnya kepada Naila, Kelvin akan susah bertemu dengan Erni.
__ADS_1
"Arghh! kenapa lo g0blok banget sih Vin!" kata Kelvin menyalahkan dirinya sendiri.
Mungkin sepulang dari sini Kelvin tidak akan dapat tidur tenang. Terlebih lagi saat dia mengingat liburan ini akan segera berakhir.