
2 minggu kemudian, tepat pada tanggal 24 Agustus Pria misterius kembali membuat story di akun instagramnya. Beberapa fans-nya kembali heboh mengenai dirinya karena Pria misterius akan memposting foto dirinya saat dia memberikan sebuah surprise ulang tahun untuk kekasihnya
Fans-nya tentu saja merasa sakit hati karena idolanya telah memiliki kekasih. Beberapa iri, sangat ingin menggantikan posisi wanita tersebut.
Tepat malam hari sekitar jam 7, Pria tersebut mengirimkan sebuah pesan kepada Naila lewat akun instagramnya. Saat itu Naila sedang bersama Erni di sebuah kafe untuk merayakan ulang tahunnya.
Meskipun awalnya Naila merasa kesal karena Angkasa tidak ikut merayakan, tetapi kekesalan itu lenyap ketika Erni menemaninya merayakan ulang tahunnya.
"Erni, ini bukannya akun pria misterius itu ya?" tanya Naila sambil menunjukkan nama akun beserta isi pesannya kepada Erni.
"Iya betul, itu akun pria misterius. Katanya dia akan meng-upload fotonya bersama pasangannya," ucap Erni.
Erni membaca pesan yang di kirim oleh pria misterius itu sebelum Naila menarik kembali handphonenya dari hadapannya.
"Dia ajak ketemu tuh, kenapa kamu gak setujui aja?" Erni memberikan saran untuk sahabatnya.
Lagipula saat ini Erni masih kesal karena Angkasa tidak ada romantis-romantisnya. Padahal Naila ulang tahun meskipun dia tidak memberikan hadiah yang berharga setidaknya Erni ingin Angkasa memberikan sedikit waktunya.
"Gak ah! nanti Angkasa cemburu kalau aku setuju," ucap Naila ragu dan juga Naila takut pria itu akan berbuat yang bukan-bukan.
"Untuk apa kamu pedulikan dia, Angkasa saja tidak pernah peduli sama kamu!" sahut Erni sangat kesal.
"Ya mau bagaimanapun Angkasa kan pacar aku, jadi kalau aku ketemu pria lain dia wajar tahu!" kata Naila.
"Iya juga sih, tapi kok kamu sabar sampai segitunya sih," ucap Erni yang terheran-heran.
Namun Naila mengabaikannya sementara, dia sedang membalas pesan yang di kirim oleh pria misterius tersebut.
"Jadi, apa yang kamu jawab?" tanya Erni yang melihat Naila selesai membalas pesan tersebut.
__ADS_1
"Ya aku tolak lah! lagipula aku gak ngefans-ngefans amat sama dia. Dan juga dia hanyalah pria asing yang belum pernah aku lihat dari fisik dan juga sikap, nanti kalau dia macam-macam gimana?" ujar Naila yang telah mempertimbangkan banyak hal.
"Ah elah, tahu gitu aku aja yang ke sana," kata Erni cemberut.
"Kamu ini, emang apa istimewanya sih dia? kamu belum tahu rupanya dia, sikapnya dia. Siapa tahu pria itu pria tua kan? yang punya niat jahat mungkin. Kita kan gak tahu di balik sifat orang itu,"
"Iya sih, kamu ada benarnya juga!" sahut Erni.
2 menit kemudian, pria misterius itu membalas pesan Naila. Dalam pesannya dia memberikan dua pilihan. Antara Naila yang datang menemuinya atau dia yang datang menemuinya. Ini tentu membuat Naila merasa tak aman, karena pria tersebut telah mengetahui lokasinya.
"Apa mungkin pria misterius ini punya mata-mata untuk ngikutin aku?" tanya Naila pada Erni.
"Mungkin saja! Tapi ada baiknya kamu temui dia di lokasi yang lebih ramai. Biar kalau dia mau apa-apa kita bisa berteriak minta bantuan," kata Erni memberikan saran.
Naila pun mengikuti saran dari Erni, dia kemudian memberitahu pria misterius itu untuk ketemu di lokasi yang Naila tentukan sendiri.
Pria misterius itu akhirnya setuju, namun dengan syarat Naila harus berdandan cantik. Naila semakin heran, kenapa pria misterius itu menargetkan dirinya. Dia semakin takut di buatnya, akhirnya Naila memutuskan untuk menghubungi Angkasa.
"Maaf sayang, aku masih di tempat kerja. Kamu minta Erni temani dulu ya," ucap Angkasa lalu mematikan telepon begitu saja.
Erni langsung bertanya, apakah Angkasa bersedia atau tidak untuk mengantarnya. Mendengar jawaban Naila, emosi Erni meledak-ledak. Dia memutuskan untuk membawa Naila pergi ke toko pakaian dan memilihkannya pakaian yang bagus dan anggun.
Erni menyuruh Naila berpenampilan secantik mungkin agar nanti tiba saatnya pria misterius itu meng-upload fotonya, Angkasa merasa sangat marah.
Tentu saja itu bentuk balas dendam secara tersembunyi.
Setelah Naila selesai merias diri, dia bergegas menuju lokasi yang telah di tentukan bersama dengan Erni. Namun saat dia sampau di lokasi, pria misterius itu mengarahkan dia untuk datang di sebuah kolam yang ada di sana.
Untungnya Naila hafal dengan tempat di sana, jadi dia bisa datang ke sana tanpa nyasar bersama dengan Erni.
__ADS_1
Sampai di sana, Naila dan Erni melihat seorang pria yang sedang berdiri. Di dekat kolam tersebut sudah tersusun meja beserta kue ulang tahun. Di kursi terdapat sebuah boneka besar yang di taruh dengan rapi.
Naila hanya diam menatap punggung pria tersebut, dia tak berani menyapa ataupun bersuara. Begitupula dengan Erni yang sangat gugup namun juga sangat penasaran.
"Kamu datang dengan seorang teman?" tanya pria misterius tersebut.
Suaranya sangat tidak asing bagi Naila, dia mengenal suara pria tersebut namun juga tak berani memastikan.
"Iya, apa kamu keberatan?" tanya Naila yang tetap menatap punggung pria misterius tersebut.
"Tentu tidak! dia bisa menjadi fotografer kita nanti!" sahut Pria tersebut.
"Kamu tidak mengenalku? bahkan dari suaraku?" tanya pria tersebut.
Naila hanya diam tak berani memastikan, dia masih ragu dengan anggapannya. Tanpa menunggu jawaban dari Naila, pria misterius itu membalikkan badannya.
Dia memegang sekuntum bunga mawar berwarna merah dan putih. Dengan memakai jas yang rapi, dan celana panjang hitam.
Naila begitu terkejut dan langsung datang ke pelukan pria tersebut dengan tangisan harunya.
"Kamu kenapa tipu aku lagi?" tanya Naila sambil mengeluarkan air mata harunya.
Begitupula dengan Erni, dia sangat terkejut bahkan sejenak merasa kagum dengan pria misterius. Betapa romantisnya pria tersebut, pantas saja dia memiliki banyak penggemar. Karena selain pintar menciptakan lukisan yang indah juga ada sisi romantisnya.
"Ini hari spesial kamu, tentu saja aku harus memberikan kejutan. Sekaligus menebus hari ulang tahun mu yang sudah lewat sejak 20 tahun!" kata pria misterius tersebut.
"Jadi pria misterius yang membuat kita 0enasaran itu kamu Angkasa?" tanya Erni yang masih tidak menyangka.
"Gimana? lo masih ragu sama cinta gue ke Naila?" tanya Angkasa dengan nada angkuh.
__ADS_1
Angkasa telah menahan emosinya saat Erni mengeluhkan tentang dirinya yang tidak romantis. Ataupun saat mengklarifikasi tentang hubungannya bersama Naila dulu. Ini adalah bentuk balas dendam Angkasa terhadap Erni sekaligus kejutan yang membuat Naila terharu.
"Makasih Angkasa, kamu sudah melakukan banyak hal untuk aku. Aku kira kamu beneran gak akan datang di hari ulang tahunku, tapi ternyata kamu sudah menyiapkan banyak hal!" kata Naila yang telah melepas pelukannya terhadap Angkasa.