Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 77


__ADS_3

Dua hari kemudian, proses pemakaman Jordy telah selesai. Mereka yang hadir turut mendoakan Jordy agar bisa tenang di sana. Peter yang turut hadir kini pamit untuk kembali ke perusahaan kepada Ibu dan Istrinya Jordy.


"Ini kartu nama saya jika ada keperluan biaya lagi kalian informasikan saja pada saya. Dan di dalam kartu ATM ini ada uang yang jumlahnya tidak banyak, jika kurang tolong hubungi saya!" ucap Peter kepada istrinya Jordy.


"Terimakasih Tuan, saya terima uangnya!" ucap Resti menerima kartu ATM dan kartu nama Peter dengan sopan.


Setelah itu Peter pamit untuk pergi daei sana dan kembali ke perusahaan. Dalam dua hari ini Peter masih belum tenang karena merasa bersalah pada Jordy dan keluarganya. Naila dan Erni membantu Peter untuk mengurus perusahaan.


"Sudah selesai Yah?" tanya Naila yang melihat Peter baru saja datang dari pemakaman Jordy.


"Sudah. Ayah juga sudah sedikit tenang, kalian istirahatlah dulu. Biar ayah yang melanjutkannya," ucap Peter tersenyum kepada Naila dan Erni.


"Tidak perlu Ayah, kita harus melakukannya sama-sama. Karena hari ini cukup ribet Ayah, ada banyak pelanggan yang komplain karena pesanan mereka belum juga sampai. Ada yang ingin cancel pesanan mereka karena terlalu lama. Dan kita juga telah mengalami kerugian 100 juta karena mengadakan diskon yang besar dan juga kehilangan paket sebanyak 115 pcs," kata Naila menginformasikan keadaan perusahaan Ayahnya.


"Kita rugi cukup besar ya! Awalnya mau kasih mereka diskon untuk menarik pelanggan. Tapi sekarang, justru kita yang mengalami kerugian," ucap Peter.


"Ayah akan atur ini semua, kalian tolong perintahkan kurir agar bekerja sampai jam 8 malam ya!" ucap Peter.


"Baik Ayah!" ucap Naila.


Peter pun bergegas ke ruangannya, dia mengecek kembali paket yang di bawa oleh Jordy. Ada 115 paket yang hilang, dan Peter harus memulai dari awal untuk paket yang hilang.


"Untung saja Naila memintaku untuk mencatat setiap paket yang sudah di bawa oleh masing-masing kurir. Jika tidak, semua akan kacau!" ucap Peter.


Peter segera memberikan perintah kepada karyawan bagian produksi untuk memproduksi 115 pcs dan langsung di serahkan pada team packing. Peter juga memerintahkan team packing untuk memprioritaskan penempelan alamat dan nomor resi dari 115 pelanggan tersebut.


Sedangkan Naila dan Erni berinisiatif untuk membantu Peter dalam pengiriman paket. Naila membantu team packing untuk membeli bahan yang di perlukan. Sedangkan Erni yang tampak terbiasa menggunakan sepeda motor membantu team kurir mengirim paket.


..._____๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ_____...


Di sisi lain, Fernando telah mendapat informasi kembali. Perusahaan Naila tetap stabil karena Peter telah mencatat paket yang belum terkirim.


"Apa yang harus kita lakukan Bos?" tanya Fernando.


"Kalian kirim satu persatu secara acak paket tersebut ke alamat yang tertera di sana. Dan bilang bahwa kalian dari kurir Cahaya Gempita!" ucap Angel.


"Jika seperti ini bukankah kita membantu mereka mempercepat pengiriman?" tanya Fernando yang masih belum mengerti.


"Kamu ini b0doh banget sih! jelas itu bisa membuat mereka semakin pusing. Mereka akan mengira bahwa catatan mereka salah dan semuanya akan tercampur aduk!" ucap Rebecca yang tampak geram dengan keb0dohan Fernando.


"Yang di katakan Rebecca benar, sepertinya kamu harus belajar dari Rebecca atau tidak bonus kamu tidak akan cair!" ancam Angel.


"Ba-baik Bos!" sahut Fernando gugup.


'Rebecca mungkin sudah ahlinya dalam bidang ini,' batin Fernando yang tampak kesal.

__ADS_1


Setelah selesai menerima perintah dari Angel, Rebecca dan Fernando berpencar untuk mengirim paket tersebut. Satu persatu mereka kirim paketnya namun tidak semuanya di kirim. Masing-masing dari mereka mengirimnya 10 paket.


Fernando dan Rebecca memakai masker agar pelanggan tersebut tidak melihat wajah mereka. Sehingga jika rencana ketahuan, mereka tidak akan di selidiki lebih jauh lagi.


Di sisi lain, Angel terlihat sangat senang dengan rencananya. Dia ingin perlahan-lahan perusahaan Peter hancur dan Naila hidup miskin.


"Entah apa yang akan di lakukan oleh Angkasa ketika dia melihat pasangannya sangat pusing sekarang," gumam Angel.


Di sisi lain terlihat seorang pria yang telah mengintai rumah Angel dari kejauhan. Pria tersebut adalah Kelvin yang telah berada di sana sejak pagi hingga saat ini.


Terlihat Kelvin sedang memegang handphonenya seperti akan menghubungi seseorang.


"Tuan, sepertinya memang benar ini rencana Angel. Dari pengintaian ini, saya melihat satu orang wanita dan satu orang pria mengenakan masker tampak membawa beberapa paket!" ucap Kelvin pada Angkasa.


"Mereka jalan ke arah mana?" tanya Angkasa di telepon.


"Mereka jalan ke arah yang sama yaitu barat!" ucap Kelvin.


"Baik!"


Angkasa menutup teleponnya dan memerintahkan agar Kelvin tetap stay di sana mengawasi pergerakan Angel. Sedangkan Angkasa yang masih berada di perusahaannya telah mengerahkan semua bawahannya untuk mencegat anak buah dari Angel.


"Aku sudah menduganya dari kematian salah satu karyawan tersebut pasti ada yang iri dengan perusahaannya. Terlebih lagi setelah orderan mereka membludak, harusnya mereka menutup berita karena dalam bisnis banyak persaingan yang di lakukan dengan curang," ucap Angkasa.


Angkasa tidak bisa tenang menyerahkan tugas-tugas tersebut dengan bawahannya. Dia pun ikut ke lokasi yang disebutkan oleh Kelvin.


"Kami sudah berpencar Tuan! masing-masing dari kami telah menunggu di jalan yang sepi!" ucap bawahannya.


Angkasa menutup telepon dan menambah kecepatan menyusul para bawahannya. Beberapa menit kemudian, telepon masuk dari Kelvin.


Kelvin mengatakan jika dia sudah memasang GPS sebelumnya di motor Fernando.


"Kenapa kamu baru bilang?" ucap Angkasa dengan kesal.


"Maaf Tuan, saya baru saja ingat!" sahut Kelvin merasa bersalah.


"Segera cari taksi dan cari lokasi saya, alamat sudah saya kirim!" ucap Angkasa.


Dengan cepat Kelvin menghentikan taksi dan menyuruh sopir taksi menambah kecepatan maksimal. Di pikir sangat lambat, Kelvin mengambil alih mobil dan menjamin bahwa mereka akan selamat.


"Tolong pelan-pelan Pak, saya sangat ketakutan!" ujar sopir taksi tersebut yang tampak berpegangan dengan erat.


"Sudah tidak ada waktu lagi!" ucap Kelvin dan menambah kecepatan lagi.


Hanya perlu waktu 10 menit untuk Kelvin sampai di lokasi Angkasa. Sopir taksi tampak menarik nafas lega karena tidak terjadi apa-apa. Dan juga dia mendapat bayaran yang lumayan dari Kelvin.

__ADS_1


"Kemana kita sekarang?" tanya Angkasa ketika Kelvin sudah masuk ke dalam mobil.


Kelvin mengarahkan Angkasa sesuai bergeraknya GPS. Angkasa juga tak henti-hentinya menghubungi bawahannya unik stay di beberapa daerah.


Hingga 15 menit berlalu, telepon masuk dari bawahannya berkata bahwa Fernando telah lewat dari jalurnya. Dan kini dia mengarah ke selatan.


Angkasa pun melajukan kembali mobilnya, berdasarkan info bawahannya Angkasa menafsir jika Fernando akan melewati jalurnya.


"Kita tunggu di sini saja," ucap Angkasa.


"Ya bos, sepertinya dia akan ke sini!" ucap Kelvin.


Benar saja, selang beberapa menit sepeda motor Fernando telah muncul. Angkasa dan Kelvin segera turun dari mobil dan mencegatnya. Di belakang Fernando terlihat Rebecca yang juga melewati jalur yang sama dengan Fernando.


"Minggir!" ucap Fernando yang belum turun dari motornya.


"Kita bilang kalian minggir, atau kami tabrak!" ucap Rebecca menimpali perkataan Fernando.


"Berisik!"


"Kelvin, periksa mereka!" ucap Angkasa.


Kelvin pun mendekat ke arah Fernando terlebih dahulu dan melihat barang yang di bawa oleh Fernando.


Di sana tertulis nama pengirim dari perusahaan Peter. Kelvin memberikan kode anggukan pada Angkasa.


"Karena kalian sudah tahu, sudah waktunya kalian mat!" ucap Rebecca yang diam-diam telah mengeluarkan senjata tajamnya dan menarik leher Kelvin dari belakang.


Tangan kiri Rebecca tampak merangkul leher Kelvin dengan mengacungkan pisau di leher Kelvin menggunakan tangan kanannya.


"Kamu pikir kamu bisa lolos dari ini semua?" tanya Angkasa dengan raut wajah yang datar.


Rebecca melihat ke belakang, bawahan Angkasa telah mengepung lokasi. Di saat Rebecca lengah, saat itulah Kelvin membalikkan posisi. Kini Rebecca lah yang di ancam dengan senjatanya sendiri.


"Bawa dia ke mobil!" ucap Angkasa.


Rebecca yang tidak takut dengan kematian langsung menyerang kembali meski lehernya tergores sedikit. Dia terlepas dari Kelvin namun tidak bisa lari karena banyaknya orang yang mengelilinginya.


"Ternyata cukup berani juga ya kamu!" ucap Angkasa.


"Sudah Rebecca, kita menyerah saja!" bisik Fernando.


'Dasar b0doh, kalau kita menyerah kita akan masuk polisi!' batin Rebecca.


'Aku harus cari cara agar bisa lepas dari orang ini,' batin Rebecca kembali.

__ADS_1


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


__ADS_2