Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 68


__ADS_3

Pada malam hari, Rebecca kembali ke apartemen Angel untuk melaporkan sesuatu yang dia temukan. Dengan kelincahan Rebecca, tak heran jika Rebecca mampu mendapatkan beberapa informasi dalam waktu sekejap. Meskipun hanya mengandalkan sebuah foto yang di berikan oleh Angel.


"Informasi apa yang kamu dapatkan?" tanya Angel pada Rebecca yang sudah ada di depannya.


"Saya mendapatkan informasi jika wanita itu memiliki latar belakang yang cukup kuat di negara E. Dia adalah anak dari Tuan Peter, yang memiliki perusahaan kosmetik dan juga sebuah bisnis seperti mall. Peter adalah orang terkaya ke 2 di negara E ini, sehingga Nona harus lebih hati-hati dengan wanita ini!" lapor Rebecca.


"Hanya itu saja?" tanya Angel.


"Selain itu juga, wanita yang bernama Naila ini pernah menjalin hubungan dengan Tuan Yuda yang juga di kenal dengan Tuan Angkasa. Awalnya tersebar rumor di antara mereka karena Tuan Yuda sendiri memutuskan hubungan dengan pacarnya saat itu. Mantan pacar Tuan Yuda memfitnah Naila bahwa Naila lah yang merebut pacarnya. Tapi semua itu sudah di klarifikasi oleh kedua pihak. Wanita ini juga memiliki mantan pacar yang saat ini berada di penjara karena melakukan tindak kejahatan kepada Naila," Rebecca melaporkan hasil penyelidikannya.


"Bagus! kamu mendapatkan informasi dia dengan begitu cepat. Nanti saya akan tambahkan bonus untuk kamu!" ucap Angel mengapresiasi hasil kerja pengikutnya.


Angel cukup kagum dengan kelincahan Rebecca, dia tidak salah memilih Rebecca sebagai pengikutnya.


"Terimakasih Nona!" ucap Rebecca hormat.


Angel telah menyiapkan sebuah kamar untuk Rebecca, jadi Rebecca akan tinggal bersama Angel di apartemen tersebut.


Dua hari kemudian, pada pagi hari Naila mencari keberadaan Angkasa sambil membawa sebuah tas di tangannya. Naila berniat untuk mengembalikan jas Angkasa yang dia pinjamkan dua hari yang lalu.


Naila sudah mencucinya hingga bersih dan wangi.


"Kemana ya tuh anak? di cari-cari malah gak ketemu!" gerutu Naila sendirian.


Naila sudah mencarinya ke dalam kelasnya tetapi tak juga ketemu. Hingga saat Naila sudah pasrah, seseorang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Nyari siapa?" tanya Angkasa yang berada di belakangnya.


Tentu saja Naila terkejut dengan keberadaan Angkasa yang tiba-tiba muncul.


"Ini, aku kembalikan jas kamu!" ucap Naila.


"Imbalannya mana? masa cuma makasih aja!" ucap Angkasa.


"Kamu mau apa?"


"Minimal cium lah!" kata Angkasa penuh harap.


"Mimpi!" sahut Naila lalu pergi meninggalkan Angkasa.


Naila tak ingin berlama-lama berinteraksi dengan Angkasa, Naila menghindari gosip yang bisa terjadi kapan saja. Dia tak mau saat Angkasa memutuskan pertunangannya dengan Angel karena bosan, justru dia yang menjadi sasaran fitnah para mahasiswa lainnya.


"Bisa-bisanya dia minta aku cium, dia gak mikirin perasaan tunangannya apa? untung saja aku sudah putus dengan pria m3sum itu!" ucap Naila sambil berjalan.


Naila bertemu Erni saat dia hendak masuk ke kelas, keduanya hampir bertabrakan karena Naila tak fokus dan sambil mengoceh tak karuan.


"Ada apa sih Na? pagi-pagi sudah pasang wajah kusut gitu?" tanya Erni.


Sebagai sahabat yang baik, tentu saja Erni berusaha menghibur Naila yang sedang memiliki masalah.


"Gak apa-apa, cuma kesal saja sama Angkasa!" sahut Naila dengan nada ketus.


"Ada apa lagi sama dia?" tanya Erni sambil berjalan mencari tempat duduknya di kelas.


"Udah ah, aku lagi malas bahas!" ucap Naila yang kini sudah duduk di kursinya di barengi oleh Erni yang duduk bersebelahan dengannya.


"Ya udah deh! oh ya aku ada informasi bagus nih buat kamu!" kata Erni penuh semangat yang membuat Naila penasaran.

__ADS_1


"Informasi apa?" tanya Naila.


"Perusahaan ayah kamu sudah mengeluarkan produk baru loh. Produk kosmetik kali ini di tujukan pada remaja-remaja seperti kita ini. Aku saranin, kamu bantu Ayah kamu promosi deh daripada ayah kamu harus cari model lainnya kan?" ujar Erni.


"Oh ya? kenapa ayah gak pernah cerita sama aku kalau udah ada produk baru," ucap Naila sedih.


"Ya, mungkin saja Ayah kamu tidak sempat atau lupa!" sahut Erni.


"Tapi bukan itu intinya, kamu harus bicara dengan ayah kamu. Soalnya kalau aku yang bicara kan tidak pantas," ucap Erni.


"Iya juga ya, lagipula job aku untuk promosi juga gak terlalu banyak!" pikir Naila.


"Iya, apalagi followers kamu sudah banyak itu memungkinkan untuk kita menjual lebih banyak produk lagi," kata Erni bersemangat.


Mereka pun sepakat, Naila memutuskan untuk berbicara dengan ayahnya setelah pulang dari kampus. Naila ingin sekali membantu meringankan pekerjaan ayahnya, namun dia bingung membantu dari segi apa. Tapi syukurnya Erni memberitahu tentang keluarnya produk baru dari perusahaan ayahnya, jadi Naila bisa membantu Ayahnya untuk promosi.


...^^^***^^^...


Sepulang dari kampus, Naila langsung mencari ayahnya ke perusahaan. Pandangan seluruh karyawan di perusahaan tertuju padanya.


"**Cantik sekali anaknya Bos, kulitnya mulus, putih lagi. Kapan ya aku bisa seperti dia?"


"Jangan mimpi deh! Dia anak orang kaya, perawatannya pasti mahal. Kita yang hanya bekerja sebagai karyawan biasa hanya bisa mensyukuri wajah yang kita miliki!"


"Pria yang memilikinya pasti sangat beruntung**!"


beberapa bisikan dari karyawan ayahnya tertuju padanya. Namun bisikan itu bukan bentuk kritikan atau ujaran kebencian, melainkan rasa kagum mereka kepada kecantikan Naila yang semakin cantik saja setelah lama tak berkunjung ke perusahaan.


Naila menyapa beberapa karyawan dan tersenyum kepada mereka. Semakin menjadi lagi kekaguman karyawan yang mendapat sapaan dari Naila, karena selain cantik juga ternyata ramah dengan orang kelas bawah.


"Masuk!" ucap Ayahnya.


Naila pun mendorong gagang pintu hingga pintu itu terbuka, lalu masuk ke dalam ruangan ayahnya. Dia melihat ayahnya yang super sibuk dengan komputer yang ada di depannya.


"Ayah lagi sibuk banget ya?" tanya Naila.


"Eh kamu Nai, kirain Ayah siapa!" ucap Peter mengalihkan pandangannya ke arah Naila.


"Ayah lagi ada produk baru ya? kalau perlu bantuan aku untuk promosi bilang aja!" ucap Naila lagi.


"Baru Ayah mau bilang sama kamu, ternyata kamu sudah tahu duluan!" kata Peter menghampiri anaknya yang telah duduk di sofa.


"Ayah memang perlu bantuan kamu, secara kamu sudah sedikit terkenal di beberapa sosmed dan memiliki banyak penggemar. Kamu juga sering mereview banyak produk. Ayah ingin menggunakan jasa kamu kalau kamu mau sih," ucap Peter yang merasa sungkan meminta bantuan kepada anaknya.


"Tentu saja aku mau, lagipula aku jarang-jarang bisa bantu Ayah!" sahut Naila bersemangat.


"Naila kira, Ayah akan lupa sama anaknya. Aku selalu takut jika Ayah mengharapkan Erni sebagai anak Ayah dibandingkan denganku," kata Naila menceritakan kekhawatirannya.


"Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu?" tanya Peter bingung.


"Ya soalnya Erni lebih bisa di andalkan daripada aku, padahal usia kita sama tapi Erni lebih banyak membantu ketimbang aku," kata Naila merasa kurang percaya diri.


"Ya enggaklah sayang, Erni kan karyawan ayah jadi wajar saja kalau dia pintar. Banyak kok karyawan ayah yang pintar selain Erni, tapi anak ayah ya tetap kamu Sayang!" ujar Peter.


Peter tak menyangka jika putrinya memiliki rasa cemburu terhadap orang lain.


'Mungkin aku kurang memberikan perhatian untuk Naila, lebih baik setelah pekerjaanku selesai aku mengajak Naila pergi jalan-jalan!' batin Peter.

__ADS_1


"Aku jadi senang dengarnya! Ilove you ayah!" ucap Naila sambil membentuk ibu jari dan jari telunjuknya seperti hati.


"Ilove you too sayang," sahut ayahnya.


"Sekarang ayah memiliki banyak pekerjaan, lebih baik kamu pulang beristirahat dulu ya. Kata Shaga kemarin kamu datang bulan saat di ajak ke restaurant. Apa sekarang masih sakit?" tanya Peter perhatian.


"Tidak ayah, aku sudah minum teh hangat yang Ayah buatkan!" kata Naila.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Peter merasa lega tahu anaknya baik-baik saja.


"Aku mau di sini ayah, tapi boleh makan di sini kan?" tanya Naila.


"Boleh kok, semua karyawan juga Ayah persilahkan untuk makan di kantor asal jangan di meja kerja saja," kata Peter.


Peter memang menyediakan tempat untuk para karyawannya makan agar di meja kerja mereka tetap bersih.


"Aku mau pesan makanan aja di online, sekalian untuk mereka ya Ayah? boleh ya?" ucap Naila penuh harap.


"Iya, asal pekerjaan mereka tidak terganggu!" ucap Peter.


"Ayah gak ikut makan bersama?" tanya Naila memastikan.


"Tidak, kalian saja!" sahut Peter.


"Oke kalau begitu," ucap Naila.


Naila lalu memesan makanan setelah tahu jumlah karyawannya. Setelah memesan makanan, Naila menunggunya sambil memainkan ponselnya. Sedangkan Peter melanjutkan pekerjaannya.


Setelah 20 menit menunggu, Naila pergi ke depan karena kurir yang mengantar makanan telah sampai di depan perusahaan.


"Terimakasih ya Mas, ini untuk Masnya satu! boleh makan di sini kok," ucap Naila.


"Tidak usah Mbak, saya makan di rumah saja!" ucap kurir tersebut.


"Makasih ya Mbak makanannya!" ucap kurir tersebut yang terlihat sangat senang.


Selain memberikannya makanan juga Naila memberikan minuman agar tidak nanggung. Naila membawa dua plastik makanan di tangannya dan membawanya masuk ke dalam perusahaan.


Naila menyuruh salah satu karyawan untuk mengumpulkan teman-temannya di ruang istirahat. Sedangkan Naila menyiapkan makanan yang dia pesan, satu di masing-masing tempat duduk.


"Semoga saja mereka suka!" ucap Naila yang telah selesai menata minuman dan makanan mereka.


Beberapa menit kemudian karyawan sudah kumpul, mereka sedikit tegang karena tidak tahu alasan Naila memanggil mereka.


"Apa saya mengganggu waktu kalian?" tanya Naila.


Semua karyawan menggelengkan kepalanya, mereka masih belum bisa menebak apa yang terjadi.


"Silahkan kalian duduk di kursi yang sudah ada makanannya, kita akan makan bersama," ucap Naila.


Seketika raut wajah yang tadinya ketakutan kini berubah menjadi senang.


"Beneran ini Kak?" tanya salah satu karyawan.


"Benar dong! ini bentuk ucapan terimakasih saya kepada kalian yang telah bekerja keras membantu ayah saya. Semoga kalian bisa setia bekerja di sini ya dan tentunya nyaman dengan pekerjaan kalian di bidang apapun itu!" kata Naila.


"Wah makasih banyak Kak Naila, kami sangat senang!" ucap salah satu karyawan.

__ADS_1


__ADS_2