Ricky Vs Rosa

Ricky Vs Rosa
11. Awal perang dunia-3


__ADS_3

"Kamu sudah siap??" tanya Samuel


"iya..." jawab Rosa


"Masuklah.....kita segera ke Rumah sakit". tambah Samuel.


Rosa hanya mengangguk kan kepalanya seraya masuk kedalam mobil. Berangkatlah mereka menuju Rumah sakit.


Sunyi sepi tak ada suara. Samuel berkali-kali menoleh kearah gadis yang ada disampingnya. Menulusuri wajah gadis yang seminggu ini selalu ada di pikirannya. Sebenarnya tidak ada yang menarik dalam diri gadis ini.


Dibanding dengan Vanya jelas jauh berbeda. Postur tubuh tinggi semampai dengan kulit putihnya. Rambut coklat mengkilat yang menandakan sering melakukan perawatan. Hanya saja Samuel tak pernah ada rasa seperti yang dia rasakan saat bersama Rosa. Walaupun Vanya sering dengan terang-terangan mengatakan cinta ke Samuel.


Tapi Samuel juga bukan orang bodoh. Memang Vanya sering mengatakan cinta, tapi itu semua hanyalah pelarian saja. Matre....ya. Vanya adalah cewek matre. Dimatanya hanya ada uang, uang, dan uang. Sebenarnya awal Vanya mengincar Ricky. Berhubung Ricky secara kasar menolak bahkan banyak keluar kata-kata yang mengolok Vanya, akhirnya Vanya merubah haluannya dengan mengejar Samuel.


Mungkin pemikiran Vanya, Samuel lebih gampang didekati. Tapi semua itu hanya impian belaka. Kenyataannya, sampai sekarang Vanya tidak bisa mendapatkan hati laki-laki itu.


Tak terasa mobil sudah sampai di pelataran parkir Rumah sakit. Segera mereka turun dari mobil. Setelah memastikan mobil telah terkunci, akhirnya mereka berdua melangkah masuk Rumah sakit menuju kamar Ricky dirawat.


ceklek.....


Nampak nenek sedang duduk di sofa sambil menikmati kopi dan camilan kesukaannya kalau berada di Indonesia. Singkong rebus.


Ricky tampak acuh tanpa menoleh sedikit pun. Mungkin dia sudah felling kalau kita yang datang.


"Pagi nek..." kata Samuel sambil mencium pipi nenek.


"pagi sayangku" balas nenek.


Rosa hanya berdiri terdiam di depan pintu. Tak tahu apa yang harus dilakukannya.


"Apakah dia gadis itu??" tanya nenek.


"iya nek".


"Kemarilah ca". kata Samuel sambil menoleh kearah Rosa.


Dengan langkah takut dan ragu-ragu Rosa tetap melangkahkan kakinya menghadap nenek .


"Kenalkan nek, dia Rosa". kata Samuel.

__ADS_1


Rosa melihat nenek mengulurkan tangannya. Dengan biasa seperti yang ia lakukan di tempat asalnya, Rosa menyambut tangan nenek Diana lalu mencium punggung telapak tangan nenek.


"Saya Rosa nek" ucap Rosa


Nenek tersenyum dan membelai rambut Rosa


" Rosa, saya nenek mereka. Ricky, Tomi, dan Samuel. Duduklah disini".


Nenek menepuk sofa disebelahnya, seakan menyuruh Rosa untuk duduk disana.


Dengan ragu juga, Rosa mengikuti perintah nenek.


"Rosa...." kata nenek sambil menggantung


"Samuel sudah menceritakan semuanya kepada nenek. Nenek tidak tau harus berkata apa. Kamu sudah menolong cucu nenek. Aku telah berhutang nyawa kepadamu nak". ucap nenek. Sepertinya nenek menyukai Rosa.


"Tidak nek....tidak apa-apa....jangan..."


Rosa belum sampai menyelesaikan kata-katanya, Ricky tiba-tiba menyahut.


"Sudahlah.....jangan banyak basa basi".


"Berapa uang yang kamu minta untuk ganti rugi jasamu?"


" Buka saja topengmu ...jangan pasang muka polosmu itu. Kamu tidak akan bisa menipuku".


Nenek hampir saja akan berkata....


Tiba-tiba si idiot datang


"Hay nenek...hallo semua......bagaimana kabar kalian semua....." kata Tomi secara spontan.


"Hai ladies.....ternyata kamu cantik juga ya, tapi sayang aku sudah punya pacar. Disini yang belum punya pacar Ricky".


" Tutup mulutmu nyet....." kata Ricky


"Aku takkan Sudi punya pacar seperti dia. Berlagak polos tapi busuk hatinya". ucap Ricky.


"Ricky !!!" kata nenek setengah berteriak.

__ADS_1


Rosa kaget mendapat serangan seperti itu. Dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan kata-kata yang memojokkan dirinya. Rosa mengira laki-laki itu sama baiknya dengan Tomi dan Samuel. Tapi ternyata.....


Tomi yang baru saja menyadari situasi seperti ini, akhirnya dia hanya bisa terdiam.


My God......aku telah melakukan kesalahan lagi. batin Tomi.


" Hei....jangan diam saja. katakan cepat .....berapa uang yang kamu minta??" ucap Ricky lagi.


" Aku tidak tau apa maksud mu". ucap Rosa akhirnya keluar juga suaranya walaupun terlihat jelas dia bingung dengan ucapan Ricky.


" Kamu jangan berharap banyak bahwa kamu bisa mendapatkan sesuatu dari keluarga ku. Entah rencana apa yang ada di pikiranmu."


"Seandainya bisa, sudah aku keluarkan darahmu yang sudah mengalir didalam tubuhku. aku tidak sudi. Cepat katakan, berapa uang yang kamu mau. Tidak mungkin kan, kamu yang bertampang seperti itu bisa tiba-tiba membawaku ke Rumah sakit lalu memberikan darahnya secara sukarela. jangan-jangan kamu juga yang merencanakan kecelakaan ini......


Berapa komplotanmu haa.....sayang sekali rencanaku telah gagal Nona" ucap Ricky dengan emosi yang menggebu-gebu.


Semua terdiam bingung harus mengatakan apa. Bukan karena tidak berani, tetapi semunya terjadi dengan tiba-tiba. Dan.....


" Apa yang kamu katakan Tuan muda......"


"Meskipun aku miskin, keluarga ku tak pernah mendidikku untuk minta-minta. apalagi berencana seperti apa yang kamu katakan.


Cukup kamu menghinaku. Aku pun merasa menyesal, kenapa saat itu aku harus menolongmu. seharusnya kubiarkan saja kamu tergeletak disana" kata Rosa tiba-tiba.


"Kurang ajar......" kata Ricky


Keadaan semakin tidak terkendali. Tomi hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Nenek terduduk diatas sofa sambil memegang dadanya.


Dan Samuel......berdiri dengan tenang, tersungging senyum di bibirnya.


"Akhirnya musuhmu sudah datang Ricky.....batin Samuel senang.


"Kamu tidak usah repot-repot mengusirku. aku akan pergi dari sini sendiri. Terima kasih atas hinaan mu. Permisi Tuan muda sombong...." Rosa berucap lalu berjalan pergi meninggal kan kamar.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ❤️


__ADS_2