Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 40


__ADS_3

Sudah berbulan-bulan Hendra hidup ngekost. Pekerjaannya menjadi lebih baik sekarang sejak dia meninggalkan rumahnya. Namun hatinya tidak bisa melupakan sang adik yang sangat dia sayangi.


Dia berkali-kali melihat foto Safira di layar handphonenya. Terlihat wajah Safira yang begitu ceria saat berfoto dengannya. Tanpa di sadarinya air mata Hendra telah menetes membasahi kedua pipinya karena saking rindunya dengan Safira.


"Kakak benar-benar terlambat Safira, seandainya dari dulu kakak berani melindungi kamu mungkin saja kamu tidak menghilang," kata Hendra yang terus menyalahkan dirinya sendiri.


Hendra merasa dirinya telah menjadi kakak yang tidak berguna. Dia tidak tahu harus mencari kemana Safira, dia tidak memiliki jejak sama sekali tentang Safira.


"Aku harus menjadi lebih kuat demi menemukan Safira kembali. Tanpa menjadi orang yang hebat aku tidak akan bisa menemukan Safira," kata Hendra penuh tekad.


Hendra mengutak-atik laptop yang sudah cukup tua, dia ingin mencari pekerjaan sampingan yang bisa membuat dirinya menjadi orang kaya kedepannya.


Hendra membelalakkan matanya saat dia melihat iklan lowongan pekerjaan yang ada di layar laptopnya. Perusahaan yang di miliki Yuda sedang mencari tenaga kerja. Bagi Hendra ini adalah kesempatan untuk mengadu skill di sana. Dan sudah pasti gaji yang di tawarkan cukup tinggi.


Hendra dengan segera menyiapkan surat lamaran pekerjaan dan dokumen lainnya yang di perlukan untuk melamar pekerjaannya.


"Aku akan buktikan kalau aku bisa menjadi orang sukses tanpa dukungan keluarga sekalipun," ucap Hendra.


Keesokan harinya, Hendra pergi ke perusahaan Yuda untuk menaruh surat lamaran. Dia bertemu dengan Kelvin di sana, karena sudah pasti Yuda tidak ada di perusahaan.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan? saya asisten Tuan Yuda nama saya Kelvin," kata Kelvin dengan ramah kepada Hendra.


"Saya ke sini untuk melamar pekerjaan Tuan, saya sudah bawa surat lamarannya. Mohon untuk di lihat sebentar saja," kata Hendra dengan sopan.


Kelvin menerima sebuah dokumen yang berisikan surat lamaran pekerjaan. Dia membaca sebentar isinya, dan merasa Hendra cocok untuk mengisi lowongan tersebut.


Namun Kelvin tidak berani memutuskan karena keputusan ada pada pihak HRD. Kelvin menunjukkan ruangan HRD untuk di wawancarai lebih lanjut.


Hendra berjalan ke arah ruangan HRD yang sudah di tunjukkan oleh Kelvin. Dia mengetuk pintu sebelum masuk.


Di lain tempat Kampus kembali di gemparkan dengan berita heboh yang tersebar di sosial media. Pria misterius yang sudah lama tidak memposting apa-apa tiba-tiba memposting beberapa kata yang mampu membuat kampus bergetar dengan heboh.


*Sebentar lagi kalian akan tahu wajah saya, ketika seseorang berulang tahun. Tunggu saja kapan ya*

__ADS_1


Banyak mahasiswa yang membicarakan topik terpanas itu. Mereka belum tahu kapan pastinya waktu tersebut. Namun mereka tahu, saat pria misterius itu memposting wajahnya itu artinya dia memiliki seseorang yang telah mencuri hatinya.


Mahasiswi lainnya merasa galau ketika membaca komentar yang menebak-nebak bahwa pria misterius telah memiliki pasangan. Terlebih lagi mereka yang mengidolakan Angkasa, mereka akan merasa kehilangan dua kali lipat dari mahasiswi lainnya.


"Eh Nai tahu gak, pria misterius itu kembali membuat kampus heboh loh hanya karena beberapa kata dalam postingannya," ucap Erni yang ikut heboh.


"Oh ya? postingan apa yang dia buat?" tanya Naila yang sama sekali tidak tahu topik terpanas di kampusnya sendiri.


"Kamu gak follow dia ya?" tanya Erni kembali.


"Gak ah! kalau aku follow pasti pacarku marah, iya kan sayang?" goda Naila pada Angkasa yang berjalan di sampingnya.


"Iya dong, untung saja pacarku setia," sahut Angkasa.


Melihat sepasang kekasih yang baru jadian saling menggoda, Naila merasa iri. Dia menantikan hal manis seperti itu juga, dan ingin sekali memiliki pria yang romantis.


"Iya deh iya, yang baru jadian!" ejek Erni.


"Eh iya, udah kamu kasih belum hadiahnya Nai? capek-capek lo nyarinya masak kamu gak kasih!?" tanya Erni sekaligus mengingatkan Naila.


"Teng...Teng..Teng,"


Naila mengeluarkan sepasang gantungan kunci dengan wajah mereka.


"Sederhana sih, tapi ini bisa jadi obat rindu kamu kalau kamu lagi kangen sama aku," kata Naila dengan romantis sambil memberi gantungan kunci dengan wajah dirinya.


"Sedangkan aku akan membawa gantungan kunci dengan wajah kamu," kata Naila tersenyum lebar.


"Ehem, ehem! masih ada orang loh di sini," sindir Erni.


Mereka bertiga kembali berjalan, Naila juga tidak ingin membuat sahabatnya menjadi iri dengannya.


...***...

__ADS_1


Hari ini Ruby juga sudah mulai datang ke kampus. Saat ini dia sedang beristirahat di kantin kampusnya. Sambil menikmati makanannya Ruby memainkan handphone yang ada di tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya asik mengambil makanan untuk di suapi ke mulutnya sendiri.


"Hah? Naila pacaran sama Angkasa?" Ruby terkejut saat dia melihat postingan yang di kirim oleh Angkasa di akun instagramnya.


'Tapi dibandingkan dengan Michael, Angkasa hanya menang tampang saja. Tujuanku ada di sini hanya ingin pamer dengan Naila saja ketika aku sudah sukses nanti,' batin Ruby.


Meskipun Ruby memiliki sifat baik terhadap beberapa orang namun dia memiliki dendam terhadap Naila dan juga keluarganya. Dirinya juga merindukan kakak tersayangnya Hendra, dia tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang.


Ruby memikirkan banyak orang di kepalanya yang membuat dia cepat lelah dan pusing. Tiba-tiba seorang wanita datang menghampirinya.


"Hai, aku boleh gabung duduk di sini gak?" tanya Wanita itu dengan polos.


"Silahkan," ujar Ruby ramah.


Wanita tersebut terus-menerus menatap Ruby yang membuat Ruby menjadi sedikit risih.


"Ada apa ya Mbak?" tanya Ruby curiga.


"Tidak apa-apa, hanya saja saya terpesona melihat kecantikan Mbaknya. Kalau boleh tahu namanya siapa ya?" tanya Wanita tersebut.


"Namaku Ruby, nama kamu siapa?" Ruby bertanya balik.


"Namaku Alina. Kita satu jurusan loh," kata wanita tersebut.


Ruby tidak tahu karena dia tidak pernah memperhatikan teman-teman di kelasnya. Dia hanya fokus belajar agar kedepannya bisa sukses. Dengan dukungan Michael, Ruby menjamin kalau kehidupannya akan menjadi lebih baik.


"Namamu cantik, seperti wajahmu. Aku jadi iri dengan kamu," kata Alina kemudian sambil memegang wajahnya.


"Jangan insecure, kamu juga cantik kok," kata Ruby menyenangkan hati Alina.


"Makasih ya, ini pertama kalinya ada orang yang bilang aku cantik," kata Alina sangat senang.


Ruby hanya tersenyum menatap wanita yang ada di depannya. Dia melihat senyum yang manis meskipun wajah Alina tidak terlalu mulus. Tetapi senyumnya cukup membuat dirinya menjadi lebih cantik dan juga sangat menarik.

__ADS_1


'Bahkan aku saja sebagai wanita tertarik padanya. Aku tidak percaya ada pria yang tidak menyukainya,' batin Ruby.


__ADS_2