
Seminggu kemudian, Safira telah bebas dari penjara. Namun dirinya yang telah di bebaskan oleh orang asing tersebut menyuruhnya untuk ikut ke negara Y. Safira telah menyetujuinya tanpa sepengetahuan Fernando dan juga Hendra, kakaknya.
Safira telah merasakan malu untuk menghadapi Hendra. Safira tak lagi mau menyusahkan mereka.
"Saya masukkan kamu ke kampus ternama dan belajar dengan giat. Mata-mata saya ada di kelas itu, kalau kamu tidak percaya kamu boleh bermalas-malasan sekali dan menerima pukulan rotan yang lebih kejam daripada yang Ayah kamu lakukan!" kata Safira.
"Anda sudah menggali semua informasi saya, apa tujuan Anda melakukan ini semua?" tanya Safira penuh waspada terhadap pria asing yang berumur sekitar 40 tahun itu.
"Tentu kamu akan menjadi orang yang berguna nantinya bagi saya. Setelah itu kita impas, kamu bisa melanjutkan studi kamu saya mendapat keuntungan saya!" kata pria tersebut.
'Sepertinya ini tidak sesederhana yang dia katakan,' pikir Safira.
"Baik, saya mengerti!" ucap Safira.
Tanpa membawa barang apapun, Safira telah di bawa pergi oleh pria asing tersebut.
"Apa yang harus saya lakukan setelah sampai di negara Y?" tanya Safira kembali.
"Sesuai kesepakatan, kamu akan menikah dengan saya dan menjadi istri sah saya. Sebagai jaminan kamu tidak akan kabur begitu lulus kuliah. Dan ingat di Negara Y keamanan tidak berlaku untuk pria. Pria bebas memukul wanita asal memiliki surat nikah mereka," kata Pria tersebut memberikan peringatan.
Seorang pria yang mendatangi Safira dengan maksud tertentu ini tepat setelah Hendra pergi 3 jam yang lalu. Dia bernama Michael, berusia 40 tahun dengan identitas sosialnya orang yang paling berkuasa di negara Y. Saat ini dia kembali ke negara aslinya yaitu negara E untuk membalaskan dendamnya terhadap Peter dan juga keluarga Angkasa.
Mereka memiliki kejadian yang tak terduga di masa lalu yang membuat Michael membenci mereka.
Perjalanan dari Negara E ke Negara Y membutuhkan waktu 6 jam untuk sampai di sana dengan pesawat pribadinya. Michael melihat Safira tertidur pulas saat mereka sudah berada di mobil, dia memilih untuk menggendong wanita yang akan menjadi calon istrinya.
"Entah kamu memang mencintaiku atau tidak tapi selama kita bisa saling memanfaatkan itu artinya kamu tidak akan rugi besar!" kata Michael kepada Safira saat dia meletakkannya di atas ranjang.
...***...
Pada esok harinya, acara pernikahan telah berlangsung. Dan saat ini Safira telah sah menjadi istri dari Michael. Pria tua yang berumur 40 tahun dengan seorang wanita yang baru berusia 24 tahun. Jarak umur mereka cukup jauh, namun Negara Y adalah kekuasaan Michale tidak akan berani membuli atau mencemooh Safira di sana.
__ADS_1
Acaranya berlangsung sampai jam 9 malam, Michael mengantar istrinya untuk beristirahat di kamarnya.
"Terimakasih atas semua yang Tuan Michael lakukan!" ucap Safira.
"Tentu saja! Apa kamu mencintaiku?" tanya Michael yang telah terbaring di atas ranjang menghadap Safira.
"Saya tidak tahu apakah saya mencintai Anda atau tidak. Tapi yang pasti saya melakukan ini bukan atas paksaan Anda!" kata Safira.
"Saya tidak peduli! Lain kali saya tidak ingin mendengar jawaban itu lagi!" kata Michael dengan nada tinggi.
Posisi mereka kini berubah, tubuh Michael sudah berada di atas Safira. Tentu saja itu membuat Safira takut, namun dia tak mampu menolak karena dia tahu pernikahan ini hanya untuk saling memanfaatkan.
"Sa-saya tidak akan mengulanginya lagi. Tapi apakah Tuan Michael bisa turun dari tubuh saya?" tanya Safira dengan gugup.
"Kenapa? kamu saat ini sudah menjadi istri sah saya. Apa kamu merasa tidak nyaman saya tertidur di atasmu?" tanya Michael.
"Bukan seperti itu. Tapi itu menyakitiku," kata Safira.
Michael merobek pakaiannya yang membuat Safira terkejut namun juga sudah terbiasa. Safira merasa itu tidak semenakutkan saat di pukuli oleh ikat pinggang milik ayahnya.
"Sepertinya kamu merasa kesakitan saat itu, kenapa saya baru menemukanmu?" kata Michael yang tampak menyesal dengan keterlambatannya.
"Itu tidak apa! Sekarang kita sudah bersama bukan?" ucap Safira.
"Safira, saya sangat mencintaimu! Sangat sayang, sejak pertama kali melihat wajahmu di internet, kamu terlihat cantik sekali," kata Michael memujinya.
Michael kembali menindih badan Safira dari belakang. Dia tidak bisa menahan hasrat yang muncul sejak tadi saat melihat lekuk tubuh Safira.
Safira tak meronta, dia hanya terdiam yang membuat Michael menjadi khawatir.
"Apa aku menyakitimu?" tanya Michael.
__ADS_1
"Tentu saja tidak! Tuan bisa melakukan apapun kepada ku asal jangan memukulku!" kata Safira.
"Saya tidak ingin kamu menjadi wanita yang tidak berdaya seperti ini, saya ingin kamu memberikan keputusan yang tegas," kata Michael dengan sedikit bentakan.
Namun Safira tampak diam, dia tidak tahu harus memberi jawaban apa. Safira sudah tidak bisa berbuat apa selain pasrah pada dirinya. Terlebih lagi dia telah menikah di tempat asing dan orang yang di nikahinya juga memiliki umur yang lebih tua darinya.
'Tapi aku bersyukur pria ini mencintaiku, dia memperlakukanku cukup baik meski dia seumuran ayahku!' batin Safira.
"Safira!" ucap Michael kembali.
"Maaf Tuan, saya memang tidak melarang Anda berbuat apapun pada saya dan itu termasuk sebuah keputusan yang saya ambil," sahut Safira.
Dia tidak akan membiarkan Michael marah terhadapnya. Karena Safira tidak ingin menyakiti pria kesepian yang lamanya 40 tahun. Selama 40 tahun Michael tidak pernah menyentuh seorang wanita karena dia belum menemukan wanita yang sempurna dalam bentuk wajah dan kecantikan yang dimilikinya. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Safira yang memiliki apa yang dia inginkan.
"Ini kamu yang minta, saya harap kamu tidak menyesal!" kata Michael yang akan memulai aksinya.
Michael melakukannya dengan sangat ganas, dia sudah lama mengidamkan wanita seperti Safira. Dan sekarang dia tidak hanya memilikinya untuk terus berada di sampingnya bahkan tubuhnya pun menjadi miliknya malam ini.
Safira menerima permainan Michael yang sangat brutal itu. Dia belum pernah merasakan panas yang ada dalam tubuhnya saat bermain dengan pria lain.
'Meskipun dia sudah tua, namun kemahirannya dan kekuatannya melebihi anak muda pada umumnya,' batin Safira.
Setelah beberapa kali akhirnya Safira kelelahan dan Michael membiarkannya untuk beristirahat.
"Tidurlah agar besok kamu bisa pergi ke sekolah," kata Michael.
"Terimakasih Tuan untuk malam ini, aku milikmu!" kata Safira.
Setelah mengatakan hal itu, Safira akhirnya tertidur pulas dengan memeluk Michael di sampingnya.
"Dia tidak mencintai hatiku tapi setidaknya dia mencintaiku tubuhku," gumam Michael.
__ADS_1
"Sayangnya tidak bisa sampai pagi, aku pikir aku bisa melakukannya sampai pagi karena ini pertama kalinya bagiku. Tapi wanitaku sangat kelelahan baru tiga kali dan sekarang tertidur pulas," gumam Michael pada dirinya sendiri.