Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 52


__ADS_3

Malam sekitar jam 7, Naila yang baru saja selesai mengerjakan tugas kuliahnya tiba-tiba teringat dengan lukisan yang di berikan oleh Angkasa. Dia mengalihkan perhatiannya kembali kepada lukisan yang tampak indah tersebut.


"Bagus banget, jadi kangen sama Angkasa!" kata Naila sambil memegang pinggir lukisan tersebut.


Naila berinisiatif untuk menelepon Angkasa mengajaknya bertemu.


"Halo Angkasa, kamu lagi apa?" tanya Naila setelah kekasihnya menjawab panggilan teleponnya.


"Aku lagi ada sedikit pekerjaan, ada apa Nai?" tanya Angkasa.


"Mmm, gak sih kirain lagi ada waktu luang. Maunya ajak kamu jalan-jalan," kata Naila.


"Maaf Ya Sayang, aku belum bisa. Kamu tahu sendiri kan aku banyak pekerjaan akhir-akhir ini," kata Angkasa merasa bersalah.


"Iya deh Sayang, gak apa-apa. Kamu lanjut deh, semangat ya!" kata Naila.


Setelah menutup teleponnya, Naila beralih menelepon sahabatnya yaitu Erni.


"Halo Nai ada apa?" tanya Erni.


"Erni, kamu di rumah gak? aku jemput ya?" tanya Naila tanpa basa-basi.


"Aku di perusahaan ayah kamu, baru saja selesai kerja!" kata Erni.


"Kalau mau jemput, jemput di sini aja. Aku tungguin," kata Erni kepada Naila.


"Kamu udah selesai kerja emangnya?" tanya Naila.


"Udah nih, baru saja!" sahut Erni.


"Oke deh, tunggu ya! aku berangkat sekarang," kata Naila lalu menutup teleponnya.


Di sisi lain, Angkasa yang sedang dalam perjalanan pulang merasa bersalah terhadap Naila. Pasalnya dia di suruh pulang oleh Ibunya karena teman masa kecilnya telah datang dari luar negeri.


Mereka sudah di jodohkan oleh orang tua mereka sewaktu mereka kecil. Saat Angkasa berusia 5 tahun, dia sangat menyukai wanita yang dijodohkan oleh orang tuanya.

__ADS_1


"Tuan, kenapa Tuan menyembunyikan semuanya kepada Naila?" tanya Kelvin yang sedang mengemudikan mobil.


"Aku tidak mau masalah akan semakin rumit jika Naila sampai tahu jika aku di jodohkan. Toh juga nanti aku bisa menolaknya, dan juga aku tidak memiliki perasaan sama sekali dengannya," sahut Angkasa dengan raut wajah datarnya.


"Tapi kali ini Anda akan makan malam bersama wanita itu di luar, takutnya akan ada orang yang memotret Anda dan sampai di lihat oleh Naila,"


"Itu tidak akan terjadi! karena aku akan memakai topeng mata seperti biasa," sahut Angkasa dengan yakin.


Kelvin hanya terdiam, dia sudah memberitahu bahwa konsekuensi yang di ambil Angkasa akan sangat besar. Meskipun dirinya tidak pernah pacaran, namun Kelvin sendiri tahu bagaimana sensitifnya seorang perempuan jika melihat pria yang dia cintai jalan dengan wanita lain.


'Semoga saja tidak sampai ketahuan dengan Naila, jika tidak maka akan ada kesalahpahaman antara keduanya,' batin Kelvin mendoakan sahabatnya itu.


Setelah sampai di rumahnya, Angkasa di sambut oleh Sang Mama yang bernama Almira.


"Hei, sayangnya Mama sudah pulang!" kata Almira sambil mencium dahi anaknya.


Angkasa tak bereaksi apapun ketika dia melihat seorang perempuan yang bernama Angelina. Angelina adalah wanita yang berteman dengan Angkasa sejak kecil. Bisa di bilang mereka saling menyukai satu sama lain semasa kecil hingga SMP.


Orang tua Angelina dan Angkasa memiliki kerjasama secara turun temurun. Sampai tahap ini, keluarga Angkasa berharap jika Angkasa mampu meneruskan kerjasama tersebut bersama keluarga Angelina.


"Hai!" sapa Angkasa dengan wajah dinginnya kepada Angelina yang kini sudah berdiri di depannya.


"Lama ya gak ketemu, makin dewasa makin ganteng aja," puji Angelina kepada Angkasa.


Namun Angkasa sama sekali tak senang di puji oleh Angelina. Dia mengeluarkan ekspresi dinginnya di depan Angelina.


Almira yang sebagai Ibu Angkasa berusaha memecahkan suasana dengan mengajak mereka makan di restaurant yang sangat terkenal nan mewah di negara E. Sekaligus memperkenalkan negara E yang telah lama tidak pernah di kunjungi oleh Angelina.


"Angelina, bagaimana kabar orang tuamu?" tanya Almira saat sudah duduk di dalam mobil.


Angkasa memilih untuk duduk di depan bersama dengan Kelvin yang sedang mengemudikan mobilnya. Sedangkan Almira dan Angelina duduk di belakang.


"Sehat Tante. Oh ya, Mama sama Papa kirim salam dan minta maaf karena saat pemakaman paman tidak sempat datang," kata Angelina yang merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, kami juga mengerti kok kesibukan orang tua kamu," kata Almira tersenyum tipis.

__ADS_1


Lama setelah berbincang-bincang, sampailah mereka di sebuah restauran yang mereka tuju. Almira mengajak Angelina untuk masuk ke dalam restaurant tersebut, sedangkan Angkasa dan Kelvin ikut di belakangnya.


"Tuan, menurut Tuan apakah Angelina masih suka dengan Tuan?" tanya Kelvin yang berjalan di samping Angkasa.


"Tidak tahu! aku berharap tidak, karena aku takut dia akan sedih setelah tahu perasaanku sesungguhnya!" sahut Angkasa.


Kelvin tidak menyalahkannya ketika Angkasa masih menjaga perasaannya. Bagaimanapun juga dia dan Angkasa sudah berteman lama dengan Angelina. Mereka satu sekolah yang sama dari SD hingga SMP. Hingga akhirnya orang tua Angelina memutuskan untuk tinggal di luar negeri. Tentu saja Angelina ikut ke sana untuk menempuh pendidikan.


Saat itu Kelvin masih ingat jika Angkasa masih tak rela Angelina pergi. Karena saat itu Angkasa masih menyukai Angelina, entah itu karena memang cinta atau hanya sekedar nyaman.


Singkat cerita Mereka telah memesan makanan di restaurant tersebut.


"Setelah ini, Tante akan mengajak kamu ke taman hiburan. Agar kamu tahu sejak kamu pergi keluar negeri, banyak perubahan yang terjadi di sini," kata Almira penuh semangat.


"Ma, aku gak ikut ya! aku masih ada banyak pekerjaan di kantor," kata Angkasa kepada Almira.


Seketika Almira memasang wajah kecewa terhadap Angkasa.


"Emang gak bisa di kerjakan besok? lagipula kan masih ada Kelvin yang bantu urus?" ucap Almira kepada putranya.


"Gak enak lah Ma sama Kelvin, aku terus-terusan minta bantuan Kelvin," kata Angkasa memohon.


"Ya sudah kalau begitu tinggalkan saja dulu, handle besok saja. Kalaupun rugi juga tidak mungkin banyak. Lagipula ini waktu berharga Mama, pokoknya kamu harus ikut!" kata Almira yang tidak bisa di gugat kembali keputusannya.


Dengan terpaksa Angkasa mengikuti perkataan Mamanya. Dia memandang ke arah Kelvin yang memberikan kode sambil menunjuk ke arah mata.


Angkasa ikut meraba matanya dan baru sadar kalau dia lupa memakai topeng penutup mata-nya.


'Aduh, kenapa aku bisa lupa sih,' batin Angkasa kesal.


Dalam hati Angkasa berharap Naila tak keluar rumah dan menemukannya. Dia tidak ingin Naila salah paham dengannya.


"Kamu lagi mikirin apa sih Angkasa?" tanya Almira.


"Gak, gak mikirin apa-apa kok Ma. Lanjut makan, lanjut!" ujar Angkasa grogi.

__ADS_1


Mereka melanjutkan menyantap makanannya, begitupula dengan Angelina yang tidak banyak bicara. Angelina masih merasa malu saat bertemu dengan Angkasa, bagaimanapun juga mereka tidak pernah bertemu selama bertahun-tahun. Ada rasa canggung saat dia hendak berbicara dengan Angkasa.


__ADS_2