Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 37


__ADS_3

Waktu berjalan sangat cepat, Naila dan Angkasa menikmati waktu-waktu indah itu. Mereka resmi berpacaran walaupun kesannya sedikit canggung. Mereka tidak tahu akan ada rumor apalagi untuk hubungan mereka. Terlebih lagi Vania masih sangat mencintai Angkasa.


"Aku takut saat kita di kampus, Vania membuat masalah lagi dengan kita," ujar Naila menceritakan kekhawatirannya kepada Angkasa.


"Tenang saja, dia sudah tidak memiliki penggemar lagi. Banyak orang yang sudah tidak percaya dengannya, lagipula sebelum dia menyebar fitnah kita akan lebih dulu publish hubungan kita," kata Angkasa menenangkan Naila.


"Ya sudah kalau gitu kita cari Erni sama Kelvin dulu yuk. Setelah itu kita langsung pulang," ajak Naila.


Hatinya menjadi tenang karena mendengar perkataan Angkasa. Naila juga tidak perlu takut seseorang menyebutnya sebagai pelakor lagi.


Satu masalah sudah terpecahkan, masalah lainnya adalah Erni. Naila belum sempat menemui Erni sejak dia sampai di taman kunang-kunang. Naila berharap sahabatnya itu baik-baik saja karena ada Kelvin yang menjaganya.


"Itu sepertinya Kelvin, kita susul yuk!" ajak Naila ketika melihat Kelvin yang sedang mondar mandir di taman tersebut.


"Vin, ada apa? kenapa kelihatan panik gitu?" tanya Angkasa ketika sudah sampai di dekat Kelvin.


Kelvin menolehkan wajahnya ke arah Angkasa.


"Erni tidak sama kalian ya? lalu kemana perginya Erni?" tanyanya dengan gelisah.


Dari raut wajahnya terlihat Kelvin sangat khawatir terhadap Erni. Terlebih lagi taman tersebut cukup luas dan ramai orang sehingga tingkat kesulitan mencari Erni cukup tinggi.


"Kata Angkasa Erni sama kamu tadi, gimana sih?" ujar Naila yang ikut khawatir.


"Iya tadi memang sama aku, namun tiba-tiba aku sama dia ada sedikit masalah dan dia menghilang!" ujar Kelvin.


"Awas saja ya sampai sahabatku kenapa-kenapa, kamu harus tanggung jawab!" kata Naila mengancam Kelvin.


"Kita berpencar ya, aku sama Naila ke timur. Kamu ke selatan ya!" ujar Angkasa.


Mereka pun mencari Erni sambil berteriak memanggil nama Erni. Naila mencoba menghubunginya dengan telepon tetapi di sana sulit mencari sinyal.


Angkasa yang melihat wajah Naila yang begitu panik berusaha membuat Naila tenang.


"Erni, dimana kamu?" teriak Naila.


Dia tidak peduli dengan banyaknya orang yang ada di sana. Yang terpenting keselamatan Erni nomor satu baginya.

__ADS_1


"Bagaimana ini Angkasa? hari sudah semakin gelap tapi Erni masih belum ketemu?" Naila meminta solusi kepada Angkasa.


Namun Angkasa juga tidak memiliki jalan keluar. Jalan satu-satunya mencari Erni adalah dengan berteriak dan bertanya kepada orang-orang.


Di sisi lain, Erni yang sudah bosan dengan suasana di taman itu berniat untuk mencari Naila dan juga Angkasa. Tetapi dia tidak sengaja di tabrak oleh seorang wanita dan membuat handphonenya jatuh.


Wanita tersebut sedang fokus mengambil gambar kunang-kunang sehingga tidak memperhatikan jalannya.


"Mbak gimana sih? Handphone saya pasti rusak ini!" kata wanita tersebut memungut handphonenya yang jatuh ke tanah.


"Jelas-jelas Mbak yang salah kenapa jadi saya yang di salahkan?" ucap Erni tidak terima di salahkan oleh wanita tersebut.


"Kamu tidak tahu siapa saya? saya orang terkaya nomor 1 di negara ini. Mau saya seret kamu untuk di beri hukuman?" kata wanita itu begitu angkuh.


'Di lihat dari tampangnya sepertinya wanita ini bukan dari negara sini. Aku bohongin saja deh sekalian,' batin Wanita tersebut.


"Kamu tahu Tuan Michael? dia itu adalah suamiku. Di negara ini Tuan Michael lah yang paling berkuasa," ujar wanita tersebut.


Erni menjadi takut dengan sebuah ancaman yang di karang oleh wanita tersebut. Dia kemudian meminta maaf kepada wanita tersebut.


"Aku tidak menerima permintaan maafmu. Kamu harus sujud di kaki ku!" ucap wanita tersebut dengan angkuhnya.


"Kenapa diam saja? kamu mau di hukum oleh Tuan Michael? aku ini istrinya loh," wanita itu kembali mengancam Erni.


"**Apakah benar dia istrinya Tuan Michael?"


"Sepertinya benar. Beberapa bulan lalu aku mendengar Tuan Michael sudah menemukan cinta sejatinya**,"


Beberapa pengunjung telah mengerumuni tempat kejadian tersebut. Mereka tidak menyangka kalau istri Michael berada di taman tersebut.


"**Wanita ini berani mencari masalah dengan istri Tuan Michael, pasti 0taknya sudah bermasalah,"


"Ya! aku dengar Tuan Michael sangat menyayangi istrinya. Tentu dia akan mendengar apa yang istrinya katakan**,"


Bisik beberapa orang lagi yang baru saja datang mengerumuni Erni dan pria tersebut.


"Oh aku tidak tahu kalau kamu istri Tuan Michael. Sepertinya yang pernah aku temui dulu itu adalah istri palsunya? atau apakah dia sudah operasi plastik?"

__ADS_1


Tiba-tiba Kelvin muncul dari belakang kerumunan. Beberapa orang memberinya jalan dan semua pandangan tertuju padanya.


"Apa maksudmu? jelas-jelas aku yang asli!" kata wanita tersebut yang masih tidak mau mengaku.


"Oh mungkin penglihatan ku sudah buram, tapi coba deh semua orang lihat foto ini, apakah wajah mereka terlihat sama?" tanya Kelvin sambil menunjukkan foto Michael bersama dengan Ruby istrinya kepada para penonton.


Para penonton memiliki argumennya masing-masing. Hampir semua penonton mengatakan bahwa keduanya dari orang yang berbeda.


"**Jadi apakah wanita ini penipu?"


"Wanita ini pasti menipu, gadis yang malang. Untung saja Tuan ini datang,"


"Benar! wanita ini pasti ingin membolak-balikkan fakta. Awalnya dia menjatuhkan handphonenya sendiri karena menabrak gadis ini, lalu meminta ganti rugi dan menggunakan identitas istrinya Tuan Michael,"


"Benar-benar wanita yang kejam**!"


Banyak argumen dari orang-orang yang ada di sekitar sana. Wanita tersebut pergi di iringi dengan sorakan. Betapa malunya menjadi 2anita tersebut yang telah ketahuan berbohong. Para pengunjung telah bubar ketika masalah sudah selesai.


"Erni bagaimana keadaan kamu? apa itu baik-baik saja?" tanya Kelvin mengecek keadaan Erni.


Erni tiba-tiba memeluknya dengan erat dan berkata ,"aku takut Vin, aku takut terkena jebakan itu,".


Erni menangis ketakutan, namun Kelvin berhasil menenangkannya.


"Tidak apa-apa. Sekarang semua masalah telah selesai," kata Kelvin.


"Makasih ya Vin, kamu sudah membantuku!" kata Erni kemudian melepas pelukannya terhadap Kelvin.


"Kita cari Naila dan Angkasa dulu yuk! Naila pasti sangat khawatir karena tidak dapat bertemu kamu!" kata Kelvin.


Mereka akhirnya kembali dan menemui Naila dan Angkasa. Saat melihat Erni kembali Naila langsung memeluknya. Tangisannya pecah di dalam pelukan Erni. Naila sungguh mengkhawatirkan sahabatnya. Sedangkan kedua pria yang berdiri di belakangnya hanya bisa tersenyum terharu melihatnya.


Angkasa dan Kelvin kembali teringat dengan persahabatan mereka yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun baru sempat di perbaiki.


Kedua pria tersebut berinisiatif untuk ikut berpelukan namun kedua gadis itu melarangnya dan berhenti berpelukan satu sama lain.


"Dasar pelit!" ujar Angkasa cemberut.

__ADS_1


"Iya nih, masa asik aja berdua!" kata Kelvin yang berada di pihak Angkasa.


Kedua gadis itu hanya bisa tertawa melihat tingkah lucu para lelaki itu.


__ADS_2