
Rosa
Waktu cepat berlalu, jam dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sebentar lagi cafe harus tutup. Semua pegawai termasuk aku sudah bersiap membersihkan semua peralatan dapur dan membersihkan semua ruangan.
Tak terasa sudah 1 Minggu aku berada disini. Dengan teman-teman baruku. mereka sangat baik kepadaku Bu, mereka selalu membantuku. Doakan aku disini Bu,pak. Doakan aku selalu sehat agar bisa segera melunasi semua hutang dan kita bisa berkumpul kembali seperti dulu. suara batin rosa
Tiba-tiba muncul sebuah mobil memasuki halaman parkir. Muncul seorang laki-laki tampan, berperawakan tinggi dan tegap. Samuel.....
Dengan cepat Samuel sudah memasuk cafe, tetap dengan senyum yang selalu dipasang di bibirnya.
"Hai Ca....bagaimana kerja mu hari ini??" tanya Samuel
"Baik Sam, smoga selalu rame ya ...aku senang bekerja disini" ucap Rosa.
Teman-teman lainnya hanya tersenyum untuk menyapa Samuel sambil terus melanjutkan pekerjaannya.
"Duduk sini ca, aku ingin bicara dengan mu". ucap Samuel lagi.
Ya Tuhan, betapa tampannya laki-laki dihadapan ku ini. plis jangan banyak senyum dong, ga tahu apa jantungku rasanya mau copot. suara hati Rosa.
"ca.....kamu baik-baik saja??"tanya Samuel setelah melihat aku diam saja tanpa menjawab kata-katanya. jantung ku semakin berdebar kencang saat menyadari bahwa Samuel telah memegang tangan ku.....
"Iya iya....aku baik-baik saja". ucap Rosa segera.
"Besok aku menjemputmu disini. pukul 9 kamu harus siap ya. Besok kamu libur dulu". ucap Samuel
"Memangnya kamu mau ajak aku kemana??" balas Rosa.
"Kerumah sakit. Nenek sudah datang kemarin. Nenek ingin bertemu dengan mu" jawab Samuel lagi.
"Semua baik-baik saja khaan??Tidak akan terjadi apa-apa dengan ku khaann??" ucap Rosa kembali
"Tenang saja, kamu ga usah takut. Nenek baik kok.....Beliau ingin bertemu dan bicara dengan mu" jawab Samuel kembali
"Baiklah" ucap Rosa lagi
__ADS_1
"Ya sudah. Aku pulang dulu ya. Kamu baik-baik disini. Jangan sampai telat makan ya..." ucap Samuel.
"iya....makasih Sam" balas rosa.
Segera Samuel meninggal kan cafe setelah berpamitan dengan semua pegawainya. Samuel memasuki mobilnya, lalu menghilang kearah jalan raya.
*****
Samuel
*aku kangen kamu ca, maaf jika 2 hari ini aku tidak mampir ke cafe. Sebenarnya aku ingin sekali bertemu dengan mu, berbicara dengan mu. Setelah tadi kita bertemu, aku merasa bahagia ca. Sebenarnya tadi ingin sekali aku memelukmu untuk melepas kerinduan ku.
Aku masih belum yakin apakah aku sudah jatuh cinta ke kamu. Tapi aku tidak bisa membohongi diriku kalau aku selalu merindukanmu. Mata sendumu selalu tergambar jelas dalam pikiran ku ca, rasanya ingin selalu bisa melindungimu.
Entah lah.....biarlah waktu yang akan menjawab semuanya. Untuk saat ini, aku sudah cukup bahagia dengan melihatmu tersenyum. memastikan kamu bahagia dan aman disana. Selamat malam ca.....semoga mimpi indah*.
Samuel mengendarai mobilnya dengan kecepatan dibawah rata-rata. Sambil sesekali menatap suasana kota dimalam hari, melihat manusia yang berlalu lalang.
Samuel tetap bergelut dengan pikirannya sendiri. Berdoa semoga besok berjalan dengan baik-baik saja.
Segera Samuel melajukan mobilnya untuk segera sampai di rumahnya. Sudah cukup melelahkan hari ini untuknya.
Dihempaskan tubuhnya diatas matras yang empuk tanpa melepas sepatunya. Menatap keatas seakan-akan pikirannya telah pergi entah kemana.
Sekejap kemudian ia kembali terduduk. melepaskan sepatu dan bajunya. lalu berjalan menuju kamar mandi, dengan tidak lupa melempatkan bajunya kedalam keranjang pakaian kotornya.
Segera diguyur tubuhnya dengan air yang keluar dari showernya.
Aku harus cepat istirahat. pikirnya
Segera Samuel membaringkan tubuhnya ke atas kasur setelah dia selesai mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dilemparkan handuk itu ke sofa yang berada tepat didepan tempat tidurnya.
*****
Pagi telah datang. Sinar mentari masuki kamar samuel melewati jendela besar yang ada di samping tempat tidurnya. Matanya masih tertutup seakan malas untuk bangun
__ADS_1
Mau tidak mau dia harus bangun dan bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Aku sudah ada janji dengan nenek. Setelah sarapan aku akan menjemput Rosa di cafe. pikir Samuel.
Segera Samuel keluar dari kamar. Menuruni tangga menuju ke meja makan.
"Pak Mun.....Tomi sudah bangun??" tanya Samuel.
(Maaf kalo aku terlewat kasih tahu, kalo Tomi adalah adik kandung Samuel)
"Belum tuan" jawab pak Mun
"Pulang jam berapa dia semalam?"
"Pukul 2 tuan"
Samuel diam saja sambil melanjutkan sarapannya. Setelah selesai sarapan, Samuel bersiap untuk berangkat
Pak Mun tetap berjalan mengikuti Samuel hingga sampai di depan teras.
"Pak Mun, nanti malam sampaikan ke bibi tidak usah menyiapkan makan malam. Nanti aku makan diluar".
"Baik tuan".
"Satu lagi Pak Mun. Segera kamu bangunkan Tomi. pukul 11 aku tunggu di Rumah sakit".
"Baik tuan".
Dengan cepat samuel masuk kedalam mobilnya. Memang Samuel selalu mengendarai mobilnya sendiri. Tanpa menunggu lama Samuel menjalankan mobilnya untuk keluar dari halaman rumahnya.
.
.
.
__ADS_1
.
.